Koin Aster: Prediksi Harga Setelah Buyback 99% dan Burn 5 Miliar Token

2026-07-17

Koin Aster: Prediksi Harga Usai Buyback 99% dan Burn 5 Miliar

Koin Aster kembali menarik perhatian setelah memperbarui tokenomics dengan mengalokasikan 99% biaya platform untuk buyback ASTER. 

Program tersebut disertai burn dalam jumlah setara dari cadangan token, dengan target jangka panjang menurunkan total supply dari 8 miliar menjadi 3 miliar ASTER.

Key Takeaways

  • Sebanyak 99% biaya harian platform digunakan untuk membeli ASTER dari pasar melalui mekanisme otomatis.
  • Setiap ASTER yang dibeli kembali akan diimbangi dengan burn token dari cadangan hingga total supply mencapai 3 miliar.
  • Dampak terhadap harga tetap bergantung pada volume perdagangan, pendapatan platform, kondisi Bitcoin, dan tekanan jual dari pemegang token.

Apa Itu Koin Aster?

ASTER merupakan token utama dalam ekosistem Aster, sebuah platform perdagangan terdesentralisasi yang menyediakan perdagangan perpetual dan spot. 

Token ini digunakan dalam sistem staking, tata kelola, pemberian insentif, serta pengembangan ekosistem Aster Chain.

Nilai fundamental ASTER sangat bergantung pada aktivitas platform. Semakin banyak trader menggunakan Aster, semakin besar potensi biaya transaksi yang dihasilkan. 

Dalam tokenomics terbaru, sebagian besar biaya tersebut tidak lagi hanya masuk ke kas protokol, tetapi diarahkan untuk membeli ASTER dari pasar.

Perubahan ini menciptakan hubungan yang lebih jelas antara penggunaan platform dan permintaan token. Namun, hubungan tersebut tidak otomatis menjamin kenaikan harga karena kondisi pasar, likuiditas, dan perilaku pemegang token tetap berperan besar.

Baca juga : ASTER Coin Naik Daun: Prediksi Harga dan Dampak Pembelian CZ Binance

Aster Buyback 99 Persen: Bagaimana Mekanismenya?

Mekanisme buyback ASTER menggunakan 99% biaya platform harian untuk membeli token di pasar terbuka. 

Pembelian dilakukan secara otomatis melalui metode time-weighted average price atau TWAP agar transaksi tersebar dalam beberapa periode dan tidak hanya terjadi dalam satu pembelian besar.

Token hasil buyback tidak langsung dimusnahkan. ASTER tersebut masuk ke Loyalty Rewards dan kemudian dibagikan kepada pemegang veASTER berdasarkan bobot jumlah token serta durasi penguncian.

Koin Aster: Prediksi Harga Usai Buyback 99% dan Burn 5 Miliar

Alurnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Pengguna melakukan transaksi di platform Aster.
  • Platform memperoleh pendapatan dari biaya perdagangan.
  • Sebanyak 99% biaya harian digunakan untuk membeli ASTER.
  • ASTER hasil pembelian dialokasikan sebagai hadiah staking.
  • Cadangan ASTER dalam jumlah setara dimusnahkan secara permanen.

Model ini dapat menciptakan permintaan beli secara rutin selama platform menghasilkan pendapatan yang memadai. Artinya, kekuatan buyback tidak hanya ditentukan oleh persentase 99%, tetapi juga oleh besarnya biaya yang dikumpulkan.

Sebanyak 99% dari pendapatan kecil tetap akan menghasilkan nominal buyback yang kecil. Karena itu, investor perlu memperhatikan volume perdagangan, jumlah pengguna aktif, pendapatan protokol, dan frekuensi pelaksanaan buyback.

Baca juga : Prediksi Harga ASTER Crypto Akhir Oktober Hingga 2026: Bisa Naik Lagi?

