Circle Bayar Jutaan ke Binance, Apa Dampaknya untuk USDC?
2026-09-23
Circle Binance kembali menjadi perhatian pasar crypto setelah Binance membeli sekitar US$100 juta saham Circle dan kedua perusahaan memperpanjang kerja sama komersial selama lima tahun.
Kesepakatan ini dirancang untuk memperluas penggunaan USDC Binance, terutama di pasar internasional dan negara berkembang.
Namun, ada sisi lain yang menarik. Circle akan membayar Binance monthly incentive fee yang dikaitkan dengan saldo USDC tertentu, sementara Binance kini juga menjadi pemegang saham Circle.
Artinya, Binance tidak hanya menjadi salah satu jalur distribusi USDC, tetapi juga memiliki kepentingan finansial terhadap pertumbuhan Circle.
Bagi pasar stablecoin, kesepakatan ini penting karena USDC masih berusaha mempersempit jarak dengan USDT, termasuk melalui salah satu bursa crypto terbesar di dunia.
Key Takeaways
- Binance membeli sekitar US$100 juta saham Circle sekaligus memperpanjang kerja sama promosi USDC selama lima tahun.
- Saldo USDC pengguna Binance meningkat pesat dalam periode kerja sama sebelumnya, menunjukkan pentingnya Binance bagi USDC adoption.
- Bagi Circle, pertumbuhan USDC berarti peluang memperluas bisnis, tetapi biaya distribusi dan insentif kepada mitra juga menjadi faktor penting terhadap profitabilitas.
Apa Isi Kesepakatan Circle dan Binance?
Pada 17 September 2026, Circle menerbitkan sekitar 1,24 juta saham Kelas A kepada Binance dengan harga US$80,84 per saham. Nilai transaksinya sekitar US$100 juta. Saham tersebut memiliki pembatasan penjualan selama dua tahun dengan beberapa pengecualian.
Pada saat yang sama, Circle dan Binance menandatangani perjanjian komersial baru selama lima tahun. Binance akan membantu memperluas promosi, akses, dan integrasi USDC di platformnya, terutama di pasar berkembang.
Sebagai bagian dari hubungan tersebut, Circle akan membayar Binance biaya insentif bulanan yang dikaitkan dengan saldo USDC tertentu. Besaran tarif baru tidak diumumkan secara publik.
Struktur ini membuat kepentingan kedua perusahaan semakin terhubung: Binance memperoleh saham Circle sekaligus menerima insentif berdasarkan aktivitas USDC, sementara Circle mendapatkan akses ke basis pengguna Binance yang besar.
Baca Juga: 10 Stablecoin dengan Volume Terbesar di Dunia
Mengapa Binance Penting bagi USDC?
Binance menjadi salah satu jalur distribusi penting dalam strategi USDC adoption.
Data yang dikutip CryptoSlate menunjukkan saldo USDC pelanggan Binance meningkat dari sekitar US$1,5 miliar pada Oktober 2024 menjadi sekitar US$7,1 miliar pada September 2026.
Pertumbuhan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan total suplai USDC dalam periode yang sama.
Ini menunjukkan bahwa Binance membantu meningkatkan penggunaan USDC di antara pengguna bursa. Namun, USDT masih memiliki saldo yang lebih besar di Binance, sehingga kerja sama baru ini belum berarti USDC telah mengambil alih posisi USDT.
Dengan kata lain, dampak Binance terhadap USDC lebih terlihat pada perluasan distribusi dan penggunaan daripada perubahan langsung pada posisi USDC sebagai stablecoin terbesar.
Pantau perkembangan Circle dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.
Bagaimana Circle Menghasilkan Uang?
Pertanyaan bagaimana Circle menghasilkan uang menjadi semakin relevan ketika biaya distribusi meningkat.
Model utama Circle berasal dari cadangan yang mendukung USDC. USDC dirancang untuk dapat ditebus 1:1 terhadap dolar AS dan Circle menyatakan bahwa cadangannya terdiri dari aset likuid seperti kas, Treasury AS jangka pendek, dan reverse repo. Per 21 September 2026, USDC yang beredar mencapai sekitar US$74,6 miliar.
Ketika jumlah USDC beredar meningkat, nilai aset cadangan yang dikelola Circle juga meningkat. Pendapatan dari cadangan tersebut menjadi bagian penting dari model bisnis Circle stablecoin.
Namun, pertumbuhan USDC juga membutuhkan biaya. Circle membayar berbagai distributor dan mitra untuk memperluas penggunaan USDC. Karena itu, pertumbuhan suplai tidak otomatis berarti peningkatan laba dengan jumlah yang sama.
Baca Juga: Cara Membeli USDC (USDC): Panduan Lengkap untuk Pemula di Indonesia
Apakah Bisnis Stablecoin Menguntungkan?
Model bisnis stablecoin menguntungkan atau tidak bergantung pada keseimbangan antara pendapatan cadangan, biaya distribusi, teknologi, kepatuhan, dan pengembangan ekosistem.
Semakin besar suplai USDC, semakin besar pula basis aset cadangan yang dapat menghasilkan pendapatan. Tetapi jika Circle harus memberikan insentif besar kepada bursa dan distributor, sebagian pendapatan tersebut kembali menjadi biaya.
