YouTube Perkenalkan AI Likeness di Shorts: Apa Artinya untuk Kreator?

2026-01-23

YouTube Perkenalkan AI Likeness di Shorts: Apa Artinya untuk Kreator?

YouTube kembali membuat gebrakan di dunia konten digital. Platform video terbesar di dunia ini resmi mengumumkan fitur AI Likeness untuk Shorts, sebuah teknologi yang memungkinkan kreator membuat video pendek menggunakan replika digital wajah dan suara mereka sendiri. 

Fitur ini dijadwalkan rilis pada 2026 dan menjadi bagian dari strategi besar YouTube dalam mendorong kreativitas berbasis AI generatif.

Bagi kreator, terutama yang aktif di Shorts, AI Likeness berpotensi mengubah cara produksi konten: lebih cepat, lebih fleksibel, dan tidak selalu membutuhkan proses syuting konvensional.

Poin Penting

  • AI Likeness memungkinkan kreator hadir tanpa harus tampil langsung di depan kamera.

  • Fitur ini tetap mewajibkan transparansi melalui label konten sintetis.

  • Kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama agar konten tidak terasa kaku atau artifisial.

lucky draw 15 juta.webp

Apa Itu AI Likeness?

YouTube Perkenalkan AI Likeness di Shorts: Apa Artinya untuk Kreator?

AI Likeness adalah fitur berbasis AI generatif yang memungkinkan kreator membuat Shorts dengan kemiripan diri mereka sendiri, baik dari sisi wajah, suara, hingga gaya berbicara. 

Fitur ini diumumkan langsung oleh CEO YouTube, Neal Mohan, sebagai evolusi dari teknologi sebelumnya seperti Dream Screen dan Veo 2.

Secara teknis, kreator dapat mengunggah data visual (foto atau video wajah) serta audio suara mereka. Dari data ini, model AI YouTube akan menciptakan replika digital yang dapat digunakan untuk membuat konten berbasis teks (prompt). Artinya, kreator cukup menulis skrip, dan AI akan mengeksekusinya dalam bentuk video Shorts.

YouTube menegaskan bahwa seluruh konten AI Likeness harus mematuhi Pedoman Komunitas YouTube. Untuk menjaga transparansi, platform akan secara otomatis menambahkan label yang menandai bahwa video tersebut dihasilkan atau dimodifikasi oleh AI.

Baca Juga: Cara Membuat AI Agents dan Fungsinya

Manfaat AI Likeness untuk Kreator

Hadirnya AI Likeness menawarkan banyak keuntungan, terutama bagi kreator yang mengandalkan konsistensi dan kecepatan produksi konten.

Pertama, efisiensi waktu. Kreator tidak perlu lagi menyiapkan studio, pencahayaan, atau mengatur jadwal syuting berulang. Ini sangat relevan bagi kreator di Indonesia yang sering menghadapi keterbatasan waktu atau lokasi.

Kedua, fleksibilitas kreativitas. Kreator dapat bereksperimen dengan format konten baru, seperti storytelling, edukasi singkat, atau konten personal tanpa harus selalu tampil langsung. Bahkan, konten bisa diproduksi dari mana saja.

Ketiga, potensi peningkatan engagement dan monetisasi. Shorts yang diproduksi lebih konsisten dan relevan berpeluang meningkatkan performa algoritma, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan, termasuk melalui Shorts Fund atau kerja sama brand.

Namun, YouTube tetap menekankan bahwa AI hanyalah alat. Sentuhan kreatif manusia tetap diperlukan agar konten tidak terasa generik atau “terlalu buatan”.

Baca Juga: Tutorial Prompt AI Hirohito Viral, Cara Ubah Foto Jadi Imperial Hiper-Realistis

Risiko dan Tantangan Penggunaan AI Likeness

Di balik peluang besar, AI Likeness juga membawa tantangan serius. Salah satu yang utama adalah keharusan pengungkapan (disclosure). Kreator wajib menggunakan label AI yang disediakan. Mengabaikan hal ini berisiko terkena pembatasan distribusi, bahkan sanksi akun.

