Apa Itu Degen Trading? Gaya Trading Crypto dengan Risiko Tinggi
2026-05-19
Bittime - Apa itu degen trading? Secara sederhana, degen trading adalah gaya trading crypto yang sangat agresif dan spekulatif, biasanya dilakukan demi mengejar keuntungan besar dalam waktu cepat, meskipun risikonya sangat tinggi.
Pernah melihat seseorang di media sosial memamerkan profit ratusan persen dalam hitungan jam? Atau trader yang berani memasukkan hampir seluruh modal ke meme coin yang baru lahir beberapa menit lalu?
Fenomena ini semakin umum di komunitas crypto. Istilahnya: degen trading.
3 Poin Penting
Degen trading adalah gaya trading agresif – Fokus pada profit cepat dengan risiko ekstrem. Biasanya pada meme coin, token baru, atau leverage tinggi.
Ciri trader degen mudah dikenali – Masuk coin baru launch, pakai leverage besar, trading karena FOMO atau hype komunitas.
Risiko sangat tinggi – Rug pull, liquidation, overtrading, hingga dampak mental seperti stres dan burnout.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu Degen Trading?
Kata "degen" berasal dari "degenerate". Dalam bahasa umum, artinya negatif, perilaku berlebihan atau tidak sehat. Namun di komunitas crypto, maknanya berubah.
Degen menjadi slang untuk trader yang berani mengambil risiko ekstrem demi profit besar dalam waktu singkat.
Ciri degen trading secara lengkap: gaya trading crypto yang sangat agresif, biasanya dilakukan dengan:
- Masuk ke coin yang baru launch
- Trading meme coin berisiko tinggi
- Menggunakan leverage besar (25x, 50x, bahkan 100x)
- Masuk market tanpa analisis fundamental
- Mengejar hype sebelum terlambat
Budaya ini berkembang pesat karena market crypto memang berbeda dari market tradisional. Harga bisa naik ribuan persen dalam sehari, lalu jatuh ke hampir nol beberapa jam kemudian.
Situasi seperti ini menciptakan mentalitas: "kalau terlambat masuk, kesempatan hilang."
Kenapa Banyak Trader Crypto Jadi Degen?

Fenomena degen trading tidak muncul begitu saja. Ada beberapa penyebab utama:
1. FOMO (fear of missing out)
Melihat trader lain profit besar dari meme coin menciptakan dorongan emosional untuk ikut masuk. Di media sosial, profit sering dipamerkan. Kerugian jarang diperlihatkan.
2. Budaya Meme Coin
Market crypto dipenuhi token berbasis komunitas dan internet culture. Banyak trader membeli aset bukan karena teknologi, tetapi karena viralitas.
3. Ritme Market yang Sangat Cepat
Dulu tren bisa bertahan berbulan-bulan. Sekarang, hype baru bisa muncul dan hilang dalam hitungan jam.
4. Efek Psikologis.
Profit besar dalam waktu singkat menghasilkan dopamine.
Trader ingin mengulang sensasi tersebut lagi dan lagi. Tanpa sadar, mereka masuk ke mode degen.
Ciri-Ciri Degen Trader di Crypto
Meski tidak ada definisi resmi, pola perilaku degen trader cukup mudah dikenali.
1. Masuk ke Coin Baru Launch
Mereka sengaja mencari token dengan market cap kecil karena percaya potensi kenaikannya besar. Risiko: banyak token baru tidak punya likuiditas kuat atau tim yang jelas.
2. Menggunakan Leverage Tinggi
Leverage 25x, 50x, atau 100x memang memperbesar potensi profit. Tapi semakin tinggi leverage, semakin kecil toleransi kesalahan. Pergerakan harga kecil bisa langsung menyebabkan liquidation.
3. Keputusan Trading Dipengaruhi Hype
Entry bukan karena analisis, tetapi karena influencer membahas token atau komunitas ramai mengatakan akan "to the moon".
4. Sulit Mengambil Profit
Saat harga naik, trader terus menahan posisi karena yakin bisa lebih tinggi. Akhirnya market berbalik dan profit hilang.
Baca juga : Apa Itu FOMO dalam Dunia Cryptocurrency dan Tips Menghindarinya
Risiko Besar Degen Trading yang Jarang Dibahas
Di media sosial, degen trading terlihat menyenangkan. Tapi ada sisi gelapnya.