Kerja sama dengan Binance menunjukkan dilema tersebut. Circle memperoleh distribusi yang lebih luas, tetapi harus membayar biaya untuk mempertahankan dan mengembangkan channel tersebut.
Karena itu, metrik yang perlu diperhatikan bukan hanya market cap USDC, tetapi juga biaya distribusi per pertumbuhan USDC dan seberapa besar penggunaan tersebut menghasilkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Mulai trading USDC/IDR bersama Bittime di sini!
Circle vs Tether USDT: Persaingan Belum Selesai
Persaingan Circle vs Tether USDT masih menjadi salah satu cerita utama dalam stablecoin market.
USDT tetap memiliki posisi lebih besar dari sisi suplai, sementara USDC membangun strategi berbeda dengan menekankan regulasi, transparansi cadangan, pembayaran, dan integrasi institusional.
Circle menyatakan USDC kini tersedia di lebih dari 185 negara dan didukung secara native di 38 jaringan blockchain. Perusahaan juga mempublikasikan laporan cadangan bulanan dengan assurance dari firma akuntansi Big Four.
Di sisi lain, USDT memiliki basis penggunaan yang kuat dalam perdagangan crypto global. Karena itu, kompetisi tidak hanya terjadi pada jumlah token beredar, tetapi juga pada bursa, pembayaran, DeFi, dan penggunaan institusional.
Baca Juga: Perbandingan USDT/IDR vs USDC/IDR untuk Strategi Arbitrase Lokal
Kenapa USDC Populer?
Ada beberapa faktor yang membantu menjelaskan kenapa USDC populer.
Pertama, USDC memberikan akses terhadap aset digital yang dirancang mempertahankan nilai sekitar US$1. Kedua, Circle menempatkan transparansi cadangan dan kepatuhan regulasi sebagai bagian penting dari strateginya. Ketiga, USDC terus diperluas ke berbagai blockchain dan jaringan pembayaran.
Circle juga memperluas ekosistemnya. Pada September 2026, perusahaan meluncurkan Arc, blockchain Layer-1 yang dirancang untuk pembayaran, pasar finansial, dan aktivitas ekonomi berbasis internet.
Artinya, Circle tidak hanya ingin USDC menjadi stablecoin untuk trading, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur pembayaran digital.
Konversi 1 USDC menjadi IDR - Kurs Circle ke Indonesia
Apakah USDC Masih Potensial?
Untuk menjawab apakah USDC masih potensial, perkembangan adopsi menjadi faktor penting.
Kerja sama lima tahun dengan Binance memberikan USDC akses distribusi yang besar, sementara investasi Binance membuat hubungan kedua perusahaan lebih terikat secara ekonomi. Namun, USDC tetap menghadapi persaingan dari USDT dan stablecoin lain.
Prospek stablecoin 2026 juga tidak hanya ditentukan oleh market cap. Penggunaan untuk pembayaran, transfer lintas negara, DeFi, perdagangan, dan aplikasi finansial akan menentukan seberapa besar stablecoin benar-benar digunakan di luar aktivitas trading.
Baca juga: USAT vs USDT vs USDC: Mana Stablecoin yang Lebih Unggul?
Kesimpulan
Kesepakatan Circle Binance menunjukkan bahwa persaingan stablecoin semakin bergeser dari sekadar perebutan market cap menuju perebutan distribusi dan penggunaan.
Binance mendapatkan kepemilikan saham Circle dan insentif terkait USDC, sementara Circle memperoleh akses jangka panjang ke salah satu platform crypto terbesar. Bagi USDC, kerja sama ini dapat memperluas distribusi internasional sekaligus memperkuat posisinya dalam stablecoin market.
Namun, biaya distribusi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pertumbuhan USDC akan lebih berarti bagi Circle jika peningkatan penggunaan mampu menghasilkan ekonomi yang berkelanjutan, bukan hanya saldo stablecoin yang lebih besar.
Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa hubungan Circle dan Binance?
Circle dan Binance memiliki kerja sama komersial untuk memperluas penggunaan USDC. Pada September 2026, Binance juga membeli sekitar US$100 juta saham Circle dan memperpanjang kerja sama selama lima tahun.
Mengapa Circle membayar Binance?
Circle membayar Binance biaya insentif bulanan yang terkait dengan saldo USDC tertentu sebagai bagian dari kesepakatan komersial untuk mendukung distribusi dan penggunaan USDC.
Apa dampak Binance terhadap USDC?
Binance menjadi salah satu channel distribusi penting bagi USDC. Saldo USDC pelanggan di Binance meningkat signifikan sejak kerja sama pertama dimulai, meskipun USDT masih memiliki saldo yang lebih besar.
Bagaimana Circle menghasilkan uang dari USDC?
Circle memperoleh pendapatan terutama dari aset cadangan yang mendukung USDC. Semakin besar USDC yang beredar, semakin besar pula basis cadangan yang dapat menghasilkan pendapatan, meski Circle juga memiliki biaya distribusi dan operasional.
Apakah USDC masih potensial?
USDC masih memiliki ruang ekspansi melalui bursa, pembayaran, DeFi, dan pasar internasional. Namun, prospeknya tetap bergantung pada pertumbuhan penggunaan, biaya distribusi, regulasi, dan persaingan dengan USDT.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



