Pendapatan AWS Melonjak 37 Persen, Apakah Saham Amazon Masih Menarik?
2026-07-31
Amazon kembali mencuri perhatian pasar setelah melaporkan pertumbuhan Amazon Web Services (AWS) sebesar 37% pada kuartal II 2026, laju tercepat sejak 2021.
Capaian ini melampaui ekspektasi analis dan memperkuat posisi AWS sebagai mesin pertumbuhan utama perusahaan di tengah meningkatnya permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, investor tidak hanya melihat pertumbuhan pendapatan. Belanja modal (capital expenditure) yang terus meningkat untuk membangun infrastruktur AI juga menjadi perhatian karena dapat menekan arus kas perusahaan dalam jangka pendek.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan penting: apakah saham Amazon masih menarik setelah lonjakan pendapatan AWS?
Berikut analisis lengkap mengenai kinerja terbaru Amazon, prospek bisnis cloud, hingga valuasi saham AMZN.
Key Takeaways
- Pendapatan AWS tumbuh 37% menjadi US$42,23 miliar pada kuartal II 2026, melampaui ekspektasi pasar.
- Pertumbuhan didorong oleh meningkatnya permintaan layanan AI, cloud computing, dan pengembangan chip milik Amazon.
- Meski prospek bisnis cloud tetap kuat, investor masih mencermati tingginya belanja modal AI dan valuasi saham Amazon yang semakin premium.
Pendapatan AWS Melonjak pada Kuartal II 2026
Sorotan utama laporan keuangan Amazon adalah pertumbuhan pendapatan AWS kuartal II 2026 yang mencapai 37% secara tahunan, menjadi sekitar US$42,23 miliar.
Angka tersebut melampaui estimasi analis yang memperkirakan pendapatan sekitar US$40,54 miliar.
Pencapaian ini menjadi pertumbuhan tercepat AWS dalam lima tahun terakhir. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan cloud masih sangat tinggi, terutama dari perusahaan yang tengah memperluas penggunaan teknologi AI generatif.
Selain menyediakan layanan komputasi awan, AWS juga memperoleh keuntungan dari pengembangan chip AI milik Amazon yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pusat data sekaligus menekan biaya operasional pelanggan.
Baca Juga: Apa Itu Amazon Robotics Fund (ARF)? Token di Solana dan Cara Membelinya
Mengapa Bisnis Cloud Amazon Tumbuh Pesat?
Keberhasilan bisnis cloud Amazon tidak terlepas dari perubahan besar dalam industri teknologi.
Perusahaan di berbagai sektor kini berlomba membangun aplikasi berbasis AI yang membutuhkan kapasitas komputasi jauh lebih besar dibanding aplikasi konvensional. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap layanan penyimpanan data, pemrosesan AI, hingga infrastruktur cloud.
AWS menjadi salah satu penyedia terbesar di dunia yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui jaringan data center global, layanan machine learning, serta chip AI internal seperti Trainium dan Inferentia.
Dengan semakin banyak perusahaan yang mengadopsi AI, AWS diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.
Dampak Bisnis AI terhadap Pendapatan AWS
Salah satu faktor terbesar yang mendorong dampak bisnis AI terhadap pendapatan AWS adalah meningkatnya penggunaan model AI generatif.
Perusahaan kini membutuhkan infrastruktur yang mampu menjalankan pelatihan (training) maupun inferensi model AI dalam skala besar. AWS menyediakan layanan tersebut melalui berbagai solusi cloud yang terintegrasi.
Amazon juga terus memperluas investasi pada perangkat keras AI dan jaringan pusat data baru agar mampu memenuhi lonjakan permintaan.
Strategi ini memang meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuat belanja modal perusahaan melonjak signifikan.
Bagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah AI mampu meningkatkan pendapatan AWS, melainkan apakah investasi besar tersebut dapat menghasilkan margin keuntungan yang tetap sehat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Daftar Saham AI yang Melonjak di 2026 dan Prospeknya ke Depan
Bagaimana Kinerja Amazon 2026 Secara Keseluruhan?
Selain AWS, Amazon masih memperoleh sebagian besar pendapatannya dari bisnis e-commerce global.
Namun, kontribusi AWS terhadap profitabilitas perusahaan jauh lebih besar dibanding bisnis ritel karena memiliki margin yang lebih tinggi.
Di sisi lain, bisnis iklan digital Amazon juga terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan penting setelah cloud dan e-commerce.
