Saham BBCA Turun ke Level Terendah 5 Tahun, Masih Layak Dikoleksi?

2026-06-05
Saham BBCA Turun ke Level Terendah 5 Tahun, Masih Layak Dikoleksi.webp

Bittime - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu emiten yang paling banyak diperbincangkan investor dalam beberapa bulan terakhir. 

Di tengah pelemahan pasar saham Indonesia, harga saham BBCA ikut terkoreksi cukup dalam hingga menyentuh level yang belum terlihat dalam beberapa tahun terakhir. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah BBCA sudah menjadi saham murah yang layak dikoleksi, atau justru masih berisiko turun lebih jauh?

Poin Penting

  • Saham BBCA turun sekitar 43% dalam satu tahun terakhir.

  • Valuasi BBCA saat ini berada di PER 10,77x dan PBV 2,41x.

  • Investor jangka panjang mulai melihat peluang, tetapi risiko makro masih tinggi.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.  

Harga Saham BBCA Hari Ini dan Seberapa Dalam Koreksinya?

Pada perdagangan terbaru, saham BBCA ditutup di level Rp5.100 per saham, turun sekitar 5,99% dalam sehari dibanding penutupan sebelumnya di Rp5.425.

Namun tekanan terhadap BBCA sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Dalam lima hari terakhir saham ini turun 11,30%, sementara dalam satu bulan melemah 14,29%. Jika dilihat lebih jauh, penurunan mencapai 37,80% dalam enam bulan dan sekitar 43,33% dalam satu tahun terakhir.

Angka tersebut tergolong signifikan mengingat BBCA selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu saham defensif dan berkualitas tinggi di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga : Saham BBCA: Fundamental Kuat, Dividen Stabil & Prospek Jangka Panjang

Kenapa Saham BBCA Terus Tertekan?

Pelemahan BBCA tidak terjadi karena satu faktor tunggal. Saat ini pasar sedang menghadapi kombinasi sentimen negatif yang menekan hampir seluruh sektor perbankan.

Beberapa faktor yang paling sering menjadi perhatian investor antara lain:

  • Pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS.

  • Arus keluar dana asing (foreign outflow) dari pasar Indonesia.

  • Tekanan terhadap IHSG yang menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan.

  • Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kredit.

Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk saham-saham perbankan Indonesia.

Baca juga : Cara Beli Saham BCA dan Analisa Harganya?

Apakah Fundamental BBCA Masih Kuat?

Saham BBCA Turun ke Level Terendah 5 Tahun, Masih Layak Dikoleksi - harga.webp
 

Meskipun harga saham mengalami tekanan, data fundamental BBCA masih menunjukkan kondisi yang relatif solid.

Berdasarkan data terbaru:

  • Market cap: Rp625,47 triliun.

  • EPS (TTM): Rp475,86 per saham.

  • Book value per share: Rp2.123.

  • Earnings yield: 9,29%.

  • PER (TTM): 10,77 kali.

  • PBV: 2,41 kali.

Dari angka tersebut terlihat bahwa BBCA masih menghasilkan laba yang kuat. Earnings yield hampir 9,3% menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang masih cukup menarik dibanding banyak instrumen investasi lainnya.

Inilah alasan mengapa sebagian investor tetap memandang BBCA sebagai salah satu bank dengan kualitas bisnis terbaik di Indonesia meskipun harga sahamnya sedang turun.

Baca juga : Cara Beli Bitcoin Melalui Bank BCA: Mudah dan Aman

Apakah Valuasi BBCA Sudah Murah?

Bagian inilah yang paling menarik bagi investor jangka panjang.

Saat ini BBCA diperdagangkan pada PER sekitar 10,77 kali dan PBV 2,41 kali. Secara historis, valuasi tersebut jauh lebih rendah dibanding periode ketika BCA sering diperdagangkan dengan premi tinggi berkat kualitas aset, profitabilitas, dan dominasi dana murah (CASA).