Memahami Aster 198 Persen Mechanism

Istilah mekanisme 198% berasal dari gabungan dua tindakan yang berbeda:

  • Sebanyak 99% biaya platform digunakan untuk buyback ASTER.
  • ASTER dalam jumlah setara dengan hasil buyback dibakar dari cadangan.

Angka tersebut tidak berarti Aster membelanjakan 198% dari pendapatannya. Pengeluaran tunai untuk pembelian token tetap berasal dari 99% biaya platform. 

Tambahan 99% menggambarkan token cadangan yang dimusnahkan dengan rasio satu banding satu terhadap jumlah token hasil buyback.

Sebagai contoh, ketika pendapatan platform mampu membeli 1 juta ASTER, protokol akan membeli 1 juta ASTER dari pasar. 

Setelah itu, 1 juta ASTER lain dari cadangan dimusnahkan. Secara keseluruhan, sistem menghasilkan permintaan pasar terhadap 1 juta token sekaligus mengurangi total supply sebanyak 1 juta token.

Perbedaan ini penting karena buyback dan burn mempunyai dampak yang tidak sama. Buyback menambah permintaan di pasar, sedangkan burn mengurangi supply yang tersedia secara keseluruhan.

Baca juga : Cara Beli ASTER di DEX: Panduan Lengkap untuk Pemula & Tips Aman

Aster Burn 5 Miliar Token Bukan Dilakukan Sekaligus

Target burn 5 miliar ASTER berasal dari rencana menurunkan total supply awal sebesar 8 miliar menjadi 3 miliar token. Dengan demikian, pengurangan supply yang ditargetkan mencapai 62,5%.

Program tersebut bukan burn satu kali. Pelaksanaannya berlangsung bertahap dan menyesuaikan jumlah ASTER yang dibeli menggunakan biaya platform. Burn dijadwalkan secara berkala dan dapat berlangsung dalam periode panjang.

Kecepatan pencapaian target supply 3 miliar bergantung pada beberapa faktor:

  • Besarnya pendapatan harian platform.
  • Harga ASTER ketika proses buyback dilakukan.
  • Volume perdagangan perpetual dan spot.
  • Jumlah pasar baru yang tersedia di Aster.
  • Konsistensi protokol menjalankan kebijakan tokenomics.

Ada pula perbedaan antara total supply dan circulating supply. Token yang dibakar dari cadangan belum tentu sebelumnya beredar di pasar. 

Karena itu, burn cadangan dapat mengurangi potensi dilusi masa depan, tetapi tidak selalu langsung mengurangi jumlah token yang sedang diperdagangkan.

Baca juga : King Aster (KASTER): Altcoin Baru yang Layak Dibeli?

Apakah Aster Staking Benar-Benar Tanpa Inflasi?

Pernyataan “Aster staking tanpa inflasi” perlu dipahami secara hati-hati. Sebagian hadiah staking berasal dari ASTER yang dibeli kembali menggunakan pendapatan platform. Komponen ini relatif lebih sehat dibandingkan model yang terus mencetak token baru untuk membayar imbal hasil.

Namun, sistem staking Aster juga memiliki reward pool dasar yang berasal dari alokasi token ekosistem. Dengan demikian, tidak semua bentuk hadiah dapat langsung disebut sepenuhnya bebas inflasi atau bebas emisi.

Staking Aster menggunakan dua lapisan hadiah:

Base APY

Hadiah ini berkaitan dengan performa validator dan jumlah ASTER yang didelegasikan. Validator yang memberikan kontribusi jaringan lebih baik dapat memperoleh bagian reward yang lebih besar.

Loyalty Rewards

Hadiah ini mempertimbangkan durasi penguncian, jumlah token, aktivitas perdagangan, dan bobot veASTER. ASTER hasil buyback ikut dimasukkan ke dalam kelompok Loyalty Rewards.

