Harga XRP Jelang Voting CLARITY Act 15 September, Ini Risikonya

2026-09-14

Harga XRP Jelang Voting CLARITY Act 15 September, Ini Risikonya.png

Dua agenda besar bertabrakan dalam waktu 48 jam pekan ini. Senat Amerika Serikat dijadwalkan menggelar voting cloture untuk CLARITY Act pada 15 September, dan sehari setelahnya The Fed mengumumkan hasil rapat FOMC. 

Bagi holder XRP, kombinasi dua peristiwa ini bukan sekadar berita biasa — harga token yang saat ini bertahan di kisaran $1,38 bisa bergerak liar tergantung hasil voting tersebut.

XRP harga.png

Kenapa CLARITY Act Jadi Taruhan Besar Buat XRP

CLARITY Act, atau Digital Asset Market Clarity Act, dirancang untuk membereskan kekacauan regulasi kripto di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. RUU ini akan menegaskan pembagian wewenang antara SEC dan CFTC dalam mengawasi aset digital, sekaligus menetapkan aturan main bagi bursa, broker, dan dealer kripto.

Buat XRP, RUU ini punya bobot khusus. Setelah gugatan panjang Ripple melawan SEC berakhir sejak 2020, regulator akhirnya mengakui XRP sebagai komoditas digital. 

Masalahnya, pengakuan itu lahir dari putusan pengadilan distrik — bukan undang-undang. Sikap SEC bisa saja berubah lagi begitu ada pergantian pemerintahan, dan di sinilah CLARITY Act berperan: mengunci status XRP tersebut ke dalam hukum federal agar tidak mudah digoyang kebijakan politik.

Baca Juga: Mengapa XRP Tetap Unggul Meski CLARITY Act Belum Disahkan? Ini Alasannya

Voting 15 September sendiri bukan pengesahan final. Ini baru cloture vote alias voting prosedural untuk memutuskan apakah pembahasan RUU bisa lanjut ke tahap debat di lantai Senat. 

Ambang batasnya 60 suara, sementara Partai Republik cuma menguasai 53 kursi — artinya mereka wajib menggaet setidaknya tujuh suara dari Demokrat atau senator independen. RUU ini sebelumnya sudah lolos di DPR dengan margin 294-134, dan di Komite Perbankan Senat dengan skor 15-9.

Kalau kamu ingin mulai mengoleksi XRP atau aset kripto lain sebelum momen krusial ini berlalu, kamu bisa daftar dulu di Bittime, platform exchange kripto lokal yang sudah berizin resmi dari Bappebti.

Skenario Harga XRP Jika Cloture Gagal

Bagian paling ditunggu tentu soal angka. CryptoPotato memakai analisis ChatGPT untuk memetakan reaksi harga XRP dalam beberapa skenario, dengan asumsi harga awal di $1,38 - $1,40.

Skenario pertama: jika cloture gagal tapi Bitcoin dan pasar kripto secara umum tetap tenang, XRP diproyeksikan hanya terkoreksi 7-10%, mendarat di kisaran $1,20-$1,25. Skenario kedua lebih berat. 

Aksi jual yang lebih agresif berpotensi menyeret harga ke $1,10, terutama kalau pasar membaca hasil voting ini sebagai sinyal bahwa regulasi kripto komprehensif AS bakal molor jauh sampai lewat pemilu midterm November.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Skenario paling pahit muncul kalau dua katalis negatif bertumpuk sekaligus. Sehari setelah voting Senat, The Fed akan mengumumkan hasil rapat FOMC 15-16 September. 

Kegagalan cloture yang disusul keputusan hawkish dari bank sentral berpotensi mengubah kekecewaan spesifik XRP menjadi aksi jual besar-besaran di seluruh pasar kripto, dengan XRP berisiko tergelincir ke $1,00.

Kabar baiknya, kegagalan CLARITY Act saja dianggap belum cukup kuat untuk menyeret XRP tembus di bawah level psikologis $1,00 — dibutuhkan katalis negatif tambahan agar skenario terburuk itu benar-benar terjadi.

