Bitcoin & Quantum Computing: Mengapa Komunitas BTC Tolak Ini Jadi Alasan Price Slump?
2026-01-23
Bittime - Isu Bitcoin quantum computing kembali mencuat saat harga BTC melemah dalam beberapa sesi terakhir. Narasi ini cepat menyebar, seolah teknologi komputasi kuantum sudah begitu dekat untuk meretas kriptografi Bitcoin.
Namun, di tengah tekanan harga dan volatilitas yang meningkat, komunitas justru mengambil jarak. Bagi banyak holder Bitcoin lawas, mengaitkan koreksi harga dengan ancaman kuantum dinilai terlalu dini dan cenderung menyesatkan.
Diskusi tentang penyebab harga Bitcoin turun memang tak pernah tunggal. Dari arus likuidasi derivatif hingga perubahan sentimen makro, pasar kripto punya banyak variabel yang lebih nyata dampaknya dibanding spekulasi teknologi yang masih berada di fase riset.
Penolakan komunitas terhadap narasi kuantum bukan tanpa alasan, melainkan berangkat dari pemahaman teknis dan sejarah adaptasi Bitcoin.
Poin Penting
- Isu quantum computing kembali dikaitkan dengan pelemahan harga BTC
- Komunitas Bitcoin menilai ancaman kuantum masih jauh dari praktik
- Tekanan harga lebih dipengaruhi faktor pasar dan likuiditas
- Protokol Bitcoin dinilai adaptif terhadap risiko teknologi
- Narasi kuantum cenderung memperkuat sentimen takut jangka pendek
Mengapa Quantum Computing Kembali Disorot?
Setiap kali harga BTC terkoreksi tajam, pasar mencari cerita besar. Tahun ini, quantum computing BTC price menjadi judul yang mudah memancing perhatian. Beberapa laporan media menyoroti kemajuan riset komputasi kuantum dan mengaitkannya dengan potensi ancaman terhadap algoritma kriptografi lama.
Namun, para pengembang Bitcoin dan kriptografer menekankan satu hal penting. Mesin kuantum yang mampu memecahkan ECDSA dalam skala jaringan Bitcoin belum eksis.
Bahkan dengan kemajuan terbaru, teknologi ini masih menghadapi kendala stabilitas, biaya, dan skala. Bagi komunitas, isu kuantum lebih relevan sebagai diskusi jangka panjang, bukan pemicu langsung pergerakan harga harian.

Baca Juga: Apa Itu Midnight (NIGHT)? The Architecture of Freedom is Rational Privacy
Sikap Komunitas Bitcoin terhadap Narasi Quantum
Penolakan Bitcoin komunitas menolak quantum sebagai kambing hitam penurunan harga lahir dari pengalaman panjang menghadapi FUD. Sejak satu dekade lalu, Bitcoin berulang kali disebut akan mati oleh berbagai alasan teknis, regulasi, hingga energi. Nyatanya, jaringan terus bertahan dan berevolusi.
Komunitas juga menilai bahwa protokol Bitcoin bersifat fleksibel. Jika ancaman kuantum benar benar mendekat, perubahan algoritma kriptografi bukan hal mustahil.
Sejarah pembaruan seperti SegWit dan Taproot menjadi contoh bahwa konsensus bisa tercapai ketika ada urgensi nyata. Karena itu, menyamakan koreksi harga jangka pendek dengan ancaman eksistensial dianggap berlebihan.
Baca Juga: Kasus Timothy Ronald Trending, Ini yang Perlu Diketahui
Faktor Nyata di Balik Bitcoin Price Decline 2026

Data harga terbaru dari CoinMarketCap menunjukkan BTC bergerak dalam kisaran konsolidasi di bawah level psikologis $90.000 pada pertengahan Januari 2026, dengan beberapa tekanan turun dalam periode 30–90 hari terakhir.
Menurut statistik di CoinMarketCap, harga BTC diperdagangkan sekitar $89.958 dengan penurunan volatilitas harian serta beberapa tekanan dalam jangka menengah, termasuk koreksi lebih dari 18% dalam periode 90 hari terakhir.
Selain itu, data CoinMarketCap mencatat bahwa dalam 24 jam terakhir BTC sempat mengalami tekanan turun sekitar 0,6% dan terkoreksi sekitar 1,61% dalam jangka 30 hari, mencerminkan fase pasar yang sideways dengan sentimen hati hati.
Grafik pasar juga menunjukkan bahwa BTC belum berhasil bertahan kuat di atas ambang $90.000 secara konsisten, dan terus bergulat di zona konsolidasi $87.000–$91.500 pada awal 2026.
Tren ini penting karena menggambarkan bahwa koreksi harga Bitcoin saat ini lebih berakar pada dinamika pasar seperti likuiditas, tekanan makro, dan faktor teknikal, bukan lonceng alarm langsung dari ancaman quantum computing.
Dengan kata lain, data penurunan harga dari sumber terpercaya seperti CoinMarketCap menguatkan argumen komunitas bahwa tekanan pasar BTC pada awal 2026 bukan terutama akibat kekhawatiran teknologi kuantum seperti sering diperdebatkan di luar sana.
Baca Juga: Simulasi Cicil Emas 2026: Contoh Perhitungan & Tips Sebelum Mulai
Kesimpulan
Isu Bitcoin quantum computing memang menarik, tetapi menjadikannya alasan utama price slump saat ini tidak sejalan dengan fakta pasar. Komunitas BTC menilai koreksi harga lebih dipicu oleh faktor likuiditas, sentimen, dan struktur teknikal.
Sementara itu, ancaman kuantum tetap berada di ranah diskusi jangka panjang yang sudah diantisipasi pengembang. Bagi pasar, memisahkan risiko nyata dan narasi sensasional menjadi kunci membaca arah Bitcoin ke depan.
Baca Juga: Venezuela Punya Cadangan Bitcoin Rp1.000 Triliun: Potensi Dampak ke Pasar Kripto Global
FAQ
Apakah quantum computing benar benar mengancam Bitcoin saat ini?
Belum. Teknologi yang mampu meretas kriptografi Bitcoin secara praktis masih jauh dari realisasi.
Mengapa harga Bitcoin turun belakangan ini?
Tekanan harga lebih dipengaruhi likuidasi derivatif, sentimen makro, dan faktor teknikal.
Apakah Bitcoin bisa beradaptasi jika ancaman kuantum nyata?
Ya. Protokol Bitcoin dapat diperbarui melalui konsensus komunitas jika diperlukan.
Mengapa isu quantum sering muncul saat harga turun?
Narasi besar cenderung muncul ketika pasar mencari penjelasan atas volatilitas.
Apakah penurunan harga ini bersifat jangka panjang?
Belum tentu. Seperti siklus sebelumnya, koreksi sering menjadi bagian dari dinamika pasar Bitcoin.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




