Coldcard Diretas, 1.367 BTC Hilang: Hardware Wallet Masih Aman?
2026-08-04
Kasus keamanan Coldcard mengguncang kepercayaan terhadap penyimpanan Bitcoin secara mandiri.
Sekitar 1.367 BTC, senilai hampir US$89 juta saat insiden dilaporkan, dikaitkan dengan sejumlah gelombang pemindahan dana dari ribuan alamat yang diduga menggunakan seed bermasalah.
Namun, istilah “Coldcard diretas” perlu dipahami secara tepat. Penyerang tidak dilaporkan membobol perangkat satu per satu, mencuri PIN, ataupun menembus jaringan Bitcoin.
Masalah utamanya berada pada proses pembentukan seed phrase di firmware tertentu.
Entropi atau tingkat keacakan seed menjadi lebih rendah dari yang seharusnya, sehingga sebagian seed berpotensi direkonstruksi secara offline.
Key Takeaways
Kerugian sekitar 1.367 BTC dikaitkan dengan seed Coldcard yang dibuat menggunakan firmware terdampak, tetapi investigasi dan atribusi alamat masih berlangsung.
Memperbarui firmware tidak otomatis memperbaiki seed lama. Pengguna perlu membuat seed baru pada firmware aman dan memindahkan dana.
Hardware wallet tetap berguna, tetapi keamanan bergantung pada kualitas seed, firmware, proses pencadangan, dan arsitektur penyimpanan yang digunakan.
Apa yang Terjadi dalam Kasus Coldcard?

Sumber: AI
Pada akhir Juli 2026, peneliti keamanan mengidentifikasi serangkaian transaksi mencurigakan yang menguras Bitcoin dari alamat-alamat lama.
Estimasi berikutnya menghubungkan sekitar 1.367 BTC dengan insiden tersebut.
Coldcard adalah hardware wallet khusus Bitcoin buatan Coinkite. Perangkat ini dirancang untuk menjaga private key tetap offline dan mendukung penandatanganan transaksi secara air-gapped.
Meski demikian, perlindungan fisik dan isolasi internet tidak cukup apabila rahasia utama wallet sudah lemah sejak pertama kali dibuat.
Block Bitcoin Engineering menyatakan adanya kesalahan integrasi random number generator atau RNG dalam firmware Coldcard.
Jalur perangkat lunak menggunakan generator deterministik sebagai fallback, alih-alih sepenuhnya mengandalkan sumber keacakan kriptografis yang diharapkan.
Analisis tersebut diterbitkan lebih awal karena eksploitasi diduga masih berlangsung, sehingga detail teknisnya dapat berkembang setelah pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga : Wallet Crypto Terbaik 2026 untuk Amankan Asetmu!
Bagaimana Seed Phrase Coldcard Bisa Dieksploitasi?
Seed phrase merupakan akar dari seluruh private key dan alamat dalam sebuah wallet.
Seed yang aman harus berasal dari angka acak dengan entropi tinggi, sehingga ruang kemungkinan yang harus diperiksa penyerang terlalu besar untuk dijelajahi.
Dalam kasus Coldcard, bug membuat proses tertentu bergantung pada generator angka semu yang dapat direproduksi apabila penyerang mampu memperkirakan informasi perangkat, kondisi waktu saat booting, dan riwayat pemanggilan RNG.
Pada Mk2 dan Mk3 yang terdampak, jalur tersebut tidak memperoleh tambahan entropi kriptografis yang memadai.
Pada Mk4, Q, dan Mk5, perangkat memang menambahkan entropi dari secure element, tetapi analisis Block menyebut proses reseed hanya mempertahankan 32 bit.
Hasil akhirnya terlihat acak, tetapi jumlah kemungkinan seed yang perlu diuji dapat jauh lebih sempit daripada standar keamanan normal.
Penyerang kemudian dapat menghasilkan kandidat seed secara offline dan mencocokkannya dengan alamat publik atau extended public key.
Setelah seed yang benar ditemukan, pelaku tidak memerlukan perangkat fisik maupun PIN Coldcard untuk mengendalikan Bitcoin.
Daftar di Bittime untuk beli Bitcoin dengan mudah dan aman. Tetap lindungi seed phrase serta gunakan wallet sesuai profil risiko kamu.
Model dan Firmware Coldcard Mana yang Terdampak?
Coinkite menyebut seed yang dibuat pada konfigurasi berikut perlu dianggap terdampak:
Mk2 dan Mk3 dengan firmware 4.0.1 sampai 4.1.9.
Mk4 dan Mk5 sebelum firmware standar 5.6.0 atau Edge 6.6.0X.
Coldcard Q sebelum firmware standar 1.5.0Q atau Edge 6.6.0QX.
Seed pada Mk4, Mk5, dan Q dilaporkan memiliki sekitar 72 bit entropi, lebih rendah daripada target 128 bit.
Tingkat resikonya tidak selalu sama untuk setiap perangkat, tetapi tetap cukup serius untuk memerlukan migrasi.
Yang menentukan bukan kapan perangkat dibeli, melainkan firmware yang digunakan saat seed dibuat.
Memindahkan seed lama ke hardware wallet lain juga tidak menyelesaikan masalah karena kelemahannya melekat pada seed tersebut.
Pengecualian dapat berlaku apabila seed dibuat dengan setidaknya 50 lemparan dadu yang independen, adil, dan dirahasiakan.
