Cronos Stop Blockchain Demi Hentikan Hacker, Bagaimana Kronologinya?
2026-08-31
Hanya butuh waktu sekitar 20 menit bagi harga TONIC untuk melonjak 100 kali lipat, dan itu saja sudah cukup memaksa jaringan Cronos mengambil langkah yang jarang dilakukan blockchain manapun: menghentikan seluruh operasinya.
Cronos hentikan blockchain pada Minggu, 30 Agustus 2026, setelah Tectonic exploit menghantam protokol lending terbesar di jaringan tersebut, membuat puluhan juta dolar dana pengguna dalam bahaya.
Kabar ini langsung ramai dibahas komunitas kripto karena melibatkan dua nama besar sekaligus: Cronos yang dikembangkan Crypto.com, dan Tectonic yang selama ini dikenal sebagai jantung DeFi di ekosistem tersebut.
Key Takeaways
- Cronos hentikan blockchain pada 30 Agustus 2026 usai Tectonic diretas lewat manipulasi harga token TONIC yang melonjak 100 kali lipat hanya dalam sekitar 20 menit.
- Estimasi kerugian masih simpang siur: sekitar US$66-75 juta menurut peneliti on-chain Weilin Li, sementara analisis node arsip terpisah menyebut angka hingga US$119,5 juta.
- Aplikasi dan exchange Crypto.com dipastikan aman tanpa gangguan; sekitar US$60 juta dana curian justru tertahan di Cronos berkat penghentian jaringan yang cepat.
Kronologi Cronos Hentikan Blockchain Usai Tectonic Diretas
Semua bermula saat Cronos Network mengumumkan lewat unggahan di X bahwa mereka mendeteksi eksploitasi pada Tectonic. "Kami mengidentifikasi adanya eksploitasi di Tectonic. Jaringan Cronos telah dihentikan dan kami akan memberikan update di sini," tulis Cronos Network dalam unggahannya.
Tak lama berselang, tim Tectonic juga mengonfirmasi lewat akun resminya bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut dan meminta pengguna untuk sementara waktu tidak berinteraksi dengan protokol sampai keamanannya dipastikan kembali.
Sebelum insiden terjadi, Tectonic tercatat mengelola total value locked (TVL) sekitar US$121,7 juta dengan pinjaman aktif sekitar US$82,7 juta, menurut data DefiLlama yang dikutip The Block. Angka ini menjadikan Tectonic sebagai protokol lending terbesar di Cronos, menguasai hampir separuh dari total nilai DeFi di jaringan tersebut.
CEO Crypto.com, Kris Marszalek, buru-buru menegaskan lewat X bahwa aplikasi dan exchange Crypto.com sama sekali tidak terdampak insiden ini. "Telah terjadi pelanggaran keamanan pada protokol lending Cronos, Tectonic.
Tim Cronos sedang menyelidiki dengan bantuan tim keamanan kami. Aplikasi dan exchange kami tidak terpengaruh dan beroperasi seperti biasa. Seluruh dana aman," tulisnya, seperti dikutip BeInCrypto.
Penting dipahami bahwa Tectonic bukan produk buatan Crypto.com secara langsung, melainkan protokol independen yang diluncurkan sejak Desember 2021 lewat inkubator Cronos Labs.
Momentum seperti ini biasa memicu kewaspadaan ekstra di kalangan pengguna DeFi. Kalau kamu ingin bertransaksi kripto dengan lebih tenang lewat platform yang diawasi OJK, kamu bisa daftar akun di Bittime dan mulai trading dengan sistem keamanan yang lebih terstruktur.
Bagaimana Mekanisme Tectonic Exploit Terjadi?
Peneliti on-chain Weilin Li mengidentifikasi pola serangan ini mirip dengan kasus Mango Markets pada 2022 silam — sebuah manipulasi harga aset agunan yang sudah cukup dikenal di dunia DeFi.
Penyerang memompa harga TONIC, token governance milik Tectonic yang likuiditasnya memang tipis, hingga melonjak sekitar 100 kali lipat hanya dalam kurun waktu 20 menit. Setelah harganya tergelembung, token tersebut dipakai sebagai jaminan untuk meminjam aset lain yang jauh lebih likuid dari pool Tectonic.
Ironisnya, dokumentasi resmi Tectonic sendiri sebenarnya sudah memperingatkan bahwa aset berlikuiditas rendah seperti TONIC rentan dimanipulasi harganya.
Li awalnya memperkirakan penyerang berhasil membawa sekitar US$66 juta, sebelum ia menemukan alamat lain yang terhubung dengan penyerang berisi tambahan sekitar US$8 juta, sehingga total estimasi kerugian naik menjadi sekitar US$75 juta.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Namun angka ini bukan satu-satunya estimasi yang beredar. Analisis on-chain terpisah menggunakan node arsip Cronos, yang dikutip CoinPedia dan Blockonomi, menyebut total dana yang terkuras justru mencapai sekitar US$119,5 juta dalam rentang 65 menit.
