Emas vs Bitcoin: Prediksi Aset Terbaik di 2026
2026-01-20
Perdebatan emas vs Bitcoin kembali memanas seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Dua aset ini sama-sama sering disebut sebagai pelindung nilai, tetapi karakter dan respons pasarnya sangat berbeda.
Menjelang 2026, banyak investor mulai bertanya, aset mana yang paling layak dijadikan pegangan utama untuk jangka menengah hingga panjang?
Kondisi pasar terbaru memperlihatkan kontras yang cukup tajam. Di saat emas mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa, Bitcoin justru mengalami koreksi cukup dalam. Situasi ini membuat topik prediksi aset terbaik di 2026 semakin relevan untuk dibahas.
Key Takeaways
- Emas masih menjadi aset aman utama saat ketegangan global meningkat.
- Bitcoin memiliki potensi pertumbuhan lebih besar meski volatilitasnya tinggi.
- Kebijakan suku bunga, regulasi, dan institusi akan sangat menentukan arah pasar 2026.
Pergerakan Harga Emas vs Bitcoin
Ketegangan pasar global kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa. Dampaknya langsung terasa ke berbagai aset investasi.
Harga emas melonjak tajam hingga menyentuh kisaran US$4.690 per troy ounce, mendekati level psikologis US$4.700. Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS, kekhawatiran perang dagang, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dalam situasi seperti ini, emas kembali membuktikan reputasinya sebagai aset safe haven. Sebaliknya, harga Bitcoin (BTC) justru tertekan dan sempat jatuh ke bawah US$94.000.

Berdasarkan grafik terbaru, harga BTC hari ini bergerak di area US$91.000–93.000, dengan tekanan jual yang masih cukup terasa sejak akhir 2025.
Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, investor global cenderung memilih stabilitas dibandingkan potensi pertumbuhan.
Baca Juga: Prediksi Harga Oasis (ROSE) 2026: Potensi Token Privacy & AI
Emas vs Bitcoin: Mana yang Lebih Unggul di 2026

Sumber Gambar: Medium
Meski emas terlihat lebih unggul saat krisis, bukan berarti Bitcoin kehilangan peluang. Justru, ada sejumlah faktor besar yang berpotensi membuat Bitcoin tampil lebih dominan dalam jangka menengah.
1. Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Federal Reserve diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga pada 2026. Ketika suku bunga turun, instrumen berisiko seperti Bitcoin biasanya menjadi lebih menarik dibanding aset berbunga rendah.
Rapat Federal Reserve pertama di 2026 yang dijadwalkan pada 27–28 Januari berpotensi menjadi momen penting perubahan sentimen pasar. Jika kebijakan moneter mulai longgar, aliran dana ke aset kripto bisa kembali deras.
2. Dukungan Pemerintahan Trump terhadap Kripto
Pemerintahan Trump dikenal cukup vokal dalam mendukung industri kripto. Sejumlah kebijakan dan wacana pro-kripto telah menciptakan iklim yang lebih ramah bagi aset digital di Amerika Serikat.
Jika dukungan ini berlanjut, kepercayaan investor institusional terhadap Bitcoin diperkirakan akan semakin kuat, mendorong adopsi yang lebih luas.
3. Wacana Cadangan Bitcoin Strategis AS
Spekulasi mengenai pembentukan cadangan Bitcoin strategis oleh Amerika Serikat menjadi katalis besar bagi pasar. Jika benar-benar terealisasi, langkah ini akan memberikan legitimasi kuat terhadap Bitcoin sebagai aset global.
Efek dominonya, negara lain bisa mengikuti langkah serupa, sehingga posisi Bitcoin dalam sistem keuangan dunia semakin kokoh.
4. Kejelasan Regulasi Lewat Clarity Act
Digital Asset Market Clarity Act masih tertahan di Senat AS. Namun jika disahkan, undang-undang ini akan memberikan kepastian hukum bagi pasar kripto.
Regulasi yang jelas justru menjadi kabar baik bagi investor besar, karena mengurangi risiko hukum dan meningkatkan minat institusional terhadap Bitcoin.
Baca Juga: Prediksi Harga Dusk (DUSK) 2026: Analisis Peluang Token RWA
Volatilitas Bitcoin dan Minat Institusi
Volatilitas sering dianggap sebagai kelemahan Bitcoin (BTC), tetapi di sisi lain justru menjadi sumber peluang. Dalam fase bull market, Bitcoin dikenal mampu mencatatkan kenaikan agresif yang sulit ditandingi aset konvensional seperti emas.
Secara historis, Bitcoin sudah mencapai all-time high di US$126.080 dan masih berada sekitar 27% di bawah puncaknya. Meski begitu, nilainya sudah naik lebih dari 135.000% dari harga terendah sepanjang masa, menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang luar biasa.
Selain itu, minat institusi terhadap Bitcoin terus meningkat, terutama lewat produk ETF kripto. Dalam periode terbaru, arus dana masuk ke ETF Bitcoin tercatat mencapai US$1,42 miliar, menjadi yang tertinggi sejak Oktober.
Masuknya dana besar ini menandakan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset investasi serius, bukan sekadar instrumen spekulatif.
Baca Juga: Prediksi Harga Manta Network (MANTA) 2026: Analisis Terbaru
Kesimpulan
Dalam perbandingan emas vs Bitcoin, keduanya memiliki peran yang berbeda. Emas unggul sebagai aset aman saat pasar diliputi ketidakpastian, sementara Bitcoin menawarkan potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar untuk jangka menengah hingga panjang.
Sebagai prediksi aset terbaik di 2026, Bitcoin terlihat lebih menjanjikan bagi investor dengan toleransi risiko tinggi, terutama jika didukung pemangkasan suku bunga, regulasi yang lebih jelas, dan adopsi institusional yang terus meningkat.
Namun, emas tetap relevan sebagai penyeimbang portofolio.
Baca Juga: Prediksi Harga RAI Token (RAI) 2026: Analisis Chart Terbaru
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan tentang kripto.
FAQ
Mana yang lebih aman antara emas dan Bitcoin?
Emas cenderung lebih stabil, sementara Bitcoin lebih volatil namun berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar.
Kenapa harga emas naik saat Bitcoin turun?
Saat ketidakpastian global meningkat, investor biasanya beralih ke aset aman seperti emas.
Apakah Bitcoin masih layak dibeli menuju 2026?
Masih layak, terutama untuk investasi jangka menengah hingga panjang dengan manajemen risiko yang baik.
Apakah Bitcoin bisa mengalahkan emas sebagai store of value?
Secara potensi pertumbuhan, Bitcoin unggul. Namun secara stabilitas, emas masih memimpin.
Strategi terbaik memilih emas atau Bitcoin?
Diversifikasi sering dianggap strategi paling bijak, dengan menyesuaikan profil risiko masing-masing investor.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



