Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Imbas Ancaman Tarif Trump ke Eropa
2026-01-19
Emas perak rekor tinggi menjadi topik utama pasar hari ini karena investor kembali mencari aset yang terasa lebih aman saat tensi dagang meningkat. Pemicu terbesarnya datang dari ancaman tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa yang terkait isu Greenland.
Ketika pasar mencium risiko baru, reaksi paling umum biasanya sederhana: aset berisiko ditahan dulu, sementara logam mulia dibeli lebih agresif. Hasilnya, harga emas dan perak menembus rekor tertinggi baru di pasar global.
Get the latest crypto updates and insights on Bittime Blog, or start buying your favorite crypto easily and securely on Bittime.
Mengapa Emas dan Perak Bisa Cetak Rekor Saat Isu Tarif Membesar
Saat isu tarif muncul, pasar biasanya langsung menghitung dampak ke pertumbuhan ekonomi, biaya impor, dan stabilitas hubungan dagang. Tarif bukan sekadar angka di dokumen kebijakan. Ia bisa mengubah arus barang, memicu balasan dari pihak lain, lalu menambah ketidakpastian.
Dalam kondisi seperti ini, banyak pelaku pasar memilih menambah porsi aset yang dianggap lebih tahan guncangan, dan emas sering berada di urutan pertama. Perak ikut terdorong karena dua alasan. Ia juga punya peran sebagai aset lindung nilai, dan pada saat yang sama punya sisi industri yang membuatnya sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Di hari ketika rekor terjadi, emas spot sempat menyentuh area sekitar 4.689 dolar AS per troy ounce sebelum bergerak di sekitar 4.670 dolar AS. Perak spot bahkan bergerak lebih tajam, sempat menyentuh sekitar 94 dolar AS per troy ounce sebelum bertahan di area 93 dolar AS.
Lonjakan perak yang lebih besar ini wajar karena perak lebih volatil. Saat arus beli masuk, pergerakannya sering lebih cepat dibanding emas.
Ancaman tarif yang dikaitkan dengan isu Greenland memperbesar kesan bahwa ketegangan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga soal geopolitik dan posisi tawar. Pasar biasanya tidak suka ketidakpastian ganda seperti ini. Jika investor merasa risiko menyebar ke banyak sisi, mereka cenderung menambah aset yang dianggap lebih defensif.
Ada satu poin yang sering terlupakan. Rekor emas dan perak juga muncul ketika pasar menilai suku bunga berpotensi lebih longgar, atau setidaknya tidak semakin ketat. Emas tidak memberi imbal hasil, jadi ketika biaya peluang memegang emas terasa turun, minat ke emas biasanya meningkat.
Baca juga : Panduan Investasi Perak 2026: Keuntungan, Risiko & Cara Mulai untuk Pemula
Bagaimana Ketegangan Dagang AS dan Eropa Mendorong Safe Haven Logam Mulia
Permintaan safe haven tidak muncul karena orang tiba tiba menyukai emas. Ia muncul karena investor butuh tempat parkir dana saat arah pasar terasa kabur. Ketika ancaman tarif membesar, pasar sering melihat beberapa reaksi berantai.
Risiko biaya impor naik, margin bisnis tertekan, perdagangan melambat, lalu ketidakpastian meningkat. Dalam fase itu, dana sering mengalir ke emas, yen, atau franc Swiss, sementara aset berisiko bisa melemah.
Di saat yang sama, arah dolar AS ikut berperan. Jika dolar melemah atau bergerak tidak stabil, emas sering lebih mudah naik karena harga emas global berbasis dolar. Selain itu, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah juga membuat emas lebih menarik. Kombinasi geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter seperti ini sering menjadi bahan bakar utama reli.
Agar lebih mudah dibaca, berikut faktor yang biasanya dipantau trader ketika emas dan perak menembus rekor karena isu tarif.
- Nada kebijakan tarif, apakah ancaman berubah menjadi jadwal yang jelas
- Respons Eropa, apakah ada rencana balasan yang konkret
- Arah dolar AS, karena ini mempengaruhi harga logam mulia global
- Pergerakan imbal hasil obligasi, karena terkait biaya peluang memegang emas
- Kondisi pasar saham, karena sering menjadi cermin suasana risk on atau risk off
Di tengah kamu menyusun rencana, penting juga memilih tempat transaksi yang rapi dari sisi keamanan. Bittime dapat dipertimbangkan karena menekankan proteksi akun dan pengalaman transaksi yang terstruktur.
