Apa itu Peer-to-Peer (P2P) dalam Kripto? Cara Kerja, Biaya, dan Risikonya
2026-02-25
Peer-to-peer (P2P) adalah salah satu metode paling populer untuk membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung antar pengguna tanpa perantara sebagai penjual.
Dalam dunia kripto, sistem ini memungkinkan seseorang membeli aset seperti USDT, Bitcoin, atau Ethereum langsung dari orang lain, sementara platform exchange hanya bertindak sebagai penjamin keamanan transaksi, bukan pihak yang menjual aset.
Metode P2P semakin banyak digunakan karena memberikan fleksibilitas lebih tinggi, terutama di negara yang memiliki keterbatasan akses perbankan atau biaya gateway yang mahal.
Selain itu, banyak trader memanfaatkan P2P untuk menghemat biaya, melakukan penarikan dana, bahkan menghasilkan keuntungan dari selisih harga. Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!
Key Takeaways
- Peer-to-peer (P2P) adalah sistem transaksi langsung antar pengguna tanpa exchange sebagai penjual, dengan escrow sebagai pengaman.
- P2P sering digunakan untuk membeli, menjual, atau menarik crypto dengan biaya lebih rendah dan fleksibilitas lebih tinggi.
- Meski menguntungkan, P2P memiliki risiko seperti penipuan, kesalahan transfer, dan potensi pembatasan rekening bank.
Apa itu Peer-to-Peer (P2P)?

Sumber Gambar: Flaticon
Secara sederhana, peer-to-peer (P2P) adalah transaksi langsung antara dua individu tanpa perantara utama.
Dalam konteks cryptocurrency, P2P memungkinkan pembeli dan penjual bertemu melalui platform exchange, lalu melakukan transaksi satu sama lain.
Exchange hanya menyediakan:
- Platform untuk menemukan penjual atau pembeli.
- Sistem escrow untuk mengamankan crypto.
- Mekanisme penyelesaian sengketa.
Namun, uang fiat seperti rupiah atau dolar dikirim langsung antar pengguna melalui transfer bank, e-wallet, transfer digital lainnya. Artinya, exchange bukan pihak yang menjual crypto, melainkan hanya sebagai perantara keamanan.
Baca Juga: Apa itu Seeker (SKR)? Token Solana Mobile
Perbedaan Beli Kripto Melalui P2P dan Exchange
Ada dua cara utama membeli crypto:
Melalui Fiat Gateway
Cara ini adalah fitur seperti āBuy Cryptoā di exchange.
Ciri-cirinya:
- Exchange atau partner menjadi penjual.
- Proses cepat dan otomatis.
- Biaya biasanya sudah termasuk dalam harga.
Melalui P2P
Ciri-cirinya:
- Penjual adalah pengguna lain.
- Harga ditentukan oleh individu.
- Transfer uang dilakukan langsung.
Perbandingan utama:
1. Counterparty: gateway = perusahaan, P2P = individu
2. Biaya: gateway biasanya lebih mahal, P2P lebih fleksibel
3. Kecepatan: keduanya cepat, tergantung respons penjual
4. Risiko: gateway lebih teknis, P2P melibatkan faktor manusia
Untuk jumlah kecil, perbedaannya mungkin tidak terasa. Namun untuk transaksi besar, selisih harga kecil bisa menghasilkan penghematan atau keuntungan signifikan.
Baca Juga: Apa itu Meteora (MET)? Teknologi, Fungsi, Tokenomics, dan Harga
Cara Kerja Peer-to-Peer (P2P)
Salah satu elemen penting dalam P2P adalah escrow, yaitu sistem penguncian crypto sementara sampai pembayaran selesai.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Penjual Membuat Penawaran: Penjual menentukan jumlah crypto, harga, dan metode pembayaran.
2. Pembeli Memilih Penawaran: Pembeli memilih penawaran sesuai kebutuhan.
3. Crypto Dikunci di Escrow: Exchange akan mengunci crypto milik penjual agar tidak bisa digunakan selama transaksi berlangsung.
4. Pembeli Mengirim Uang: Pembeli mengirim uang langsung ke rekening penjual.
5. Crypto Dilepas: Setelah pembayaran dikonfirmasi, crypto dilepas ke akun pembeli.
Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 15 menit, tergantung kecepatan transfer dan respons penjual.
Manfaat Menggunakan Peer-to-Peer (P2P)
P2P bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi metode utama bagi banyak pengguna crypto.
