Awas, Pencurian Kripto! Dua Remaja Ini Ditangkap Polisi
2026-02-08
Bittime - Kasus pencurian kripto kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat. Kali ini, pelakunya bukan kelompok kriminal profesional, melainkan dua remaja berusia 16 dan 17 tahun. Mereka ditangkap setelah diduga terlibat dalam upaya pencurian aset kripto bernilai sekitar 66 juta dolar AS di wilayah Arizona.
Peristiwa ini memperkuat tren yang kian mengkhawatirkan: pencurian crypto tidak lagi terbatas pada peretasan jarak jauh, tapi mulai melibatkan kekerasan fisik dan pelaku usia belia.
Melansir The Block, aparat penegak hukum menilai kasus ini sebagai salah satu contoh paling ekstrem dari perubahan pola kejahatan kripto di AS dalam beberapa tahun terakhir.
Key Takeaways
- Kasus pencurian kripto di AS meningkat dan mulai melibatkan remaja dengan dakwaan pidana berat.
- Upaya pencurian dilakukan secara fisik dengan perencanaan matang, bukan sekadar serangan digital.
- Aplikasi pesan terenkripsi diduga berperan dalam perekrutan dan koordinasi pelaku.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Kronologi Penangkapan Dua Remaja
Kejadian bermula ketika dua remaja asal California melakukan perjalanan darat sejauh ratusan mil menuju Scottsdale, Arizona. Setibanya di kawasan perumahan, mereka menyamar menggunakan atribut pengantar paket untuk menghindari kecurigaan warga sekitar.
Menurut laporan kepolisian, keduanya diduga memaksa masuk ke sebuah rumah yang diyakini menyimpan akses ke aset kripto bernilai besar. Situasi di dalam rumah berubah menjadi mencekam ketika penghuni diancam dan diminta menyerahkan informasi terkait aset digital mereka.
Upaya tersebut gagal setelah salah satu anggota keluarga berhasil menghubungi layanan darurat. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pengejaran. Kedua remaja akhirnya ditangkap tidak jauh dari tempat kejadian, sementara sejumlah barang bukti ditemukan di sekitar lokasi.
Aplikasi Pesan Terenkripsi
Dalam pemeriksaan awal, terungkap bahwa kedua remaja tersebut tidak bertindak sendirian. Mereka mengaku mendapatkan instruksi dari pihak lain melalui aplikasi pesan terenkripsi. Komunikasi dilakukan menggunakan identitas anonim, tanpa pertemuan langsung.
Instruksi yang diterima mencakup alamat target, waktu pelaksanaan, hingga dana operasional untuk membeli perlengkapan. Skema ini menunjukkan bagaimana anonimitas digital dimanfaatkan untuk merekrut pelaku lapangan, termasuk individu di bawah umur.
Bagi aparat penegak hukum, pola ini menjadi tantangan serius karena menyulitkan pelacakan dalang utama yang berada di balik layar.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) 9 Februari 2026
Pencurian Kripto dan Pola Kekerasan Fisik
Kasus ini mencerminkan pergeseran metode pencurian crypto. Jika sebelumnya kejahatan kripto identik dengan peretasan sistem dan penipuan daring, kini muncul pendekatan yang lebih brutal dengan tekanan fisik langsung terhadap korban.
Modus ini kerap menargetkan individu yang diketahui memiliki aset kripto dalam jumlah besar. Informasi pribadi korban biasanya diperoleh dari kebocoran data atau interaksi di komunitas daring tertutup. Setelah lokasi diketahui, pelaku mendatangi korban secara langsung untuk memaksa penyerahan akses aset digital.
Pola semacam ini membuat risiko kepemilikan kripto semakin kompleks, tidak hanya soal keamanan digital, tetapi juga keselamatan pribadi.
Baca Juga: Bitcoin Kembali Terkoreksi di Februari 2026, Apa yang Terjadi?
Konsekuensi Hukum yang Menanti
Meski masih di bawah umur, kedua remaja tersebut menghadapi dakwaan serius, termasuk perampokan, penculikan, dan penyerangan. Jaksa penuntut memiliki opsi untuk mengajukan tuntutan tambahan, tergantung hasil penyelidikan lanjutan.
Pengadilan memutuskan penahanan sementara sebelum akhirnya memberikan pembebasan bersyarat dengan jaminan dan pengawasan ketat. Proses hukum selanjutnya akan menentukan apakah mereka akan diadili sebagai remaja atau orang dewasa.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa keterlibatan usia muda tidak serta merta meringankan konsekuensi hukum, terutama ketika menyangkut kekerasan dan nilai kerugian besar.
Baca Juga: Smart Money Concept: Strategi Membaca Pergerakan Market Kripto
Mengapa Kasus Seperti Ini Terus Terjadi
Nilai kripto yang besar, ditambah sifat aset yang bisa dipindahkan dengan cepat, menjadikannya target empuk kejahatan. Di sisi lain, masih banyak pemilik aset digital yang meremehkan risiko keamanan non digital.
Kurangnya kesadaran soal perlindungan identitas dan informasi pribadi ikut memperbesar peluang terjadinya serangan fisik. Ketika data pribadi tersebar, aset kripto tidak lagi terlindungi oleh layar dan kata sandi semata.
Bagi aparat, kombinasi antara teknologi, anonimitas, dan kekerasan fisik menciptakan tantangan baru yang belum sepenuhnya teratasi.
Kesimpulan
Kasus pencurian Kripto di AS meningkat dengan pola yang semakin berbahaya. Penangkapan dua remaja berusia 16 dan 17 tahun menjadi bukti bahwa kejahatan ini tidak lagi mengenal batas usia maupun metode.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi pemilik aset kripto, bukan hanya dari sisi digital, tetapi juga dalam menjaga keamanan pribadi dan informasi sensitif. Tanpa langkah pencegahan yang menyeluruh, risiko serupa berpotensi terus berulang.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan pencurian crypto?
Pencurian crypto adalah pengambilan aset digital secara ilegal, baik melalui peretasan, penipuan, maupun paksaan fisik terhadap pemilik aset.
Mengapa remaja bisa terlibat dalam kasus ini?
Mereka diduga direkrut oleh pihak lain melalui komunikasi anonim dan dijanjikan imbalan finansial.
Apakah aset kripto disimpan secara fisik di rumah?
Tidak. Namun akses ke aset kripto sering disimpan dalam perangkat atau catatan yang bisa dipaksa untuk diserahkan.
Apa itu serangan fisik terhadap pemilik kripto?
Ini adalah metode pencurian dengan mendatangi korban secara langsung dan memaksa mereka memberikan akses aset digital.
Apakah pelaku akan dipenjara meski masih di bawah umur?
Kemungkinan tetap ada, tergantung keputusan pengadilan dan tingkat kejahatan yang dilakukan.
Bagaimana cara mengurangi risiko pencurian kripto?
Menjaga kerahasiaan identitas, membatasi informasi pribadi, dan menerapkan sistem penyimpanan aset yang aman menjadi langkah penting.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




