Ansem Soroti Cadangan Stablecoin, Apakah Pasar Kripto Siap Reli?

2026-08-12
Ansem Soroti Cadangan Stablecoin, Apakah Pasar Kripto Siap Reli.webp

Cadangan stablecoin kembali menjadi perhatian setelah trader kripto Ansem menyoroti besarnya likuiditas yang masih berada di luar aset berisiko. 

Dana yang tersimpan dalam stablecoin dapat menjadi sumber buying power crypto apabila pemiliknya memutuskan kembali membeli Bitcoin, Ethereum, atau altcoin.

Pandangan tersebut menarik karena stablecoin saat ini memegang porsi besar dalam ekosistem aset digital. 

Data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar seluruh stablecoin berada di kisaran US$302 miliar, atau sekitar 13,3% dari total kapitalisasi pasar kripto. 

USDT dan USDC masih menjadi dua pemain dominan dengan kapitalisasi masing-masing sekitar US$183 miliar dan US$72 miliar.

Namun, apakah besarnya cadangan stablecoin otomatis menjadi tanda bahwa reli kripto sudah dekat?

Key Takeaways

  • Ansem melihat besarnya stablecoin reserves sebagai potensi likuiditas yang dapat kembali mengalir ke aset kripto.

  • USDT dan USDC menyediakan buying power besar, tetapi keberadaan stablecoin saja tidak menjamin Bitcoin rally atau altcoin rally.

  • Investor perlu melihat arah arus dana, volume, Bitcoin dominance, dan sentimen pasar kripto sebelum menyimpulkan bahwa reli telah dimulai.

Mengapa Ansem Menyoroti Cadangan Stablecoin?

Ansem Highlights Stablecoin Reserves  Is the Crypto Market Ready for a Rally - image.webp

Sumber: AI

Ansem menilai banyak modal masih berada dalam bentuk stablecoin dan belum sepenuhnya berpindah ke aset berisiko. 

Dalam pandangannya, sebagian likuiditas tersebut berpotensi berputar kembali ke pasar ketika pelaku pasar merasa kondisi sudah cukup menarik untuk mengambil risiko.

Kondisi ini sering disebut sebagai dry powder crypto, yakni modal yang relatif likuid dan dapat digunakan untuk membeli aset ketika peluang muncul. 

Berbeda dengan dana yang sudah keluar sepenuhnya ke sistem perbankan, stablecoin tetap berada di dalam infrastruktur blockchain sehingga secara teknis lebih mudah dipindahkan ke aset kripto lainnya.

Tetapi terdapat perbedaan penting antara modal tersedia dan modal yang benar-benar masuk pasar. 

Selama USDT atau USDC hanya disimpan di wallet, exchange, atau protokol DeFi, belum tentu terjadi capital inflow crypto ke Bitcoin maupun altcoin.

Baca Juga : Beli USDT: Bisa Mulai dari Berapa?

Mengapa Stablecoin Penting bagi Likuiditas Kripto?

Stablecoin berfungsi sebagai salah satu jalur utama transaksi di pasar kripto. USDT dan USDC memungkinkan trader memindahkan nilai tanpa harus selalu keluar dari ekosistem blockchain menuju mata uang fiat.

Besarnya peran keduanya terlihat dari struktur perdagangan exchange. 

Laporan CoinGecko mengenai spot CEX menunjukkan bahwa 97,7% pasangan perdagangan berbasis stablecoin pada 12 centralized exchange yang dianalisis menggunakan USDT atau USDC sebagai aset dasarnya.

Artinya, peningkatan likuiditas kripto dalam stablecoin memberikan kapasitas transaksi yang besar. 

Ketika sebagian dana tersebut berpindah dari stablecoin menuju BTC, ETH, atau aset lain, permintaan dapat meningkat dengan cepat.

Baca Juga : Cara Staking USDC di Bittime dalam 4 Langkah Mudah

Apakah Stablecoin Reserves Bisa Memicu Bitcoin Rally?

Secara teori, peluangnya ada. Ketika trader yang sebelumnya memilih stablecoin mulai meningkatkan eksposur risiko, Bitcoin biasanya menjadi salah satu aset pertama yang diamati karena likuiditas dan kapitalisasi pasarnya besar.

Namun, besarnya stablecoin reserves tidak bisa dibaca sebagai sinyal beli yang berdiri sendiri. 

Bitcoin masih membutuhkan permintaan nyata, peningkatan volume perdagangan, serta kondisi makro dan sentimen pasar kripto yang mendukung agar reli menjadi lebih berkelanjutan.

Inilah alasan mengapa stablecoin lebih tepat dipandang sebagai bahan bakar yang tersedia, bukan mesin yang sudah menyala. 

Besarnya tangki tidak menjamin kendaraan bergerak apabila investor belum memiliki alasan untuk mulai membeli.

Ingin memantau peluang Bitcoin dan altcoin? Daftar di Bittime dan mulai eksplorasi aset kripto sambil tetap menerapkan manajemen risiko.

Bagaimana Altcoin Bisa Mendapat Dampaknya?

Jika Bitcoin lebih dahulu menguat dan kemudian bergerak stabil, perhatian pasar bisa beralih ke aset berkapitalisasi lebih kecil. 

Inilah kondisi yang dapat membuka peluang terjadinya altcoin rally.

