MARA dan Strategy Jual Bitcoin, Ada Apa dengan Treasury BTC?
2026-08-11
Penjualan Bitcoin oleh MARA Holdings dan Strategy mengubah cara investor melihat perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemilik BTC dalam jumlah besar.
MARA Bitcoin dipangkas untuk membantu pembelian kembali utang dan mendukung pergeseran bisnis ke infrastruktur AI, sementara Strategy Bitcoin mulai dijual untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, pembayaran dividen, dan pengelolaan modal.
Perubahan ini penting karena kedua perusahaan sebelumnya menjadi contoh utama strategi corporate Bitcoin treasury, yaitu perusahaan yang menempatkan Bitcoin sebagai aset cadangan utama di neraca.
Kini, sebagian BTC tersebut mulai digunakan sebagai sumber likuiditas ketika kebutuhan modal meningkat.
Key Takeaways
- MARA menjual sekitar US$1,5 miliar Bitcoin pada kuartal I 2026 dan mengurangi kepemilikan BTC secara signifikan.
- Strategy telah menjual BTC beberapa kali sejak akhir Mei 2026 untuk membayar kewajiban dan membeli kembali saham preferen.
- Penjualan ini menunjukkan bahwa treasury BTC mulai berfungsi sebagai alat manajemen modal, bukan sekadar aset yang disimpan untuk jangka panjang.
MARA Jual Bitcoin untuk Kurangi Utang dan Masuk ke Bisnis AI
MARA Holdings menjadi salah satu perusahaan yang paling jelas mengubah strategi bisnisnya. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu penambang Bitcoin terbesar tersebut menjual sekitar US$1,5 miliar BTC pada kuartal I 2026.
Menurut CoinDesk, sekitar US$1,1 miliar dari penjualan tersebut dilakukan mendekati akhir kuartal untuk membeli kembali obligasi konversi. Penjualan itu ikut membuat posisi MARA turun dari pemegang treasury Bitcoin publik terbesar kedua menjadi keempat.
Langkah tersebut tidak berdiri sendiri. MARA juga sedang mengubah bisnisnya dari perusahaan yang berfokus pada penambangan Bitcoin menjadi perusahaan infrastruktur energi dan komputasi digital.
Dalam laporan tahunannya, MARA menyebut perusahaan memiliki sekitar 1,9 gigawatt kapasitas yang tersebar di 18 data center di Amerika Utara, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Latin. Infrastruktur tersebut digunakan untuk penambangan Bitcoin, sekaligus dikembangkan untuk kebutuhan AI inference dan high-performance computing (HPC).
MARA juga telah menjalin kemitraan dengan Starwood Digital Ventures untuk mengembangkan pusat data yang dapat melayani pelanggan enterprise, hyperscale, dan AI.
Perusahaan kemudian memperkuat langkah tersebut melalui rencana akuisisi Long Ridge Energy & Power di Ohio senilai sekitar US$1,5 miliar, termasuk asumsi utang sekitar US$785 juta. Aset tersebut mencakup pembangkit listrik gas berkapasitas 505 MW dan lahan lebih dari 1.600 acre yang dapat dikembangkan menjadi kampus data center.
Dengan demikian, alasan MARA jual Bitcoin berkaitan erat dengan kebutuhan modal untuk membangun bisnis yang lebih luas.
Bitcoin masih menjadi bagian dari operasional perusahaan, tetapi listrik, lahan, dan kapasitas data center kini semakin penting dalam strategi jangka panjang MARA.
Daftar di Bittime dan kenali peluang perdagangan aset kripto sekaligus fitur Futures Trading yang tersedia di platform.
Strategy Bitcoin Mulai Dijual Setelah Bertahun-tahun Mengakumulasi BTC
Perubahan Strategy bahkan lebih menarik karena perusahaan tersebut identik dengan strategi akumulasi Bitcoin agresif yang dibangun oleh Michael Saylor.
Strategy, yang sebelumnya bernama MicroStrategy, mulai menjual sebagian BTC pada akhir Mei 2026.
Berdasarkan laporan CoinDesk, perusahaan menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta pada 26-31 Mei dengan harga rata-rata US$77.135 per BTC. Dana tersebut digunakan untuk membayar dividen saham preferen.
Penjualan kemudian meningkat.
