Bitcoin Naik Tajam: Apakah BTC Mengungguli Emas dan Saham?
2026-08-25
Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah mencatat Bitcoin rally sekitar 23% dalam sepekan hingga 21 Agustus 2026.
BTC bergerak dari kisaran US$60.000 pada awal Juli menuju sekitar US$78.000, sementara harga emas juga menguat dan pasar saham AS justru mencatat pelemahan mingguan.
Pergerakan ini menarik karena Bitcoin biasanya masih dianggap aset berisiko yang memiliki korelasi cukup tinggi dengan saham teknologi. Namun, dalam reli terbaru, perilaku BTC justru lebih menyerupai emas, terutama ketika kekhawatiran mengenai dolar AS, utang pemerintah, dan kondisi pasar obligasi meningkat.
Lantas, Bitcoin vs gold dan Bitcoin vs stocks, mana yang lebih unggul? Dan apakah Bitcoin naik hari ini merupakan awal tren baru atau hanya reli jangka pendek?
Key Takeaways
- BTC naik sekitar 23% dalam sepekan hingga 21 Agustus dan sekitar 30% sejak awal Juli, mencapai area US$78.000.
- Dalam periode yang sama, Bitcoin mengungguli emas dan indeks saham AS secara signifikan, tetapi volatilitas BTC tetap jauh lebih tinggi.
- Struktur reli terlihat lebih sehat karena porsi dana pinjaman atau leverage menurun, meski investor tetap perlu memantau arus ETF, dolar, yield obligasi, dan momentum harga.
Mengapa Bitcoin Naik Tajam pada Agustus 2026?
Salah satu pemicu utama BTC rally terbaru adalah perubahan sentimen terhadap kebijakan fiskal dan pasar obligasi AS.
Pada 19 Agustus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang.
Kebijakan tersebut awalnya menekan yield Treasury, sekaligus memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah lebih agresif untuk mengendalikan biaya pembiayaan utang.
Efeknya terasa pada aset yang sering dikaitkan dengan tema debasement trade, yaitu aset yang dianggap berpotensi mempertahankan nilai ketika kepercayaan terhadap mata uang fiat menurun. Bitcoin dan emas sama-sama mendapat aliran dana.
Namun, Bitcoin bergerak jauh lebih agresif.
Data historis menunjukkan BTC naik 7,27% pada 21 Agustus menjadi US$78.333,9 setelah naik 5,34% sehari sebelumnya. Pada 19 Agustus, BTC juga mencatat kenaikan 7,12%.
Dengan demikian, pertanyaan Bitcoin naik berapa persen bergantung pada periode pengukuran. Sejak awal Juli, kenaikannya sekitar 30%, sedangkan secara mingguan hingga 21 Agustus sekitar 23%.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Agustus 2026: Reli Tajam BTC Menuju Level Berapa?
Bitcoin vs Emas: BTC Mulai Bertindak Seperti Digital Gold?
Perbandingan Bitcoin vs emas menjadi semakin menarik karena keduanya menguat ketika dolar melemah dan kekhawatiran mengenai stabilitas fiskal AS meningkat.
Emas naik lebih dari 5% dalam sepekan dan mencapai sekitar US$4.600 per troy ounce. Pada saat yang sama, Bitcoin naik sekitar 23%.
Secara momentum, BTC jelas mengungguli emas.
Namun, keunggulan tersebut datang bersama risiko yang berbeda. Emas memiliki sejarah panjang sebagai aset lindung nilai dan cenderung memiliki volatilitas lebih rendah.
Bitcoin memiliki pasokan maksimum 21 juta koin dan dapat diperdagangkan secara global sepanjang waktu, tetapi pergerakan harganya jauh lebih ekstrem.
Data korelasi juga memberikan gambaran penting. Korelasi 20 hari Bitcoin dengan S&P 500 turun dari sekitar 0,43 menjadi mendekati nol, sedangkan korelasinya dengan emas naik di atas 0,5.
Ini menunjukkan bahwa untuk sementara Bitcoin vs gold bukan lagi sekadar narasi. Perilaku pasar memang mulai menyerupai hubungan antara BTC dan aset lindung nilai.
Tetapi, perubahan korelasi dalam satu atau beberapa pekan belum cukup untuk menyimpulkan Bitcoin telah sepenuhnya berubah menjadi emas digital. Dalam horizon satu tahun, BTC masih lebih menyerupai aset berisiko atau saham dibandingkan emas.
Bitcoin menunjukan pergerakan yang menguntungkan. Pantau terus perkembangan BTC dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.
Bitcoin vs Saham: Mengapa BTC Bisa Mengungguli Bursa?
Perbedaan antara Bitcoin vs stocks terlihat jelas pada pekan yang berakhir 21 Agustus.
Bitcoin melonjak sekitar 23%, sedangkan S&P 500 turun sekitar 1,4%. Emas naik sekitar 5,2%, sementara dolar AS melemah sekitar 0,8%.
Situasi ini penting karena Bitcoin sebelumnya sering diperdagangkan sebagai aset high beta terhadap saham teknologi. Ketika investor mengurangi eksposur terhadap saham berisiko, BTC sering ikut terkena tekanan.
Kali ini mekanismenya berbeda. Investor justru mengalihkan perhatian kepada aset yang memiliki karakteristik pasokan terbatas ketika kekhawatiran mengenai utang AS dan nilai dolar meningkat.
Selain faktor makro, sentimen positif dari industri kripto turut membantu. Optimisme mengenai regulasi aset digital AS, termasuk pembahasan CLARITY Act, serta arus dana ke ETF Bitcoin menjadi katalis tambahan.
