Pertemuan Pemerintah AS Bahas Regulasi Crypto & Stablecoin di 2026
2026-02-04
Bittime - Upaya pemerintah Amerika Serikat untuk merapikan regulasi crypto dan stablecoin kembali diuji pada awal 2026. Pertemuan tertutup di Gedung Putih yang mempertemukan regulator, perbankan, dan pelaku industri kripto belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Meski dialog disebut berjalan terbuka, perbedaan pandangan soal posisi stablecoin dalam sistem keuangan masih terlalu lebar.
Isu ini menjadi krusial karena AS hingga kini belum memiliki kerangka hukum federal yang benar benar jelas untuk aset digital.
Di tengah tekanan pasar global dan meningkatnya adopsi stablecoin, arah kebijakan Washington berpotensi menentukan masa depan industri kripto dalam beberapa tahun ke depan.
Key Takeaways
- Pertemuan pemerintah AS dengan bank dan industri kripto belum mampu memecah kebuntuan regulasi
- Stablecoin dan skema imbal hasil menjadi sumber perbedaan paling tajam
- Legislasi crypto di 2026 masih rawan tertunda meski dukungan politik mulai terlihat
Dialog di Gedung Putih, Belum Ada Titik Temu
Pertemuan yang digelar pemerintah AS sejatinya diharapkan menjadi jalan tengah setelah berbulan bulan stagnasi di Kongres. Namun hasilnya belum sesuai ekspektasi. Perwakilan bank besar dan perusahaan kripto sama sama bertahan pada posisi masing masing.
Dari sisi perbankan, kekhawatiran utama ada pada potensi keluarnya dana simpanan jika stablecoin diperlakukan terlalu longgar. Bank melihat stablecoin bukan sekadar aset digital, tetapi pesaing langsung produk simpanan tradisional. Di sisi lain, pelaku kripto menilai pendekatan tersebut terlalu defensif dan berisiko menghambat inovasi.
Meski tak ada keputusan, pemerintah menyebut pertemuan ini penting untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Setidaknya, semua pihak kini memahami di mana letak perbedaan paling sensitif.
Baca Juga: Siapa Itu Jeffrey Epstein? Fakta, Kasus, dan Epstein Files yang Mengguncang Dunia
Isu Reward Stablecoin

Stablecoin kembali menjadi pusat perdebatan. Isu utamanya bukan hanya soal cadangan aset, tetapi juga soal imbal hasil atau reward bagi pemegang stablecoin. Bank mendorong pembatasan ketat terhadap fitur ini karena dianggap menyerupai produk simpanan tanpa pengawasan perbankan.
Sebaliknya, perusahaan kripto menilai reward sebagai bagian wajar dari ekosistem digital. Tanpa insentif, stablecoin dianggap kehilangan daya tarik di tengah persaingan global. Perbedaan ini membuat rancangan undang undang seperti Clarity Act sulit melaju di Senat.
Selama isu ini belum menemukan titik temu, regulasi stablecoin di AS kemungkinan akan terus tertahan, meski tekanan dari pasar dan regulator internasional semakin kuat.
Baca Juga: Portofolio Meme Coin Murad Anjlok Tajam: Rugikan hingga $58 Juta dalam 6 Bulan
Dampak Langsung ke Industri dan Pasar
Kebuntuan regulasi tidak hanya berdampak di ruang sidang. Banyak perusahaan kripto memilih menunda ekspansi atau peluncuran produk baru di AS. Investor institusional pun cenderung bersikap hati hati karena ketidakpastian hukum masih membayangi.
Bagi pasar, sinyal ini cukup jelas. Selama aturan belum tegas, volatilitas akan tetap tinggi setiap kali muncul kabar politik dari Washington. Bagi AS sendiri, risiko kehilangan daya saing sebagai pusat inovasi kripto juga mulai diperhitungkan.
Meski administrasi Trump menunjukkan sikap yang relatif lebih terbuka terhadap kripto, realisasi kebijakan tetap bergantung pada kompromi di Kongres.
Baca Juga: Airdrop Fair Shares: Sistem Daily Task & Cara Berpartisipasi
Kesimpulan
Pertemuan pemerintah AS di 2026 menegaskan satu hal penting: regulasi crypto dan stablecoin masih jauh dari kata final. Dialog memang berjalan, tetapi perbedaan kepentingan antara bank dan industri kripto belum menemukan titik temu.
Bagi pasar, situasi ini berarti satu hal. Arah kebijakan AS masih penuh ketidakpastian, dan setiap perkembangan legislatif akan terus menjadi katalis pergerakan sentimen. Hingga ada kejelasan, pelaku industri dan investor perlu bersiap menghadapi kebijakan yang masih berubah ubah.
Baca Juga: Risiko Keamanan OpenClaw AI yang Perlu Diketahui
FAQ
Mengapa pertemuan ini penting bagi pasar kripto?
Karena hasilnya berpotensi menentukan arah regulasi crypto dan stablecoin di AS, pasar terbesar dunia.
Apa masalah utama dalam regulasi stablecoin?
Perdebatan soal imbal hasil dan risiko penarikan dana dari sistem perbankan tradisional.
Apakah AS sudah punya undang undang crypto federal?
Belum. Beberapa rancangan undang undang masih tertahan di Kongres.
Bagaimana sikap pemerintah AS terhadap kripto di 2026?
Lebih terbuka terhadap dialog, tetapi masih berhati hati dalam merumuskan aturan.
Apa dampaknya bagi investor?
Ketidakpastian regulasi membuat pasar lebih sensitif terhadap berita politik dan kebijakan.
Apakah regulasi akan segera disahkan?
Belum ada kepastian. Proses legislasi diperkirakan masih akan berjalan alot.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




