Harga TIA Rebound, Ini Katalis Baru Celestia?
2026-09-23
Harga TIA kembali mendapat perhatian setelah token Celestia menguat tajam pada 22 September 2026.
Berdasarkan data CoinMarketCap, TIA sempat berada di sekitar US$0,49 setelah mencatat kenaikan harian dua digit. Pergerakan tersebut muncul bersamaan dengan publikasi revisi proposal Celestia Sustainable Blob Economy pada 22 September.
Proposal tersebut menarik karena mencoba menghubungkan penggunaan jaringan Celestia dengan sumber pendapatan protokol yang lebih berkelanjutan.
Jika berhasil diterapkan, model ini dapat memengaruhi cara pasar melihat fungsi token TIA dan masa depan ekonomi Celestia. Namun, seluruh mekanismenya masih berupa proposal dan belum otomatis berlaku di mainnet.
Key Takeaways
- Harga TIA rebound setelah Celestia memperkenalkan revisi proposal Sustainable Blob Economy.
- Proposal berfokus pada paid capacity, layanan data, dan kemungkinan menghubungkan pendapatan protokol dengan pengurangan sebagian penerbitan TIA.
- Potensi jangka panjang Celestia TIA tetap bergantung pada pertumbuhan penggunaan data availability dan kemampuan mengubah blockspace murah menjadi pendapatan berkelanjutan.
Kenapa Harga TIA Naik?
Salah satu pemicu utama kenaikan TIA crypto adalah perhatian pasar terhadap proposal ekonomi baru Celestia. CoinMarketCap mencatat TIA naik sekitar 17% pada 22 September berdasarkan harga penutupan harian dalam rupiah, sebelum bergerak di sekitar Rp9.000 pada 23 September.
Rebound tersebut tidak berarti perubahan fundamental sudah terjadi. Pasar lebih dahulu merespons potensi perubahan model ekonomi Celestia.
Proposal Sustainable Blob Economy mengusulkan pengembangan paid capacity commitments dan layanan data tertentu, termasuk layanan archival dan retrieval.
Tujuannya adalah mempertahankan data availability yang murah, tetapi menyediakan layanan bernilai lebih tinggi yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan.
Dengan kata lain, Celestia sedang mencoba menjawab pertanyaan penting: bagaimana blockspace murah dapat tetap menarik bagi pengguna sekaligus menghasilkan ekonomi protokol yang lebih berkelanjutan?
Baca Juga: Cara Staking TIA di Bittime dalam 4 Langkah Mudah
Apa Itu Blob Economy Celestia?
Untuk memahami proposal ini, perlu melihat fungsi utama Celestia.
Celestia merupakan jaringan data availability (DA) yang memungkinkan blockchain atau rollup menyimpan data transaksi sehingga data tersebut dapat tersedia untuk diverifikasi dan digunakan kembali. Model ini memisahkan fungsi data availability dari eksekusi transaksi.
Istilah blob economy merujuk pada ekonomi di sekitar kapasitas data tersebut. Celestia ingin menyediakan blockspace dalam jumlah besar dengan biaya relatif rendah.
Menurut data Growthepie per 22 September 2026, biaya data availability rata-rata 30 hari Celestia berada di sekitar US$0,0188 per MB, dibandingkan US$0,0325 untuk Ethereum blobs dan US$0,0363 untuk EigenDA.
Harga murah menjadi keunggulan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan: volume tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan tinggi.
Pantau perkembangan TIA dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.
Mengapa Blob Economy Penting bagi TIA?
Di sinilah proposal baru Celestia menjadi relevan terhadap fungsi token TIA.
Proposal tersebut mempertimbangkan mekanisme seperti kapasitas berbayar dan layanan data dengan pembayaran menggunakan TIA. Dalam jangka panjang, Celestia juga mengeksplorasi kemungkinan menggunakan pendapatan protokol untuk menggantikan sebagian penerbitan TIA.
Namun, belum ada perubahan tokenomics yang otomatis berlaku.
Proposal memiliki batas perencanaan hingga US$1,5 juta, tetapi setiap tahap—termasuk implementasi dan perubahan penerbitan—masih membutuhkan persetujuan terpisah.
Karena itu, pasar saat ini sedang menilai potensi perubahan tersebut, bukan hasil akhirnya.
Baca Juga: Prediksi Harga Koin Celestia (TIA) Terbaru
Apakah Celestia Punya Permintaan yang Cukup?
Ini menjadi salah satu pertanyaan penting untuk masa depan Celestia blockchain.
Data Growthepie menunjukkan Celestia memiliki biaya per MB yang kompetitif. Namun dari sisi jumlah L2, Ethereum DA masih memimpin. Pada data 22 September, Growthepie mencatat tiga L2 menggunakan Celestia, dibandingkan 15 L2 untuk Ethereum DA dan empat untuk EigenDA.