Rug pull: Developer token tiba-tiba menghilangkan likuiditas setelah harga naik. Trader yang terlambat keluar tidak bisa menjual asetnya.
Liquidation: Leverage tinggi membuat modal habis dalam detik saat market bergerak melawan posisi.
Exit liquidity: Trader retail membeli di harga tinggi, sementara whale menjual di saat yang sama. Pemula tanpa sadar menanggung kerugian.
Dampak mental: Tekanan market menyebabkan burnout, stres, overtrading, keputusan impulsif, dan gangguan emosional.
Ironisnya, profit besar justru kadang menjadi awal masalah.
Trader yang menang besar merasa sudah memahami market sepenuhnya. Padahal bisa jadi hanya keberuntungan.
Apa Bedanya Degen Trader dan Trader Profesional?
Trader profesional fokus pada manajemen risiko sebelum memikirkan profit. Mereka umumnya punya:
- Batas kerugian (stop loss)
- Ukuran posisi yang jelas
- Target profit realistis
- Strategi entry dan exit
- Kontrol emosi
Degen trader sering membuat keputusan berdasarkan dorongan sesaat. Saat market hijau, mereka merasa harus segera masuk.
Saat market turun, mereka menambah posisi tanpa perhitungan.
Namun ada istilah "smart degen", trader yang tetap agresif tapi masih punya kontrol risiko. Mereka tahu kapan masuk, kapan keluar, dan berani cut loss.
Artinya, trading agresif tidak selalu buruk.
Yang berbahaya adalah trading tanpa kontrol, tanpa strategi, dan tanpa memahami risiko.
Baca juga: Cara Trading Crypto untuk Pemula dari Nol sampai Paham
Apakah Degen Trading Selalu Buruk?
Tidak selalu. Market crypto lahir dari lingkungan penuh risiko dan inovasi cepat. Banyak peluang besar muncul justru karena ada yang berani mengambil langkah lebih awal.
Perbedaannya terletak pada cara mengelola risiko.
Trader yang bertahan lama memahami bahwa market crypto sangat tidak pasti.
Tidak semua peluang harus diambil. Tidak semua hype layak diikuti.
Edukasi tetap menjadi faktor paling penting. Semakin seseorang memahami market, semakin kecil kemungkinan terjebak keputusan emosional.
Mereka tidak mudah FOMO hanya karena melihat profit trader lain.
Baca juga : Belajar Crypto dari Nol: Panduan Lengkap dan Mudah untuk Pemula
Kesimpulan
Apa itu degen trading? Gaya trading crypto paling agresif dan berisiko tinggi. Degen trader biasanya masuk ke coin baru, menggunakan leverage besar, dan trading berdasarkan FOMO atau hype komunitas.
Gaya trading crypto berisiko tinggi ini bisa menghasilkan profit besar.
Tapi risikonya juga sangat besar: rug pull, liquidation, kehilangan modal cepat, hingga tekanan mental.
Ciri trader degen mudah dikenali: sulit mengambil profit, keputusan impulsif, dan terbawa emosi saat market bergerak.
Jika kamu ingin tetap agresif tapi lebih terkontrol, pelajari manajemen risiko.
Gunakan stop loss.
Jangan FOMO. Dan ingat: tidak semua hype layak diikuti.
Sebagai penutup, trading crypto tetap memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum membeli aset apapun.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di OJK, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Apa arti degen dalam crypto?
Degen adalah slang dari "degenerate", trader dengan gaya trading agresif dan berisiko tinggi.
Apa itu degen trading?
Gaya trading crypto yang fokus mengejar profit cepat melalui aset atau strategi berisiko tinggi seperti meme coin dan leverage.
Kenapa trader crypto disebut degen?
Karena mereka berani mengambil risiko ekstrem, masuk token viral, pakai leverage tinggi, atau trading berdasarkan hype komunitas.
Apa risiko terbesar degen trading?
Rug pull, liquidation futures, kehilangan modal cepat, dan tekanan mental akibat trading emosional.
Apakah meme coin identik dengan degen trading?
Ya, meme coin sering dikaitkan dengan budaya degen karena volatilitas tinggi dan banyak trader masuk hanya karena hype.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



