CFTC Digugat soal Stock Perpetual Futures, Apa Masalahnya?

2026-11-04

CFTC Digugat soal Stock Perpetual Futures, Apa Masalahnya.png

Persetujuan dan gugatan datang pada hari yang sama. Selasa, 3 November 2026, regulator derivatif Amerika Serikat membuka jalan bagi stock perpetual futures di bursa domestik, dan sebuah kelompok yang didukung Wall Street langsung membawa keputusan itu ke pengadilan. 

Kasus CFTC digugat ini menyangkut pertanyaan lama yang kini muncul di produk bergaya kripto: siapa yang berwenang mengawasi kontrak turunan berbasis saham.

Key Takeaways

  • CFTC menyetujui single-stock perpetual futures di bursa AS untuk pertama kalinya pada 3 November 2026.
  • Capital Markets Alliance, yang didukung Citadel Securities dan Cboe, menggugat dengan alasan kontrak itu sebenarnya swap yang menjadi wilayah SEC.
  • Kontrak serupa untuk kripto sebelumnya sudah digugat CME Group.

Apa yang Disetujui CFTC

Menurut CoinDesk, CFTC memberi lampu hijau bagi kontrak perpetual futures berbasis saham individu di bursa AS terdaftar. Kontrak ini juga dikenal sebagai equity perpetual futures. 

Ketua CFTC Michael Selig menyatakan kontrak tersebut dianggap disetujui berdasarkan aturan security futures yang sudah ada, dan pengawasannya dibagi antara CFTC dan SEC.

Perpetual futures atau perps adalah kontrak yang tidak punya tanggal kedaluwarsa. Trader bisa bertaruh pada harga aset tanpa memilikinya, dan produk ini sering memakai leverage yang memperbesar untung maupun rugi. 

Format itu populer di pasar kripto, terutama di bursa luar negeri dan platform terdesentralisasi seperti Hyperliquid. CoinDesk mencatat volume perps mencapai lebih dari USD 630 miliar dalam sebulan terakhir, berdasarkan data DeFiLlama.

Selig menyebut langkah ini memberi trader AS alternatif teregulasi, sehingga tidak terdorong ke venue luar negeri yang kerap tidak diawasi. Ia belum menyebut bursa mana yang akan menawarkan produk itu, dan saham apa saja yang tersedia saat peluncuran.

Keputusan ini melanjutkan langkah sebelumnya. Sekitar lima bulan lalu, CFTC menyetujui perps bitcoin pertama di bursa AS teregulasi, dan Wall Street juga mulai tertarik. Induk Bursa Efek New York, Intercontinental Exchange (ICE), baru-baru ini berinvestasi di tradeXYZ, pembangun pasar perps di Hyperliquid.

Pantau terus perkembangan regulasi derivatif kripto lewat Bittime, platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi OJK.

Baca Juga:

Isi Gugatan terhadap CFTC

Penggugatnya Capital Markets Alliance (CMA), organisasi baru yang mewakili perusahaan keuangan tradisional. Dilansir CoinDesk, anggotanya antara lain Cboe, Citadel Securities, dan Healthy Markets Association. 

Gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, dan CMA meminta kebijakan itu dibatalkan.

Ada dua dalil utama. Pertama, CMA menilai produk ini adalah swap berbasis sekuritas, sehingga berada di bawah yurisdiksi SEC dan bukan CFTC. 

Kedua, CMA menuduh CFTC melanggar Administrative Procedure Act karena tidak menjelaskan kebijakannya, termasuk mengapa kebijakan itu bertentangan dengan sikap lembaga sebelumnya.

Dukungan datang dari American Securities Association. Presidennya, Chris Iacovella, menilai CFTC "sidestepped the SEC's jurisdiction and Congress' ban" dalam penjualan swap berbasis sekuritas kepada investor ritel, menurut kutipan dalam laporan CoinDesk. Kutipan yang sama juga beredar lewat unggahan Coin Bureau di X.

Respons CFTC dan Gugatan Sebelumnya

CFTC membalas keras. Juru bicara lembaga itu menyebut mengherankan bahwa kelompok anonim memakai jalur hukum untuk mengganggu pasar yang diatur CFTC. Menurutnya, pasar harus diatur hukum, bukan kampanye litigasi untuk menghambat inovasi, seperti ditulis CoinDesk.

Ini bukan benturan hukum pertama soal perps. CoinDesk melaporkan bahwa langkah CFTC di perps kripto sebelumnya juga digugat CME Group. 

Argumennya mirip: kontrak tanpa tanggal berakhir bukan futures sungguhan, melainkan swap yang aturannya berbeda. Pola ini menunjukkan perdebatan soal klasifikasi perps belum selesai di Amerika Serikat.

Dampak bagi Pasar dan Trader

Gugatan belum memutuskan apa pun. Kontrak saham perpetual tetap berstatus disetujui sampai pengadilan mengubahnya, dan belum ada kejelasan bursa maupun tanggal peluncuran. Pelaku pasar kemungkinan menunggu dua hal: apakah pengadilan menerima dalil yurisdiksi, dan bagaimana CFTC menjawab tuduhan soal kurangnya penjelasan kebijakan.

Bagi trader kripto, kasus ini penting karena nasib perps bergaya kripto di Wall Street bergantung pada hasilnya. Perps saham dengan leverage tinggi juga membawa risiko yang sama seperti perps kripto, jadi aturan yang jelas akan menentukan seberapa luas produk ini bisa diakses investor.

Kesimpulan

Sengketa ini bukan soal teknologi, melainkan batas wewenang antara CFTC dan SEC atas kontrak turunan saham. Persetujuan dan gugatan terjadi pada hari yang sama, sehingga nasib stock perpetual futures kini bergantung pada pengadilan federal New York.

Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

1. Siapa yang menggugat CFTC?
Capital Markets Alliance, organisasi yang mewakili perusahaan keuangan tradisional dan didukung Cboe serta Citadel Securities.

2. Apa yang diminta dalam gugatan?
Pengadilan diminta membatalkan kebijakan CFTC yang membuka jalan bagi kontrak perpetual berbasis saham individu.

3. Apa itu stock perpetual futures?
Kontrak turunan tanpa tanggal kedaluwarsa yang mengikuti harga saham individu. Trader bisa membukanya dengan leverage selama margin mencukupi.

4. Apakah stock perps sudah bisa diperdagangkan di AS?
Belum ada kepastian. Bursa dan saham yang tersedia pada peluncuran belum diumumkan.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Proyek Crypto Ini Akan Shutdown, Segera Withdraw Aset Sebelum Terlambat
Proyek Crypto Ini Akan Shutdown, Segera Withdraw Aset Sebelum Terlambat

Daftar proyek crypto akan shutdown dan crypto withdrawal deadline 2026: NOON, Aster, Blur, Sophon, Abstract, CoinEx. Withdraw aset sebelum terlambat.

2026-11-04Baca