Beberapa alasan utamanya:
1. Menghindari Biaya Mahal: Biaya gateway sering lebih tinggi karena termasuk fee tambahan.
2. Akses Lebih Mudah: Beberapa bank tidak mendukung transaksi langsung ke exchange, sehingga P2P menjadi solusi.
3. Mendukung Mata Uang Lokal: P2P memungkinkan transaksi menggunakan mata uang lokal.
4. Penarikan Dana Lebih Fleksibel: Banyak orang menggunakan P2P untuk menarik crypto menjadi uang tunai.
5. Transaksi Jumlah Besar: Trader besar sering memilih P2P karena selisih harga bisa menghemat banyak biaya.
Baca Juga: Apa itu Conway Research (CONWAY)? Calon Tren Web 4.0
Biaya Peer-to-Peer (P2P)
Secara teknis, exchange sering tidak mengenakan biaya langsung pada P2P. Namun keuntungan berasal dari spread, yaitu selisih harga beli dan jual.
Contoh:
Harga pasar USDT = Rp15.000
Penjual menawarkan = Rp15.150
Selisih = Rp150 per USDT
Jika menjual 10.000 USDT, keuntungan kotor bisa mencapai Rp1.500.000.
Inilah dasar dari bisnis P2P arbitrage.
Baca Juga: Apa itu Stablecoin USAT? Fitur, Tokenomics, Harga, dan Cara Beli USAT
Cara Menghasilkan Uang dari P2P
Banyak orang menggunakan P2P bukan hanya untuk transaksi, tetapi juga sebagai sumber penghasilan.
1. Arbitrase Harga: Membeli crypto saat harga rendah dan menjual saat harga lebih tinggi.
2. Menjadi Merchant P2P: Merchant menyediakan likuiditas dan mendapatkan profit dari spread.
3. Memanfaatkan Perbedaan Permintaan: Harga bisa berbeda tergantung waktu dan kondisi pasar.
4. Volume Trading Tinggi: Semakin besar volume, semakin besar potensi keuntungan. Namun ini membutuhkan modal cukup besar, rekening bank stabil, dan manajemen risiko.
Baca Juga: Apa itu Bitway (BTW)? Fitur Utama dan Utilitas Token
Risiko Menggunakan P2P
Meskipun aman, P2P tetap memiliki risiko.
1. Risiko Kesalahan Transfer: Jika salah kirim uang, proses pengembalian bisa sulit.
2. Penjual Tidak Responsif: Transaksi bisa tertunda jika penjual offline.
3. Penipuan di Luar Platform: Jika transaksi dilakukan di luar escrow, risiko kehilangan dana sangat tinggi.
4. Pemblokiran Rekening Bank: Transaksi crypto yang sering dapat memicu pembatasan bank.
5. Volatilitas Harga: Harga crypto bisa berubah selama transaksi berlangsung.
Karena itu, selalu gunakan platform resmi dan escrow.
Baca Juga: Apa itu Aztec Network (AZTEC)? Layer 2 Ethereum yang Fokus pada Privasi
Tips Aman Menggunakan P2P
Beberapa tips penting:
- Pilih penjual dengan rating tinggi.
- Gunakan escrow exchange.
- Jangan kirim uang di luar platform.
- Periksa detail pembayaran dengan teliti.
- Pilih penjual yang sedang online.
Langkah sederhana ini bisa mengurangi risiko secara signifikan.
Baca Juga: Apa itu CLAWNCH? Meme Token Berbasis Narasi di Ekosistem Base
Kesimpulan
Peer-to-peer (P2P) adalah sistem transaksi crypto langsung antar pengguna dengan exchange sebagai penjamin keamanan melalui escrow. Metode ini memberikan fleksibilitas tinggi, biaya lebih rendah, dan akses lebih mudah dibanding gateway tradisional.
Selain untuk membeli dan menjual crypto, P2P juga bisa menjadi peluang bisnis melalui arbitrase harga.
Namun, pengguna harus memahami cara kerja dan risiko seperti kesalahan transfer atau pembatasan rekening bank. Jika digunakan dengan benar dan hati-hati, P2P adalah salah satu metode paling efektif untuk masuk dan keluar dari pasar crypto.
FAQ
Apa itu peer-to-peer (P2P) dalam crypto?
P2P adalah metode jual beli cryptocurrency langsung antar pengguna tanpa exchange sebagai penjual, dengan escrow sebagai pengaman.
Apakah P2P aman digunakan?
Ya, selama menggunakan platform resmi dan tidak melakukan transaksi di luar escrow.
Apa keuntungan menggunakan P2P?
Biaya lebih rendah, fleksibel, mendukung mata uang lokal, dan bisa digunakan untuk menarik dana.
Apakah bisa menghasilkan uang dari P2P?
Bisa, biasanya melalui arbitrase harga atau menjadi merchant yang mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Berapa lama transaksi P2P biasanya selesai?
Biasanya antara 2 hingga 15 menit, tergantung kecepatan transfer dan konfirmasi penjual.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



