Harga Bitcoin Anjlok ke $82.000: Likuidasi Futures Massal Picu Koreksi

2026-01-30

Harga Bitcoin Anjlok ke $82.000: Likuidasi Futures Massal Picu Koreksi

Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah hari ini anjlok ke level terendah tahunan di kisaran $83.400–$84.000. Penurunan ini terjadi cukup cepat dan memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel. 

Namun, jika ditelusuri lebih dalam, pelemahan ini lebih mencerminkan koreksi teknikal akibat tekanan leverage, bukan sinyal runtuhnya fundamental Bitcoin secara keseluruhan.

Dalam dunia kripto, koreksi tajam seperti ini bukan hal baru. Justru, fase-fase seperti inilah yang sering menjadi momen penentuan arah selanjutnya.

Poin Penting

  • Penurunan dipicu oleh likuidasi futures massal dalam waktu singkat

  • Tekanan berasal dari faktor eksternal, bukan krisis internal Bitcoin

  • Struktur pasar jangka menengah masih berada dalam fase konsolidasi

lucky draw 15 juta.webp

Penyebab Utama Penurunan Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Anjlok ke $82.000: Likuidasi Futures Massal Picu Koreksi

Likuidasi Futures Besar-besaran

Pemicu utama turunnya harga Bitcoin kali ini adalah likuidasi posisi long di pasar futures. Data menunjukkan lonjakan taker sell Bitcoin hingga $4,1 miliar hanya dalam dua jam, yang terjadi terutama saat sesi perdagangan New York. Akibatnya, sekitar $570 juta hingga $900 juta posisi long terhapus dari pasar.

Kondisi ini mencerminkan pasar derivatif yang terlalu padat leverage. Ketika harga mulai turun, likuidasi berantai pun tak terhindarkan, mempercepat penurunan harga secara drastis.

Outflow ETF Bitcoin

Selain tekanan dari derivatif, Bitcoin ETF mencatat outflow sebesar $1,137 miliar selama lima hari berturut-turut. Ini mengindikasikan adanya reposisi portofolio dari investor institusional. 

Penting dicatat, outflow ini tidak selalu berarti sentimen bearish jangka panjang, melainkan penyesuaian strategi menghadapi kondisi makro yang tidak pasti.

ETF sering digunakan institusi untuk manajemen risiko jangka pendek, sehingga arus keluar masuk dana bisa berubah cepat tergantung dinamika global.

Rotasi Modal ke Emas dan Faktor Eksternal

Faktor eksternal juga berperan besar. Investor global terlihat melakukan profit-taking di aset emas, yang harganya melonjak hingga sekitar $5.600. Di saat yang sama, saham-saham sektor AI mengalami tekanan jual, memicu rotasi modal lintas aset.

Ditambah lagi, ketegangan geopolitik seperti ancaman konflik Iran, isu tarif rare earth AS, serta kebijakan The Fed yang menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, membuat pasar cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk kripto.

Baca Juga: Prediksi & Analisis Bitcoin

Harga Bitcoin Saat Ini dan Area Kunci

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di kisaran $84.000, dengan market cap sekitar $1,68 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $63,55 miliar. Secara harian, BTC terkoreksi sekitar 4–6% dari puncak kemarin di area $88.000–$90.000.

Menariknya, sejak November 2025, Bitcoin sebenarnya masih bergerak dalam range konsolidasi selama sekitar 10 minggu, yaitu antara $84.000 hingga $94.000. Area $84.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, target penurunan berikutnya berada di sekitar $80.600.

Namun selama range ini belum ditembus secara meyakinkan, pasar masih bisa menganggap kondisi saat ini sebagai konsolidasi sehat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Diprediksi Tembus $350K, Apa Saja Faktor

Analisis Jangka Pendek: Koreksi atau Awal Tren Turun?

Sejumlah analis menilai penurunan ini sebagai fase koreksi alami setelah pasar terlalu panas. Dalam skenario terburuk, Bitcoin masih berpotensi turun ke area $80.000 atau bahkan $74.000 jika pola bear flag terkonfirmasi di timeframe tertentu.

Meski begitu, sejarah menunjukkan bahwa fase exhaustion leverage sering kali diikuti oleh rebound teknikal yang kuat. Tekanan tambahan memang datang dari penjualan long-term holder, dengan sekitar 143.000 BTC (senilai $9,5 miliar) berpindah tangan. Namun, data ini belum cukup untuk menyimpulkan adanya perubahan tren jangka panjang.

Selama fundamental jaringan tetap kuat dan adopsi institusional berlanjut, koreksi seperti ini lebih tepat dipandang sebagai proses pendinginan pasar.

Baca Juga: Pasca Bitcoin Halving:Harga $BTC

Saatnya Siapkan Strategi: Daftar di Bittime Sekarang

auto earn.webp

Di tengah volatilitas pasar seperti ini, memiliki akses ke platform trading yang aman dan teregulasi menjadi semakin penting. 

Bittime hadir sebagai platform aset kripto resmi di Indonesia yang menawarkan kemudahan registrasi, likuiditas kompetitif, serta fitur yang ramah untuk pemula maupun trader berpengalaman.

Dengan mendaftar di Bittime, Anda bisa memantau pergerakan Bitcoin secara real-time, mengatur strategi masuk pasar dengan lebih terukur, dan memanfaatkan peluang saat volatilitas tinggi. Pastikan Anda sudah memiliki akun agar tidak tertinggal momentum pasar berikutnya.

Kesimpulan

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $83.400–$84.000 hari ini memang terlihat mengkhawatirkan di permukaan. 

Namun, jika dianalisis lebih dalam, koreksi ini dipicu oleh likuidasi futures massal, outflow ETF, serta tekanan makro global, bukan oleh kerusakan fundamental Bitcoin itu sendiri. 

Selama BTC masih bertahan dalam range konsolidasi jangka menengah, volatilitas seperti ini justru menjadi bagian normal dari siklus pasar kripto.

FAQ

Apa penyebab utama harga Bitcoin turun hari ini?

Penurunan dipicu oleh likuidasi besar-besaran di pasar futures, ditambah outflow ETF dan tekanan eksternal global.

Apakah penurunan ini menandakan tren bearish jangka panjang?

Belum. Saat ini masih dianggap sebagai koreksi dan fase konsolidasi, bukan breakdown struktural.

Di level berapa support terdekat Bitcoin?

Support utama berada di area $84.000, dengan support lanjutan di sekitar $80.600.

Apakah masih aman berinvestasi Bitcoin saat volatilitas tinggi?

Volatilitas tinggi memiliki risiko dan peluang. Penting untuk menggunakan manajemen risiko dan strategi yang matang.

Mengapa emas justru naik saat Bitcoin turun?

Investor melakukan rotasi modal ke aset safe haven seperti emas akibat ketidakpastian makro dan geopolitik.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Harga Emas dan Perak Tembus All Time High: Apa Penyebabnya?
Harga Emas dan Perak Tembus All Time High: Apa Penyebabnya?

Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa akibat ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar AS, dan meningkatnya permintaan aset safe haven. Artikel ini membahas faktor pendorong, tren terbaru, proyeksi analis, serta dampaknya bagi investor Indonesia.

2026-01-30Baca