Peluang Lolos Masih Jadi Teka-Teki 

Soal peluang RUU ini lolos cloture, datanya justru simpang siur antar platform. Crypto.news mencatat Polymarket sempat memberi odds sekitar 20% untuk pengesahan CLARITY Act di 2026, sementara Galaxy Digital dan Solana Policy Institute malah memasang angka serendah 10% menjelang midterm — membuat kegagalan justru dianggap skenario dasar. 

Di sisi lain, CoinDCX melaporkan odds sempat melonjak dari sekitar 20% di Agustus menjadi 49% menjelang hari voting, menandakan sentimen pasar yang masih bergejolak dan belum satu suara.

Baca Juga: 9 Kelebihan Investasi Emas Digital yang Menguntungkan 2026 (XAUT & PAXG)

Di tengah ketidakpastian itu, minat institusional terhadap XRP justru tak surut. KuCoin mencatat ETF spot XRP di Amerika Serikat membukukan inflow $110,49 juta pada pekan yang berakhir 28 Agustus — arus masuk mingguan terkuat sepanjang 2026, dengan total kumulatif inflow menembus $1,66 miliar. 

Divergensi antara derasnya minat institusi dan harga yang justru melemah ke $1,38 ini jadi salah satu sinyal yang paling banyak dipantau pelaku pasar belakangan.

Kalaupun cloture gagal pada 15 September, bukan berarti RUU ini langsung mati. Namun beberapa analis menilai peluangnya di 2026 akan makin menipis, mengingat fokus Kongres bakal beralih ke pemilu midterm sebelum sempat kembali membahas RUU ini.

Baca Juga: Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya

Kesimpulan

Voting cloture CLARITY Act pada 15 September bukan sekadar agenda politik biasa bagi pasar kripto — hasilnya berpotensi menentukan arah harga XRP dalam jangka pendek, dengan skenario penurunan berkisar 7% hingga menyentuh level psikologis $1,00 kalau dibarengi keputusan hawkish The Fed. 

Meski begitu, derasnya inflow ETF spot XRP menunjukkan minat institusional tetap solid di tengah ketidakpastian regulasi, sehingga investor perlu memantau baik hasil voting Senat maupun keputusan FOMC sebelum menyimpulkan arah tren XRP selanjutnya.

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu CLARITY Act dan kenapa penting buat XRP? 

CLARITY Act adalah RUU yang menegaskan pembagian wewenang SEC dan CFTC dalam mengawasi aset kripto di AS. Bagi XRP, RUU ini penting karena bisa mengunci status XRP sebagai komoditas digital ke dalam hukum federal, bukan sekadar putusan pengadilan yang rawan berubah.

Apakah voting 15 September adalah pengesahan final CLARITY Act? 

Bukan. Voting ini adalah cloture vote, yaitu voting prosedural untuk memutuskan apakah RUU bisa lanjut ke tahap debat di lantai Senat, dengan ambang batas 60 suara.

Berapa potensi penurunan harga XRP jika cloture gagal? 

Skenario moderat memproyeksikan penurunan 7-10% ke kisaran $1,20-$1,25, sementara skenario agresif bisa menyeret harga ke $1,10 atau bahkan $1,00 jika dibarengi keputusan hawkish The Fed.

Apakah minat institusional terhadap XRP masih kuat? 

Ya. ETF spot XRP di AS mencatat inflow $110,49 juta pada akhir Agustus, arus masuk mingguan terkuat sepanjang 2026, meski harga XRP sempat melemah ke $1,38.

 

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Pudgy Penguins Makin Populer, Apakah PENGU Coin Ikut Diuntungkan?
Pudgy Penguins Makin Populer, Apakah PENGU Coin Ikut Diuntungkan?

Pudgy Penguins berkembang lewat mainan dan gim. Apakah PENGU ikut untung? Simak utilitas, tokenomics, risiko unlock, dan prospeknya.

2026-09-14Baca