Harga Emas dan Perak Naik, Dolar AS Jadi Pemicu Utama?
2026-08-18
Harga emas naik bersama perak ketika pelemahan dolar AS dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve kembali meningkatkan minat terhadap logam mulia. Pada 18 Agustus 2026, spot gold menguat sekitar 0,2% ke US$4.424,28 per ounce, melanjutkan kenaikan selama tiga sesi. Silver juga naik sekitar 0,9%.
Key Takeaways
- Harga emas melanjutkan kenaikan selama tiga sesi karena dolar AS berada dekat level terendah beberapa bulan.
- Silver bergerak lebih agresif dan sebelumnya melonjak 2,1% ke sekitar US$66,01 per ounce pada 17 Agustus.
- Dolar lemah menjadi katalis penting, tetapi kebijakan The Fed, data ekonomi, geopolitik, dan yield obligasi tetap menentukan arah berikutnya.
Mengapa Harga Emas Naik?
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama di balik kenaikan harga gold hari ini. Emas diperdagangkan dalam dolar sehingga ketika mata uang AS melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan.

Pada 17 Agustus, dolar turun ke level terendah lebih dari dua bulan setelah data ekonomi AS yang lemah membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Pada sesi tersebut, spot gold naik 0,9% ke US$4.417,24 per ounce.
Baca juga : Harga Emas Turun Usai Serangan AS di Iran, Suku Bunga Berubah?
Harga Perak Naik Lebih Agresif
Harga perak naik lebih tajam dibanding emas dalam beberapa sesi terakhir. Pada 17 Agustus 2026, spot silver melonjak sekitar 2,1% hingga US$66,01 per ounce sebelum kembali menguat pada perdagangan berikutnya.

Silver memiliki karakter berbeda karena selain dipandang sebagai logam mulia, penggunaannya juga berkaitan dengan kebutuhan industri. Hal tersebut membuat pergerakan silver price dapat lebih volatil dibanding gold ketika sentimen pasar berubah cepat.
Baca juga : Harga Emas Apakah Akan Terus Naik? Prediksi dan Faktor Pendorongnya
Apakah Dolar AS Benar-benar Pemicu Utama?
Jawabannya: ya, tetapi bukan satu-satunya. Pelemahan dolar saat ini membantu emas dan perak, tetapi faktor yang lebih mendasar adalah perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.
Data ketenagakerjaan, inflasi, dan penjualan ritel AS yang lebih lemah telah mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Suku bunga yang lebih rendah atau stabil cenderung menguntungkan emas karena logam mulia tidak menghasilkan bunga.
Namun, kenaikan yield Treasury tetap perlu diperhatikan. Pasar obligasi mengalami tekanan di tengah kekhawatiran fiskal dan situasi geopolitik, sehingga yield tinggi dapat menjadi hambatan bagi rally logam mulia.
Baca juga : Strategi Investasi Saat Harga Emas Turun, Apa yang Harus Dilakukan?
Gold Price Forecast: Rally Bisa Berlanjut?
Untuk gold price forecast, kondisi jangka pendek masih ditentukan oleh arah dolar, ekspektasi suku bunga, serta respons pasar terhadap data ekonomi AS. Analisis teknikal terbaru menunjukkan gold dan silver telah menguji area yang relatif tinggi sehingga risiko reversal jangka pendek tetap perlu diperhitungkan.
Dengan kata lain, rally belum tentu bergerak lurus. Penguatan kembali dolar atau kenaikan yield obligasi dapat memicu profit taking pada emas dan perak.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih memberikan dukungan terhadap permintaan aset safe haven. Ketidakpastian seputar konflik Iran dan AS kembali menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor.
Pandangan bullish terhadap emas dan perak juga masih muncul karena sebagian pelaku pasar menilai pelemahan nilai dolar dalam jangka panjang dapat meningkatkan daya tarik logam mulia. Namun, proyeksi harga ekstrem tetap harus diperlakukan sebagai opini, bukan kepastian.
Baca juga : Lebih Untung Beli Emas Muda atau Tua? Ini Analisis Lengkapnya!
Apa yang Perlu Dipantau Investor?
Investor yang mengikuti gold outlook 2026 sebaiknya memperhatikan arah DXY, kebijakan The Fed, Treasury yield, inflasi, data tenaga kerja, dan perkembangan geopolitik. Kombinasi faktor tersebut kemungkinan akan menentukan apakah rally bertahan atau berubah menjadi koreksi.
Untuk mengikuti perkembangan pasar global, emas, aset digital, dan berita investasi lainnya, kamu juga bisa daftar di Bittime dan cek update pasar terbaru secara berkala. Tetap gunakan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulan
Kenaikan emas dan perak saat ini memang mendapat dorongan besar dari pelemahan dolar AS dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Gold bertahan di atas US$4.400, sementara silver kembali bergerak di sekitar US$66 pada perdagangan terbaru.
Meski momentum masih positif, investor perlu mengantisipasi volatilitas. Dolar, yield obligasi, The Fed, dan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah berikutnya.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa harga emas naik hari ini?
Harga emas naik karena pelemahan dolar AS dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Faktor safe haven juga masih mendukung permintaan.
Berapa harga gold terbaru?
Pada perdagangan 18 Agustus 2026, spot gold berada sekitar US$4.424 per ounce pada laporan perdagangan terbaru. Harga dapat berubah setiap saat.
Apakah harga perak juga naik?
Ya. Silver naik sekitar 2,1% ke US$66,01 pada 17 Agustus dan kembali menguat sekitar 0,9% pada sesi berikutnya.
Apa hubungan dolar dengan harga emas?
Dolar yang melemah membuat emas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi ini sering memberikan dukungan pada permintaan emas.
Apakah gold akan terus naik pada 2026?
Belum dapat dipastikan. Pelemahan dolar dan ekspektasi suku bunga mendukung harga, tetapi kenaikan yield dan reversal teknikal tetap menjadi risiko.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



