Saham Hari Ini: 5 Emiten Potensial Layak Kamu Pantau

2026-09-23

Rekomendasi Saham Hari Ini, Pantau 5 Emiten Potensial Ini!.png

Perdagangan saham hari ini, Rabu 23 September 2026, berlangsung di tengah tekanan terhadap IHSG. 

Pada penutupan Selasa (22/9), IHSG turun 1,69% ke level 6.277,04 dan kembali berada di bawah level psikologis 6.300. Tekanan jual juga membuat indeks menembus beberapa moving average penting.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis masih melihat beberapa saham yang dapat dipantau berdasarkan setup teknikal maupun katalis sektoral. Lima emiten yang menjadi perhatian antara lain AMRT, TPIA, ISAT, CPIN, dan EMAS.

Key Takeaways

  • IHSG masih menghadapi tekanan dengan area 6.208–6.258 menjadi salah satu rentang yang dipantau MNC Sekuritas.
  • AMRT dan TPIA memiliki trading plan spesifik dari MNC Sekuritas, sementara ISAT, CPIN, dan EMAS masuk dalam top picks Phintraco Sekuritas.
  • Keputusan BI Rate, pergerakan rupiah, arus dana asing, serta kondisi pasar global menjadi katalis penting untuk saham IHSG hari ini.

Kondisi IHSG Hari Ini dan Sentimen Pasar

Tekanan terhadap IHSG meningkat setelah indeks ditutup di bawah MA60 dan MA100. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG dapat menguji area 6.208–6.258, sementara area penguatan terdekat berada di 6.333–6.364. Level support yang lebih luas berada di 6.267 dan 6.108, dengan resistance 6.440 dan 6.535.

Phintraco Sekuritas juga melihat potensi pengujian IHSG menuju 6.186–6.200. Selain faktor teknikal, investor mencermati tekanan terhadap rupiah dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23 September.

Kondisi ini membuat strategi perdagangan hari ini cenderung membutuhkan perhatian pada level entry, support, resistance, dan manajemen risiko, bukan sekadar mengejar saham yang sedang bergerak naik.

Baca Juga: Potensi Saham Minggu Ini: TPIA, BRPT, dan DMAS Jadi Perhatian

5 Saham Potensial yang Layak Dipantau Hari Ini

1. AMRT

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu saham pilihan hari ini dari MNC Sekuritas. Dalam riset 23 September, MNC Sekuritas memberikan skenario trading buy pada area Rp1.290–Rp1.305.

Target harga yang dicantumkan berada di Rp1.350 dan Rp1.375, dengan batas risiko atau stop loss di bawah Rp1.280. Pada perdagangan sebelumnya, AMRT terkoreksi 0,76% ke Rp1.305.

Trading plan tersebut menunjukkan bahwa AMRT sedang dipantau untuk peluang rebound teknikal, tetapi pergerakan harga tetap perlu dikonfirmasi pada area yang telah ditentukan analis.

2. TPIA

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga masuk daftar saham yang diperhatikan MNC Sekuritas. Strateginya adalah buy on weakness pada area Rp1.790–Rp1.810.

MNC Sekuritas mencantumkan target Rp1.890–Rp1.955 dan stop loss di bawah Rp1.765. TPIA sebelumnya terkoreksi 3,72% ke Rp1.810 dengan tekanan jual yang masih terlihat.

Bagi investor yang mencari saham potensial 2026, TPIA dapat masuk radar berdasarkan analisis teknikal tersebut, meski peluang jangka pendek tetap bergantung pada kemampuan saham mempertahankan area support.

Baca Juga : BRPT, TPIA, BREN hingga CUAN: Mana yang Layak Dipantau?

3. ISAT

PT Indosat Tbk (ISAT) masuk dalam daftar top picks Phintraco Sekuritas untuk perdagangan 23 September. Selain Phintraco, ISAT juga muncul dalam rangkuman rekomendasi beberapa sekuritas lain pada hari yang sama.

Menariknya, ISAT termasuk saham yang menguat pada perdagangan sebelumnya. Data pasar yang dikutip Bisnis menunjukkan ISAT naik 4,33% ke Rp2.410.

Kinerja harga tersebut membuat ISAT perlu diperhatikan dari sisi momentum, tetapi investor tetap perlu melihat apakah penguatan dapat bertahan ketika IHSG secara keseluruhan masih berada dalam tekanan.

4. CPIN

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga masuk daftar saham pilihan hari ini versi Phintraco Sekuritas.

Pada perdagangan sebelumnya, CPIN tercatat menguat 0,96% ke Rp3.140.

Pergerakan tersebut menjadi salah satu alasan CPIN layak masuk radar perdagangan hari ini. Namun, posisi saham tetap perlu dilihat bersama kondisi sektor konsumer dan agribisnis serta sentimen pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Saham CPIN Masih Potensial Setelah Turun Kelas MSCI?

