Apa Itu Regulation Crypto Assets? Aturan SEC untuk Fundraising Token
2026-08-20
Amerika Serikat mulai memasuki fase baru dalam SEC crypto regulation setelah Securities and Exchange Commission (SEC) mengajukan kerangka Regulation Crypto Assets untuk mengatur cara proyek crypto menggalang dana melalui token.
Proposal ini penting karena selama bertahun-tahun startup crypto di AS menghadapi ketidakpastian mengenai kapan penjualan token dianggap sebagai penawaran sekuritas.
Pada Maret 2026, Ketua SEC Paul Atkins sudah menguraikan konsep jalur khusus untuk startup crypto, termasuk kemungkinan pengecualian penggalangan dana hingga US$5 juta selama empat tahun, jalur fundraising hingga US$75 juta per 12 bulan, dan safe harbor bagi token yang pada akhirnya tidak lagi bergantung pada upaya manajerial penerbit.
Kini, konsep tersebut telah bergerak dari gagasan kebijakan menuju proposal formal. Namun, aturan token crypto tersebut belum berlaku sebagai hukum final. Proposal masih membutuhkan proses komentar publik selama 60 hari dan dapat berubah sebelum ditetapkan.
Key Takeaways
- Regulation Crypto Assets menciptakan jalur baru bagi proyek crypto untuk menggalang modal tanpa melalui proses registrasi sekuritas penuh.
- Proposal mencakup startup exemption hingga US$5 juta selama empat tahun dan jalur fundraising hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan, dengan persyaratan berbeda berdasarkan tingkat penawaran.
- Kerangka ini juga menawarkan investment contract safe harbor, tetapi belum menjadi aturan final sehingga startup belum dapat menganggap angka atau persyaratannya sebagai kepastian hukum.
Apa Itu Regulation Crypto Assets?
Regulation Crypto Assets adalah nama kerangka aturan yang sedang dikembangkan SEC untuk menciptakan jalur regulasi khusus bagi penawaran tertentu yang melibatkan crypto assets.
Gagasan utamanya adalah mempertemukan dua kebutuhan yang selama ini sering bertabrakan: memberikan ruang bagi inovasi dan penggalangan modal, sekaligus tetap memberikan perlindungan investor.
Dalam pidato Maret 2026, Atkins menjelaskan bahwa SEC ingin menyediakan jalur yang lebih sesuai dengan karakteristik proyek crypto.
Menurut konsep tersebut, aset digital tertentu tidak otomatis menjadi sekuritas hanya karena digunakan dalam sebuah investment contract. Fokus regulasi juga bergeser pada bagaimana token ditawarkan dan apakah masih ada ketergantungan pada upaya manajerial dari penerbit.
Pendekatan itu berbeda dari model penegakan yang selama ini membuat banyak proyek memilih mengembangkan atau menjual token dari luar Amerika Serikat.
Baca Juga: SEC dan CFTC Perjelas Regulasi Staking, Mining, dan Airdrop Kripto
Bagaimana Aturan SEC untuk Token Ini Bekerja?
Proposal aturan SEC untuk token pada dasarnya menawarkan beberapa jalur.
Pertama adalah startup exemption, yang ditujukan untuk proyek tahap awal. Konsep yang dijelaskan SEC memungkinkan penggalangan dana hingga US$5 juta selama periode empat tahun, dengan pengungkapan berbasis prinsip dan tanpa pembatasan khusus pada status investor seperti yang berlaku dalam beberapa pengecualian sekuritas tradisional.
Kedua adalah fundraising exemption untuk proyek yang sudah lebih berkembang. Proposal ini membuka jalur penggalangan dana hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan, dengan struktur bertingkat.
Ringkasan proposal yang dilaporkan sejumlah sumber menyebut Tier 1 berada hingga US$20 juta, sedangkan Tier 2 mencapai US$75 juta dan membawa persyaratan pengungkapan yang lebih ketat, termasuk laporan keuangan yang diaudit.
Dengan mekanisme tersebut, SEC mencoba menciptakan jalan tengah antara private placement dan registrasi penawaran sekuritas penuh.
Mulai perjalanan finansialmu sekarang. Daftar di Bittime dan bangun portofolio investasi dengan mudah.
Apa Itu Startup Exemption US$5 Juta?
Bagi startup crypto AS, jalur US$5 juta dapat menjadi bagian paling menarik dari proposal.
Pada tahap awal, proyek crypto sering membutuhkan modal untuk pengembangan teknologi, keamanan, pemasaran, dan perekrutan sebelum token memiliki ekosistem yang matang.
