Prediksi Harga Bitcoin 5 Juni 2026: Setelah Jebol US$62.000, Ke Mana Arah BTC Selanjutnya?
2026-06-04
Bittime - Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah mengalami tekanan jual tajam pada awal Juni 2026. Berdasarkan data Bittime per 4 Juni 2026, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$63.143, turun 5,54% dalam 24 jam terakhir.
Selama periode tersebut, BTC sempat menyentuh level tertinggi US$67.446 sebelum jatuh hingga US$61.504, menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi di pasar kripto.
Penurunan ini terjadi di tengah kombinasi beberapa faktor negatif, mulai dari arus keluar dana ETF Bitcoin spot, likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, hingga meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.
Pertanyaannya sekarang, apakah Bitcoin sudah mendekati titik terendah lokal atau justru masih berisiko turun lebih dalam?
Poin Penting
Bitcoin turun 5,54% dalam 24 jam dan diperdagangkan di US$63.143.
Harga masih berada di bawah EMA 9 (US$65.143) dan EMA 26 (US$68.254).
Support terdekat berada di US$61.500, sementara resistance utama ada di US$65.000.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Bitcoin Masih Berada dalam Tren Bearish Jangka Pendek
Dari sisi teknikal, kondisi Bitcoin masih belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat.
Berdasarkan chart 4 jam Bittime, harga BTC saat ini berada di bawah dua indikator tren penting:
EMA 9: US$65.143
EMA 26: US$68.254
Harga saat ini: US$63.143
Posisi harga yang berada di bawah EMA 9 dan EMA 26 menunjukkan bahwa seller masih mendominasi pasar dalam jangka pendek. Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus area US$65.000, tekanan bearish masih menjadi skenario utama.
Selain itu, pola penurunan yang terbentuk sejak akhir Mei memperlihatkan serangkaian lower high dan lower low, yang merupakan karakteristik tren turun.
Baca juga: Market Cap Crypto Hari Ini Turun ke US$2,31 Triliun, Apa Artinya bagi Bitcoin dan Altcoin?
ETF Bitcoin Outflow Menekan Sentimen Pasar
Salah satu faktor fundamental terbesar yang membebani Bitcoin saat ini adalah keluarnya dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Dalam beberapa pekan terakhir, ETF Bitcoin mencatat arus keluar dana miliaran dolar AS. Padahal selama reli 2024 hingga awal 2026, ETF spot menjadi salah satu sumber permintaan terbesar bagi Bitcoin.
Ketika institusi mulai menarik dana dari ETF, pasar kehilangan salah satu pilar utama yang sebelumnya menopang harga. Akibatnya, tekanan jual menjadi lebih mudah mendominasi dibandingkan tekanan beli.
Bagi investor jangka pendek, perkembangan ETF flow masih menjadi indikator penting yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga : Jika Kamu Beli Bitcoin 1 Juta Rupiah di 2016, Berapa Nilainya Sekarang?
Gelombang Likuidasi Mempercepat Kejatuhan Bitcoin
Selain tekanan dari ETF, pasar juga mengalami apa yang dikenal sebagai leverage flush.
Banyak trader menggunakan posisi long dengan leverage tinggi saat Bitcoin masih berada di atas US$70.000. Ketika harga mulai turun dan menembus beberapa area support penting, sistem secara otomatis melikuidasi posisi-posisi tersebut.
Efek domino inilah yang membuat penurunan Bitcoin berlangsung sangat cepat.
Likuidasi besar-besaran biasanya menyebabkan harga turun lebih dalam dibandingkan tekanan jual spot biasa karena trader dipaksa keluar dari pasar tanpa pilihan.
Apa Kata Indikator Teknikal?
Beberapa indikator menunjukkan bahwa tekanan jual masih dominan, meskipun laju penurunan mulai melambat.
MACD Masih Bearish
Indikator MACD masih berada di area negatif dengan garis MACD berada di bawah signal line.
Hal ini menunjukkan momentum bearish masih aktif dan belum ada konfirmasi pembalikan tren.
