DEXE Coin Anjlok 85% dari $49 ke $4, Diduga Akibat Insider Selling

2026-07-23

DEXE Coin Anjlok 85% dari $49 ke $4, Diduga Akibat Insider Selling.png

Pasar kripto kembali mengalami volatilitas ekstrem setelah DEXE Coin (DeXe) mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 80% dalam waktu singkat. 

Token yang sebelumnya mencetak reli besar hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa di sekitar US$48,91 pada 13 Juli 2026, tiba-tiba anjlok ke kisaran US$4–5.

Penurunan tersebut menghapus sebagian besar keuntungan dari reli sebelumnya dan memicu kepanikan di kalangan trader. 

Berbeda dengan kondisi pasar kripto secara umum yang relatif stabil, kejatuhan DEXE terjadi secara spesifik pada token tersebut sehingga memunculkan dugaan adanya tekanan jual besar dari pemegang tertentu.

Salah satu isu terbesar yang beredar adalah dugaan insider selling, setelah muncul laporan mengenai transfer token dalam jumlah besar dari wallet yang diduga terkait dengan tim proyek menuju exchange. 

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan tim atau adanya aksi jual terencana.

Key Takeaways

  • DEXE turun sekitar 85% dari puncaknya di US$48,91 menjadi sekitar US$4 setelah tekanan jual besar.
  • Dugaan penjualan token dari wallet yang terkait dengan tim memicu kepanikan dan aksi jual berantai.
  • Belum ada bukti resmi bahwa DEXE mengalami rug pull, tetapi investor perlu memperhatikan aktivitas on-chain dan level teknikal penting.

Apa yang Terjadi pada Harga DEXE Coin?

Harga DEXE mengalami salah satu penurunan terbesar di pasar kripto tahun ini. Setelah mencapai harga tertinggi sekitar US$48,91, token tersebut turun drastis hingga berada di area US$4,83.

Dalam periode 24 jam, DEXE tercatat mengalami penurunan lebih dari 80%. Dalam tujuh hari terakhir, penurunan bahkan mencapai sekitar 88%, menunjukkan perubahan sentimen pasar yang sangat cepat.

Sebelum crash terjadi, DEXE sempat mengalami reli agresif dalam beberapa hari. Kenaikan tersebut didorong oleh momentum pasar, aktivitas perdagangan tinggi, dan sentimen positif setelah pencatatan di beberapa bursa.

Namun, kenaikan yang terlalu cepat membuat harga DEXE menjadi rentan terhadap aksi ambil untung dari pemegang besar. Ketika tekanan jual mulai muncul, likuiditas yang terbatas mempercepat penurunan harga.

Baca Juga: Apa itu DeXe (DEXE)? Token untuk Platform Perdagangan Sosial Terdesentralisasi

Berapa Penurunan DEXE dari Puncaknya?

DEXE mengalami penurunan sekitar 85% dari harga tertinggi sepanjang masa.

Jika dihitung dari level tertinggi US$48,91 menuju area US$4, maka nilai token tersebut kehilangan hampir seluruh kenaikan yang diperoleh selama reli sebelumnya.

Penurunan ini menjadi salah satu contoh bagaimana aset kripto dengan kapitalisasi lebih kecil dapat mengalami volatilitas ekstrem dalam waktu singkat.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi ketika:

  • Harga naik terlalu cepat dalam waktu pendek.
  • Banyak trader menggunakan leverage.
  • Likuiditas pasar tidak cukup besar untuk menahan aksi jual besar.

Bagi investor yang membeli di dekat puncak harga, koreksi tersebut menyebabkan kerugian signifikan.

Pantau perkembangan DEXE dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.

Apa Penyebab Utama Kejatuhan DEXE?

Penyebab utama crash DEXE diduga berasal dari tekanan jual besar yang melibatkan wallet tertentu.

Menurut data on-chain yang beredar, wallet yang disebut memiliki hubungan dengan tim DeXe memindahkan sekitar 625.000 DEXE, dengan nilai sekitar US$6,2 juta saat transaksi dilakukan, menuju exchange Binance pada 21 Juli.

