Cerebras Jadi Rival Nvidia, Bisnis Hardware AI Turun 23%

2026-08-13
Cerebras Jadi Rival Nvidia, Tapi Bisnis Hardware AI Justru Turun 23%.webp

Cerebras AI selama ini dikenal sebagai salah satu penantang paling berani Nvidia di pasar komputasi kecerdasan buatan. 

Alih-alih mengikuti pola industri yang menggabungkan banyak GPU, Cerebras membangun prosesor berukuran hampir satu wafer penuh melalui teknologi Wafer Scale Engine.

Namun, laporan keuangan kuartal kedua 2026 memperlihatkan paradoks menarik. 

Di tengah tingginya permintaan infrastruktur AI, pendapatan hardware Cerebras justru turun sekitar 23% secara tahunan menjadi US$54,1 juta. 

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, segmen tersebut menghasilkan sekitar US$70,3 juta. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti teknologi Cerebras kehilangan daya tarik. 

Justru, angka terbaru memperlihatkan bahwa model bisnis perusahaan semikonduktor AI ini mulai bergeser dari penjualan mesin secara langsung menuju penyediaan kapasitas komputasi AI melalui cloud.

Key Takeaways

  • Pendapatan bisnis hardware AI Cerebras turun 23% YoY menjadi US$54,1 juta pada Q2 2026, tetapi pendapatan cloud dan layanan melonjak menjadi sekitar US$126 juta.

  • Wafer Scale Engine tetap menjadi pembeda utama Cerebras vs Nvidia karena menggunakan satu wafer silikon besar sebagai prosesor AI terintegrasi.

  • Tantangan terbesar Cerebras bukan menghasilkan chip AI terbaru, tetapi mengubah permintaan dan backlog bernilai puluhan miliar dolar menjadi pendapatan nyata.

Hardware Cerebras Turun, tetapi Permintaan Komputasi AI Tidak Ikut Melemah
Cerebras Jadi Rival Nvidia, Tapi Bisnis Hardware AI Justru Turun 23% - image.webp

Sumber : Google Finance

Penurunan penjualan chip AI Cerebras terlihat kontras dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan. 

Pendapatan GAAP Cerebras mencapai sekitar US$180,1 juta pada Q2 2026, naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, core revenue mencapai US$209,9 juta, atau tumbuh 103% secara tahunan.

Mesin pertumbuhan utamanya bukan hardware fisik, melainkan cloud. 

Pendapatan GAAP cloud dan layanan lainnya mencapai US$126 juta, melonjak 281% YoY, sedangkan core cloud revenue naik 287% menjadi sekitar US$127,7 juta.

CEO Cerebras Andrew Feldman menjelaskan bahwa bisnis hardware cenderung tidak merata karena waktu pengiriman dan pengakuan pendapatan sangat bergantung pada kesiapan pelanggan. 

Salah satu hambatan praktisnya adalah tersedianya ruang dan infrastruktur data center untuk menampung sistem komputasi wafer-scale milik perusahaan.

Artinya, penurunan 23% tersebut lebih tepat dibaca sebagai masalah timing dan karakter penjualan sistem berskala besar daripada bukti bahwa permintaan AI secara keseluruhan runtuh.

Baca Juga : 5 Best AI Tokens for Crypto Futures Trading

Apa yang Membuat Wafer Scale Engine Berbeda dari GPU?

Kekuatan utama Cerebras AI berada pada pendekatan arsitekturnya. 

Nvidia dan sebagian besar industri menggunakan GPU individual yang kemudian dirangkai dalam cluster besar, sedangkan Cerebras mempertahankan wafer silikon berdiameter 300 mm sebagai sebuah prosesor raksasa.

Generasi WSE-3 yang digunakan dalam sistem CS-3 dibangun dengan proses 5 nanometer dan membawa lebih dari 4 triliun transistor. 

Cerebras merancang arsitektur tersebut untuk mengurangi perpindahan data yang biasanya menjadi bottleneck dalam pelatihan maupun inference model AI berskala besar.

Pendekatan inilah yang membuat teknologi Wafer Scale Engine menjadi alternatif menarik bagi perusahaan yang membutuhkan throughput tinggi dan inference berlatensi rendah.

Namun, teknologi unggul tidak selalu berarti produk lebih mudah dijual. 

Sistem wafer-scale membutuhkan ekosistem data center, pasokan daya, pendinginan, dan kapasitas deployment yang berbeda dari pembelian accelerator konvensional.

Baca Juga : Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?

Cerebras vs Nvidia: Rival Teknologi, tetapi Belum Rival dalam Skala

Label Nvidia rival terhadap Cerebras perlu dilihat dalam konteks teknologi, bukan ukuran bisnis.

Nvidia mencatat pendapatan Data Center sebesar US$62,3 miliar hanya pada kuartal keempat tahun fiskal 2026. 

Pendapatan Data Center setahun penuh bahkan mencapai US$193,7 miliar.

Skala tersebut masih jauh di atas Cerebras. Keunggulan Nvidia juga datang dari ekosistem software, jaringan developer, integrasi cloud, serta basis pelanggan yang jauh lebih luas.

Cerebras mengambil jalur berbeda. 

