Perbandingan Harga Bitcoin vs Emas dan Perak: Analisis Performa

2026-01-30

Perbandingan Harga Bitcoin vs Emas dan Perak.png

Bittime - “Harga Bitcoin vs emas dan perak” bukan sekadar soal angka, tetapi perbandingan performa yang mencerminkan bagaimana investor menilai risiko, peluang, dan fungsi aset sebagai store of value

Di awal 2026, tren harga menunjukkan dinamika menarik: emas dan perak mencatat rekor tertinggi, sementara Bitcoin justru berkonsolidasi setelah reli panjang di 2025.

Data terbaru menunjukkan logam mulia mengalami reli secara mencengangkan akibat permintaan akan aset aman meningkat tajam di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. 

lucky draw 15 juta.webp

Kemudian perak atau silver, bahkan mencapai harga tertinggi dalam sejarah, melewati US$100 per ounce di akhir Januari 2026, sementara harga emas berhasil mendekati dan menembus level di atas US$5.000 per ounce sebelum mengalami koreksi ringan. 

Sementara itu, harga Bitcoin bergerak lebih hati-hati. Tren terbaru memperlihatkan Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi yang relatif stabil di bawah level psikologis penting seperti US$90.000 sampai US$100.000. 

Key Takeaways

  • Precious metals menguat tajam: Emas dan perak mencapai puncak harga dalam beberapa dekade terakhir, mencerminkan permintaan safe-haven yang kuat.
  • Bitcoin dalam konsolidasi: Meski historis outperform secara besar, Bitcoin kini bergerak sideways setelah reli panjang, tekanan makro berperan besar.
  • Divergensi performa jangka pendek: Logam mulia saat ini unggul dalam momentum jangka pendek dibanding aset kripto.

Perbandingan Harga Bitcoin, Emas, dan Perak

Bitcoin gold silver.webp

Jika kita lihat dari performa historis, harga Bitcoin telah mencatat pertumbuhan luar biasa dalam satu dekade terakhir. 

Data per Desember 2025 menunjukkan Bitcoin meningkat sekitar 27.701% sejak 2015, jauh melampaui emas (+283%) dan perak (+405%). Ini memang angka besar dan menunjukkan kekuatan capital gain Bitcoin sebagai aset spekulatif dalam jangka panjang.

Namun, tren jangka pendek sangat berbeda. Per minggu terakhir Januari 2026, harga emas berhasil naik ke tingkat tertinggi baru, sementara perak menunjukkan kenaikan lebih tinggi lagi dari tahun sebelumnya karena permintaan industri sekaligus investor spekulatif. 

Net effect-nya adalah emas dan perak menjadi pusat perhatian sebagai aset safe-haven, bukan hanya sekadar komoditas fisik. Bitcoin, di saat yang sama, berada dalam fase konsolidasi harga yang relatif tenang setelah reli panjang di 2025 ketika pernah menembus level ekstrem. 

Sementara emas dan perak naik sebagai reaksi terhadap kekhawatiran makro seperti gejolak politik dan tekanan pada mata uang global, Bitcoin tampaknya lebih sensitif terhadap aliran modal berisiko dan sentimen investor terhadap crypto secara keseluruhan.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses cepat, aman, dan mudah langsung dari satu aplikasi.

Grafik Perbandingan Growth: Arah Modal Terlihat Jelas

Perbandingan Bitcoin, Gold, Silver.png

Grafik perbandingan pertumbuhan Bitcoin, emas, dan perak memperkuat kesimpulan teknikal di atas. Dalam jangka panjang, Bitcoin memang unggul secara persentase pertumbuhan. Namun dalam fase terbaru, kurva emas dan perak menanjak konsisten, sementara Bitcoin terlihat stagnan bahkan menurun.

Situasi ini menunjukkan rotasi modal yang sedang berlangsung. Investor global saat ini lebih memilih aset dengan volatilitas lebih terukur dan fungsi lindung nilai yang jelas. Bitcoin belum ditinggalkan, tetapi tidak menjadi prioritas utama dalam waktu dekat.

Berdasarkan data terkini, emas dan perak saat ini lebih unggul secara momentum dibanding Bitcoin. Bitcoin masih berpotensi bangkit, tetapi membutuhkan waktu dan konfirmasi teknikal yang lebih kuat. 