Juga terdapat penarikan US$54,32 juta USDC, US$44,87 juta USDT, 95,36 WBTC, 1.861 WETH, dan 39,61 juta CRO, ditambah 752 likuidasi senilai sekitar US$8,71 juta serta bad debt sekitar US$32,6 juta.
Hingga artikel ini ditulis, baik Tectonic maupun Cronos belum mengonfirmasi angka final mana yang benar, sehingga kedua estimasi ini masih bersifat sementara.
Yang jelas, dari total dana yang diduga dicuri, hanya sekitar US$6 juta yang sempat berhasil di-bridge ke jaringan Ethereum sebelum Cronos menghentikan produksi blok. Sisanya, sekitar US$60 juta atau sekitar 91% dari estimasi Li, masih tertahan di dalam jaringan Cronos.
Baca Juga: Cronos: Cronos: Blockchain Kompatibel Ethereum Virtual Machine (EVM) dari Crypto.com
Kenapa Cronos Bisa Mematikan Seluruh Jaringan?
Kemampuan Cronos menghentikan seluruh blockchain-nya dalam hitungan menit bukan kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari desain teknisnya. Cronos berjalan di atas konsensus Tendermint dengan jumlah validator dibatasi maksimal 100 node, sehingga koordinasi untuk menghentikan produksi blok jadi jauh lebih realistis dibanding blockchain dengan ribuan validator tersebar.
Kontrasnya terlihat jelas kalau dibandingkan dengan kasus Moonwell di jaringan Base tiga hari sebelum insiden ini. Saat itu, penyerang berhasil mencuri sekitar US$8,7 juta lewat manipulasi harga token MAMO, namun Base tetap memproduksi blok seperti biasa sehingga dana curian berhasil kabur sepenuhnya.
Ada juga preseden yang lebih besar dari Oktober 2022: eksploitasi bridge senilai US$570 juta di BNB Chain, di mana 26 validator berhasil menghentikan jaringan hanya dalam 5 jam dan memulihkan hampir US$470 juta dari total dana yang dicuri.
Kemampuan "mematikan" jaringan seperti ini sebenarnya memunculkan perdebatan lama soal sentralisasi di dunia blockchain, mirip dengan diskusi yang pernah muncul saat Linea sempat dihentikan.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
Blockchain yang bisa dimatikan pihak tertentu memang berarti bisa merebut kembali dana curian dengan cepat, tapi di sisi lain juga menunjukkan bahwa jaringan tersebut tidak sepenuhnya terdesentralisasi.
Kini giliran para validator Cronos yang harus memutuskan: melakukan rollback transaksi, memasukkan alamat penyerang ke daftar hitam, atau melanjutkan operasi tanpa perubahan apa pun. Keputusan inilah yang nantinya menentukan apakah dana sekitar US$60 juta yang masih tertahan bisa kembali ke pemiliknya.
Sampai artikel ini ditulis, baik Cronos maupun Tectonic belum mengumumkan waktu pasti kapan jaringan akan kembali beroperasi, dan belum ada kepastian soal skema ganti rugi bagi deposan Tectonic yang terdampak.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Kesimpulan
Kasus Cronos hentikan blockchain ini jadi pengingat penting soal risiko yang mengintai di balik protokol DeFi dengan token berlikuiditas tipis seperti TONIC — sekaligus menunjukkan bagaimana desain teknis sebuah jaringan bisa jadi penentu apakah dana curian bisa diselamatkan atau raib sepenuhnya.
Meski estimasi kerugian masih simpang siur antara US$75 juta hingga US$119,5 juta, satu hal yang pasti: aplikasi dan exchange Crypto.com tidak terdampak sama sekali, sementara nasib dana yang tertahan di Cronos kini bergantung pada keputusan para validator jaringan.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kenapa Cronos hentikan blockchain-nya?
Cronos menghentikan seluruh jaringan setelah mendeteksi eksploitasi pada Tectonic, protokol lending terbesarnya, untuk mencegah dana curian sepenuhnya kabur dari chain.
Berapa kerugian dari Tectonic exploit ini?
Estimasinya masih berbeda-beda: sekitar US$66-75 juta menurut peneliti on-chain Weilin Li, sementara analisis node arsip terpisah menyebut angka hingga US$119,5 juta. Belum ada konfirmasi resmi dari Tectonic maupun Cronos soal angka final.
Apakah dana pengguna Crypto.com ikut terdampak?
Tidak. CEO Crypto.com, Kris Marszalek, memastikan aplikasi dan exchange Crypto.com beroperasi normal dan seluruh dana pengguna di sana aman.
Bagaimana cara kerja manipulasi harga TONIC dalam eksploitasi ini?
Penyerang memompa harga TONIC, token berlikuiditas tipis milik Tectonic, hingga melonjak sekitar 100 kali lipat dalam 20 menit, lalu memakainya sebagai jaminan untuk meminjam aset lain yang lebih likuid.
Apakah dana yang tertahan di Cronos bisa kembali ke pemiliknya?
Belum ada kepastian. Validator Cronos masih harus memutuskan apakah akan melakukan rollback transaksi, memasukkan alamat penyerang ke daftar hitam, atau melanjutkan operasi tanpa perubahan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



