Rumus Average Down Saham dan Cara Menggunakannya

2026-01-11

Rumus Average Down Saham

Average down saham adalah strategi yang sering digunakan investor ketika harga saham turun dari harga beli awal. Strategi ini bertujuan menurunkan harga rata rata kepemilikan agar potensi balik modal atau keuntungan bisa tercapai lebih cepat saat harga rebound. 

Meski terlihat sederhana, average down perlu perhitungan dan manajemen risiko yang matang agar tidak berubah menjadi kesalahan fatal.

auto earn.webp

Apa Itu Average Down Saham dan Kapan Digunakan

Average down saham adalah tindakan membeli saham yang sama ketika harganya turun, sehingga harga beli rata rata menjadi lebih rendah. Strategi ini umum dipakai investor jangka menengah hingga panjang yang percaya pada fundamental perusahaan.

Contohnya, investor membeli saham di harga tinggi lalu mengalami penurunan harga karena sentimen pasar. Dengan membeli lagi di harga lebih rendah, total biaya investasi dibagi ke jumlah saham yang lebih banyak. Hasilnya, harga rata rata menjadi turun.

Rumus Average Down Saham

Namun, average down tidak selalu cocok untuk semua kondisi. Strategi ini ideal digunakan saat penurunan harga bersifat sementara dan bukan karena masalah fundamental. Jika perusahaan mengalami penurunan kinerja serius, average down justru bisa memperbesar kerugian.

Average down untuk pemula perlu dilakukan dengan disiplin. Investor harus memiliki rencana jelas, bukan sekadar berharap harga akan naik kembali. Tanpa analisis, strategi ini bisa berubah menjadi jebakan psikologis yang membuat investor terus menambah posisi pada saham yang salah.

Baca juga : Saham BUMI Melonjak di 2026: Momentum Baru atau Pengulangan Euforia Lama?

Rumus Average Down Saham dan Contoh Perhitungan

Memahami rumus average down adalah langkah penting sebelum menerapkan strategi ini. Rumusnya cukup sederhana dan mudah dihitung.

Rumus Average Down Saham

Harga Rata Rata Baru =
(Total Dana Lama + Total Dana Baru) ÷ (Jumlah Saham Lama + Jumlah Saham Baru)

Contoh Perhitungan

Seorang investor membeli 100 saham di harga Rp5.000.
Total dana awal = Rp500.000.

Harga saham turun ke Rp3.000, lalu investor membeli 100 saham lagi.
Total dana tambahan = Rp300.000.

Total dana = Rp800.000
Total saham = 200 lembar

Harga rata rata baru = Rp800.000 ÷ 200 = Rp4.000

Artinya, investor kini hanya perlu harga saham naik ke atas Rp4.000 untuk mencapai titik impas.

Kelebihan dan Kekurangan Average Down

  1. Menurunkan harga rata rata beli
  2. Mempercepat potensi balik modal
  3. Risiko meningkat jika tren turun berlanjut
  4. Membutuhkan modal tambahan

Perhitungan ini membantu investor mengambil keputusan berbasis angka, bukan emosi.

Baca juga : 1 Lot Saham BRI - Berapa Harganya, dan Bagaimana Menghitungnya?

Strategi Investasi Saham dan Manajemen Risiko Average Down

Strategi investasi saham dengan average down harus disertai manajemen risiko yang ketat. Investor perlu menentukan batas maksimal modal yang dialokasikan untuk satu saham. Jangan sampai satu posisi menguasai seluruh portofolio.

Langkah penting lainnya adalah memastikan alasan penurunan harga. Jika penurunan terjadi karena sentimen pasar umum, peluang rebound lebih besar. Namun jika karena kinerja perusahaan menurun, average down sebaiknya dihindari.

Investor juga disarankan membagi pembelian menjadi beberapa tahap. Strategi ini membantu mengurangi risiko membeli terlalu banyak di satu titik harga.

Tips Manajemen Risiko

  1. Gunakan dana yang sudah dialokasikan
  2. Batasi jumlah average down
  3. Evaluasi fundamental secara berkala
  4. Tentukan target dan batas kerugian

Pendekatan ini membuat average down lebih terukur dan tidak impulsif.

Baca juga : Kalender Libur Bursa 2026: Investor Wajib Catat!

Pergerakan Harga Saham dan Prediksi Rebound

Average down sering dikaitkan dengan harapan harga saham akan rebound. Dalam banyak kasus, saham yang turun karena sentimen jangka pendek memang berpotensi pulih seiring membaiknya kondisi pasar.

Namun prediksi harga saham tidak bersifat pasti. Investor perlu melihat tren jangka menengah, laporan keuangan, dan kondisi industri. Jika prospek perusahaan tetap positif, peluang kenaikan harga lebih besar.

Sebagai ilustrasi, saham yang turun 30 persen karena koreksi pasar umum sering mengalami pemulihan bertahap ketika sentimen membaik. Dalam skenario optimistis, harga dapat kembali mendekati level sebelumnya dalam beberapa bulan. Dalam skenario konservatif, harga bergerak sideways lebih lama sebelum arah baru terbentuk.

Catatan untuk Investor Aset Digital

Bagi investor yang juga ingin diversifikasi ke aset digital, Bittime menyediakan platform perdagangan kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan.

Mulai trading aset digital di Bittime dan kelola portofolio investasi Anda dengan lebih fleksibel

Diversifikasi lintas aset membantu menyeimbangkan risiko.

Baca juga : Cara Analisis Saham yang Efektif untuk Pemula Beserta Contohnya

Average Down untuk Pemula: Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan umum pemula adalah melakukan average down tanpa batas dan tanpa analisis. Penurunan harga sering memicu emosi takut rugi, sehingga keputusan menjadi tidak rasional.

Pemula juga sering mengabaikan kondisi pasar secara keseluruhan. Dalam tren bearish panjang, average down bisa menjadi strategi yang kurang efektif. Fokus utama tetap pada kualitas saham, bukan sekadar harga murah.

Belajar dari kesalahan dan disiplin menjalankan rencana investasi membantu pemula berkembang menjadi investor yang lebih matang.

Conclusion

Rumus average down saham membantu investor menurunkan harga rata rata beli dan mempercepat peluang balik modal. Namun strategi ini tidak selalu aman jika dilakukan tanpa analisis dan manajemen risiko. 

Dengan memahami rumus, contoh perhitungan, serta kondisi pasar, average down dapat menjadi alat yang efektif dalam strategi investasi saham jangka menengah hingga panjang.

Cara Beli Crypto di Bittime

Cara Beli NEW.webp

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.

Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!

Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.

FAQ

Apa itu average down saham

Strategi membeli saham lagi saat harga turun untuk menurunkan harga rata rata.

Apakah average down selalu menguntungkan

Tidak. Tergantung kondisi fundamental dan tren pasar.

Kapan waktu terbaik melakukan average down

Saat penurunan bersifat sementara dan fundamental tetap kuat.

Berapa kali boleh average down

Sebaiknya dibatasi sesuai rencana dan modal yang dialokasikan.

Apakah pemula boleh melakukan average down

Boleh, asal memahami risiko dan menggunakan perhitungan yang tepat.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Kapan Waktu Terbaik Membeli Saham untuk Investor Pemula?
Kapan Waktu Terbaik Membeli Saham untuk Investor Pemula?

Panduan waktu terbaik membeli saham untuk pemula, membahas timing, strategi aman, dan cara membaca peluang pasar saham.

2026-01-11Baca