Untuk waktu dekat, logam mulia tampak lebih siap melanjutkan tren bullish, sementara Bitcoin masih berada dalam fase evaluasi pasar.

Baca Juga: RWA Crypto Menguat, 7 Proyek Ini Bersiap Rilis Token pada 2026

Analisis Pergerakan Harga Bitcoin, Emas, dan Perak Berdasarkan Chart Terbaru

Saat ini pasar sedang berada dalam fase divergensi yang jelas antara aset digital dan logam mulia. Bitcoin, emas, dan perak bergerak dengan ritme berbeda meski berada dalam konteks makro yang sama.

Bitcoin: Breakdown Jangka Pendek, Sentimen Masih Rapuh

Harga Bitcoin.png

Chart Bitcoin time frame 4 jam memperlihatkan tekanan jual yang tegas di akhir bulan. Harga jatuh dari area konsolidasi US$88.000–90.000 dan menembus support kuat di sekitar US$85.000, sebelum menyentuh area US$82.000. 

Candle merah panjang dengan volume meningkat mengindikasikan aksi distribusi, bukan sekadar pullback ringan.

Struktur harga menunjukkan lower high dan lower low, sinyal klasik tren turun jangka pendek. Selama Bitcoin belum mampu kembali ke atas area US$86.500–88.000, reli lanjutan masih bersifat teknikal dan rentan tertahan. 

Dari sisi momentum, Bitcoin saat ini kehilangan daya dorong, berbeda dengan logam mulia yang masih menjaga struktur naik.

Namun penting dicatat, penurunan ini masih berada dalam konteks koreksi setelah reli besar sebelumnya. Ini bukan kehancuran tren jangka panjang, melainkan fase pendinginan yang sering terjadi setelah euforia.

Baca Juga: Cara Beli Bitcoin untuk Pemula

Emas: Koreksi Sehat dalam Tren Naik yang Utuh

Harga Emas.png

Grafik emas (XAUUSD) menunjukkan cerita yang jauh lebih stabil. Setelah reli tajam hingga mendekati area US$5.600 per ounce, emas mengalami koreksi ke kisaran US$5.190–5.200. Meski terlihat penurunan tajam dalam beberapa candle, struktur tren naik belum rusak.

Higher low masih terjaga jika dibandingkan dengan fase konsolidasi sebelumnya. Volume meningkat saat harga naik, lalu menurun saat koreksi, pola klasik dari profit taking sehat. Area US$5.150–5.200 kini menjadi support penting yang menentukan arah selanjutnya.

Secara teknikal, emas masih berada dalam fase bullish terkendali. Selama support ini bertahan, potensi rebound ke US$5.400 bahkan retest high tetap terbuka. Ini memperkuat narasi bahwa emas masih menjadi tujuan utama arus modal defensif.

Perak: Volatilitas Tinggi, Tapi Momentum Masih Dominan

harga perak.png

Perak (XAGUSD) menampilkan karakter yang paling agresif. Chart 4 jam memperlihatkan lonjakan tajam hingga mendekati US$120 per ounce sebelum terkoreksi ke area US$110. Koreksi ini terlihat lebih dalam dibanding emas, tetapi tidak diiringi dengan kerusakan struktur besar.

Perak masih mencatat higher high dan higher low dalam skala besar. Candle dengan ekor bawah panjang menunjukkan adanya minat beli yang muncul setiap kali harga ditekan turun. Volume juga relatif tinggi, menandakan perak masih menjadi aset spekulatif favorit di tengah reli logam mulia.

Secara momentum, perak berada di antara emas dan Bitcoin. Lebih volatil dari emas, tetapi jauh lebih kuat dibanding Bitcoin saat ini. Jika support US$108–110 bertahan, perak berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target teknikal di area US$118–122.

Baca Juga: OpenAI Rilis Prism, Workspace AI Baru untuk Peneliti dan Ilmuwan

Mengapa Harga Emas dan Perak Meningkat Lebih Cepat?

