Coinbase Gandeng Chainlink, Saham Apple dan NVIDIA Kini Masuk DeFi

2026-08-25
Coinbase Gandeng Chainlink, Saham Apple dan NVIDIA Kini Masuk DeFi.webp

Coinbase membawa perdagangan saham tradisional lebih dekat ke dunia blockchain dengan meluncurkan tokenized stocks di jaringan Base. 

Dalam langkah terbaru ini, Chainlink dipilih sebagai infrastruktur oracle resmi untuk menyediakan data harga bagi saham-saham yang ditokenisasi tersebut.

Produk tersebut mencakup eksposur terhadap perusahaan besar seperti Apple dan NVIDIA. 

Melalui integrasi ini, token saham tidak hanya dapat diperdagangkan secara onchain, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai aset dalam berbagai aplikasi decentralized finance (DeFi).

Key Takeaways

  • Coinbase meluncurkan tokenized stocks di Base, termasuk token Apple (AAPLc) dan NVIDIA (NVDAc), untuk pengguna yang memenuhi syarat di luar AS.

  • Chainlink Data Feeds menyediakan data harga berkelanjutan agar token saham dapat digunakan dalam lending, borrowing, decentralized exchange, dan produk DeFi lainnya.

  • Setiap Coinbase Tokenized Stock didukung 1:1 oleh saham yang mendasarinya dan disimpan melalui kustodian teregulasi.

Coinbase Bawa Saham Apple dan NVIDIA ke Blockchain

Peluncuran Coinbase tokenized stocks menandai langkah lebih jauh dalam proses tokenisasi aset keuangan tradisional. 

Saham yang sebelumnya diperdagangkan melalui bursa konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token B20 di Base, jaringan Layer-2 Ethereum yang dikembangkan Coinbase.

Pada tahap awal, produk tersebut mencakup sejumlah perusahaan besar AS, termasuk Apple, NVIDIA, Meta, dan Alphabet. Token Apple menggunakan ticker AAPLc, sedangkan NVIDIA menggunakan NVDAc. 

Coinbase menyatakan lebih banyak saham tokenisasi akan ditambahkan ke ekosistem tersebut.

Yang membuat model ini berbeda adalah struktur asetnya. Coinbase menjelaskan bahwa setiap token merupakan klaim ekonomi terhadap saham yang mendasarinya dan diterbitkan dengan dukungan 1:1 dari saham riil yang disimpan dalam kustodi teregulasi.

Baca Juga: Saham Apple (AAPL) Turun Usai Downgrade, Masih Menarik Dibeli?

Apa Itu Tokenisasi Saham Coinbase?

Tokenisasi saham adalah proses merepresentasikan kepemilikan atau eksposur terhadap aset saham dalam bentuk token blockchain. 

Dalam kasus Coinbase, saham tersebut diterbitkan sebagai B20 token di Base dan dapat disimpan dalam self-custody wallet.

Model tersebut membuka perbedaan besar dibanding perdagangan saham tradisional. 

Token dapat dipindahkan secara onchain dan digunakan dalam aplikasi blockchain yang kompatibel. 

Dengan dukungan ekosistem Base, aset seperti tokenized Apple dan tokenized NVIDIA dapat menjadi bagian dari aktivitas DeFi, bukan sekadar instrumen untuk mengikuti pergerakan harga saham.

Produk ini juga ditujukan kepada pengguna di yurisdiksi yang memenuhi syarat di luar Amerika Serikat. 

Artinya, peluncuran tersebut belum membuat saham AS berbasis blockchain tersedia secara universal bagi investor AS.

Mengapa Chainlink Dibutuhkan?

Tokenisasi saham menghadirkan satu persoalan teknis penting: smart contract membutuhkan data harga dari pasar tradisional. 

Blockchain tidak secara langsung mengetahui harga terbaru AAPL atau NVDA di bursa saham.

Di sinilah Chainlink Data Feeds berperan. 

Chainlink menyediakan data harga secara berkelanjutan untuk tokenized stocks Coinbase sehingga aplikasi DeFi dapat mengetahui nilai aset yang digunakan dalam transaksi.

Dengan data tersebut, protokol lending dapat menggunakan token saham sebagai bagian dari mekanisme collateral, sementara decentralized exchange dapat menyediakan pasar untuk memperdagangkan aset tersebut. 

Structured products juga dapat dibangun berdasarkan data harga yang tersedia secara onchain.

Jadi, kemitraan Coinbase Chainlink bukan hanya soal menampilkan harga saham di blockchain. 

Oracle menjadi komponen yang memungkinkan saham tokenisasi Coinbase berinteraksi dengan smart contract dan infrastruktur DeFi.

Baca Juga: Saham NVIDIA vs NVDAX: Keunggulan Tokenized Stock di Bittime

Apple dan NVIDIA Bisa Masuk Ekosistem DeFi

Salah satu perubahan terbesar dari model ini adalah saham tidak lagi berhenti sebagai aset investasi. 

Tokenized Apple dan tokenized NVIDIA dapat menjadi aset yang bisa diprogram dalam ekosistem blockchain, selama protokol terkait mendukungnya.

Sebagai contoh, token saham dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman atau diperdagangkan melalui decentralized exchange. 

Base juga menyebut integrasi dengan sejumlah infrastruktur DeFi yang dapat mendukung perdagangan serta lending dan borrowing terhadap aset tokenisasi.

Konsep tersebut memperluas fungsi saham dari sekadar instrumen pasar modal menjadi financial primitive yang dapat berinteraksi dengan aplikasi blockchain lainnya.

Perdagangan Saham Tidak Lagi Terbatas Jam Bursa?