Dengan kombinasi tiga segmen utama tersebut, kinerja Amazon 2026 menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan pertumbuhan meski menghadapi persaingan ketat di industri teknologi.
Prospek Saham Amazon Setelah Laporan Keuangan
Setelah laporan keuangan dirilis, perhatian investor beralih pada prospek saham Amazon setelah laporan keuangan.
Secara fundamental, pertumbuhan AWS yang jauh di atas ekspektasi memberikan sinyal positif bahwa strategi AI Amazon mulai menghasilkan pendapatan yang nyata.
Namun demikian, pasar juga mencermati besarnya belanja modal untuk membangun infrastruktur AI.
Jika pertumbuhan AWS terus meningkat sementara margin cloud tetap stabil, maka investasi tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam beberapa kuartal mendatang.
Sebaliknya, apabila belanja modal meningkat lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatan, pasar kemungkinan akan mempertanyakan efisiensi penggunaan modal perusahaan.
Ingin punya eksposur ke saham Amerika? Daftar di Bittime dan mulai investasi lewat tokenized stock.
Valuasi Saham AMZN Setelah Pertumbuhan Cloud
Dari sisi valuasi, valuasi saham AMZN setelah pertumbuhan cloud dinilai tidak lagi murah.
Rasio Price-to-Sales (P/S) Amazon berada di sekitar 3,4 kali, lebih tinggi dibanding median historisnya yang berada di kisaran 2,5 kali.
Artinya, pasar sudah memasukkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi ke dalam harga saham saat ini.
Meskipun sejumlah model valuasi masih menilai saham Amazon mendekati nilai wajarnya, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko apabila pertumbuhan cloud mulai melambat atau belanja AI terus membengkak.
Selain itu, aktivitas penjualan saham oleh sejumlah insider dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pelaku pasar.
Baca juga : Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor
Apakah Saham Amazon Layak Dibeli Saat AWS Tumbuh?
Pertanyaan terbesar investor saat ini adalah apakah saham Amazon layak dibeli saat AWS tumbuh.
Jawabannya bergantung pada horizon investasi.
Bagi investor jangka panjang, AWS masih menjadi salah satu bisnis cloud dengan prospek terbaik karena didukung tren adopsi AI global yang diperkirakan terus berkembang.
Namun bagi investor jangka pendek, volatilitas saham Amazon masih berpotensi tinggi, terutama apabila perusahaan kembali mengumumkan peningkatan belanja modal yang lebih besar dari perkiraan.
Karena itu, laporan keuangan berikutnya akan menjadi penentu apakah pertumbuhan AWS benar-benar mampu diterjemahkan menjadi peningkatan laba dan arus kas yang berkelanjutan.
Cek harga token saham seperti Nvidia Tokenized Stock Ondo (NVDAX), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.
Kesimpulan
Lonjakan pendapatan AWS sebesar 37% menunjukkan bahwa Amazon berhasil memanfaatkan gelombang pertumbuhan AI dan cloud computing lebih baik dari perkiraan pasar.
Fundamental bisnis cloud masih sangat kuat, tetapi valuasi saham yang semakin tinggi serta belanja modal AI yang besar menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Selama AWS mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan menjaga profitabilitas, prospek jangka panjang saham Amazon tetap menarik. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan.
Dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti AMZON, TSLAX, MSFTON atau GOOGLX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa yang mendorong pendapatan AWS naik 37%?
Pertumbuhan AWS didorong oleh meningkatnya permintaan layanan cloud computing, AI generatif, serta penggunaan chip AI milik Amazon untuk kebutuhan komputasi skala besar.
Berapa pendapatan AWS pada kuartal II 2026?
AWS membukukan pendapatan sekitar US$42,23 miliar, melampaui ekspektasi analis sebesar US$40,54 miliar.
Mengapa bisnis AI penting bagi AWS?
AI membutuhkan kapasitas komputasi yang besar. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap layanan cloud AWS sehingga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan.
Apakah valuasi saham Amazon masih menarik?
Valuasi Amazon saat ini lebih tinggi dibanding rata-rata historis berdasarkan rasio Price-to-Sales. Artinya, pasar telah mengantisipasi pertumbuhan yang kuat di masa depan.
Apakah saham Amazon layak dibeli setelah laporan keuangan?
Secara fundamental, prospek Amazon masih didukung pertumbuhan AWS dan AI. Namun investor juga perlu mempertimbangkan risiko dari tingginya belanja modal, valuasi yang premium, dan potensi volatilitas harga saham.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



