Vietnam Crypto Market: Regulasi Baru, Exchange, dan Tokenized Assets
2026-08-31
Vietnam crypto market memasuki fase baru setelah pemerintah mulai menerapkan kerangka regulasi aset kripto pada 1 September 2026. Regulasi ini mengubah pasar yang sebelumnya berkembang dengan ruang pengawasan terbatas menjadi ekosistem yang lebih terstruktur dan berbasis lisensi.
Program percontohan selama lima tahun tersebut memberikan perhatian khusus pada tokenized assets dan aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Lima perusahaan juga telah lolos tahap review awal untuk menjadi calon penyedia layanan aset kripto, meski lisensi operasional penuh masih menunggu persetujuan akhir.
Key Takeaways
- Vietnam memulai program percontohan pasar kripto terregulasi selama lima tahun dengan fokus pada tokenized assets dan RWA.
- Lima calon crypto exchange telah lolos review awal, tetapi belum memperoleh lisensi operasional penuh.
- Regulasi baru mulai berlaku 1 September 2026 dan menetapkan sanksi terhadap aktivitas aset kripto tanpa lisensi.
- Calon exchange harus memenuhi persyaratan modal, kepemilikan institusional, keamanan sistem, dan batas kepemilikan asing.
- Investor domestik nantinya diwajibkan menggunakan penyedia layanan yang telah berlisensi.
Vietnam Crypto Market Memasuki Era Regulasi Baru
Vietnam mulai menerapkan kerangka baru untuk pasar aset kripto melalui program percontohan selama lima tahun. Kerangka tersebut mengacu pada Resolusi Pemerintah No. 05/2025/NQ-CP, yang ditandatangani pada 9 September 2025 dan berlaku hingga 2030.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk mengatur aktivitas perdagangan aset digital. Pemerintah juga menempatkan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) sebagai salah satu fokus utama.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda digitalisasi ekonomi Vietnam. Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi digital mencapai setidaknya 30% terhadap produk domestik bruto pada 2030.
Mulai 1 September 2026, Decree No. 284/2026/ND-CP juga mulai berlaku. Aturan tersebut memperkenalkan sanksi administratif terhadap aktivitas aset kripto yang dilakukan tanpa lisensi.
Dengan demikian, Vietnam crypto regulation tidak hanya berfokus pada legalitas aset digital, tetapi juga menentukan siapa yang dapat menyediakan layanan perdagangan dan bagaimana aktivitas tersebut harus dijalankan.

Ilustrasi: Generated by AI
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Lima Calon Crypto Exchange Vietnam Lolos Review Awal
Hingga akhir Agustus 2026, Vietnam belum menerbitkan lisensi operasional penuh untuk crypto exchange. Namun, lima perusahaan telah dinyatakan memenuhi kelengkapan dokumen pada tahap review awal.
Kelima calon penyedia tersebut adalah:
- VIX Crypto Assets Exchange JSC (VIXEX), yang terkait dengan ekosistem VIX.
- Loc Phat Vietnam Crypto Assets Exchange (LPEX/SCEX), yang terkait dengan LPBank.
- Vietnam Prosperity Crypto Assets Exchange (CAEX), yang didukung ekosistem VPBank dan VPBankS.
- Techcom Crypto Assets Exchange (TCEX), yang terkait dengan Techcombank dan TCBS.
- Vietnam Digital Assets JSC, yang didukung Sun Group.
Status kelima perusahaan tersebut perlu dibedakan dari lisensi final. Lolos review awal berarti dokumen dan persyaratan awal telah memenuhi tahap pemeriksaan, bukan berarti perusahaan sudah dapat beroperasi sebagai exchange berlisensi.
Operasional penuh baru dapat dimulai setelah proses persetujuan akhir selesai dan lisensi diterbitkan.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
Syarat Lisensi Crypto Exchange Vietnam
Regulasi Vietnam menetapkan persyaratan yang cukup tinggi bagi perusahaan yang ingin menjadi penyedia layanan aset kripto. Ketentuan tersebut mencakup modal, struktur kepemilikan, keamanan sistem informasi, dan kepemilikan asing.