Passphrase BIP-39 yang panjang dan unik juga menambah lapisan perlindungan, tetapi tidak memperbaiki seed yang lemah.
Baca Juga : Multiple Wallet Crypto: Strategi Aman Hindari Kehilangan Aset
Apakah Hardware Wallet Masih Aman?
Jawabannya: masih dapat menjadi metode penyimpanan yang kuat, tetapi bukan jaminan keamanan mutlak.
Hardware wallet melindungi private key dari malware komputer, pencurian kredensial daring, dan sebagian serangan jarak jauh.
Namun, perangkat tetap merupakan sistem yang terdiri dari hardware, firmware, proses pembentukan seed, mekanisme backup, dan perilaku pengguna.
Kasus Coldcard menunjukkan perbedaan penting antara menyimpan seed secara offline dan menghasilkan seed secara aman.
Seed yang mudah diprediksi tetap berbahaya meskipun tidak pernah tersambung ke internet.
Untuk kepemilikan Bitcoin bernilai besar, pengguna juga dapat mempertimbangkan multisignature yang memakai perangkat dari produsen berbeda.
Dengan struktur 2-dari-3, satu seed atau satu perangkat yang bermasalah tidak otomatis cukup untuk memindahkan dana.
Meski begitu, multisig hanya efektif apabila jumlah penanda tangan yang aman masih memenuhi kuorum.
Baca Juga : ZachXBT Sebut Semua Hardware Wallet "Sampah", Sarankan iPhone Khusus sebagai Pengganti
Cara Mengamankan Bitcoin di Hardware Wallet
Gunakan firmware resmi dan periksa tanda tangan atau hash file sebelum pemasangan.
Jangan membeli hardware wallet bekas atau dari penjual yang tidak dapat diverifikasi.
Buat seed baru langsung pada perangkat yang sudah diperbarui.
Jangan memotret, mengetik, atau menyimpan seed di cloud, email, aplikasi pesan, maupun perangkat yang terhubung ke internet.
Simpan backup fisik di lokasi yang terlindungi dari kebakaran, air, pencurian, dan akses orang lain.
Bila menggunakan passphrase, simpan secara terpisah dan uji proses pemulihan sebelum menyimpan saldo besar.
Untuk mengurangi risiko kesalahan, lakukan transaksi percobaan dalam jumlah kecil sebelum memindahkan seluruh Bitcoin.
Baca Juga : Phantom Wallet: Panduan Cara Membuat Akun Wallet Kripto
Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Coldcard?
Pengguna perlu memeriksa model, jalur firmware Standard atau Edge, versi firmware saat ini, dan, yang paling penting, versi yang digunakan ketika seed lama dibuat.
Instal firmware perbaikan resmi terlebih dahulu. Setelah itu, buat seed baru, catat dan verifikasi backup, periksa fingerprint wallet serta alamat penerima melalui layar Coldcard, lalu kirim transaksi uji kecil.
Jika semuanya sesuai, pindahkan sisa saldo dan pertahankan backup lama sampai transaksi memperoleh konfirmasi yang memadai.
Jangan hanya memperbarui firmware lalu tetap menggunakan seed lama. Coinkite menegaskan bahwa pembaruan memperbaiki pembuatan seed baru, bukan memulihkan entropi seed yang sudah terlanjur dibuat.
Baca Juga : 4 Wallet Crypto Fisik Terbaik untuk Menyimpan Koin Secara Aman
Kesimpulan
Insiden Coldcard bukan bukti bahwa seluruh hardware wallet tidak aman. Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan self-custody tidak berhenti pada perangkat yang offline.
Kualitas generator seed, audit firmware, diversifikasi perangkat, passphrase, multisig, dan prosedur migrasi sama pentingnya dengan menjaga hardware wallet tetap terisolasi.
Pengguna Coldcard yang seed-nya dibuat pada firmware terdampak sebaiknya tidak menunggu kepastian mengenai apakah alamat mereka telah menjadi target.
Migrasi ke seed baru merupakan langkah perlindungan yang paling relevan.
Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah semua pengguna Coldcard kehilangan Bitcoin?
Tidak. Risiko bergantung pada model, versi firmware saat seed dibuat, penggunaan entropi tambahan dari dadu, kekuatan passphrase, dan apakah alamat pengguna telah ditargetkan.
Apakah update firmware cukup untuk mengamankan dana?
Tidak untuk seed lama. Update hanya memperbaiki proses pembuatan seed berikutnya. Dana perlu dipindahkan ke wallet dengan seed baru.
Apakah memindahkan seed Coldcard ke Ledger atau Trezor menyelesaikan masalah?
Tidak. Apabila seed awal memiliki entropi lemah, risikonya tetap mengikuti seed meskipun diimpor ke perangkat lain.
Apakah passphrase BIP-39 melindungi wallet?
Passphrase yang kuat dan unik menambah hambatan independen bagi penyerang. Namun, pengguna tetap disarankan bermigrasi karena passphrase tidak memperbaiki kelemahan seed dasar.
Apakah multisig lebih aman daripada satu hardware wallet?
Multisig dapat mengurangi single point of failure apabila penanda tangan menggunakan seed aman dan perangkat yang beragam. Pengaturannya lebih kompleks sehingga harus diuji dengan prosedur pemulihan yang benar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