Bagi kamu yang aktif di dunia digital, kripto, dan teknologi, jangan lupa untuk melakukan registrasi di platform Bittime.
Yang penting dipahami, emas dan perak tidak bergerak karena satu kalimat saja. Pasar membaca rangkaian risiko. Jika risiko terasa makin luas, permintaan safe haven biasanya bertahan lebih lama. Namun jika tensi mereda, logam mulia bisa masuk fase jeda.
Baca juga : Investasi Emas Digital Terbaik 2026 | Pilihan Aman untuk Semua
Perkiraan Tren Emas dan Perak Setelah Rekor Harga di Pasar Global
Setelah rekor tercetak, ada dua skenario yang paling sering terjadi. Skenario pertama adalah tren lanjut naik, tetapi ritmenya melambat. Pasar biasanya butuh jeda untuk menyerap keuntungan. Skenario kedua adalah koreksi sehat, lalu mencoba naik lagi. Koreksi seperti ini tidak selalu buruk. Kadang justru membangun dasar baru yang lebih kuat.
Untuk emas, area sekitar 4.400 dolar AS sering dipandang sebagai zona penting yang perlu dipertahankan agar tren tetap terlihat kuat. Jika turun lebih dalam, area sekitar 4.300 dolar AS menjadi titik yang membuat pelaku pasar lebih waspada. Untuk perak, rentang 90 sampai 100 dolar AS sering dipandang sebagai zona yang berat karena perak sedang berada dekat puncak.
Jika berhasil bertahan dan melewati zona itu dengan stabil, perak bisa tetap punya ruang naik. Namun jika gagal, perak juga dikenal cepat berbalik karena volatilitasnya tinggi. Di sisi bawah, area 60 sampai 70 dolar AS sering disebut sebagai zona penopang jangka menengah yang dipantau lebih banyak pelaku pasar.
Agar pembacaan tren tetap netral, gunakan pendekatan berbasis skenario, bukan tebakan tunggal.
- Skenario lanjut naik jika tensi tarif membesar dan dolar melemah
- Skenario jeda jika berita tarif tidak bertambah dan pasar mulai ambil untung
- Skenario koreksi jika suku bunga diperkirakan naik lagi atau ketegangan mereda cepat
Di luar itu, perhatikan satu hal yang sering mengejutkan investor ritel. Saat harga mencetak rekor, permintaan fisik di beberapa negara bisa melambat karena harga dianggap terlalu mahal untuk pembelian harian. Ini tidak selalu menekan harga global, tetapi bisa mengubah dinamika jangka pendek.
Baca juga : Simulasi Cicil Emas 2026: Contoh Perhitungan & Tips Sebelum Mulai
Kesimpulan
Rekor harga emas dan perak kali ini dapat dipahami sebagai respons pasar terhadap ancaman tarif yang menambah ketidakpastian hubungan dagang, khususnya antara AS dan Eropa, dengan isu Greenland sebagai pemicu utamanya.
Dalam situasi seperti ini, logam mulia sering menjadi pilihan karena dianggap lebih defensif. Namun setelah rekor, pasar biasanya masuk fase penentuan arah. Bisa lanjut naik jika tensi membesar, atau jeda jika berita mereda. Pendekatan paling masuk akal adalah membaca skenario, memantau dolar dan suku bunga, lalu menjaga risiko saat volatilitas meningkat.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Kenapa emas dan perak bisa rekor tinggi dalam satu waktu
Karena arus dana safe haven sering masuk bersamaan saat risiko global meningkat, dan perak biasanya ikut terseret karena volatilitasnya lebih tinggi.
Apa hubungan ancaman tarif dengan harga logam mulia
Tarif meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan risiko balasan, sehingga investor mencari aset yang dianggap lebih defensif.
Apakah rekor harga berarti emas dan perak pasti lanjut naik
Tidak selalu. Setelah rekor, pasar sering jeda atau koreksi sehat sebelum menentukan arah berikutnya.
Apa faktor paling penting yang perlu dipantau setelah rekor
Arah dolar AS, ekspektasi suku bunga, dan perkembangan respons kebijakan dari pihak yang terlibat.
Bagaimana perkiraan tren emas dan perak di 2026
Lebih aman dilihat sebagai skenario. Jika tensi dagang bertahan dan suku bunga cenderung longgar, tren bisa tetap kuat. Jika tensi mereda dan suku bunga kembali ketat, tren bisa melemah.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




