Analisis Bitcoin Glassnode: Titik Terendah Mulai Terlihat, Bull Market Belum Tiba
2026-07-09
Selama lima bulan terakhir, harga Bitcoin bergerak di bawah sejumlah level biaya akumulasi penting yang biasa digunakan analis on-chain untuk membaca siklus pasar.
Kondisi tersebut membuat banyak investor mempertanyakan apakah fase bearish telah mencapai titik terendah atau justru masih menyisakan tekanan jual berikutnya. Laporan terbaru Glassnode memberikan jawaban yang lebih bernuansa: pasar mulai membangun fondasi, tetapi sinyal pemulihan belum lengkap.
Data on-chain menunjukkan distribusi kepemilikan terus berlangsung, investor jangka panjang masih merealisasikan kerugian, sementara arus dana institusional melalui ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat belum kembali positif.
Key Takeaways
- Bitcoin masih diperdagangkan di bawah True Market Mean dan Short-Term Holder Cost Basis, menandakan pasar masih berada di zona deep value.
- Tekanan jual terbesar kini berasal dari investor jangka panjang yang mulai menyerah setelah berbulan-bulan mengalami kerugian.
- ETF Bitcoin dan pasar derivatif menunjukkan perbaikan bertahap, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi dimulainya tren bullish baru.
Bitcoin Masih Berada di Zona Deep Value
Menurut laporan The Week On-chain Week 27 dari Glassnode, Bitcoin sempat pulih dari sekitar US$58.300 ke kisaran US$64.400.
Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah dua level on-chain yang sangat penting, yakni True Market Mean sekitar US$76.600 dan Short-Term Holder Cost Basis sekitar US$72.200.

Sumber: glassnode
Grafik risk indicator memperlihatkan harga BTC juga masih berada di bawah garis biaya rata-rata investor aktif.
Dalam siklus sebelumnya, kondisi seperti ini sering muncul ketika pasar memasuki fase akumulasi jangka panjang, di mana investor yang sabar mulai membeli aset pada harga diskon.
Namun, Glassnode mengingatkan bahwa risiko belum sepenuhnya hilang. Jika tekanan jual kembali meningkat, Bitcoin masih berpotensi menguji Realized Price di sekitar US$53.000 yang selama ini menjadi batas bawah historis dalam fase pasar bearish.
Baca Juga: Target Bitcoin $150K Bernstein Tetap Meski Pullback 54%
Kapitulasi Investor Lama Masih Menjadi Hambatan
Salah satu temuan terpenting dalam laporan tersebut adalah perubahan sumber tekanan jual.
Jika sebelumnya penjualan banyak berasal dari investor jangka pendek, kini justru Long-Term Holder (LTH) menjadi kontributor terbesar realisasi kerugian.
Pangsa kerugian yang berasal dari kelompok ini meningkat dari sekitar 15% pada awal Februari menjadi 43% dari total nilai kerugian yang direalisasikan di jaringan Bitcoin.
Glassnode mencatat metrik Entity-Adjusted Long-Term Holder Realized Loss bahkan mencapai sekitar US$280 juta per hari, tertinggi sejak Desember 2022.
Hal ini menunjukkan sebagian investor yang membeli Bitcoin mendekati puncak siklus akhirnya memilih menjual setelah berbulan-bulan bertahan.

Menurut Glassnode, proses pembentukan dasar baru akan semakin kuat apabila gelombang kapitulasi tersebut mulai mereda secara konsisten.
Selama metrik ini masih tinggi, setiap kenaikan harga berpotensi menghadapi tekanan distribusi baru.
Yuk mulai invest dan trading Bitcoin, Register di Bittime dengan proses yang cepat, aman, dan mudah.
Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin yang Aman dan Murah di Indonesia
ETF dan Pasar Derivatif Mulai Membaik, tetapi Belum Cukup Kuat
Selain data on-chain, Glassnode juga menyoroti kondisi pasar institusional.
Arus keluar bersih ETF spot Bitcoin memang mulai melambat. Rata-rata outflow harian turun dari sekitar US$193 juta pada awal Juni menjadi sekitar US$88,9 juta.
Meski demikian, aliran dana masih berada di wilayah negatif sehingga minat institusi belum sepenuhnya pulih. Volume perdagangan ETF juga masih sekitar 80% lebih rendah dibanding puncaknya pada Oktober 2025.

Di pasar derivatif, situasinya sedikit berbeda. Rasio put/call turun menjadi 0,56, level terendah sepanjang 2026. Angka tersebut menunjukkan trader mulai membuka lebih banyak posisi call dibanding put, menandakan optimisme mulai kembali muncul.
Namun, struktur opsi masih menunjukkan premi yang lebih tinggi untuk perlindungan terhadap penurunan harga, sehingga pelaku pasar tetap berhati-hati.
Salah satu grafik Glassnode juga memperlihatkan Bitcoin diperdagangkan sekitar 6% di bawah level aggregated max pain US$66.000. Dalam beberapa bulan terakhir, level ini sering bertindak sebagai "gravitasi" harga menjelang jatuh tempo kontrak opsi.
Jika BTC mampu kembali bertahan di atas US$66.000, prospek jangka pendek dinilai akan menjadi lebih konstruktif. Sebaliknya, pelebaran jarak dari level tersebut akan memperkuat sentimen defensif di pasar opsi.
Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah
Kesimpulan
Laporan terbaru Glassnode menunjukkan Bitcoin mulai memasuki fase bottom building, yaitu tahap ketika pasar secara bertahap membangun fondasi sebelum potensi perubahan tren.
Sejumlah indikator seperti perlambatan arus keluar ETF, membaiknya posisi derivatif, dan harga yang bertahan di atas Realized Price memberikan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai berkurang.
Meski demikian, konfirmasi bull market belum terlihat. Investor jangka panjang masih merealisasikan kerugian dalam jumlah besar, arus modal institusional belum kembali positif, dan harga Bitcoin masih bergerak di bawah level biaya rata-rata investor aktif.
Selama indikator-indikator tersebut belum membaik secara konsisten, Glassnode menilai pasar masih berada pada tahap akhir pembentukan dasar, bukan pada awal tren kenaikan baru.
Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/USDT, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan bottom building pada Bitcoin?
Bottom building adalah fase ketika harga bergerak di area rendah dalam waktu cukup lama sambil terjadi perpindahan kepemilikan dari investor yang menjual ke investor yang mengakumulasi aset.
Mengapa Long-Term Holder menjadi perhatian?
Karena kelompok ini biasanya menjual dalam jumlah besar saat kehilangan keyakinan, sehingga dapat memperpanjang tekanan pada harga Bitcoin.
Apa arti True Market Mean?
True Market Mean adalah estimasi biaya rata-rata pasar aktif yang digunakan Glassnode untuk mengukur apakah Bitcoin diperdagangkan di atas atau di bawah nilai wajarnya.
Mengapa ETF Bitcoin penting bagi harga BTC?
Arus dana ETF mencerminkan permintaan institusional. Net inflow yang meningkat umumnya menjadi sinyal bertambahnya minat beli dari investor besar.
Apakah laporan Glassnode menyatakan bull market sudah dimulai?
Belum. Glassnode menilai kondisi untuk pembentukan dasar mulai terlihat, tetapi pasar masih memerlukan penurunan tekanan jual, stabilisasi arus ETF, dan pemulihan harga di atas level biaya investor utama sebelum tren bullish dapat dikonfirmasi.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