Alih-alih mencoba menjadi GPU kedua, perusahaan menawarkan arsitektur wafer-scale yang dirancang khusus untuk beban kerja AI berukuran besar dan inference berkecepatan tinggi.

Karena itu, pertarungan Cerebras vs Nvidia kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa memiliki chip paling cepat. 

Kemampuan menyediakan kapasitas secara konsisten dan membuat teknologi mudah dikonsumsi pelanggan melalui cloud dapat menjadi faktor yang sama pentingnya.

Perkembangan AI, semikonduktor, dan blockchain semakin saling terhubung dalam ekonomi digital. Jika kamu juga ingin mengenal pasar aset kripto, kamu dapat mendaftar di Bittime.

Backlog US$25,4 Miliar Membawa Peluang Sekaligus Tekanan

Salah satu angka terbesar dari laporan Cerebras justru berada di luar pendapatan kuartalan. 

Perusahaan melaporkan remaining performance obligations sekitar US$25,4 miliar, yang menggambarkan nilai kewajiban kontraktual yang diharapkan menjadi pendapatan pada periode mendatang.

Besarnya backlog tersebut menunjukkan permintaan yang kuat, tetapi kontrak belum sama dengan pendapatan yang sudah terealisasi.

Cerebras kini harus membangun kapasitas untuk memenuhi permintaan itu. 

Perusahaan menyatakan telah memiliki kontrak kapasitas data center sekitar 600 MW dan berencana meningkatkan kapasitas manufakturnya lebih dari sepuluh kali lipat sepanjang 2026.

Karena itulah perhatian investor bergeser dari sekadar kecanggihan chip AI Cerebras menuju kemampuan perusahaan mengeksekusi pembangunan infrastruktur.

Baca Juga : Saham NVIDIA vs NVDAX: Keunggulan Tokenized Stock di Bittime

Bisnis Hardware AI Turun 23% Bukan Berarti Cerebras Kehilangan Momentum

Angka penurunan hardware memang terlihat negatif jika berdiri sendiri. 

Namun, pertumbuhan cloud hampir empat kali lipat menunjukkan bahwa pelanggan mungkin semakin memilih mengakses kemampuan komputasi Cerebras sebagai layanan daripada membeli sistem secara langsung.

Perubahan ini berpotensi membuat Cerebras berkembang dari sekadar perusahaan semikonduktor AI menjadi penyedia infrastruktur komputasi AI.

Perusahaan juga menaikkan proyeksi core revenue 2026 menjadi US$880 juta-US$890 juta dan menargetkan pendapatan 2027 tumbuh lebih dari tiga kali lipat.

Dengan demikian, pertanyaan utama bukan apakah Cerebras mampu membuat chip AI cepat. 

Pertanyaannya adalah apakah teknologi tersebut bisa dikonversi menjadi kapasitas cloud, margin, dan pendapatan dengan skala yang cukup besar untuk menantang pemain mapan.

Baca Juga : 6 Tokenized Stock Paling Populer 2026, Ada Tesla hingga NVIDIA

bittime biaya withdrawal murah

Tertarik investasi saham global? Cek tokenized stock seperti TSLAX dan AAPLX di market Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu Cerebras AI?

Cerebras Systems adalah perusahaan komputasi AI yang mengembangkan sistem berbasis Wafer Scale Engine. Teknologi tersebut dirancang untuk menangani pelatihan dan inference model AI berskala besar dengan arsitektur yang berbeda dari GPU konvensional.

Mengapa bisnis hardware AI Cerebras turun 23%?

Pendapatan hardware Q2 2026 turun dari sekitar US$70,3 juta menjadi US$54,1 juta. Manajemen mengaitkan karakter penjualan hardware dengan jadwal deployment yang tidak merata serta kesiapan kapasitas data center pelanggan.

Apakah Cerebras benar-benar rival Nvidia?

Cerebras dapat disebut rival Nvidia dari sisi teknologi accelerator AI, tetapi ukuran bisnis dan ekosistem keduanya masih sangat berbeda. Nvidia memiliki skala pendapatan Data Center yang jauh lebih besar, sedangkan Cerebras mencoba membedakan diri melalui arsitektur wafer-scale.

Apa keunggulan teknologi Wafer Scale Engine?

Wafer Scale Engine mengintegrasikan kemampuan komputasi dalam satu wafer silikon besar sehingga dapat mengurangi kebutuhan perpindahan data antar-chip. WSE-3 membawa lebih dari 4 triliun transistor dan menjadi inti sistem Cerebras CS-3.

Apakah penurunan pendapatan hardware berarti bisnis Cerebras melemah?

Belum tentu. Hardware memang turun, tetapi pendapatan cloud dan layanan Cerebras tumbuh lebih dari 280% secara tahunan pada Q2 2026. Hal tersebut menunjukkan pusat pertumbuhan bisnis Cerebras mulai bergeser menuju penyediaan compute AI sebagai layanan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

WLFI Tunda Penjualan Token Resort Trump di Maldives, Ada Apa?
WLFI Tunda Penjualan Token Resort Trump di Maldives, Ada Apa?

WLFI menunda penjualan token resort Trump di Maldives. Ketahui alasan penundaan, mekanisme token RWA, serta dampaknya bagi strategi World Liberty Financial.

2026-08-14Baca