Artinya, keunggulan harga Celestia belum otomatis berarti dominasi pasar.
Tantangannya adalah meningkatkan penggunaan sambil mempertahankan biaya yang kompetitif. Jika lebih banyak rollup dan aplikasi membutuhkan data availability Celestia, model blob economy memiliki basis penggunaan yang lebih kuat.
Mulai trading TIA/IDR bersama Bittime di sini!
Apakah Harga TIA Bisa Naik Lagi?
Pertanyaan “apakah harga TIA bisa naik lagi” tidak hanya bergantung pada proposal tersebut.
Dalam jangka pendek, sentimen terhadap proposal dapat membantu mempertahankan perhatian pasar. Namun, pergerakan TIA juga tetap dipengaruhi kondisi altcoin, volume perdagangan, Bitcoin, serta supply token.
Faktor supply menjadi perhatian karena terdapat jadwal unlock TIA. Data DefiLlama menunjukkan unlock R&D dan ecosystem sebesar sekitar 183.562 TIA dijadwalkan pada 23 September 2026.
Karena itu, kenaikan harga perlu dilihat bersama kemampuan pasar menyerap tambahan pasokan.
Untuk prediksi TIA, level harga seperti US$0,49 dapat menjadi area yang diperhatikan trader setelah rebound, tetapi level tersebut bukan jaminan bahwa tren naik akan berlanjut.
Pergerakan di atas atau di bawah area tersebut perlu dikonfirmasi melalui volume dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Baca juga: Celestia Akan Upgrade Shwap, Harga Koin TIA Bakal Bereaksi?
Prediksi Celestia TIA Terbaru: Apa yang Perlu Dipantau?
Ada tiga faktor utama yang dapat menentukan arah Celestia TIA berikutnya.
Pertama, perkembangan proposal Sustainable Blob Economy. Pasar akan memperhatikan apakah proposal masuk ke tahap feasibility, voting, dan akhirnya implementasi.
Kedua, pertumbuhan penggunaan Celestia sebagai DA. Biaya rendah menjadi lebih berarti jika diikuti peningkatan permintaan.
Ketiga, hubungan antara penggunaan jaringan dan nilai TIA. Semakin jelas mekanisme yang menghubungkan aktivitas protokol dengan permintaan atau ekonomi token, semakin mudah pasar mengevaluasi tesis tersebut.
Konversi 1 TIA menjadi IDR - Kurs Celestia ke Indonesia
Kesimpulan
Rebound harga TIA pada September 2026 terjadi bersamaan dengan munculnya katalis fundamental baru melalui proposal Sustainable Blob Economy.
Konsep blob economy Celestia berusaha mempertahankan keunggulan blockspace murah sambil mencari sumber pendapatan tambahan dari layanan bernilai lebih tinggi.
Jika berhasil, model tersebut berpotensi mengubah pembahasan mengenai fungsi token TIA dari sekadar aset jaringan menjadi bagian dari ekonomi protokol yang lebih terhubung dengan penggunaan.
Namun, proposal masih berada dalam tahap pengembangan. Karena itu, prediksi TIA sebaiknya mempertimbangkan tiga hal sekaligus: implementasi proposal, pertumbuhan penggunaan DA, dan dinamika supply token.
Tertarik trading TIA? Selain pasangan TIA/IDR, Bittime juga menyediakan TIA/USDT untuk memudahkan strategi trading dan investasimu.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu blob economy Celestia?
Blob economy adalah konsep ekonomi di sekitar kapasitas data availability Celestia, termasuk penggunaan blockspace, biaya data, kapasitas jaringan, dan layanan data tambahan.
Kenapa token TIA naik?
Rebound TIA bertepatan dengan publikasi revisi proposal Sustainable Blob Economy yang menawarkan mekanisme baru untuk mengembangkan pendapatan protokol Celestia.
Apakah harga TIA bisa naik lagi?
Potensi kenaikan tetap bergantung pada implementasi proposal, permintaan terhadap Celestia DA, kondisi pasar crypto, dan dinamika pasokan TIA.
Apa fungsi token TIA?
TIA digunakan dalam ekosistem Celestia, termasuk untuk pembayaran biaya jaringan dan staking. Proposal terbaru juga mengeksplorasi penggunaan TIA dalam layanan data dan mekanisme ekonomi protokol.
Apakah Celestia crypto potensial?
Celestia memiliki keunggulan pada biaya data availability yang relatif rendah, tetapi prospeknya tetap bergantung pada kemampuan menarik lebih banyak pengguna dan mengubah penggunaan jaringan menjadi ekonomi yang berkelanjutan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



