Peluang CLARITY Act Disahkan 2026 Menurun, Apa Dampaknya?

2026-09-07

Peluang CLARITY Act Disahkan 2026 Menurun, Apa Dampaknya.png

Peluang CLARITY Act 2026 menjadi undang-undang kembali menghadapi tekanan setelah agenda legislatif Amerika Serikat semakin sempit. 

Padahal, regulasi ini menjadi salah satu agenda penting untuk memberikan batas yang lebih jelas mengenai pengawasan pasar aset digital di AS.

Perkembangan terbaru membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi bahwa aturan tersebut dapat selesai sebelum pemilu sela AS pada November 2026. 

Polymarket menempatkan peluang pengesahan CLARITY Act pada 2026 sekitar 18%, sementara sebelumnya probabilitasnya sempat jauh lebih tinggi.

Key Takeaways

  • Peluang CLARITY Act 2026 disahkan menurun karena jadwal Kongres semakin terbatas dan masih terdapat perbedaan antara versi Senat dan DPR.
  • Penundaan tidak otomatis berarti bearish untuk Bitcoin, tetapi dapat memperpanjang ketidakpastian regulasi di pasar crypto.
  • Hasil pembahasan CLARITY Act akan menjadi salah satu indikator penting arah kebijakan Amerika terhadap industri aset digital.

Mengapa Peluang CLARITY Act 2026 Menurun?

CLARITY Act atau Digital Asset Market Clarity Act dirancang untuk menciptakan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi pasar aset digital Amerika. 

RUU H.R. 3633 telah melewati DPR dengan suara 294-134 pada Juli 2025. Di Senat, RUU tersebut kemudian memperoleh dukungan bipartisan di Senate Banking Committee dengan hasil 15-9 pada Mei 2026.

Namun, lolos dari komite bukan berarti proses legislasi selesai.

Senat masih harus melakukan pembahasan dan pemungutan suara lebih lanjut. Masalahnya, kalender legislatif menjadi semakin sempit. DPR AS telah membatalkan sesi pemungutan suara selama pekan 21 dan 28 September, sementara anggota DPR dijadwalkan meninggalkan Washington pada 17 September.

Kondisi tersebut membuat waktu untuk menyelaraskan versi Senat dan DPR semakin terbatas.

Baca Juga: CLARITY Act Masuk Fase Penentuan September 2026, Apa Selanjutnya?

CLARITY Act Bukan Sekadar Soal Regulasi Bitcoin

Salah satu kesalahpahaman yang perlu dihindari adalah menganggap CLARITY Act hanya berkaitan dengan regulasi Bitcoin.

Cakupan RUU ini jauh lebih luas. Salah satu tujuan utamanya adalah memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi aset digital.

Kerangka seperti ini penting karena selama bertahun-tahun industri crypto AS menghadapi ketidakpastian mengenai klasifikasi dan pengawasan berbagai aset digital.

Jika aturan tersebut akhirnya disahkan, perusahaan crypto berpotensi memperoleh panduan yang lebih jelas mengenai kewajiban mereka. Sebaliknya, kegagalan mencapai kesepakatan pada 2026 dapat membuat ketidakpastian tersebut bertahan lebih lama.

Pantau perkembangan regulasi crypto dan aset lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.

Apa Dampaknya bagi Pasar Crypto Global?

Dampak pertama adalah terhadap sentimen investor crypto.

Pasar biasanya tidak hanya merespons apakah sebuah undang-undang akhirnya disahkan, tetapi juga perubahan ekspektasi terhadap kebijakan tersebut. 

Ketika probabilitas pengesahan turun, investor dapat menjadi lebih berhati-hati terhadap aset yang sensitif terhadap perkembangan regulasi AS.

Namun, penundaan CLARITY Act tidak serta-merta berarti harga Bitcoin akan jatuh. Harga aset digital tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti arus modal institusional, kebijakan moneter, likuiditas global, permintaan ETF, dan kondisi ekonomi.

Dengan kata lain, hubungan antara harga Bitcoin dan regulasi tidak bersifat satu arah.

Justru, apabila pasar sebelumnya telah memasukkan ekspektasi regulasi positif ke dalam harga, penundaan dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan penyesuaian posisi.

Baca Juga: Apakah Clarity Act Akan Berdampak Besar pada Market Crypto di 2026?

XRP dan Altcoin Bisa Lebih Sensitif

Dampak regulasi berpotensi lebih terasa pada aset selain Bitcoin, terutama cryptocurrency yang sangat bergantung pada kejelasan status hukum dan akses ke pasar AS.

Pergerakan XRP menjadi salah satu contoh. Berdasarkan laporan terbaru, XRP sempat naik sekitar 35% dalam satu bulan ketika ekspektasi terhadap CLARITY Act masih kuat.

Namun, penurunan probabilitas pengesahan menunjukkan adanya risiko bahwa sebagian optimisme tersebut telah dibangun berdasarkan ekspektasi kebijakan.