Model tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada emisi karena sebagian imbal hasil didukung pendapatan riil platform. Walaupun demikian, investor tetap perlu memeriksa sumber setiap reward dan jadwal distribusi token.

Baca juga : Prediksi Harga XNC 2026–2030: Bisakah Adopsi Mendorong Harga?

Harga Aster Hari Ini dan Kondisi Pasar

Pada 17 Juli 2026, harga ASTER berada di sekitar US$0,61 atau sekitar Rp11 ribu per token. Circulating supply tercatat mendekati 2,7 miliar ASTER, sedangkan total supply masih berada di sekitar 7,8 miliar token.

Koin Aster: Prediksi Harga Usai Buyback 99% dan Burn 5 Miliar

Harga tersebut masih jauh dibawah rekor tertinggi ASTER. Kondisi ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya memberikan valuasi tinggi terhadap program buyback dan burn.

Reaksi harga setelah pengumuman tokenomics juga memperlihatkan pola yang umum dalam pasar kripto. 

Harga sempat menguat setelah berita dirilis, tetapi kenaikan tidak seluruhnya bertahan. Sebagian pelaku pasar kemungkinan melakukan aksi ambil untung setelah lonjakan awal.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa berita positif dapat menciptakan momentum jangka pendek, sedangkan tren berkelanjutan membutuhkan bukti pendapatan, volume transaksi, dan pengurangan supply yang konsisten.

Baca juga : Prediksi Harga Noxa (NOXA) 2026–2030: Bisakah Ekosistemnya Berkembang?

Prediksi Harga Koin Aster Setelah Buyback dan Burn

Prediksi harga ASTER sebaiknya menggunakan beberapa skenario, bukan satu angka pasti. Buyback dapat meningkatkan permintaan, tetapi harga tetap dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Skenario Bearish: US$0,40–US$0,55

ASTER berpotensi bergerak ke area ini apabila volume transaksi Aster menurun, pendapatan platform melemah, atau Bitcoin memasuki koreksi lebih dalam.

Tekanan jual juga dapat muncul apabila hadiah staking masuk kembali ke pasar atau distribusi token lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan. Dalam kondisi tersebut, buyback mungkin belum cukup untuk menyerap seluruh supply yang dijual.

Skenario Moderat: US$0,70–US$1,00

Skenario moderat dapat terjadi apabila buyback berlangsung konsisten, volume platform stabil, dan supply berkurang secara bertahap. Area US$1 juga menjadi level psikologis yang kemungkinan menarik perhatian trader.

Dengan circulating supply sekitar 2,7 miliar token, harga US$1 akan menghasilkan kapitalisasi pasar sekitar US$2,7 miliar. Valuasi tersebut masih memerlukan pertumbuhan aktivitas Aster, tetapi tidak berada di luar kemungkinan apabila sektor perpetual DEX tetap berkembang.

Skenario Bullish: US$1,20–US$1,80

ASTER dapat memasuki skenario bullish apabila Aster mengalami peningkatan volume perdagangan, menghasilkan biaya yang lebih besar, dan mempercepat buyback. Peningkatan jumlah token yang dikunci dalam staking juga dapat mengurangi supply likuid di pasar.

Skenario ini membutuhkan dukungan pasar altcoin yang kuat, peningkatan penggunaan Aster Chain, serta pelaksanaan burn yang dapat diverifikasi secara konsisten. Tanpa pertumbuhan fundamental, kenaikan menuju kisaran tersebut lebih berisiko bergantung pada spekulasi.

Baca juga : Prediksi Harga BrilliantCrypto (BRIL) 2026–2030: Prospek, Risiko, dan Apakah Masih Layak Dipantau?

Simulasi Dampak Target Supply 3 Miliar ASTER

Target supply 3 miliar dapat mengurangi potensi dilusi jangka panjang. Namun, penurunan supply tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar menghitung harga.