Harga emas dan perak naik karena beberapa alasan yang saling terkait:

  1. Safe-haven demand: Ketika ketidakpastian makro meningkat, investor sering beralih ke aset fisik yang dianggap stabil: emas dan perak. 
  2. Permintaan investor dan industri: Perak memiliki peran ganda sebagai logam industri dan investasi, sehingga permintaannya lebih terdorong dari dua sisi, terutama dalam teknologi dan energi bersih. 
  3. Kelemahan dolar: Tekanan pada mata uang global turut mendorong kenaikan logam mulia karena investor mencari lindung nilai. 

Di tengah semua ini, Bitcoin tidak mengalami kenaikan tajam karena investor kripto lebih hati-hati, hukumannya terhadap volatilitas tinggi, dan fokus yang bergeser ke keamanan modal jangka pendek. 

Bitcoin juga memiliki faktor pendorong yang berbeda, seperti adopsi institusional, regulasi, dan dinamika pasar digital, yang tidak selalu berhubungan langsung dengan logam fisik.

Baca Juga: Cara Kerja AMM di Solana DEX: Mengapa Likuiditas Kecil Bisa Berbahaya

Bitcoin: Aset Pertumbuhan vs Safe-Haven

Penting dipahami bahwa Bitcoin dan logam mulia sering dipandang secara berbeda oleh pasar.

  • Bitcoin sering dilihat sebagai aset pertumbuhan tinggi (high-beta), dengan potensi capital gain besar namun volatilitas tinggi dan sensitivitas terhadap sentimen risk-on/risk-off.
  • Emas dan perak umumnya berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, dan harganya cenderung bergerak lebih moderat namun stabil di fase tekanan global.

Performance terbaik keduanya pun bervariasi berdasarkan horizon waktu: Bitcoin unggul dalam periode panjang, sedangkan logam mulia menunjukkan kekuatan dalam fase ketidakpastian ekonomi atau stress pasar.

Kesimpulan

Ketika membandingkan harga Bitcoin vs emas dan perak, kita menemukan gambaran yang lebih kaya daripada sekadar angka harga. Bitcoin tetap menjadi aset yang luar biasa dalam jangka panjang, dengan return yang jauh melebihi logam mulia jika dilihat dekade terakhir. 

Namun dalam fase pasar terbaru di awal 2026, momentum harga lebih berpihak pada emas dan perak sebagai aset safe-haven, terutama di tengah kekhawatiran ekonomi dan geopolitik saat ini.

Perbandingan ini menggambarkan bagaimana aset berbeda memainkan peran yang berbeda dalam portofolio investor: Bitcoin untuk pertumbuhan jangka panjang, emas dan perak untuk kestabilan dan lindung nilai di masa-masa ketidakpastian.

FAQ

Apa perbedaan utama antara Bitcoin dan emas/perak?

Bitcoin berpotensi pertumbuhan tinggi dan volatil, sedangkan emas dan perak lebih stabil dan sering dipilih saat pasar bergejolak.

Siapa yang unggul dalam jangka panjang?

Bitcoin menunjukkan return yang lebih besar dalam dekade terakhir, meski fluktuasi sangat tinggi. 

Mengapa emas dan perak naik di 2026?

Kenaikan logam mulia dipicu oleh permintaan safe-haven, industri, serta kekhawatiran makro seperti tekanan geopolitik dan pelemahan dolar. 

Apakah Bitcoin sekarang tidak menguntungkan?

Tidak. Bitcoin masih menarik untuk investor jangka panjang, tetapi performa jangka pendeknya sedang tertahan.

Apakah perak lebih menarik daripada emas?

Perak bisa naik lebih agresif karena permintaan industri selain sebagai investasi, tetapi juga lebih volatil. 

Haruskah saya memilih salah satu?

Pilihan tergantung tujuan investasi: stabilitas vs potensi pertumbuhan.

 

Cara Beli Crypto di Bittime?

Cara Beli NEW.webp

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.

Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!

Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Harga Emas dan Perak Tembus All Time High: Apa Penyebabnya?
Harga Emas dan Perak Tembus All Time High: Apa Penyebabnya?

Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa akibat ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar AS, dan meningkatnya permintaan aset safe haven. Artikel ini membahas faktor pendorong, tren terbaru, proyeksi analis, serta dampaknya bagi investor Indonesia.

2026-01-30Baca