Transfer tersebut langsung menarik perhatian komunitas karena masuknya token dalam jumlah besar ke exchange sering dianggap sebagai potensi sinyal penjualan.

Setelah transaksi tersebut muncul, tekanan jual meningkat dan memicu kepanikan pasar. Trader yang sebelumnya membeli karena momentum mulai keluar dari posisi mereka, mempercepat penurunan harga.

Namun, perlu dicatat bahwa transfer token ke exchange tidak selalu berarti pasti terjadi penjualan. Tanpa konfirmasi dari pihak terkait, dugaan insider selling masih menjadi spekulasi pasar.

Baca Juga: Coin DeXe Dump 83%: Kenapa Harga DEXE Turun Tajam?

Apakah Benar Ada Insider Selling?

Dugaan insider selling DEXE menjadi salah satu isu utama yang menyebabkan kepanikan.

Beberapa analis blockchain melaporkan adanya perpindahan token besar dari wallet yang diduga berkaitan dengan pihak internal proyek. Aktivitas tersebut dianggap mencurigakan karena terjadi setelah DEXE mencetak harga tertinggi baru.

Jika benar terjadi penjualan oleh pihak internal, hal tersebut dapat memberikan tekanan besar terhadap harga karena jumlah token yang dilepas cukup signifikan dibandingkan likuiditas pasar.

Namun, sampai saat ini belum terdapat bukti final yang mengonfirmasi bahwa tim DeXe melakukan penjualan langsung.

Investor perlu membedakan antara:

  • Data on-chain yang menunjukkan perpindahan token.
  • Kesimpulan bahwa pihak tertentu sengaja menjual token.

Keduanya merupakan hal berbeda dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Konversi 1 IDR menjadi DEXE - Kurs Indonesia Rupiah 

Apakah DEXE Termasuk Rug Pull?

Pertanyaan besar yang muncul setelah crash adalah apakah DEXE termasuk rug pull.

Secara definisi, rug pull terjadi ketika pengembang atau pihak terkait meninggalkan proyek setelah mengambil keuntungan dari investor, biasanya melalui penarikan likuiditas atau penjualan besar-besaran token.

Saat ini, belum ada bukti resmi mengenai:

  • Penarikan likuiditas oleh tim.
  • Penghentian pengembangan proyek.
  • Pengabaian komunitas.

Karena itu, menyebut DEXE sebagai rug pull masih terlalu dini.

Namun, pola penurunan harga yang sangat tajam memang menyerupai beberapa kasus token yang mengalami dump besar setelah reli ekstrem.

Investor perlu memantau perkembangan terbaru, termasuk aktivitas wallet tim, komunikasi resmi proyek, dan perkembangan ekosistem DeXe.

Baca Juga: Analisis Lonjakan Harga DeXe: Apa Pemicu Rally DEXE?

Bagaimana Dampak Likuidasi terhadap Harga?

Selain aksi jual besar, likuidasi posisi leverage juga memperparah penurunan DEXE.

Ketika harga mulai turun tajam, trader yang menggunakan pinjaman untuk memperbesar posisi mengalami forced liquidation. Posisi tersebut kemudian ditutup otomatis oleh platform perdagangan, menghasilkan tambahan tekanan jual.

Fenomena ini menciptakan efek berantai:

  1. Harga turun akibat penjualan besar.
  2. Posisi leverage mulai dilikuidasi.
  3. Likuidasi menghasilkan order jual tambahan.
  4. Harga turun semakin dalam.

Pola seperti ini sering terjadi pada aset kripto yang mengalami reli cepat karena banyak trader membuka posisi dengan ekspektasi harga terus naik.

Bagaimana Analisis Teknikal DEXE Saat Ini?

Secara teknikal, DEXE saat ini berada dalam kondisi bearish kuat setelah kehilangan sebagian besar support penting.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 27, yang menunjukkan kondisi oversold.

Namun, kondisi oversold tidak selalu berarti harga langsung kembali naik. Dalam tren penurunan tajam, aset dapat tetap berada dalam kondisi oversold dalam waktu lama.

