Harga Bitcoin Anjlok Pasca Dekati Rp1,69 Miliar karena Inflasi AS, Analisis Pasar Kripto
2026-01-19

Harga Bitcoin kembali jadi bahan obrolan karena bergerak agresif setelah data inflasi Amerika Serikat terlihat lebih terkendali. Banyak pelaku pasar membaca ini sebagai sinyal bahwa tekanan suku bunga mulai mereda.
Dampaknya terasa cepat pada aset berisiko, termasuk kripto. Di tengah sentimen itu, Bitcoin sempat mendekati area psikologis yang sering dibahas, yaitu kisaran setara Rp1,69 miliar saat harga mendekati 100 ribu dolar AS.
Dapatkan update dan insight kripto terkini di Blog Bittime, atau mulai beli kripto favoritmu dengan mudah dan aman di Bittime.
Makna Level Rp1,69 Miliar bagi Pasar
Saat orang mengetik “harga bitcoin hari ini”, yang mereka cari biasanya dua hal. Angka terbaru dan arah pergerakan. Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin bergerak di rentang yang padat. Ada momen dorongan cepat, lalu jeda, lalu dorongan lagi. Pola seperti ini sering terjadi ketika pasar sedang mencerna data ekonomi besar dan mencari alasan untuk melanjutkan tren.
Level setara Rp1,69 miliar banyak disebut karena berkaitan dengan area 100 ribu dolar AS. Angka bulat seperti ini sering menjadi titik perhatian. Sebagian trader menganggapnya target.

Sebagian lagi melihatnya sebagai area yang rawan koreksi. Bukan karena angkanya sakral, tetapi karena banyak orang memperhatikannya pada waktu yang sama. Ketika perhatian terkonsentrasi, reaksi pasar biasanya lebih tajam.
Yang perlu kamu pahami, kenaikan besar jarang terjadi hanya karena satu faktor. Biasanya ada gabungan kabar ekonomi, ekspektasi suku bunga, serta berita industri kripto. Selain itu, sentimen bisa berubah cepat.
Pagi ini bisa optimistis, sore bisa hati hati. Karena itu, analisis pasar kripto yang sehat tidak hanya bertanya “bitcoin naik”, tetapi juga “kenapa naik” dan “seberapa kuat dasar naiknya”.
Angka penting yang layak dipantau
- Area support harian yang menjaga harga tidak jatuh lebih dalam
- Area resistensi yang sering memicu aksi ambil untung
- Volume transaksi yang menunjukkan seberapa serius minat pasar
- Respons pasar setelah rilis data ekonomi berikutnya
Baca juga : Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: 19 Januari 2026
Kenapa Harga Bitcoin Melonjak saat Inflasi AS Jinak
Di pasar global, data inflasi sering menggerakkan banyak aset sekaligus. Saat inflasi terlihat lebih terkendali, pelaku pasar cenderung menilai ruang kebijakan moneter menjadi lebih longgar.
Dalam bahasa sederhana, peluang suku bunga tidak naik lagi menjadi lebih besar. Bahkan, sebagian pasar mulai menghitung kemungkinan penurunan suku bunga pada waktu tertentu, meski waktunya selalu berubah mengikuti data.
Dampaknya ke Bitcoin biasanya melalui dua jalur. Jalur pertama adalah psikologi risiko. Ketika tekanan suku bunga terasa mereda, investor lebih berani masuk ke aset yang bergerak cepat seperti kripto. Jalur kedua adalah arus modal. Ekspektasi kebijakan yang lebih ramah bisa membuat likuiditas terasa lebih longgar, dan itu sering mendorong permintaan.
Selain faktor inflasi, pasar juga bereaksi pada pembahasan aturan kripto yang dinilai lebih jelas. Saat aturan lebih jelas, sebagian investor institusi merasa lebih nyaman. Bukan berarti semua masalah selesai, tetapi ketidakpastian berkurang. Itu saja sudah cukup untuk mengubah sentimen.
Berikut listikal pemicu yang paling mudah dipahami dari pergerakan kali ini.
- Inflasi inti lebih terkendali, sehingga pasar menilai suku bunga bisa lebih stabil
- Ekspektasi kebijakan yang tidak semakin ketat, membuat aset berisiko kembali dilirik
- Arah regulasi yang dianggap lebih rapi, sehingga kepercayaan meningkat
- Analisis teknikal yang menunjukkan harga keluar dari fase mendatar
- Efek ikut ikutan, ketika kenaikan memicu pembelian lanjutan
Di tengah kondisi pasar yang ramai, banyak orang juga mulai bertanya soal tempat transaksi yang aman. Bittime bisa jadi opsi karena berfokus pada keamanan akun dan pengalaman transaksi yang rapi.
