Harga Minyak Anjlok 9% Jelang Pembicaraan AS-Iran soal Pembukaan Selat Hormuz
2026-08-03
Trader yang baru mengunci posisi beli minyak hari Rabu lalu, ketika Brent melompat 9,6% gara-gara isu Selat Hormuz, mungkin harus gigit jari akhir pekan ini.
Harga minyak dunia anjlok 9% dalam semalam setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan menjadwalkan pembicaraan AS-Iran mulai Senin ini—memutar balik sentimen pasar energi hanya dalam hitungan hari.
Brent sempat menyentuh titik terendah $82,83 dari penutupan sebelumnya di $91,03, sebelum sedikit pulih ke kisaran $84 per barel. WTI ikut ambruk 4,74% ke $80,66.
Penurunan setajam ini biasanya butuh sinyal yang sangat jelas, dan sinyalnya kali ini adalah harapan dibukanya kembali salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.
Key Takeaways
- Harga minyak dunia anjlok tajam—Brent ke kisaran $83–84, WTI ke $80,66—usai Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan menjadwalkan perundingan Senin ini.
- Iran secara resmi membantah klaim Trump soal permintaan penundaan serangan, sementara serangan tanker di sekitar Selat Hormuz nyatanya masih berlanjut.
- OPEC+ menambah tekanan turun dengan menyetujui kenaikan produksi 188.000 barel per hari mulai September, di tengah ketidakpastian hasil negosiasi.
Kronologi di Balik Anjloknya Harga Minyak
Konflik AS-Iran ini sudah berjalan sejak akhir Februari 2026, dan sempat mereda lewat nota kesepahaman (MoU) yang diteken kedua pihak pada 17 Juni. MoU itu memberi jendela negosiasi 60 hari, dan jendela itu kini nyaris habis.
Sepanjang Juli, harga minyak justru naik lebih dari 20% karena baku tembak AS-Iran kembali pecah dan serangan ke sejumlah tanker di sekitar Oman membuat kapal-kapal enggan masuk Teluk.
Sabtu malam lalu, sebagaikaman dikutip dari BeInCrypto, Trump mengumumkan lewat Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah lain meminta waktu tambahan untuk menuntaskan kesepakatan—dengan janji pembukaan penuh Selat Hormuz dan berakhirnya ancaman nuklir Iran.
Baca Juga: Setelah Selat Hormuz Dibuka: Apakah Sektor AI Kembali Jadi Primadona?
Ia mengaku setuju membatalkan rencana serangan besar, dengan syarat kesepakatan bisa cepat tercapai, dan menyebut Arab Saudi, UEA, Qatar, bahkan Iran sendiri sebagai pihak yang mengajukan permintaan ini.
Media pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi sebagian cerita tersebut, menyebut Putra Mahkota MBS mendorong Trump ke arah de-eskalasi lewat sambungan telepon akhir pekan.
Iran punya cerita berbeda. Kantor berita semi-resmi Fars justru menyindir balik klaim Trump dan menyebutnya tidak berdasar, tanpa menunjukkan tanda pelunakan sikap soal kendali atas Selat Hormuz.
Perundingan dijadwalkan mulai Senin siang ini—yang berarti hari ini adalah hari H dari pembicaraan yang jadi pemicu anjloknya harga.
Yuk daftar di Bittime dengan proses cepat, aman, dan mudah supaya bisa trading futures di saat market crypto bearish atau bullish!
Data Harga Terkini dan Faktor yang Memperberat Tekanan Turun
Volatilitas minggu ini tergolong ekstrem. Brent sempat melompat 9,6% hari Rabu lalu akibat isu Hormuz, lalu ambruk lagi 9% akhir pekan ini begitu ada sinyal de-eskalasi.
Pola naik-turun setajam ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap setiap pernyataan dari Washington maupun Teheran.
Ada faktor lain yang ikut menekan harga: OPEC+ pada Minggu menyetujui kenaikan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September, melengkapi pencabutan pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya berlaku.
Tambahan pasokan ini datang tepat saat sentimen pasar sedang condong ke arah penurunan risiko geopolitik, sehingga efeknya saling memperkuat.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini Naik Terdampak Perang Iran–Israel
Meski begitu, situasi di lapangan belum benar-benar tenang. UK Maritime Trade Operations melaporkan tiga serangan tanker tambahan sejak Sabtu, dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat.
Sejumlah tanker muatan minyak Saudi bahkan dialihkan lewat Selat Bab-el-Mandeb dari Laut Merah untuk menghindari rute Hormuz sama sekali.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengingatkan risiko terbesar minggu ini adalah pengulangan pola minggu lalu—harapan kesepakatan yang kembali kandas karena Iran belum menunjukkan tanda melunak, sementara jendela 60 hari MoU terus berjalan tanpa jeda dilansir BeInCrypto.
Kesimpulan
Anjloknya harga minyak 9% ini murni cerminan harapan pasar, bukan bukti bahwa krisis sudah selesai. Serangan tanker yang masih berlanjut dan bantahan resmi Iran menunjukkan celah antara narasi diplomatik dan kondisi riil di lapangan masih cukup lebar.
Hasil perundingan Senin ini akan jadi penentu arah harga minggu ini—entah benar-benar jadi titik balik menuju stabilitas, atau justru menambah satu putaran lagi dalam pola "naik gara-gara eskalasi, turun gara-gara harapan damai" yang sudah berulang sejak Februari.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kenapa harga minyak turun 9% hari ini?
Harga minyak turun tajam setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan mengumumkan perundingan dimulai Senin ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Penurunan risiko geopolitik ini diperkuat oleh keputusan OPEC+ menaikkan produksi mulai September.
Berapa harga Brent dan WTI saat ini?
Brent sempat menyentuh $82,83 sebelum pulih ke kisaran $84 per barel, sementara WTI turun ke $80,66 per barel. Kedua benchmark ini masih sangat fluktuatif mengikuti perkembangan negosiasi.
Kapan Selat Hormuz akan dibuka kembali?
Trump menjanjikan pembukaan penuh Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dirundingkan mulai Senin ini, tapi belum ada tanggal pasti karena Iran belum mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Serangan tanker yang masih berlanjut menunjukkan situasi di lapangan belum sepenuhnya aman.
Apakah Iran menyetujui permintaan penundaan serangan yang diklaim Trump?
Tidak. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, membantah klaim tersebut dan menyebutnya tidak berdasar, tanpa menunjukkan pelunakan sikap soal Selat Hormuz.
Apa peran OPEC+ dalam penurunan harga minyak ini?
OPEC+ menyetujui kenaikan produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September, menambah pasokan global tepat saat sentimen risiko geopolitik sedang menurun. Kombinasi kedua faktor ini mempercepat penurunan harga.
Apakah harga minyak berpotensi naik lagi?
Sangat mungkin, mengingat serangan tanker di sekitar Hormuz masih berlanjut dan Iran belum menunjukkan tanda menyetujui kesepakatan. Jika perundingan Senin ini gagal, pola kenaikan tajam seperti yang terjadi Rabu lalu berpotensi terulang.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