Daripada memaksa proyek menjalani proses registrasi penuh sejak awal, startup exemption dirancang sebagai semacam ruang pengembangan dengan batas waktu.
Namun, pengecualian bukan berarti proyek bebas dari kewajiban. Dalam konsep yang dipaparkan SEC, penerbit tetap perlu memberikan pengungkapan tertentu mengenai proyek, token, dan investasi kepada publik.
Dengan demikian, tujuan jalur ini bukan menghapus perlindungan investor, melainkan menyesuaikan bentuk informasi dengan karakteristik proyek crypto.
Baca Juga: AS Perketat Aturan Stablecoin Lewat GENIUS Act, Dampaknya untuk USDT?
Bagaimana Fundraising Crypto US$75 Juta Berbeda?
Jalur fundraising crypto hingga US$75 juta lebih ditujukan kepada proyek yang sudah berada di tahap lebih maju.
Besarnya batas tersebut penting karena proyek blockchain membutuhkan modal yang relatif besar ketika mulai membangun infrastruktur, memperluas jaringan pengguna, dan menyediakan likuiditas.
Tier 2 akan memiliki beban kepatuhan lebih tinggi dibandingkan Tier 1. Selain laporan keuangan yang diaudit, terdapat pula pembatasan tertentu terhadap pembelian oleh investor yang tidak terakreditasi.
Ringkasan proposal yang tersedia menyebut batas bagi investor non-accredited di Tier 2 sebesar 10% dari pendapatan atau kekayaan bersih mereka.
Model ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah modal yang dihimpun, semakin tinggi pula standar transparansinya.
Apa Itu Investment Contract Safe Harbor?
Bagian lain yang sangat penting dari SEC aset kripto adalah investment contract safe harbor.
Konsep tersebut telah disampaikan Atkins sejak Maret 2026. SEC mengusulkan adanya jalur yang memungkinkan suatu token keluar dari cakupan hukum sekuritas federal setelah penerbit menyelesaikan atau secara permanen menghentikan upaya manajerial utama yang sebelumnya dijanjikan kepada investor.
Ini penting karena status sebuah token dapat berubah seiring perkembangan proyek.

Source: AI Image generated
Pada tahap awal, investor mungkin membeli token dengan ekspektasi bahwa tim akan membangun jaringan atau produk tertentu. Setelah jaringan menjadi lebih matang dan tidak lagi bergantung pada upaya tim dengan cara yang sama, status token tersebut dapat berbeda.
Safe harbor mencoba mengubah proses tersebut dari keputusan yang sepenuhnya interpretatif menjadi standar yang lebih terukur.
Baca Juga: Regulasi MiCA vs Indonesia: Mana yang Lebih Siap Mengatur Kripto?
Apakah Regulation Crypto Assets Sudah Berlaku?
Belum.
Ini adalah poin penting ketika membahas regulasi token 2026. Angka US$5 juta dan US$75 juta sebelumnya muncul dalam pidato Atkins pada Maret, kemudian dibawa ke agenda rulemaking SEC. Proposal formal kini membuka proses komentar publik, tetapi belum menjadi aturan final.
Artinya, startup tidak seharusnya langsung menganggap mereka sudah dapat melakukan fundraising berdasarkan kerangka baru tersebut.
Setelah periode komentar berakhir, SEC harus mempertimbangkan masukan dari perusahaan, investor, pengacara, dan pelaku pasar sebelum menetapkan aturan akhir.
Apa Dampaknya bagi Startup Crypto AS?
Dampak potensial terbesar adalah meningkatnya kepastian hukum.
Selama ini, ketidakpastian mengenai klasifikasi token dapat membuat startup menghindari pasar AS atau mencari yurisdiksi lain. Proposal baru berpotensi mengurangi hambatan tersebut dengan menyediakan jalur yang secara khusus dirancang untuk pengembangan token.
Bagi startup crypto AS, hal ini juga dapat memperjelas perencanaan modal. Proyek dapat memilih apakah menggunakan jalur startup, fundraising yang lebih besar, atau tetap memakai pengecualian sekuritas lain yang sudah ada.
Namun, biaya kepatuhan tetap ada. Pengungkapan, audit, pencatatan, dan pembatasan investor dapat menjadi beban tambahan, khususnya bagi proyek kecil.
Baca Juga: Taat Aturan MiCA, Stablecoin RLUSD Bakal Beroperasi di Pasar Eropa
Apakah Ini Sama dengan Regulasi ICO Amerika?
