Brad Garlinghouse Ripple Buka Suara Usai Pertemuan CFTC dan White House
2026-08-24
Tujuh tahun lalu, Brad Garlinghouse menulis surat terbuka untuk Kongres AS, mendesak lahirnya aturan main yang jelas bagi industri kripto. Pekan ini, CEO Ripple itu akhirnya duduk satu meja dengan Presiden Trump di White House, lalu lanjut bergabung dalam rapat perdana Innovation Advisory Committee milik CFTC.
Dua momen berturut-turut itu ia sebut sebagai titik terdekat industri kripto menuju kepastian regulasi yang selama ini ia perjuangkan.
Garlinghouse pun buka suara usai kedua pertemuan tersebut, dan pernyataannya soal masa depan XRP serta arah regulasi Ripple di Amerika Serikat layak disimak pelaku pasar kripto Tanah Air.
Key Takeaways
- Brad Garlinghouse menghadiri pertemuan White House bersama Presiden Trump dan rapat perdana CFTC Innovation Advisory Committee dalam rentang dua hari beruntun.
- CEO Ripple menegaskan aturan kripto lama sudah tidak lagi memadai, dan seluruh pihak — termasuk perwakilan keuangan tradisional — sepakat soal hal itu.
- RUU CLARITY Act disebut sebagai kunci kepastian regulasi yang paling dekat pernah dicapai industri kripto AS sejak surat terbuka Garlinghouse pada 2019.
Dua Hari Penuh Momentum: dari White House ke CFTC
Rabu, 19 Agustus 2026, Presiden Donald Trump mengumpulkan para petinggi industri kripto di White House. Selain Garlinghouse, hadir juga CEO Coinbase Brian Armstrong, co-CEO Kraken Arjun Sethi, CEO Robinhood Vlad Tenev, hingga pendiri Gemini Tyler dan Cameron Winklevoss.
Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig turut mendampingi, begitu pula sejumlah bos bursa tradisional seperti Nasdaq dan Intercontinental Exchange.
Menurut laporan CoinDesk, Trump secara terbuka mendesak Kongres untuk segera mengesahkan versi RUU Digital Asset Market Clarity Act yang adil bagi semua pihak, dengan alasan regulasi ini akan menjaga Amerika Serikat tetap unggul dari China dan negara lain di ranah aset digital.
Sehari setelahnya, giliran Garlinghouse yang menyampaikan sikapnya lewat unggahan di X. Ia menyebut senang bisa kembali ke White House, dan menyoroti fakta bahwa satu dari empat warga Amerika kini memiliki aset kripto — bukti bahwa industri ini bukan lagi sekadar fenomena pinggiran, melainkan sudah jadi bagian nyata dari basis pemilih AS.
Kalau kamu ingin ikut mengamankan posisi di pasar sebelum arah regulasi ini semakin jelas, kamu bisa mulai eksplorasi aset kripto lewat platform yang aman dan berizin OJK dengan daftar akun Bittime terlebih dahulu.
"Olympic Rules of Crypto": Isi Rapat Perdana CFTC Innovation Advisory Committee
Sehari usai acara White House, tepatnya Kamis, 20 Agustus 2026, giliran CFTC yang menggelar rapat perdana Innovation Advisory Committee (IAC) — komite baru yang dibentuk awal 2026 sebagai pengganti Technology Advisory Committee lama. Garlinghouse menjulukinya "Olympic rules of crypto", istilah yang menggambarkan skala dan keseriusan komite ini.
Rapat yang berlangsung tiga jam ini diketuai Walt Lukken, CEO Futures Industry Association, dengan Ketua CFTC Michael Selig sebagai sponsor dan Michael Passalacqua sebagai Designated Federal Officer. Total ada 43 anggota, termasuk bos-bos Coinbase, Kraken, Gemini, OKX, Solana Labs, hingga eksekutif CME dan Nasdaq.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!
Agendanya terbagi tiga sesi: regulasi kripto, kecerdasan buatan, dan pasar prediksi (prediction markets).
Menurut Coinpedia, dalam sambutannya Selig menyebut industri sudah "melewati titik tak kembali" dan kini berada di ambang babak baru dunia keuangan — pertanyaannya bukan lagi apakah blockchain dan AI akan mengubah sektor keuangan, tapi di mana inovasi itu akan terjadi dan siapa yang menulis aturannya.