Ansem menilai pasar tidak selalu membutuhkan major coin untuk mencetak rekor harga baru sebelum rotasi modal terjadi. 

Modal dapat beralih ke altcoin, DeFi, atau sektor kripto lain yang sebelumnya tertinggal apabila trader melihat potensi risk-reward yang lebih menarik.

Meski begitu, rotasi tidak selalu terjadi merata. 

Dalam kondisi likuiditas tipis, altcoin berkapitalisasi kecil bahkan dapat mengalami volatilitas lebih tinggi sehingga potensi keuntungan selalu datang bersama risiko penurunan yang lebih besar.

Baca Juga : Perbedaan USDT vs USDC: Panduan Komprehensif

Indikator Apa yang Perlu Dipantau Investor?

Daripada hanya melihat jumlah stablecoin, investor dapat memperhatikan pergerakan modal tersebut. 

Stablecoin yang mulai mengalir ke exchange, peningkatan volume pasangan BTC/USDT atau ETH/USDT, serta pertumbuhan aktivitas spot bisa memberikan konteks tambahan mengenai apakah buying power mulai digunakan.

Ansem Highlights Stablecoin Reserves  Is the Crypto Market Ready for a Rally - btc.webp

Bitcoin Dominance | Sumber: Coingecko

Bitcoin dominance juga penting. 

Jika Bitcoin menguat tetapi dominasinya kemudian menurun bersamaan dengan peningkatan volume altcoin, kondisi tersebut dapat memberi petunjuk bahwa rotasi modal mulai melebar.

Investor juga perlu membedakan peningkatan supply stablecoin dengan dana yang benar-benar digunakan untuk investasi. 

Stablecoin mempunyai fungsi lain seperti pembayaran, remitansi, settlement, lending, dan aktivitas DeFi sehingga tidak seluruh pertumbuhan kapitalisasinya akan berakhir menjadi pembelian Bitcoin atau altcoin. 

Circle, misalnya, menyatakan USDC juga digunakan sebagai infrastruktur pembayaran dan transaksi blockchain, dengan sekitar US$71,8 miliar USDC beredar pada akhir Juli 2026.

Baca Juga : Altcoin Season 2026: Apakah Musim Altcoin Akan Segera Dimulai?

Jadi, Apakah Pasar Kripto Siap Reli?

Cadangan stablecoin yang besar memberikan fondasi likuiditas yang menarik bagi prospek pasar kripto. 

Ansem Highlights Stablecoin Reserves  Is the Crypto Market Ready for a Rally - mcap.webp

Stablecoin Market Cap | Sumber: Coingecko

Dengan sekitar US$302 miliar kapitalisasi stablecoin, secara teoritis terdapat buying power yang sangat besar di dalam ekosistem.

Tetapi pandangan Ansem sebaiknya dibaca sebagai skenario potensial, bukan kepastian bahwa harga akan segera melonjak. 

Agar reli lebih meyakinkan, investor perlu melihat konfirmasi dari volume, arus stablecoin, permintaan spot, Bitcoin dominance, kondisi makro, dan pergerakan altcoin.

Dengan kata lain, modalnya mungkin sudah tersedia. 

Pertanyaan berikutnya bukan lagi hanya “berapa banyak stablecoin yang ada?”, tetapi kapan pemilik modal tersebut mulai berani mengambil risiko?

bittime biaya withdrawal murah

Tak perlu bingung mencari platform yang tepat, beli USDT/IDR di Bittime dengan proses yang mudah dan antarmuka yang ramah bagi pemula.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa hubungan cadangan stablecoin dengan harga kripto?

Cadangan stablecoin menggambarkan jumlah likuiditas yang berpotensi digunakan untuk membeli aset kripto. Jika dana mulai berpindah ke Bitcoin atau altcoin, permintaan dapat meningkat, tetapi tidak ada jaminan perpindahan tersebut pasti terjadi.

Apa yang dimaksud dry powder crypto?

Dry powder crypto adalah modal likuid yang masih tersedia dan siap digunakan ketika investor menemukan peluang. Dalam konteks kripto, USDT dan USDC sering dianggap sebagai salah satu bentuk dry powder karena relatif mudah ditukar dengan aset lain.

Apakah stablecoin reserves yang besar berarti Bitcoin akan naik?

Tidak. Stablecoin reserves hanya menunjukkan adanya kapasitas buying power. Bitcoin rally tetap membutuhkan permintaan aktual, volume, sentimen positif, dan kondisi pasar yang mendukung.

Apakah altcoin bisa ikut naik jika stablecoin masuk ke pasar?

Bisa, terutama jika modal mulai berpindah dari Bitcoin menuju aset berisiko lebih tinggi. Namun, altcoin rally tidak selalu terjadi dan volatilitas altcoin umumnya lebih tinggi.

Stablecoin apa yang paling dominan saat ini?

USDT dan USDC merupakan dua stablecoin terbesar. Data CoinGecko saat ini mencatat kapitalisasi USDT sekitar US$183 miliar dan USDC sekitar US$72 miliar.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham Nike Terus Jatuh, Apakah NKE Mulai Undervalued?
Saham Nike Terus Jatuh, Apakah NKE Mulai Undervalued?

Saham Nike turun ke level terendah sekitar 12 tahun. Simak penyebab NKE stock falling, valuasi terbaru, turnaround, dan apakah NKE mulai undervalued.

2026-08-18Baca