Pada akhir Juni hingga awal Juli, Strategy menjual 3.588 BTC senilai sekitar US$216 juta. Transaksi tersebut terdiri dari penjualan 1.363 BTC senilai US$80,8 juta dan 2.225 BTC senilai US$135,2 juta. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Strategy turun menjadi 843.775 BTC pada 5 Juli.
Strategy kemudian menjual lagi 1.638 BTC senilai sekitar US$104,7 juta pada akhir Juli. Pada 2 Agustus, kepemilikan perusahaan tercatat 842.138 BTC dengan harga akuisisi rata-rata sekitar US$75.419 per BTC.
Penjualan berlanjut pada pekan berikutnya.
Pada 10 Agustus 2026, Strategy mengumumkan penjualan 1.690 BTC senilai sekitar US$108,6 juta. Menurut Wall Street Journal, dana tersebut digunakan sebagian untuk membeli kembali saham preferen. Penjualan ini menjadi pekan kedua berturut-turut ketika Strategy melepas Bitcoin.
Dalam empat pekan terakhir, total BTC yang dijual Strategy mencapai sekitar 6.916 BTC dengan nilai US$429,4 juta.
Namun, jumlah tersebut masih kecil dibandingkan total cadangan perusahaan. Setelah transaksi terbaru, Strategy masih memegang sekitar 840.447 BTC, sehingga perusahaan tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.

Ilustrasi: Generated by AI
Baca Juga: Strategy Tak Beli Bitcoin untuk Pertama Kalinya, Apa Penyebabnya?
Mengapa Strategy Tidak Lagi Hanya Membeli Bitcoin?
Jawabannya berkaitan dengan perubahan kebutuhan modal.
Pada 29 Juni 2026, Strategy memperkenalkan Digital Credit Capital Framework. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjual Bitcoin hingga US$1,25 miliar melalui program BTC Monetization Program.
Menurut Decrypt, dana hasil penjualan dapat digunakan untuk memperkuat cadangan kas, membayar dividen saham preferen, serta melakukan pembelian kembali sekuritas jika dianggap lebih menguntungkan dibandingkan menerbitkan saham baru.
Strategy juga menetapkan USD Reserve sekitar US$2,55 miliar per 28 Juni 2026. Cadangan tersebut ditujukan untuk membayar dividen saham preferen dan bunga utang, dengan kebijakan minimum yang setara dengan setidaknya 12 bulan kebutuhan tersebut.
Langkah ini menunjukkan perubahan penting dalam konsep treasury BTC.
Selama bertahun-tahun, Bitcoin Strategy diperlakukan terutama sebagai aset yang terus ditambah. Kini, BTC juga dapat digunakan sebagai sumber likuiditas ketika perusahaan perlu mengelola kewajiban keuangannya.
Dengan kata lain, Strategy masih mempertahankan Bitcoin sebagai aset treasury utama, tetapi perusahaan mulai menggunakan sebagian kepemilikan tersebut secara aktif.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas MA 200, Jika Gagal Support Selanjutnya $54.000
Treasury BTC Berubah dari Strategi HODL Menjadi Alat Manajemen Modal
Penjualan MARA dan Strategy memiliki alasan berbeda, tetapi keduanya memperlihatkan perubahan yang sama dalam industri.
MARA menggunakan sebagian BTC untuk memperbaiki struktur utang dan membiayai pengembangan bisnis infrastruktur energi serta AI. Strategy menggunakan Bitcoin untuk mendukung cadangan kas, pembayaran dividen, dan pembelian kembali saham preferen.
Perubahan ini membuat istilah Bitcoin treasury perlu dipahami lebih luas.
Perusahaan yang memiliki BTC dalam jumlah besar tidak selalu akan mempertahankan seluruh aset tersebut tanpa perubahan. Ketika kondisi pasar berubah atau perusahaan memiliki kebutuhan modal, sebagian treasury dapat dijual untuk memenuhi kewajiban.
Hal ini juga menjelaskan mengapa penjualan Bitcoin oleh perusahaan besar tidak selalu berarti mereka berubah menjadi bearish terhadap BTC.
Dalam kasus Strategy, perusahaan secara resmi masih menyatakan Bitcoin sebagai aset cadangan treasury utama dan menyebut kerangka baru tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan eksposur Bitcoin jangka panjang.
Sementara itu, MARA tetap menjalankan penambangan Bitcoin. Bedanya, perusahaan kini berusaha memperoleh nilai lebih besar dari aset yang dimilikinya, terutama listrik dan infrastruktur data center.