Modal Minimum VND 10 Triliun
Calon crypto exchange harus memiliki modal disetor minimum VND 10 triliun, atau sekitar US$383 juta berdasarkan angka dalam sumber yang digunakan.
Modal tersebut harus disetor penuh dalam mata uang Vietnam, yaitu Vietnamese Dong atau VND.
Persyaratan ini membuat bisnis crypto exchange di Vietnam membutuhkan dukungan modal yang besar sejak awal.
Kepemilikan Institusional
Setidaknya 65% modal harus dimiliki pemegang saham institusional.
Selain itu, lebih dari 35% modal harus berasal dari setidaknya dua lembaga yang memenuhi kualifikasi. Kelompok tersebut mencakup bank komersial, perusahaan sekuritas, manajer dana, perusahaan asuransi, atau perusahaan teknologi.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa Vietnam mengarahkan industri exchange kepada perusahaan dengan dukungan institusi yang kuat.
Sertifikasi Keamanan Sistem Level 4
Aspek keamanan juga menjadi bagian penting dari persyaratan lisensi. Calon exchange wajib memiliki sertifikasi Level 4 dari Kementerian Keamanan Publik Vietnam.
Persyaratan ini menunjukkan bahwa keamanan infrastruktur teknologi menjadi salah satu filter utama sebelum sebuah perusahaan dapat menjalankan layanan aset kripto secara resmi.
Kepemilikan Asing Maksimal 49%
Vietnam juga membatasi kepemilikan asing pada perusahaan crypto exchange berlisensi hingga 49%.
Dengan demikian, investor asing tetap dapat berpartisipasi dalam industri tersebut, tetapi pengendalian perusahaan tetap dibatasi oleh struktur kepemilikan yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Tokenized Assets dan RWA Jadi Fokus Utama
Salah satu karakteristik penting Vietnam crypto market adalah fokus terhadap tokenisasi aset dunia nyata atau RWA.
Dalam program percontohan, aset yang diperbolehkan adalah token yang didukung oleh aset dunia nyata dan diterbitkan oleh entitas Vietnam.
Sementara itu, sekuritas dan mata uang fiat, termasuk stablecoin seperti USDT, tidak termasuk kategori aset tokenisasi yang diperbolehkan dalam program tersebut.
Ketentuan lainnya adalah seluruh transaksi harus diselesaikan menggunakan Vietnamese Dong (VND).
Pada tahap awal, akses program juga diarahkan kepada investor asing. Investor domestik baru diwajibkan menggunakan penyedia layanan berlisensi enam bulan setelah lisensi pertama diterbitkan.
Fokus tersebut membuka ruang bagi pengembangan tokenisasi berbagai aset, termasuk komoditas, properti, infrastruktur, obligasi, dan instrumen berbasis aset lainnya.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!
Sanksi bagi Aktivitas Kripto Tanpa Lisensi
Penerapan regulasi baru juga diikuti dengan mekanisme penegakan hukum.
Mulai 1 September 2026, aktivitas aset kripto tertentu yang dilakukan tanpa lisensi dapat dikenai sanksi administratif.
Investor individu dapat menghadapi denda sekitar VND 30 juta hingga VND 50 juta, atau sekitar US$1.140 hingga US$1.900 berdasarkan angka dalam sumber.
Sementara itu, penyedia layanan tanpa lisensi dapat dikenai denda hingga VND 200 juta untuk organisasi dan VND 100 juta untuk individu. Sanksi juga dapat mencakup penangguhan kegiatan, perampasan aset, hingga penghapusan situs.
Namun, terdapat masa transisi bagi investor domestik. Kewajiban untuk menggunakan exchange berlisensi baru berlaku enam bulan setelah lisensi pertama diterbitkan.
Artinya, penerapan aturan terhadap pengguna domestik tidak langsung berjalan pada hari pertama regulasi mulai berlaku.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Apa Dampaknya bagi Investor dan Industri Kripto?
Regulasi baru berpotensi mengubah struktur industri aset digital Vietnam secara signifikan.
Kehadiran calon exchange yang memiliki keterkaitan dengan bank, perusahaan sekuritas, dan konglomerasi menunjukkan meningkatnya peran institusi keuangan tradisional dalam pasar aset digital.