Bagi kamu yang aktif di dunia digital, kripto, dan teknologi, jangan lupa untuk melakukan registrasi di platform Bittime.
Baca juga : Mining Bitcoin Gratis 2026 Apakah Masih Bisa dan Aman untuk Pemula?
Cara Beli Bitcoin di Bittime untuk Pemula, plus Gambaran Prediksi Harga Bitcoin 2026
Kalau tujuanmu “beli bitcoin” karena melihat momentum, langkah terbaik adalah membuat prosesnya sederhana. Hindari keputusan mendadak. Mulailah dari nominal kecil yang tidak mengganggu kebutuhan harian. Lalu gunakan platform yang memudahkan kamu memantau harga dan mengeksekusi transaksi, seperti Bittime.
Cara beli bitcoin di Bittime langkah demi langkah
- Unduh aplikasi Bittime dan buat akun
- Selesaikan verifikasi identitas agar fitur transaksi terbuka
- Aktifkan keamanan akun, seperti kata sandi kuat dan verifikasi tambahan
- Deposit rupiah melalui metode yang tersedia
- Cari BTC, lalu pilih beli dengan nominal yang kamu sanggupi
- Pilih tipe order sesuai kebutuhan. Market untuk cepat, limit untuk harga target
- Setelah berhasil, cek portofolio dan atur rencana. Misalnya beli bertahap
Hal penting sebelum kamu menekan tombol beli
Tetapkan tujuan dan batas risiko. Ini terdengar sederhana, tetapi sering dilupakan saat pasar bergerak cepat. Jika kamu mengejar kenaikan jangka pendek, kamu perlu siap dengan koreksi tajam. Jika kamu melihatnya sebagai investasi jangka panjang, kamu perlu disiplin dan tidak panik saat harga turun.
Untuk “prediksi harga bitcoin 2026”, pendekatan yang paling aman adalah berbasis skenario. Jika inflasi tetap terkendali dan suku bunga cenderung turun, minat pada aset berisiko bisa bertahan.
Jika inflasi naik lagi atau kebijakan kembali ketat, pasar bisa berbalik. Jika aturan industri makin jelas, kepercayaan bisa naik. Jika muncul kejutan negatif, volatilitas bisa membesar. Jadi fokuskan perhatian pada data inflasi, arah suku bunga, dan berita regulasi, bukan hanya angka harga.
Baca juga : Siklus Tersembunyi Bitcoin yang Menentukan Titik Balik Harga
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin yang mendekati level setara Rp1,69 miliar bisa dipahami sebagai respons pasar terhadap inflasi AS yang lebih jinak, ekspektasi suku bunga yang lebih stabil, dan sentimen industri yang membaik.
Namun pergerakan kripto tetap cepat dan bisa berubah dalam hitungan jam. Jika kamu ingin ikut serta, gunakan pendekatan yang tenang. Pahami alasan kenaikan, tentukan rencana, dan bila ingin beli bitcoin, arahkan prosesnya lewat Bittime dengan langkah yang rapi dan pengamanan akun yang aktif.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Kenapa harga Bitcoin melonjak hari ini?
Karena pasar menilai inflasi AS lebih terkendali, sehingga ekspektasi suku bunga lebih stabil dan minat pada kripto naik.
Apa arti harga Bitcoin Rp1,69 miliar itu?
Itu gambaran level psikologis ketika Bitcoin mendekati 100 ribu dolar AS, yang sering memicu reaksi pasar.
Apakah bitcoin naik terus setelah inflasi jinak?
Tidak selalu. Sentimen bisa berubah jika data ekonomi berikutnya mengejutkan atau pasar ambil untung.
Cara beli bitcoin yang sederhana untuk pemula bagaimana?
Mulai dari nominal kecil, beli bertahap, gunakan platform yang jelas seperti Bittime, dan aktifkan keamanan akun.
Prediksi harga bitcoin 2026 lebih condong naik atau turun?
Lebih tepat dilihat sebagai skenario. Tergantung inflasi, arah suku bunga, serta perkembangan regulasi dan sentimen pasar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