Strategi tersebut muncul ketika permintaan komputasi AI meningkat. Infrastruktur yang sebelumnya digunakan untuk mining dapat memiliki nilai ekonomi lain jika dapat dialihkan untuk kebutuhan AI dan HPC.
MARA sendiri menjelaskan bahwa penambangan Bitcoin dapat menjadi beban listrik yang fleksibel, sedangkan AI membutuhkan kapasitas komputasi bernilai tinggi. Perusahaan melihat keduanya dapat ditempatkan dalam satu ekosistem energi yang sama.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!
Apa Dampaknya bagi Investor Bitcoin?
Penjualan BTC oleh perusahaan besar dapat memengaruhi sentimen pasar, tetapi skalanya perlu dilihat secara proporsional.
Strategy menjual ribuan BTC dalam beberapa pekan terakhir, tetapi perusahaan masih memiliki lebih dari 840.000 BTC. Posisi tersebut jauh lebih besar dibandingkan volume yang dilepas dalam setiap transaksi.
Karena itu, penjualan tersebut lebih tepat dibaca sebagai perubahan pengelolaan treasury daripada keputusan untuk keluar dari Bitcoin.
Risiko terbesar justru berada pada kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dan mengelola kewajiban ketika harga Bitcoin turun.
Model perusahaan treasury Bitcoin sangat bergantung pada hubungan antara harga BTC, nilai saham, biaya modal, utang, dan kemampuan menerbitkan saham.
Riset akademik mengenai perusahaan treasury aset kripto juga menunjukkan bahwa model tersebut dapat memberikan eksposur BTC yang lebih tinggi kepada investor, tetapi sekaligus menghadirkan risiko besar ketika premi nilai perusahaan terhadap aset bersihnya menyusut.
Karena itu, investor perlu melihat lebih dari sekadar jumlah Bitcoin yang disimpan sebuah perusahaan.
Yang juga penting adalah berapa utang perusahaan, berapa besar cadangan kas, bagaimana BTC diperoleh, untuk apa BTC dijual, dan apakah bisnis operasional mampu menghasilkan arus kas yang cukup.
Baca Juga: Kasus Strategy dan Michael Saylor: Dampaknya ke Saham dan Bitcoin
Kesimpulan
MARA dan Strategy memang sama-sama menjual Bitcoin, tetapi alasan di baliknya tidak sepenuhnya sama.
MARA menggunakan sebagian treasury BTC untuk mengurangi utang sekaligus mendukung transformasi menuju bisnis energi, data center, dan AI, sedangkan Strategy memanfaatkan Bitcoin sebagai sumber likuiditas untuk mengelola dividen, cadangan kas, dan struktur modal.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa corporate Bitcoin treasury memasuki fase baru. Bitcoin tetap menjadi aset strategis, tetapi sebagian perusahaan mulai memperlakukannya sebagai instrumen manajemen modal yang dapat dijual ketika kebutuhan keuangan menuntut.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah MARA menjual semua Bitcoin miliknya?
Tidak. MARA masih memiliki Bitcoin dalam jumlah besar setelah penjualan pada 2026, sementara perusahaan tetap menjalankan bisnis penambangan BTC.
Mengapa MARA menjual Bitcoin?
MARA menggunakan hasil penjualan BTC antara lain untuk membeli kembali obligasi konversi dan mendukung perubahan strategi menuju bisnis energi, data center, AI, dan HPC.
Apakah Strategy berhenti membeli Bitcoin?
Tidak ada indikasi bahwa Strategy meninggalkan Bitcoin sebagai aset treasury utama, tetapi perusahaan kini memiliki kebijakan yang memungkinkan penjualan BTC untuk kebutuhan modal tertentu.
Berapa banyak Bitcoin yang dijual Strategy pada Agustus 2026?
Strategy menjual 1.638 BTC senilai sekitar US$104,7 juta pada awal Agustus dan kemudian 1.690 BTC senilai sekitar US$108,6 juta pada pekan berikutnya.
Apa itu corporate Bitcoin treasury?
Corporate Bitcoin treasury adalah strategi perusahaan menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari aset cadangan di neraca. Model ini memberikan perusahaan eksposur terhadap harga BTC, tetapi juga membuat pengelolaan likuiditas dan risiko menjadi semakin penting.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



