DGAI Airdrop: Cara Cek Eligibility dan Claim Token DGrid AI
2026-08-18
DGAI airdrop 2026 resmi memasuki tahap eligibility check dan claim. Pengguna yang pernah berpartisipasi dalam ekosistem DGrid AI kini dapat mengecek kelayakan, melihat jumlah alokasi DGAI, memilih skema claim, serta menghubungkan akun exchange yang didukung. Periode claim berakhir pada 22 Agustus 2026 pukul 08.00 UTC atau 15.00 WIB.
Key Takeaways
- DGAI airdrop dapat diklaim hingga 22 Agustus 2026 pukul 08.00 UTC.
- Eligibility ditentukan dari aktivitas, catatan poin, partisipasi kampanye, dan pemeriksaan anti-Sybil.
- Pengguna eligible dapat memilih staking 180 hari, staking 360 hari, atau opsi tanpa staking.
Apa Itu DGAI Airdrop 2026?
DGAI airdrop merupakan distribusi token kepada pengguna dan kontributor yang memenuhi kriteria ekosistem. Kategori yang diperhitungkan mencakup DGrid Premium Members, pengguna produk dan pemegang AI Arena Points, peserta Galxe, serta early core contributors.

Untuk Premium Members, tDGAI dari aktivitas mining dikonversi menjadi alokasi DGAI dengan rasio 1:1. Peserta Galxe, termasuk Top 300 Starboard dan peserta quest lainnya, juga masuk dalam kelompok yang diperhitungkan. Reward Starboard telah dimasukkan dalam putaran airdrop ini dan akan didistribusikan dalam DGAI melalui mekanisme claim resmi.
Baca juga : Airdrop SWEEP Alokasikan 27% Supply untuk Komunitas
Cara Cek DGAI Airdrop Eligibility
Untuk mengetahui DGAI airdrop eligibility, pengguna perlu membuka portal airdrop resmi dan menghubungkan wallet yang digunakan dalam aktivitas sebelumnya. Setelah wallet terhubung, sistem akan menampilkan status eligibility dan jumlah alokasi jika akun memenuhi kriteria.
Penentuan eligibility menggunakan data aktivitas pengguna, catatan poin, partisipasi kampanye, dan pemeriksaan anti-Sybil. Karena itu, kepemilikan wallet saja tidak otomatis menjamin pengguna mendapatkan DGAI.
Sebelum menghubungkan wallet, pastikan kamu membuka domain resmi. Hindari link dari pesan pribadi atau akun mencurigakan dan jangan pernah memberikan seed phrase maupun private key.
Baca juga : ZSWAP Gelar Airdrop untuk 2.500 Wallet, Klaim 23 Agustus
Cara Claim DGAI Airdrop
Setelah dinyatakan eligible, cara claim DGAI dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:
- Buka portal DGAI airdrop resmi.
- Hubungkan wallet yang eligible.
- Periksa jumlah alokasi DGAI.
- Pilih claim plan yang tersedia.
- Hubungkan akun exchange yang didukung.
- Periksa seluruh informasi sebelum menyelesaikan proses.
Bagian token yang tersedia akan didistribusikan langsung ke akun exchange yang telah dihubungkan pada hari TGE. Pengguna harus menyelesaikan pemilihan claim dan binding akun sebelum periode claim berakhir.
Baca juga : MINT Airdrop Guide: Cara Ikut dan Mendapatkan Token Gratis
Pilihan DGAI Airdrop Claim
Terdapat tiga skema alokasi. Staking 180 hari memberikan 10% token saat TGE, sedangkan 90% di-stake selama 180 hari dengan estimasi annualized reward rate 60%.
Pada staking 360 hari, 20% tersedia saat TGE dan 80% di-stake selama 360 hari dengan estimasi annualized reward rate 90%. Sementara opsi no-staking memberikan 30% saat TGE, sedangkan 70% alokasi lainnya dibakar secara permanen.
Jika tidak memilih staking plan sebelum deadline, alokasi otomatis masuk ke staking 360 hari. Pengguna staking juga harus memulai proses unstaking secara manual setelah TGE.
Estimasi reward bukan jaminan keuntungan. Pertimbangkan kebutuhan likuiditas dan risiko sebelum memilih skema.
Baca juga : Airdrop dappOS (DOS) Sudah Bisa Diklaim, Berapa Nilainya?
Hal Penting Sebelum Claim DGAI
Deadline menjadi perhatian utama karena submission yang terlewat atau tidak selesai kemungkinan tidak dibuka kembali. Pastikan detail wallet, claim plan, dan akun exchange sudah benar sebelum dikirim.
Untuk mengikuti perkembangan DGAI, TGE, dan berita aset kripto lainnya, kamu juga bisa daftar di Bittime dan cek pembaruan berita terbaru secara berkala. Tetap lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset digital.
Kesimpulan
DGAI airdrop 2026 memungkinkan pengguna yang memenuhi kriteria menerima alokasi berdasarkan aktivitas dan kontribusi sebelumnya. Cek eligibility melalui portal resmi, perhatikan pilihan staking, bind akun exchange, dan selesaikan claim sebelum 22 Agustus 2026 pukul 08.00 UTC.
Utamakan keamanan wallet dan jangan memilih skema claim hanya berdasarkan estimasi reward.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kapan DGAI airdrop claim berakhir?
Claim ditutup pada 22 Agustus 2026 pukul 08.00 UTC atau 15.00 WIB. Pengguna sebaiknya menyelesaikan seluruh proses sebelum deadline.
Siapa yang eligible mendapatkan DGAI?
Kategori eligible mencakup Premium Members, pengguna produk dan AI Arena Point Holders, peserta Galxe, serta early core contributors. Eligibility akhir mengikuti catatan aktivitas dan pemeriksaan anti-Sybil.
Bagaimana cara claim DGAI?
Hubungkan wallet di portal resmi, cek alokasi, pilih claim plan, lalu bind akun exchange yang didukung. Token yang tersedia akan didistribusikan pada hari TGE.
Apakah tDGAI dikonversi menjadi DGAI?
Ya. tDGAI yang diperoleh Premium Members melalui mining dikonversi menjadi alokasi DGAI dengan rasio 1:1.
Apa yang terjadi jika tidak memilih staking plan?
Jika pengguna tidak menentukan plan sebelum deadline, alokasi otomatis masuk ke skema staking 360 hari.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