Sederhananya, pasar saat ini memberikan diskon yang cukup besar terhadap BBCA dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Namun penting dipahami bahwa saham murah tidak selalu berarti harga akan langsung naik. 

Dalam kondisi pasar yang masih dibayangi foreign outflow dan pelemahan rupiah, valuasi bisa tetap berada di level rendah lebih lama dari perkiraan investor.

Baru mulai investasi crypto? Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bisa jadi pilihan awal yang populer untuk dipantau dan diperdagangkan di Bittime.

Risiko Membeli BBCA Saat Ini

Meski valuasi mulai terlihat menarik, masih ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

Tekanan Makroekonomi

Jika rupiah terus melemah dan sentimen terhadap Indonesia memburuk, sektor perbankan dapat kembali tertekan.

Foreign Outflow Berlanjut

Arus keluar dana asing masih menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga saham perbankan.

Perlambatan Kredit

Apabila pertumbuhan ekonomi melambat, permintaan kredit berpotensi ikut menurun sehingga memengaruhi pertumbuhan laba bank.

Saham BBCA: Peluang atau Value Trap?

Jika melihat data fundamental dan valuasi saat ini, BBCA mulai memasuki area yang menarik untuk diamati investor jangka panjang. PER sekitar 10,8 kali dan PBV 2,4 kali menunjukkan pasar telah memangkas sebagian besar premi yang selama ini melekat pada saham BCA.

Di sisi lain, penurunan harga lebih dari 43% dalam setahun menunjukkan bahwa sentimen pasar masih sangat negatif terhadap aset Indonesia secara umum.

Bagi investor dengan horizon investasi panjang, kondisi ini dapat menjadi peluang untuk melakukan akumulasi bertahap. Namun bagi investor jangka pendek, volatilitas masih berpotensi tinggi selama tekanan terhadap rupiah, IHSG, dan arus modal asing belum mereda.

Tertarik mulai investasi crypto? Simak cara beli Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), beberapa coin populer bagi pemula!

Kesimpulan

Saham BBCA saat ini berada pada persimpangan penting. Harga saham telah turun lebih dari 40% dalam setahun, tetapi valuasi juga telah turun ke level yang jauh lebih rendah dibanding standar historisnya.

Pertanyaan terbesar bukan lagi apakah BBCA adalah perusahaan yang bagus, melainkan apakah pasar saat ini sedang memberikan diskon yang menarik atau justru sedang mengantisipasi risiko yang lebih besar di masa depan. 

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi Indonesia, pergerakan rupiah, dan kembalinya kepercayaan investor asing ke pasar domestik.

bittime biaya withdrawal murah

Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Berapa harga saham BBCA hari ini?

Harga saham BBCA berada di kisaran Rp5.100 per saham pada perdagangan terbaru.

Mengapa saham BBCA turun?

Tekanan berasal dari foreign outflow, pelemahan rupiah, dan sentimen negatif terhadap sektor perbankan.

Berapa PER BBCA saat ini?

PER BBCA berdasarkan data terbaru berada di sekitar 10,77 kali.

Berapa PBV BBCA saat ini?

Price to Book Value (PBV) BBCA berada di sekitar 2,41 kali.

Apakah BBCA masih layak dibeli?

Banyak investor menilai valuasi mulai menarik, tetapi risiko makro dan volatilitas pasar masih perlu diperhatikan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Struktur Elliott Wave XRP Akhirnya Terbentuk, Apakah Harga Bisa Turun ke US$0,87 Sebelum Rally Berikutnya?
Struktur Elliott Wave XRP Akhirnya Terbentuk, Apakah Harga Bisa Turun ke US$0,87 Sebelum Rally Berikutnya?

Analisis Elliott Wave XRP menunjukkan risiko koreksi ke US$0,87. Simak struktur wave terbaru, support penting, dan peluang rally berikutnya.

2026-06-05Baca