Isu hak cipta dan likeness juga menjadi perhatian. Kreator dilarang menggunakan wajah atau suara orang lain tanpa izin eksplisit. YouTube disebut tengah mengembangkan alat deteksi deepfake untuk mencegah penyalahgunaan teknologi ini.

Selain itu, ada risiko saturasi konten AI. Jika terlalu banyak kreator mengandalkan AI tanpa konsep yang kuat, kualitas Shorts bisa menurun dan kehilangan autentisitas—sesuatu yang justru sangat dihargai audiens saat ini.

Baca Juga: Cara Membeli Sleepless AI (AI) | AI to IDR | AI to USDT

Cara Pakai AI Likeness

Meskipun rilis resminya masih 2026, YouTube telah memberikan gambaran alur penggunaannya. Kreator nantinya dapat mengakses fitur ini melalui Shorts creation tools di aplikasi YouTube (awalnya dalam bahasa Inggris).

Langkah umumnya meliputi:

  • Memilih opsi AI Likeness di menu pembuatan Shorts.

  • Mengunggah foto atau rekaman suara diri sendiri.

  • Menuliskan prompt teks sesuai konten yang diinginkan.

  • Mengedit hasil AI sebelum dipublikasikan.

  • Mengaktifkan label konten sintetis otomatis.

Kreator disarankan untuk selalu memantau pembaruan resmi dari YouTube Support, terutama terkait ketersediaan fitur ini di Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Alchemist AI (ALCH)? Penjelasan Lengkap Token ALCH

Registrasi ke Platform Bittime

auto earn.webp

Seiring berkembangnya teknologi AI dan ekonomi kreator, pemahaman tentang aset digital dan finansial juga semakin penting. 

Jika Anda ingin mulai mengenal dunia aset kripto dan teknologi blockchain sebagai bagian dari ekosistem digital masa depan, segera lakukan registrasi di platform Bittime. Proses pendaftarannya mudah, aman, dan cocok untuk pemula maupun pengguna berpengalaman.

Kesimpulan

AI Likeness di YouTube Shorts menandai era baru dalam produksi konten digital. Fitur ini menawarkan efisiensi, fleksibilitas, dan peluang monetisasi yang lebih luas bagi kreator. 

Namun, penggunaan AI juga menuntut tanggung jawab, transparansi, dan kreativitas agar konten tetap autentik dan bernilai. Bagi kreator yang mampu beradaptasi, AI Likeness bisa menjadi keunggulan kompetitif di masa depan.

FAQ

Apa itu fitur AI Likeness di YouTube Shorts?

AI Likeness adalah fitur yang memungkinkan kreator membuat video Shorts menggunakan replika digital wajah dan suara mereka sendiri berbasis AI.

Kapan AI Likeness akan dirilis?

YouTube menargetkan peluncuran fitur ini pada tahun 2026.

Apakah konten AI Likeness wajib diberi label?

Ya, YouTube akan menambahkan label otomatis untuk menandai konten yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh AI.

Apakah AI Likeness aman untuk kreator?

Aman selama digunakan sesuai pedoman komunitas dan tidak melanggar hak cipta atau hak likeness pihak lain.

Apakah AI akan menggantikan kreativitas kreator?

Tidak. AI hanyalah alat bantu, sementara ide, konsep, dan sentuhan manusia tetap menjadi faktor utama keberhasilan konten.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

OpenAI Terapkan Prediksi Usia di ChatGPT: Aturan Baru Lindungi Pengguna di Bawah 18 Tahun
OpenAI Terapkan Prediksi Usia di ChatGPT: Aturan Baru Lindungi Pengguna di Bawah 18 Tahun

OpenAI menghadirkan sistem prediksi usia di ChatGPT sebagai langkah baru untuk melindungi pengguna di bawah 18 tahun. Dengan menganalisis perilaku akun, sistem ini menerapkan pembatasan konten sensitif dan memperketat pengaturan keamanan, sekaligus menyiapkan fondasi bagi fitur adult mode yang direncanakan rilis pada 2026.

2026-01-22Baca