Secara teori, apabila kapitalisasi pasar tetap sama dan jumlah token berkurang, harga per token dapat meningkat. Dalam praktiknya, kapitalisasi pasar juga bergerak mengikuti sentimen, pendapatan protokol, kondisi likuiditas, regulasi, dan tingkat kepercayaan investor.

Target 3 miliar ASTER juga tidak akan tercapai dalam waktu singkat apabila biaya platform tidak menghasilkan buyback dalam jumlah besar. Investor sebaiknya tidak menghitung valuasi seolah-olah seluruh 5 miliar token sudah dibakar hari ini.

Indikator yang lebih relevan untuk dipantau meliputi:

  • Nilai buyback mingguan atau dua mingguan.
  • Jumlah ASTER yang benar-benar dibakar.
  • Total supply setelah setiap periode burn.
  • Pendapatan dan volume perdagangan platform.
  • Jumlah ASTER yang terkunci dalam staking.
  • Persentase reward yang berasal dari buyback.
  • Perubahan circulating supply.

Baca juga : Prediksi Harga Sultan Coin 2026–2030: Bisakah CTO Bertahan?

Potensi Aster Setelah Halving Bitcoin

Halving Bitcoin pada April 2024 mengurangi jumlah Bitcoin baru yang diterima penambang. 

Secara historis, periode setelah halving sering menarik perhatian karena perubahan supply Bitcoin dapat mempengaruhi sentimen pasar kripto.

Namun, halving tidak secara langsung menjamin kenaikan ASTER. Dampaknya berlangsung melalui beberapa saluran, seperti peningkatan minat terhadap aset kripto, aliran modal ke altcoin, kondisi likuiditas global, dan perubahan dominasi Bitcoin.

ASTER berpotensi mendapatkan keuntungan ketika pasar masuk ke fase risk-on dan investor mulai mencari aset di luar Bitcoin. Sebaliknya, ASTER dapat tertinggal apabila modal tetap terkonsentrasi pada Bitcoin atau investor mengurangi eksposur terhadap token DeFi.

Buyback 99% memberi ASTER katalis internal yang tidak hanya bergantung pada siklus Bitcoin. Meskipun demikian, kekuatan katalis tersebut tetap ditentukan oleh pendapatan nyata Aster.

Baca juga : Harga TAIKO Naik: Penyebab, Analisis, dan Prediksi 2026

Faktor yang Bisa Mendorong Harga ASTER

Beberapa faktor dapat mendukung kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang:

  1. Pertumbuhan volume perdagangan
    Volume yang meningkat menghasilkan biaya lebih besar dan memperkuat kemampuan buyback.
  2. Pelaksanaan burn yang transparan
    Transaksi on-chain yang dapat diperiksa membantu meningkatkan kepercayaan terhadap target supply.
  3. Peningkatan jumlah ASTER yang dikunci
    Token yang masuk staking untuk periode panjang dapat mengurangi supply likuid.
  4. Ekspansi Aster Chain
    Penggunaan jaringan untuk aplikasi, validator, perdagangan, dan aktivitas on-chain dapat meningkatkan utilitas ASTER.
  5. Pertumbuhan sektor perpetual DEX
    Perpindahan trader dari platform terpusat menuju perdagangan on-chain dapat memperbesar pasar yang dilayani Aster.
  6. Peningkatan pendapatan listing
    Biaya dari permissionless spot listing dapat menjadi sumber tambahan buyback apabila jumlah listing bertambah.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Tokenomics deflasi tidak menghilangkan risiko investasi. Beberapa risiko utama ASTER meliputi:

  • Penurunan volume perdagangan platform.
  • Persaingan ketat dengan perpetual DEX lain.
  • Hadiah staking yang dijual setelah didistribusikan.
  • Burn yang sebagian besar berasal dari token belum beredar.
  • Perubahan kebijakan buyback melalui keputusan tata kelola.
  • Kerentanan smart contract atau gangguan jaringan.
  • Koreksi Bitcoin dan penurunan pasar altcoin.
  • Ketidakpastian regulasi terhadap perdagangan derivatif kripto.