Meski begitu, bukan berarti Bitcoin vs saham selalu menghasilkan pola yang sama. Saham memberikan eksposur terhadap perusahaan dengan pendapatan, laba, arus kas, dan aset produktif.
Bitcoin tidak memiliki arus kas seperti perusahaan sehingga valuasinya sangat bergantung pada permintaan pasar, kelangkaan, likuiditas, dan tingkat adopsi.
Baca Juga: Bitcoin Naik, Saham Coinbase hingga Strategy Ikut Terbang setelah Langkah Treasury AS
Apakah Reli Bitcoin Didukung Leverage atau Dana Baru?
Salah satu aspek paling positif dari harga Bitcoin naik kali ini adalah struktur pendanaannya.
Menurut analisis CryptoQuant, nilai dana yang berada di pasar Bitcoin meningkat dari sekitar US$20,6 miliar menjadi US$24,9 miliar sejak awal Juli. Namun, proporsi dana yang berasal dari pinjaman justru menurun setelah mencapai puncak pada 14 Agustus.
Artinya, kenaikan harga tidak sepenuhnya didorong oleh peningkatan leverage.
Ini penting karena reli berbasis leverage memiliki risiko likuidasi berantai. Ketika harga turun sedikit, posisi dengan utang dapat dipaksa ditutup sehingga memperbesar tekanan jual.
Sebaliknya, pembelian spot yang lebih dominan dapat membuat struktur reli relatif lebih kuat. Namun, ini bukan jaminan bahwa BTC akan terus naik.
Salah satu sinyal yang perlu diperhatikan adalah ketika harga mulai bergerak datar tetapi leverage kembali meningkat. Kombinasi tersebut dapat menjadi tanda bahwa trader mulai mengejar harga menggunakan dana pinjaman.

Source: Cryptoquant/Woominkyu
Apakah Bitcoin Akan Terus Naik?
Secara historis, lonjakan Bitcoin lebih dari 15% dalam satu pekan sering diikuti momentum positif. Data menunjukkan median return BTC setelah reli mingguan besar tersebut sekitar 4,6% dalam satu pekan, 8,1% dalam satu bulan, dan 21,6% dalam enam bulan.
Namun, statistik tersebut bukan prediksi.
Kondisi makro saat ini tetap kompleks. Yield Treasury jangka panjang masih tinggi, utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun, dan pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi serta arah kebijakan Federal Reserve.
Untuk BTC, area US$78.000 menjadi zona penting secara psikologis setelah reli tajam. Data 24 Agustus menunjukkan Bitcoin masih berada di sekitar US$77.000-78.000, meskipun mengalami konsolidasi setelah lonjakan sebelumnya
Jika arus dana spot tetap kuat dan Bitcoin mampu mempertahankan level tinggi tanpa lonjakan leverage, reli memiliki fondasi yang lebih sehat. Sebaliknya, penurunan tajam yang disertai peningkatan leverage dapat mengubah momentum dengan cepat.
Baca Juga: Krisis Utang AS Mengintai, Ray Dalio Pilih Bitcoin dan Emas
Bitcoin Unggul dalam Momentum, tetapi Belum Menggantikan Emas dan Saham
Jadi, apakah Bitcoin mengungguli emas dan saham?
Untuk periode terbaru, jawabannya ya dari sisi performa harga. BTC naik sekitar 23% dalam sepekan, dibandingkan kenaikan emas sekitar 5% dan pelemahan S&P 500 sekitar 1,4%.
Namun, performa jangka pendek tidak otomatis berarti Bitcoin merupakan aset yang lebih baik daripada emas atau saham.
Untuk saat ini, BTC naik dengan struktur yang relatif lebih sehat karena kenaikan dana pasar tidak diikuti peningkatan leverage. Itu menjadi salah satu alasan mengapa reli Bitcoin kali ini layak diperhatikan—bukan hanya karena harganya naik, tetapi karena cara kenaikannya terjadi.
Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/IDR dan BTC/USDT, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa penyebab Bitcoin naik tajam pada Agustus 2026?
Bitcoin naik karena kombinasi kebijakan Treasury AS terkait pembelian kembali obligasi jangka panjang, pelemahan dolar, meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai, sentimen regulasi kripto yang lebih positif, dan arus dana ke Bitcoin.
Bitcoin naik berapa persen pada reli terbaru?
Bitcoin naik sekitar 23% dalam sepekan hingga 21 Agustus 2026 dan sekitar 30% sejak awal Juli, ketika BTC berada di sekitar US$60.000.
Apakah Bitcoin sudah mengungguli emas?
Dalam reli terbaru, Bitcoin mengungguli emas secara persentase. BTC naik sekitar 23% dalam sepekan, sedangkan emas naik lebih dari 5%. Namun, Bitcoin memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi.
Apakah Bitcoin sekarang lebih mirip emas atau saham?
Dalam jangka pendek, Bitcoin menunjukkan karakter yang lebih mirip emas karena korelasinya dengan emas meningkat sementara korelasi 20 harinya dengan S&P 500 turun mendekati nol. Namun, dalam jangka lebih panjang, BTC masih cenderung lebih berkorelasi dengan aset berisiko.
Apakah Bitcoin akan terus naik?
Belum dapat dipastikan. Struktur reli yang lebih banyak didukung pembelian spot menjadi sinyal positif, tetapi investor tetap perlu memantau leverage, arus ETF, dolar AS, yield Treasury, dan kemampuan BTC mempertahankan level harga tinggi.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