Trader kini memperhatikan beberapa level penting.

Baca Juga: Apa Itu DeXe Network? Platform Governance DAO untuk Web3 dan Treasury On-Chain

Apa Level Support dan Resistance DEXE?

Level teknikal utama DEXE saat ini adalah:

  • Support utama: US$4,00–US$4,50.
  • Resistance awal: sekitar US$7,50.

Area US$4–US$4,50 menjadi zona penting bagi pembeli untuk mencoba membangun stabilisasi harga.

Jika DEXE mampu kembali naik melewati US$7,50 dengan volume kuat, sentimen jangka pendek dapat mulai membaik.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan support tersebut gagal dipertahankan, risiko penurunan lebih lanjut masih terbuka.

Apakah DEXE Masih Layak Diperhatikan?

Meskipun mengalami crash besar, DEXE masih menjadi aset yang perlu diperhatikan karena volatilitas tinggi sering menciptakan peluang sekaligus risiko.

Dari sisi positif, DeXe tetap memiliki fungsi sebagai token tata kelola dalam ekosistemnya.

Namun, investor perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum mengambil keputusan:

  • Transparansi tim setelah penurunan harga.
  • Aktivitas pengembangan proyek.
  • Pergerakan wallet besar.
  • Kemampuan harga membentuk dasar baru.

Crash sebesar 85% menunjukkan bahwa risiko pada aset kripto dengan volatilitas tinggi tetap sangat besar.

Mulai trading DEXE/IDR bersama Bittime di sini!

Kesimpulan: Apakah Ini Bottom atau Lanjut Turun?

Kejatuhan DEXE dari US$49 menuju sekitar US$4 menjadi salah satu peristiwa paling dramatis di pasar kripto tahun ini.

Dugaan insider selling, aksi jual besar, dan likuidasi leverage menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan. Namun, belum ada bukti resmi bahwa DEXE mengalami rug pull.

Untuk saat ini, area US$4–US$4,50 menjadi level penting yang menentukan apakah DEXE mampu membentuk dasar baru atau melanjutkan tren turun.

Investor sebaiknya tidak hanya melihat potensi rebound setelah penurunan besar, tetapi juga memperhatikan transparansi proyek, aktivitas on-chain, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

bittime biaya withdrawal murah

Pergerakan harga dan legalitas crypto memang bisa memicu kekhawatiran investor. Karena itu, penting memilih platform yang aman dan terpercaya agar aktivitas trading terasa lebih nyaman.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa yang terjadi pada harga DEXE Coin?

DEXE Coin mengalami crash lebih dari 80% dalam waktu singkat setelah tekanan jual besar muncul, turun dari sekitar US$48,91 menuju area US$4.

Berapa penurunan DEXE dari puncaknya?

DEXE turun sekitar 85% dari harga tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 13 Juli 2026.

Apakah benar ada insider selling DEXE?

Terdapat dugaan adanya penjualan dari wallet yang diduga terkait tim setelah transfer sekitar 625.000 DEXE ke Binance, tetapi belum ada konfirmasi resmi.

Apakah DEXE termasuk rug pull?

Belum ada bukti resmi bahwa DEXE mengalami rug pull karena belum ditemukan penarikan likuiditas atau penghentian proyek oleh tim.

Apa level support dan resistance DEXE saat ini?

Support utama DEXE berada di kisaran US$4–US$4,50, sedangkan resistance penting berada di sekitar US$7,50.

Apakah DEXE masih layak diperhatikan?

DEXE masih menarik untuk dipantau, tetapi investor perlu memperhatikan risiko tinggi, aktivitas wallet besar, dan perkembangan resmi proyek sebelum mengambil keputusan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Prediksi Saham MSFT Tembus $646, Bernstein Optimistis Jelang Earnings Microsoft
Prediksi Saham MSFT Tembus $646, Bernstein Optimistis Jelang Earnings Microsoft

Bernstein prediksi saham MSFT bisa naik ke $646. Simak alasan bullish, kinerja Microsoft 2026, dan faktor penting jelang earnings 29 Juli.

2026-07-23Baca