Update Krisis Energi: AS Akhiri Pembelian Minyak Rusia India & Implikasi Global

2026-03-10
Update Krisis Energi AS Akhiri Pembelian Minyak Rusia India & Implikasi Global.webp

Washington baru saja membalik pendirian berbulan-bulannya dalam satu pengumuman: AS mengizinkan India untuk membeli kembali minyak Rusia, setidaknya untuk sementara. 

Treasury Secretary Scott Bessent mengumumkan waiver 30 hari yang membolehkan India mengakses jutaan barel minyak Rusia yang kini tertahan di lautan akibat penutupan Selat Hormuz. 

Keputusan ini datang kurang dari sebulan setelah Trump mengklaim Modi "setuju berhenti membeli minyak Rusia", dan menandai betapa dramatisnya dinamika energi global berubah sejak konflik Iran dimulai.

Key Takeaways

  • AS memberikan waiver 30 hari untuk India membeli minyak Rusia yang tertahan di laut, pembalikan kebijakan signifikan di tengah krisis Hormuz.

  • India hanya punya cadangan minyak dan gas untuk sekitar 25 hari, membuat keputusan ini kritis secara geopolitik maupun ekonomi.

  • Sekitar 145 juta barel minyak Rusia kini bisa berpotensi diarahkan ke pelabuhan India jika kesepakatan komersial tercapai.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Latar Belakang: Mengapa India di Posisi Sulit

Untuk memahami signifikansi waiver ini, perlu dipahami seberapa besar ketergantungan India pada jalur pasokan yang sekarang terputus. India mengimpor 90% kebutuhan minyak mentahnya dari luar negeri. Sekitar separuhnya, setara 2,5 hingga 2,7 juta barel per hari, melewati Selat Hormuz, terutama dari Irak, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Sejak Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintas pasca serangan AS dan Israel, Selat Hormuz efektif berubah menjadi zona berbahaya. 

Lalu lintas tanker turun drastis dari rata-rata 24 kapal per hari di Januari menjadi hanya 4 kapal per hari. 

Petronet LNG, importir gas terbesar India, terpaksa mengeluarkan force majeure notice kepada QatarEnergy karena kapal-kapal LNG-nya tidak bisa mencapai terminal loading di Ras Laffan, Doha. GAIL dan Indian Oil Corp sudah mulai memangkas pasokan gas ke pelanggan industri.

Dengan cadangan minyak dan gas yang dilaporkan hanya cukup untuk sekitar 25 hari, India menghadapi tekanan nyata, bukan spekulasi tentang krisis energi masa depan, melainkan hitung mundur yang konkret.

Baca juga : 3 Aset Terbaik Saat Perang Meski Iran-Israel Ceasefire: Emas, Perak, atau Bitcoin?

Pembalikan Kebijakan yang Dramatis

Konteks politik di balik waiver ini tidak bisa diabaikan. Tidak lama sebelum ini, Trump justru menerapkan tarif 50% pada India, termasuk levyan 25% khusus untuk pembelian minyak Rusia, dengan argumen bahwa India membantu mendanai perang Rusia di Ukraina. 

Pada Februari 2026, Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan India yang memangkas tarif ke 18%, dan di Truth Social-nya menulis bahwa Modi "setuju berhenti membeli minyak Rusia."

India tidak pernah mengkonfirmasi hal itu secara resmi. New Delhi selalu mempertahankan posisinya: mereka memiliki hak untuk berbisnis dengan mitra dagang manapun demi memenuhi kebutuhan energi populasi yang besar. 

Tapi sejak akhir 2025, India dilaporkan memang mulai mengurangi impor minyak Rusia secara bertahap sambil meningkatkan pembelian dari AS.

Kini, dalam satu keputusan, Washington membalik tekanan tersebut, mengizinkan apa yang sebelumnya mereka hukum dengan tarif 25%.

Baca juga : Bitcoin Bukan Emas Digital: Kritik dan Fakta Mengapa BTC Bukan Safe Haven

Apa yang Berubah dan Apa yang Tidak

Bessent menegaskan bahwa waiver ini bersifat terbatas: hanya mengotorisasi transaksi yang melibatkan minyak yang sudah tertahan di laut, bukan izin terbuka untuk impor minyak Rusia baru. 