Investor juga perlu membedakan kenaikan yang didukung pendapatan dengan kenaikan karena sentimen. Program buyback baru memberikan dampak berkelanjutan apabila platform mampu mempertahankan aktivitas dan biaya transaksi.

Apakah ASTER Layak Dipantau?

Tokenomics terbaru membuat ASTER lebih menarik dibandingkan model yang hanya mengandalkan emisi untuk membayar staking. Hubungan antara pendapatan platform, buyback, reward, dan burn menjadi lebih langsung.

Akan tetapi, buyback 99% tidak cukup menjadi alasan tunggal untuk membeli. Investor tetap perlu menilai kemampuan Aster mempertahankan volume, menghadapi pesaing, mengembangkan jaringan, dan menjalankan burn secara konsisten.

Untuk mengikuti perkembangan harga dan berita tokenomics terbaru, kamu dapat mendaftar di Bittime dan memeriksa pembaruan pasar kripto sebelum mengambil keputusan. Gunakan data terbaru serta sesuaikan setiap transaksi dengan profil risiko masing-masing.

Kesimpulan

Koin Aster memiliki katalis fundamental baru melalui mekanisme buyback 99%, burn token cadangan, dan target penurunan supply dari 8 miliar menjadi 3 miliar ASTER. Model tersebut berpotensi menciptakan permintaan rutin sekaligus mengurangi potensi dilusi.

Prediksi harga ASTER tetap harus mempertimbangkan pendapatan platform, volume perdagangan, jumlah token yang dikunci, kondisi Bitcoin, dan tekanan jual dari reward staking. 

Skenario moderat berada di kisaran US$0,70–US$1,00, sedangkan skenario bullish memerlukan pertumbuhan fundamental yang lebih kuat.

bittime biaya withdrawal murah

Pantau pelaksanaan buyback, transaksi burn, dan perkembangan total supply sebelum menyimpulkan bahwa tokenomics baru otomatis akan menaikkan harga.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu buyback 99% Aster?

Aster menggunakan 99% biaya harian platform untuk membeli ASTER dari pasar. Token hasil buyback kemudian dialokasikan kepada staker melalui Loyalty Rewards.

Apakah Aster akan membakar 5 miliar token sekaligus?

Tidak. Angka 5 miliar merupakan target pengurangan supply secara bertahap dari 8 miliar menjadi 3 miliar ASTER. Kecepatannya bergantung pada jumlah token yang dibeli kembali.

Apa yang dimaksud mekanisme 198% Aster?

Istilah tersebut menggabungkan buyback 99% dengan burn token cadangan dalam jumlah setara. Bukan berarti Aster menggunakan 198% pendapatannya untuk membeli token.

Apakah staking ASTER tidak menyebabkan inflasi?

Sebagian reward berasal dari buyback sehingga tidak memerlukan pencetakan token baru. Namun, reward dasar juga dapat berasal dari alokasi token ekosistem, sehingga istilah tanpa inflasi perlu digunakan secara terbatas.

Berapa prediksi harga ASTER?

Skenario moderat berada di sekitar US$0,70–US$1,00, sedangkan skenario bullish berada pada US$1,20–US$1,80. Kisaran tersebut bukan jaminan karena harga sangat bergantung pada kondisi pasar dan pendapatan platform.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Arthur Hayes Jual 6.000 ETH Rugi US$606 Ribu, Buyback Lagi 1.900 ETH di US$1.920
Arthur Hayes Jual 6.000 ETH Rugi US$606 Ribu, Buyback Lagi 1.900 ETH di US$1.920

Arthur Hayes kembali membeli 1.900 ETH setelah sebelumnya menjual 6.000 ETH dengan rugi US$606 ribu. Apakah ini sinyal bullish untuk Ethereum?

2026-07-17Baca