Ada kemiripan, tetapi regulasi ICO Amerika melalui Regulation Crypto Assets memiliki konteks yang lebih modern.
ICO generasi awal sering menggunakan token sebagai cara memperoleh modal sebelum jaringan benar-benar beroperasi. Regulation Crypto Assets mencoba mengakui karakter tersebut sekaligus memberikan jalur formal di bawah hukum sekuritas.
Perbedaannya terletak pada struktur dan fleksibilitas. Proposal SEC tidak semata-mata melegalkan ICO tanpa syarat. Sebaliknya, penerbit harus memenuhi persyaratan tertentu untuk memperoleh pengecualian.
Dengan kata lain, ini lebih tepat dianggap sebagai kerangka legal untuk token fundraising, bukan izin bebas untuk melakukan ICO.
Apa yang Belum Diatur dalam Proposal?
Salah satu hal penting adalah bahwa proposal fundraising ini bukan keseluruhan agenda crypto SEC.
Materi yang tersedia menyebut kerangka ini belum menyelesaikan persoalan tokenized securities, seperti saham perusahaan yang diterbitkan dalam bentuk token dan diperdagangkan on-chain. Bagian tersebut masih berada dalam agenda regulasi lain.
Ini berarti Regulation Crypto Assets lebih fokus pada fundraising token dan status investment contract, bukan otomatis membuka jalan bagi seluruh aset tradisional untuk dipindahkan ke blockchain.
Di sisi lain, Kongres juga sedang membahas CLARITY Act yang memiliki angka dan struktur berbeda. Karena itu, hubungan antara aturan SEC dan undang-undang yang sedang dibahas masih dapat berubah.
Baca Juga: Apakah Clarity Act Akan Berdampak Besar pada Market Crypto di 2026?
Apa Arti Regulation Crypto Assets bagi Investor?
Bagi investor, kerangka baru berpotensi memberikan akses kepada lebih banyak proyek crypto yang beroperasi secara legal di AS. Namun, keberadaan pengecualian SEC tidak berarti sebuah token otomatis merupakan investasi yang bagus.
Investor tetap perlu melihat tokenomics, model bisnis, penggunaan token, kondisi keuangan penerbit, struktur kepemilikan, serta risiko produk.
Pengecualian regulasi hanya menjawab pertanyaan bagaimana token ditawarkan secara legal, bukan apakah token tersebut akan berhasil di pasar.
Kesimpulan
Regulation Crypto Assets merupakan upaya SEC menciptakan jalur yang lebih jelas bagi proyek crypto untuk memperoleh modal di Amerika Serikat.
Konsepnya mencakup startup exemption hingga US$5 juta, jalur fundraising hingga US$75 juta, serta investment contract safe harbor.
Kerangka ini dapat menjadi perubahan besar bagi startup crypto AS karena memberikan alternatif terhadap proses registrasi sekuritas yang lebih berat. Namun, aturan tersebut masih berupa proposal dan dapat berubah selama proses komentar publik.
Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Regulation Crypto Assets?
Regulation Crypto Assets adalah proposal SEC yang menciptakan kerangka khusus untuk penawaran dan penggalangan dana menggunakan crypto assets tertentu, termasuk jalur pengecualian dan investment contract safe harbor.
Berapa batas fundraising dalam Regulation Crypto Assets?
Konsep yang diajukan SEC mencakup startup exemption hingga US$5 juta selama empat tahun dan fundraising exemption hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan.
Apakah Regulation Crypto Assets sudah menjadi aturan final?
Belum. Proposal masih melalui proses komentar publik selama 60 hari dan dapat berubah sebelum SEC menetapkan aturan final.
Apa itu safe harbor untuk token?
Safe harbor adalah jalur yang diusulkan untuk memberikan kepastian bahwa token tertentu dapat keluar dari status investment contract setelah penerbit menyelesaikan atau menghentikan secara permanen upaya manajerial yang menjadi dasar hubungan tersebut.
Apa dampaknya bagi startup crypto AS?
Startup berpotensi memiliki jalur fundraising yang lebih jelas di Amerika Serikat tanpa harus langsung menggunakan registrasi sekuritas penuh, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan pengungkapan dan ketentuan lain.
Apakah Regulation Crypto Assets sama dengan regulasi ICO?
Tidak sepenuhnya. Regulation Crypto Assets memang dapat menjadi kerangka legal baru untuk fundraising token, tetapi penerbit tetap harus memenuhi syarat tertentu dan tidak semua aktivitas token otomatis mendapat pengecualian.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