Ia menyebut ini sebagai "deliberate short-term measure" untuk menjaga aliran pasokan global tetap berjalan, dan menegaskan bahwa keputusan ini tidak akan memberikan keuntungan finansial signifikan bagi Rusia karena hanya menyangkut minyak yang sudah diproduksi dan sedang dalam perjalanan.

Sumit Ritolia, analis utama di Kpler, memperkirakan sekitar 145 juta barel minyak Rusia yang kini berada di lautan bisa berpotensi diarahkan ke pelabuhan India, dengan syarat kesepakatan komersial bisa diselesaikan dalam 30 hari.

Namun ia menambahkan catatan penting: waiver ini tidak mengubah ketergantungan struktural India terhadap aliran pasokan Timur Tengah. 

Minyak Rusia yang tersedia di laut hanya sekitar 20% dari total impor India, sisanya tetap tergantung pada Hormuz yang masih berbahaya.

Baca juga : Sejarah Harga Bitcoin dari 2009–2026: Dari Nol Hingga Ratusan Ribu Dolar

Implikasi Harga Minyak Global

Pasar minyak merespons keseluruhan situasi ini dengan tekanan naik yang signifikan. 

Brent sudah diperdagangkan di atas $90, dengan Goldman Sachs memperingatkan potensi kenaikan ke $115–$120 jika gangguan Hormuz berlanjut lebih dari lima minggu. 

WTI di pasar futures Hyperliquid sempat menyentuh $115 akhir pekan lalu saat pasar tradisional tutup.

Waiver untuk India sedikit meredakan kekhawatiran tentang permintaan yang terpendam, jika 145 juta barel minyak Rusia berhasil mencapai India, itu mengurangi potensi pembelian India dari sumber alternatif yang lebih mahal. 

Tapi dampaknya terbatas: selama Selat Hormuz belum aman untuk dilintasi secara normal, sekitar seperlima pasokan minyak global tetap berisiko, dan premi geopolitik di harga minyak tidak akan kemana-mana dalam waktu dekat.

Trump sendiri memperingatkan bahwa perang melawan Iran bisa berlangsung empat hingga lima minggu atau lebih, sebuah timeline yang, jika akurat, cukup untuk mendorong minyak ke level yang secara serius mulai mempengaruhi inflasi global dan kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Cara Beli Crypto di Bittime?

bittime biaya withdrawal murah

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.

Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!

Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.

 

FAQ

Mengapa AS mengizinkan India membeli minyak Rusia lagi? 

Karena penutupan Selat Hormuz membuat India terancam krisis energi, AS memberikan waiver 30 hari sebagai langkah darurat agar pasokan global tetap mengalir.

Berapa lama cadangan energi India saat ini?

India dilaporkan hanya memiliki cadangan minyak dan gas untuk sekitar 25 hari, menjadikan keputusan waiver ini sangat kritis secara waktu.

Apakah waiver ini menguntungkan Rusia secara finansial?

Menurut Bessent, tidak secara signifikan, waiver hanya mencakup minyak yang sudah tertahan di laut, bukan izin pembelian baru dari Rusia.

Berapa barel minyak yang berpotensi masuk ke India?

Sekitar 145 juta barel minyak Rusia yang kini tertahan di lautan bisa diarahkan ke pelabuhan India jika kesepakatan komersial tercapai dalam 30 hari.

Apa dampaknya ke harga minyak global?

Waiver ini sedikit meredakan ketegangan pasokan, tapi selama Hormuz belum aman, Brent tetap berisiko naik ke $115–$120 menurut proyeksi Goldman Sachs.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Teori Profesor Jiang tentang Asal Usul Bitcoin: Konspirasi atau Analisis Geopolitik?
Teori Profesor Jiang tentang Asal Usul Bitcoin: Konspirasi atau Analisis Geopolitik?

Profesor Jiang viral karena prediksi Iran, kini klaimnya soal Bitcoin sebagai alat Pentagon ramai diperdebatkan. Fakta atau konspirasi? Baca analisisnya.

2026-03-10Baca