Stochastic RSI Belum Oversold Ekstrem
Nilai Stochastic RSI berada di sekitar level 46.
Artinya pasar sudah jauh dari kondisi overbought, tetapi juga belum mencapai area oversold ekstrem yang sering menjadi sinyal pantulan harga.
Dengan kata lain, masih ada kemungkinan volatilitas berlanjut sebelum pasar menemukan arah yang lebih jelas.
Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan
Berdasarkan struktur harga saat ini, terdapat beberapa level penting yang menjadi fokus trader.
Support
US$61.500 (low harian terbaru)
US$60.000 (support psikologis)
US$58.000 (support mayor berikutnya)
Resistance
US$65.000
US$68.000
US$70.000
Area US$61.500 menjadi level yang sangat krusial. Jika support tersebut gagal dipertahankan, pasar berpotensi menguji area US$60.000 hingga US$58.000.
Sebaliknya, apabila Bitcoin berhasil kembali menembus US$65.000, peluang relief rally menuju US$68.000 akan mulai terbuka.
Baca juga : Crypto Fear and Greed Index Turun ke 26, Apakah Market Crypto Mendekati Titik Balik?
Harga Bitcoin Hari Ini 4 Juni 2026
Berdasarkan data perdagangan Bittime pada 4 Juni 2026, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$63.143, turun sekitar 5,54% dalam 24 jam terakhir.

BTC to USDT via Bittime Market
Selama periode tersebut, BTC sempat mencapai level tertinggi US$67.446 sebelum merosot hingga menyentuh titik terendah US$61.504.
Tekanan jual yang cukup agresif membuat Bitcoin kembali diperdagangkan di bawah indikator EMA 9 (US$65.143) dan EMA 26 (US$68.254), yang mengindikasikan tren jangka pendek masih cenderung bearish.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya aksi ambil untung, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot, serta likuidasi posisi leverage di pasar derivatif yang mempercepat penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.
Prediksi Harga Bitcoin 5 Juni 2026
Saat ini pasar masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi.
Bull Case
Jika tekanan jual mereda dan arus keluar ETF mulai melambat, Bitcoin berpotensi kembali menembus US$65.000 dan menguji resistance di area US$68.000 hingga US$70.000.
Base Case
Skenario yang paling realistis saat ini adalah konsolidasi di rentang US$61.500 hingga US$65.000 sambil menunggu sentimen baru dari pasar institusional.
Bear Case
Jika support US$61.500 ditembus dan tekanan jual kembali meningkat, Bitcoin berpotensi turun menuju area US$60.000 bahkan US$58.000 dalam jangka pendek.
Kesimpulan
Bitcoin memasuki 5 Juni 2026 dalam kondisi yang masih rentan setelah turun 5,54% dalam 24 jam terakhir ke level US$63.143. Tekanan utama datang dari kombinasi ETF outflow, likuidasi leverage, dan sentimen risk-off global.
Dari sisi teknikal, BTC masih bergerak di bawah EMA 9 dan EMA 26, sementara MACD belum menunjukkan sinyal pembalikan yang meyakinkan.
Selama harga belum mampu merebut kembali area US$65.000, investor perlu mengantisipasi volatilitas tinggi dan kemungkinan pengujian ulang support US$61.500 dalam beberapa hari ke depan.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Berapa harga Bitcoin hari ini?
Berdasarkan data Bittime per 4 Juni 2026, harga Bitcoin berada di sekitar US$63.143.
Mengapa Bitcoin turun tajam?
Penurunan dipicu oleh ETF outflow, likuidasi posisi leverage, dan sentimen risk-off global.
Apakah Bitcoin masih bearish?
Dalam jangka pendek, tren masih bearish karena harga berada di bawah EMA 9 dan EMA 26.
Di mana support Bitcoin saat ini?
Support terdekat berada di area US$61.500 dan US$60.000.
Apakah Bitcoin bisa rebound?
Bisa, tetapi BTC perlu kembali menembus area US$65.000 untuk mengurangi tekanan bearish saat ini.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



