Inflasi AS dan Pasar Crypto: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Bitcoin?
2026-10-01
Rilis data Inflasi PCE AS pada 30 September 2026 langsung menggerakkan pasar keuangan.
Bitcoin sempat menembus US$85.500 setelah angka inflasi Amerika Serikat berada di bawah perkiraan, tetapi kenaikan itu tidak bertahan lama.
Dalam beberapa jam,harga Bitcoin kembali turunke sekitar US$84.350.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara inflasi dan crypto tidak sesederhana “inflasi turun berarti Bitcoin pasti naik”.
Pasar juga mempertimbangkan keputusan The Fed, imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, likuiditas, dan apakah penurunan inflasi tersebut cukup konsisten untuk mengubah kebijakan moneter.
Key Takeaways
Headline PCE AS turun ke 3,4% dan core PCE berada di 3%, lebih rendah dari perkiraan pasar.
Bitcoin sempat naik sekitar 2,1% menuju US85.399–US85.500, tetapi kemudian mengalami koreksi.
Data PCE lebih lunak mendukung aset berisiko, tetapi peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober masih sekitar 65%.
Inflasi PCE AS Melandai, tetapi Belum Dekat Target The Fed
PCE atau Personal Consumption Expenditures Price Index merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan The Fed.
Data ini mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga Amerika Serikat.
BeInCrypto mencatat bahwa headline PCE turun dari 3,7% pada Juli menjadi 3,4% pada Agustus.
Core PCE juga berada di bawah konsensus, yaitu 3% dibandingkan perkiraan 3,3%.
Angka tersebut memang memberi sinyal positif, tetapi inflasi belum dapat disebut sepenuhnya terkendali.
Core PCE masih satu poin persentase di atas target 2% The Fed.
Selain itu, laporan terbaru menggunakan penyesuaian metodologi untuk beberapa komponen PCE sehingga perubahan angka perlu dibaca secara hati-hati.
Baca Juga : NFP Bitcoin: Jadwal, Prediksi, dan Dampaknya ke Pasar Kripto
Mengapa Inflasi dan Crypto Terhubung dengan Kebijakan The Fed?
Dampak inflasi terhadap crypto biasanya muncul melalui ekspektasi suku bunga.
Ketika inflasi tinggi, The Fed cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menekan permintaan.
Imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat menguat, sementara aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin sering menghadapi tekanan.
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga.
Jika pasar mulai memperkirakan pemangkasan suku bunga, likuiditas biasanya menjadi lebih mendukung bagi aset yang tidak menghasilkan bunga, termasuk Bitcoin.
Namun, mekanisme ini tidak berlangsung otomatis.
The Fed juga melihat data tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, konsumsi, dan laporan inflasi berikutnya. Karena itu, satu rilis PCE belum cukup untuk memastikan perubahan arah kebijakan.
Baca Juga : Bitcoin Naik Setelah Fed Naikkan Suku Bunga? Ini Alasannya
Pengaruh Inflasi terhadap Bitcoin: Naik Cepat, Lalu Berbalik

BTC ke USDT via Bittime Market
Setelah data PCE dirilis, Bitcoin naik sekitar 2,1% ke US$85.399 dan sempat menembus US$ 85.500.
Ethereum meningkat sekitar 2,2% ke US$ 2.735, sedangkan XRP naik sekitar 3,2% ke US$1,54.
Total kapitalisasi pasar crypto juga bertambah sekitar 2% menjadi US$2,89 triliun.
Analis melaporkan bahwa Bitcoin kemudian turun kembali ke sekitar US$84.350 dalam beberapa jam.
Perubahan cepat tersebut memicu likuidasi posisi short senilai sekitar US$ 55 juta.
Perbedaan antara lonjakan awal dan harga setelahnya memperlihatkan bahwa pasar langsung merespons berita, tetapi belum sepenuhnya yakin bahwa inflasi akan terus melandai.
Inilah alasan mengapa pertanyaan “bagaimana inflasi pengaruhi pasar crypto” harus dijawab dengan melihat durasi tren, bukan hanya reaksi menit pertama.
Baca Juga : Nilai Pasar RWA Tumbuh 380%, Bittime: Minat Investor Indonesia Menguat
Apakah Data PCE Ini Bullish untuk Bitcoin Berikutnya?
Data PCE yang lebih rendah memang menciptakan dasar bullish, tetapi jalur Bitcoin masih bergantung pada laporan berikutnya.
Pasar prediksi masih memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober, sementara peluang kenaikan 25 basis poin berada di sekitar 34%.
BeInCrypto juga mencatat bahwa pasar sebelumnya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Oktober sebesar 72,5%, tetapi peluang tersebut turun setelah rilis inflasi yang lebih lunak.
Baca Juga : SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar
Kesimpulan
Pengaruh inflasi terhadap Bitcoin terlihat jelas melalui perubahan ekspektasi suku bunga.
PCE AS yang lebih rendah memicu pembelian Bitcoin dan aset crypto, tetapi koreksi cepat menunjukkan bahwa investor masih menunggu bukti tambahan.
Kesimpulan paling tepat bukan bahwa Bitcoin pasti memasuki reli baru, melainkan bahwa tekanan makroekonomi sedikit berkurang.
Selama inflasi terus turun menuju 2% dan The Fed mulai melonggarkan kebijakan, prospek Bitcoin dapat membaik. Jika inflasi kembali tinggi, kenaikan yield dan dolar berpotensi menekan pasar crypto.
Untuk memantau Bitcoin dan aset digital melalui platform Indonesia, Anda dapat mendaftar di Bittime. Tetap perhatikan data PCE berikutnya, keputusan The Fed, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan transaksi.
Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/USDT, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Inflasi PCE AS?
Inflasi PCE AS adalah indikator perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga Amerika Serikat. Data ini menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Mengapa PCE US mempengaruhi harga Bitcoin?
PCE US mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Inflasi yang lebih rendah dapat meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
Apakah inflasi turun selalu membuat Bitcoin naik?
Tidak selalu. Bitcoin dapat naik sesaat setelah data inflasi melandai, tetapi kemudian turun jika pasar menilai The Fed belum akan memangkas suku bunga atau jika investor melakukan aksi ambil untung.
Berapa harga Bitcoin setelah rilis PCE terbaru?
Bitcoin sempat menembus sekitar US$85.500, kemudian turun ke kisaran US$ 84.350 dalam beberapa jam. Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas tinggi setelah rilis data makroekonomi.
Apakah Bitcoin akan terus naik jika inflasi AS melandai?
Peluang kenaikan dapat membaik jika inflasi terus turun dan suku bunga mulai dilonggarkan. Namun, arah Bitcoin tetap bergantung pada data ekonomi berikutnya, kebijakan The Fed, likuiditas, dan sentimen pasar global.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