Usai rapat ini pula Garlinghouse menyampaikan pernyataan keduanya: seluruh pihak yang terlibat, termasuk perwakilan keuangan tradisional, sepakat bahwa aturan tertulis yang berlaku saat ini adalah produk era yang berbeda dan sudah tidak lagi cukup — baik untuk kebutuhan bisnis maupun inovasi.
Tak semua pihak menyambut positif. Lembaga pengawas Better Markets mempertanyakan independensi IAC, mencatat bahwa lebih dari 70% pemilih AS justru menilai industri kripto lebih menguntungkan orang dalam, kriminal, dan penipu — sementara anggota komite ini banyak berasal dari industri yang seharusnya mereka awasi.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
RUU CLARITY Act: Alasan Ripple dan Industri Kripto Terus Mendesak Kongres
Semua momentum ini bermuara pada satu isu: RUU CLARITY Act. Regulasi ini akan menentukan klasifikasi aset kripto secara federal — mana yang masuk kategori "digital commodity" di bawah pengawasan CFTC, dan mana yang tetap dianggap sekuritas di bawah SEC.
RUU ini sudah lolos di DPR AS sejak Juli 2025, tapi mandek di Senat karena perdebatan seputar ketentuan etika, stablecoin rewards, dan tokenized equities. Voting prosedural pertama di Senat dijadwalkan 15 September 2026, dan menurut CNBC, kegagalan di tahap ini berpotensi membuat peluang pengesahan RUU tahun 2026 nyaris tertutup.
Bagi Ripple, kejelasan status hukum XRP dan aset digital lain adalah kepentingan langsung. Garlinghouse mengaitkan momentum ini dengan surat terbukanya kepada Kongres pada 2019, yang saat itu mendesak lahirnya aturan yang lebih jelas bagi industri kripto.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Tujuh tahun berselang, ia menilai industri belum pernah sedekat ini dengan kepastian regulasi tersebut — berkat dukungan pemerintahan Trump, sosok seperti Selig di CFTC, dan sejumlah anggota Kongres yang berani mendorong perubahan.
Momentum politik ini juga tercermin di pasar. CoinDesk dan CNBC mencatat harga Bitcoin dan aset kripto lain, termasuk XRP, ikut bergairah dalam beberapa hari terakhir seiring optimisme investor terhadap kemajuan RUU ini — meski pelaku pasar tetap mewanti-wanti bahwa hasil voting Senat pada September nanti masih jadi penentu arah sesungguhnya.
Baca Juga: Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya
Kesimpulan
Dua hari beruntun di Washington DC — pertemuan White House dan rapat perdana CFTC Innovation Advisory Committee — menjadi momen penting bagi Brad Garlinghouse dan industri kripto secara luas.
Pernyataannya menegaskan bahwa aturan lama sudah tidak relevan, sementara harapan besar kini tertuju pada RUU CLARITY Act yang akan diuji lewat voting Senat pada 15 September 2026. Bagi Ripple dan pemegang XRP, hasil dari rangkaian peristiwa ini akan sangat menentukan arah regulasi kripto Amerika Serikat ke depan.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa isi pernyataan Brad Garlinghouse usai pertemuan White House dan CFTC?
Garlinghouse menyebut kripto kini bukan industri pinggiran, dan menegaskan seluruh pihak—termasuk keuangan tradisional—sepakat bahwa aturan lama sudah tidak relevan untuk kondisi pasar saat ini.
Apa itu CFTC Innovation Advisory Committee?
Komite ini adalah badan penasihat baru CFTC yang beranggotakan 43 eksekutif industri kripto, AI, dan pasar prediksi, dibentuk untuk membahas arah regulasi teknologi keuangan terbaru.
Kenapa RUU CLARITY Act penting bagi Ripple dan XRP?
RUU ini akan menentukan status hukum XRP dan aset kripto lain sebagai komoditas digital atau sekuritas, yang berdampak langsung pada kejelasan operasional Ripple di AS.
Kapan RUU CLARITY Act akan divoting di Senat?
Voting prosedural pertama dijadwalkan pada 15 September 2026, dan hasilnya akan menentukan peluang pengesahan RUU ini sepanjang tahun 2026.
Apakah pertemuan ini berdampak ke harga XRP?
Ya, harga Bitcoin dan sejumlah aset kripto lain termasuk XRP ikut bergairah seiring optimisme pasar terhadap kemajuan regulasi, meski hasil voting Senat masih jadi penentu utama.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