Artinya, jika proses legislasi kembali tertunda, altcoin tertentu dapat mengalami tekanan sentimen yang lebih besar dibandingkan Bitcoin.

Meski demikian, tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap penundaan CLARITY Act otomatis akan menyebabkan aksi jual besar-besaran. Reaksi pasar akan bergantung pada seberapa besar ekspektasi regulasi sudah tercermin dalam harga.

Konversi 1 IDR menjadi XRP - Kurs Indonesia Rupiah 

Apa yang Terjadi Jika RUU Tidak Selesai Sebelum Pemilu?

Skenario yang semakin diperhatikan adalah lame-duck session, yaitu periode setelah pemilu ketika Kongres yang masih menjabat menyelesaikan agenda legislasi sebelum masa jabatannya berakhir.

Jalur tersebut masih memungkinkan CLARITY Act dilanjutkan setelah pemilu. Namun, hasil pemilu dapat mengubah prioritas politik dan komposisi dukungan terhadap RUU tersebut.

Jika tidak ada kesepakatan sampai akhir periode Kongres, prosesnya berpotensi harus dimulai kembali pada Kongres berikutnya.

Karena itu, prediksi CLARITY Act tidak hanya bergantung pada dukungan terhadap crypto, tetapi juga pada waktu, kompromi politik, dan agenda Kongres setelah pemilu.

Baca Juga: Pertemuan Pemerintah AS Bahas Regulasi Crypto & Stablecoin di 2026

Apa Arti Penundaan bagi Investor Crypto?

Bagi investor, perkembangan ini menunjukkan bahwa faktor regulasi tetap perlu dimasukkan dalam analisis pasar, tetapi tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar keputusan.

Dalam jangka pendek, investor dapat memperhatikan beberapa perkembangan utama: agenda voting Senat, hasil negosiasi antarpihak, posisi DPR, serta kemungkinan pembahasan dalam lame-duck session.

Dalam jangka panjang, terlepas dari kapan CLARITY Act disahkan, arah regulasi AS terhadap aset digital akan tetap menjadi faktor penting bagi industri.

Amerika merupakan salah satu pasar crypto terbesar. Karena itu, perubahan kebijakan di Washington dapat memengaruhi perusahaan, bursa, penerbit aset digital, investor institusional, hingga negara lain yang sedang menyusun aturan crypto mereka sendiri.

Kesimpulan

Peluang CLARITY Act 2026 disahkan memang menghadapi tekanan yang lebih besar akibat jadwal Kongres yang semakin sempit. 

RUU tersebut telah melewati DPR dan memperoleh persetujuan bipartisan di komite Senat, tetapi masih harus melewati sejumlah tahapan penting sebelum dapat menjadi undang-undang.

Bagi pasar crypto global, ketidakpastian ini dapat menjaga volatilitas dan membuat investor lebih sensitif terhadap perkembangan kebijakan Amerika.

Namun, penundaan CLARITY Act bukan berarti prospek crypto otomatis memburuk. Justru, perkembangan selanjutnya akan menunjukkan apakah AS mampu menghasilkan kerangka regulasi yang memberikan kepastian bagi industri tanpa mengabaikan perlindungan investor dan kepentingan penegakan hukum.

bittime biaya withdrawal murah

Ubah peluang menjadi investasi. Pantau terus perkembangan regulasinya dan mulai diversifikasikan asetmu hari ini.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu CLARITY Act?

CLARITY Act adalah RUU pasar aset digital AS yang bertujuan memberikan kerangka regulasi lebih jelas, termasuk pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC.

Mengapa peluang CLARITY Act disahkan pada 2026 menurun?

Salah satu faktor utamanya adalah kalender legislatif yang semakin terbatas. DPR juga memangkas sejumlah hari sidang September, sehingga waktu untuk menyelesaikan perbedaan dengan versi Senat semakin sempit.

Apakah penundaan CLARITY Act akan membuat harga Bitcoin turun?

Belum tentu. Harga Bitcoin dan regulasi memang dapat saling berkaitan melalui sentimen investor, tetapi Bitcoin juga dipengaruhi faktor makroekonomi, arus institusional, likuiditas, dan permintaan pasar.

Apa dampak CLARITY Act terhadap pasar crypto global?

Jika disahkan, regulasi yang lebih jelas dapat mengurangi ketidakpastian hukum bagi pelaku industri di AS. Jika kembali tertunda, ketidakpastian tersebut dapat bertahan dan memengaruhi sentimen investor crypto.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Ripple GSmart AI: Mulai Fokus ke Kecerdasan Buatan?
Ripple GSmart AI: Mulai Fokus ke Kecerdasan Buatan?

Ripple perluas GSmart, sistem AI untuk atur forecasting, risiko, dan rekonsiliasi kas treasury perusahaan tanpa tinggalkan bisnis crypto.

2026-09-11Baca