5. EMAS

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi salah satu top picks Phintraco Sekuritas untuk 23 September.

EMAS dapat menjadi perhatian investor yang mengikuti saham berbasis komoditas emas, terutama ketika harga emas global masih berada dalam fokus pasar. Phintraco mencatat harga emas berada di sekitar US$4.396 per troy ounce pada 22 September.

Namun, eksposur terhadap komoditas juga berarti harga saham dapat dipengaruhi oleh perubahan harga emas, sentimen sektor pertambangan, dan kondisi pasar global.

Katalis Saham Hari Ini: BI Rate dan Rupiah

Selain faktor teknikal, keputusan Bank Indonesia menjadi salah satu katalis utama perdagangan 23 September. Sebelum RDG September, BI Rate berada di 5,75%, setelah BI mempertahankannya pada RDG 18–19 Agustus.

Pasar juga memperhatikan bagaimana BI merespons tekanan terhadap rupiah dan kondisi eksternal. Phintraco memperkirakan BI masih mempertahankan BI Rate 5,75%, sementara pertumbuhan kredit Agustus diperkirakan meningkat menjadi 15% secara tahunan.

Respons pasar terhadap keputusan dan komunikasi BI dapat memengaruhi saham perbankan, konsumer, komoditas, hingga saham berkapitalisasi besar.

Tak hanya saham lokal, ingin punya eksposur ke saham Amerika juga? Daftar di Bittime dan mulai investasi lewat tokenized stock.

Bagaimana Menyikapi Saham IHSG yang Masih Volatil?

Dalam kondisi IHSG yang masih berada di bawah sejumlah moving average, daftar rekomendasi saham hari ini sebaiknya digunakan sebagai bahan pemantauan, bukan sebagai kepastian arah harga.

Investor dapat membandingkan area entry dengan support, memperhatikan volume perdagangan, dan menentukan batas risiko sebelum melakukan transaksi. Perbedaan antara trading buy dan buy on weakness juga penting karena keduanya memiliki konteks entry yang berbeda.

Dengan IHSG yang masih berpotensi menguji area 6.200-an, disiplin terhadap level teknikal menjadi semakin relevan.

Baca Juga: Harga Saham BBCA Hari Ini: Pergerakan, Sentimen, dan Prospek

Kesimpulan

Lima emiten yang layak dipantau dalam perdagangan 23 September 2026 adalah AMRT, TPIA, ISAT, CPIN, dan EMAS, berdasarkan rekomendasi MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas. 

AMRT dan TPIA memiliki level trading plan yang lebih terperinci, sedangkan ISAT, CPIN, dan EMAS termasuk dalam top picks Phintraco.

Namun, kondisi saham IHSG masih menghadapi tekanan. Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan indeks, keputusan BI Rate, rupiah, volume transaksi, serta level teknikal masing-masing saham sebelum mengambil keputusan investasi.

bittime biaya withdrawal murah

Dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti AMZONTSLAXMSFTON atau GOOGLX di market Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa saham pilihan hari ini?

Berdasarkan rekomendasi analis untuk 23 September 2026, beberapa saham yang dipantau antara lain AMRT, TPIA, ISAT, CPIN, dan EMAS. Daftar tersebut berasal dari rekomendasi sekuritas dan bukan jaminan kinerja harga.

Saham apa yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini?

MNC Sekuritas mencantumkan AMRT, BBRI, PGAS, dan TPIA dalam trading plan 23 September. AMRT mendapat skenario trading buy, sedangkan TPIA masuk skenario buy on weakness.

Apa saham potensial 2026 yang perlu dipantau?

Saham potensial perlu dinilai berdasarkan fundamental emiten, valuasi, prospek sektor, kondisi makro, dan momentum harga. Dalam konteks perdagangan 23 September, ISAT, CPIN, dan EMAS termasuk top picks Phintraco, sementara AMRT dan TPIA masuk trading plan MNC Sekuritas.

Mengapa IHSG masih berisiko terkoreksi?

IHSG ditutup turun 1,69% ke 6.277,04 pada 22 September dan berada di bawah MA60 serta MA100. MNC Sekuritas memperkirakan indeks dapat menguji 6.208–6.258, sedangkan Phintraco melihat potensi pengujian 6.186–6.200.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham hari ini?

Perhatikan level support dan resistance, volume, sentimen IHSG, kondisi rupiah, katalis sektoral, serta batas risiko. Rekomendasi analis dapat menjadi referensi, tetapi bukan kepastian bahwa harga akan mencapai target.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

AI Bubble Pecah? Michael Burry dan Hayes Ungkap Risiko Pasar
AI Bubble Pecah? Michael Burry dan Hayes Ungkap Risiko Pasar

AI bubble kembali menjadi perhatian setelah Nasdaq mencetak rekor. Simak pandangan Michael Burry, Arthur Hayes, dan potensi dampaknya terhadap Bitcoin.

2026-09-23Baca