Lima calon penyedia tersebut antara lain terkait dengan ekosistem VPBank, Techcombank, VIX, LPBank, dan Sun Group. Kondisi ini dapat mempercepat integrasi tokenized assets dengan infrastruktur keuangan yang sudah ada.
Di sisi lain, tingginya persyaratan modal dan keamanan dapat menjadi hambatan bagi perusahaan rintisan.
Modal minimum VND 10 triliun, kewajiban kepemilikan institusional, sertifikasi keamanan Level 4, serta batas kepemilikan asing 49% membuat pasar ini relatif sulit dimasuki pemain kecil.
Struktur tersebut pada akhirnya dapat mendorong terbentuknya pasar yang lebih terkonsentrasi pada perusahaan dengan dukungan modal dan institusi besar.
Baca Juga: Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya
Vietnam Crypto Regulation: Pasar Terbuka tetapi Terkendali
Arah regulasi Vietnam menunjukkan pendekatan yang cukup jelas. Pemerintah membuka ruang bagi industri aset digital, tetapi menetapkan batas yang ketat terhadap siapa yang dapat menyediakan layanan dan aset apa yang dapat diperdagangkan dalam program percontohan.
Penggunaan VND sebagai settlement, batas kepemilikan asing 49%, serta persyaratan modal yang tinggi menunjukkan bahwa Vietnam crypto regulation dirancang dengan kontrol domestik yang kuat.
Pada saat yang sama, fokus terhadap RWA dan tokenized assets memberikan peluang bagi industri blockchain untuk masuk lebih jauh ke sektor keuangan dan ekonomi riil.
Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan lisensi lima calon exchange menjadi salah satu hal penting yang perlu dipantau setelah regulasi mulai berlaku.
Baca Juga: 9 Kelebihan Investasi Emas Digital yang Menguntungkan 2026 (XAUT & PAXG)
Kesimpulan
Vietnam crypto market memasuki fase baru dengan penerapan regulasi aset kripto pada 1 September 2026. Pemerintah menjalankan program percontohan selama lima tahun dengan perhatian besar terhadap tokenized assets dan RWA.
Lima calon crypto exchange telah lolos review awal, tetapi belum memperoleh lisensi operasional penuh. Mereka masih harus menyelesaikan proses persetujuan sebelum dapat menjalankan layanan secara resmi.
Regulasi tersebut juga menetapkan persyaratan modal minimum VND 10 triliun, struktur kepemilikan institusional, sertifikasi keamanan Level 4, dan batas kepemilikan asing maksimal 49%.
Bagi industri, aturan ini dapat meningkatkan kepastian hukum sekaligus menciptakan hambatan masuk yang tinggi. Sementara bagi sektor blockchain, fokus Vietnam terhadap RWA dapat menjadi peluang baru untuk mengembangkan tokenisasi aset dunia nyata dalam ekosistem keuangan domestik.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ Vietnam Crypto Market
Kapan regulasi crypto Vietnam mulai berlaku?
Regulasi baru mulai berlaku pada 1 September 2026, termasuk penerapan Decree No. 284/2026/ND-CP yang mengatur sanksi administratif terhadap aktivitas aset kripto tanpa lisensi.
Berapa modal minimum untuk mendapatkan lisensi crypto exchange di Vietnam?
Calon crypto exchange diwajibkan memiliki modal disetor minimum VND 10 triliun, atau sekitar US$383 juta berdasarkan angka dalam sumber yang digunakan.
Apakah lima calon exchange Vietnam sudah mendapatkan lisensi?
Belum. Lima perusahaan tersebut baru lolos review awal. Lisensi operasional penuh masih menunggu persetujuan akhir.
Aset apa yang menjadi fokus program kripto Vietnam?
Program percontohan berfokus pada tokenized assets yang didukung real-world assets (RWA) dan diterbitkan oleh entitas Vietnam. Sekuritas dan fiat, termasuk USDT, tidak termasuk kategori aset tokenisasi dalam program tersebut.
Berapa batas kepemilikan asing pada crypto exchange Vietnam?
Kepemilikan asing pada crypto exchange berlisensi dibatasi maksimal 49%.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