Tokenisasi juga membawa perubahan pada waktu perdagangan. Coinbase Tokenized Stocks dapat diperdagangkan secara onchain di luar jam perdagangan saham konvensional, termasuk di luar sesi pasar AS, bagi pengguna yang memenuhi syarat.

Namun, kemampuan trading 24/7 tidak berarti harga saham dasar bergerak secara real-time sepanjang waktu. 

Data oracle tetap berkaitan dengan mekanisme pasar saham yang mendasarinya. Coinbase sendiri mencatat bahwa tokenisasi saham menghadirkan risiko seperti likuiditas pasar dan ketergantungan pada oracle.

Likuiditas juga menjadi faktor penting. 

Pasar tokenized stocks masih jauh lebih kecil dibanding pasar saham tradisional, sehingga spread dan slippage dapat lebih besar terutama ketika aktivitas perdagangan rendah.

Baca juga : Cara Beli Tokenized Stocks Saham AS di Indonesia: Legal, Aman, & Praktis 2026!

Tokenisasi Saham Jadi Bagian dari RWA

Coinbase Gandeng Chainlink, Saham Apple dan NVIDIA Kini Masuk DeFi - image.webp

Sumber: en.coin-turk.com

Langkah Coinbase dan Chainlink terjadi ketika tokenized real-world assets (RWA) berkembang menjadi salah satu sektor utama blockchain. 

Data yang dikutip dalam pengumuman Coinbase menyebut nilai tokenized equities mencapai rekor US$2,3 miliar pada pertengahan Juli 2026.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa blockchain mulai digunakan bukan hanya untuk cryptocurrency. Obligasi, saham, dana investasi, dan aset keuangan lainnya semakin banyak dieksplorasi dalam format tokenisasi.

Coinbase melihat Base sebagai infrastruktur untuk mempertemukan aset tradisional dengan aplikasi onchain. 

Sementara itu, Chainlink menyediakan lapisan data yang dibutuhkan agar aset tersebut dapat digunakan oleh smart contract secara lebih luas.

Baca juga : Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli

Apa Dampaknya bagi Pasar Crypto?

Integrasi saham AS di blockchain dapat memperluas fungsi DeFi dan menarik lebih banyak aktivitas ke jaringan Base. 

Investor yang sebelumnya hanya mengenal crypto juga berpotensi mendapatkan akses ke eksposur saham melalui infrastruktur onchain, meski ketersediaannya tetap bergantung pada yurisdiksi dan aturan produk.

Bagi Chainlink, pemilihan sebagai oracle resmi Coinbase memperkuat posisinya dalam infrastruktur tokenisasi aset. 

Bagi Base, keberadaan saham seperti Apple dan NVIDIA dapat meningkatkan variasi aset yang tersedia dalam ekosistem DeFi.

Namun, tokenisasi bukan berarti risiko pasar hilang. Harga saham tetap dapat berfluktuasi, sementara risiko likuiditas, oracle, regulasi, dan struktur kustodi tetap perlu diperhatikan. 

Coinbase Research juga menyoroti bahwa pasar tokenized equities masih menghadapi order book yang relatif tipis dan kompleksitas regulasi lintas negara.

Tertarik mengikuti perkembangan aset crypto dan tren tokenisasi? Daftar di Bittime untuk memantau pasar crypto dan berbagai peluang aset digital dalam satu platform.

Kesimpulan

Coinbase Chainlink membawa tokenisasi saham ke tahap yang lebih terintegrasi dengan DeFi. 

Dengan Apple, NVIDIA, Meta, dan Alphabet tersedia sebagai tokenized stocks di Base, aset pasar modal tradisional kini dapat berinteraksi dengan lending, decentralized exchange, dan aplikasi keuangan onchain lainnya.

Chainlink Data Feeds menjadi bagian penting karena menyediakan data harga yang diperlukan smart contract. 

3Sementara itu, struktur dukungan 1:1 terhadap saham yang disimpan melalui kustodian teregulasi memberikan fondasi berbeda dibanding token yang hanya mereplikasi harga secara sintetis.

Perkembangan ini dapat menjadi salah satu langkah penting dalam konvergensi TradFi dan DeFi. 

Namun, investor tetap perlu memahami aturan wilayah, likuiditas, struktur kepemilikan, dan risiko produk sebelum menggunakan tokenized stocks.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu Coinbase Tokenized Stocks?

Coinbase Tokenized Stocks adalah representasi saham dalam bentuk token B20 di jaringan Base. Setiap token didukung 1:1 oleh saham yang mendasarinya dan disimpan melalui kustodian teregulasi.

Apa saham Apple sudah masuk blockchain?

Ya. Coinbase meluncurkan AAPLc sebagai token yang merepresentasikan eksposur terhadap saham Apple di Base bagi pengguna yang memenuhi syarat di yurisdiksi tertentu di luar AS.

Apa saham NVIDIA sudah bisa ditokenisasi?

Ya. NVIDIA termasuk dalam daftar awal Coinbase Tokenized Stocks dengan ticker NVDAc. Token tersebut diterbitkan sebagai B20 di Base dan didukung saham yang mendasarinya.

Mengapa Coinbase memilih Chainlink?

Chainlink dipilih sebagai infrastruktur oracle resmi untuk menyediakan data harga bagi tokenized stocks Coinbase. Data tersebut memungkinkan aset digunakan dalam aplikasi DeFi seperti lending, borrowing, dan decentralized exchange.

Apakah tokenized stocks bisa diperdagangkan 24 jam?

Tokenized stocks dapat diperdagangkan secara onchain di luar jam bursa tradisional bagi pengguna yang memenuhi syarat. Namun, likuiditas dan mekanisme harga tetap perlu diperhatikan karena pasar tokenisasi saham masih berkembang.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham MSTR Naik 4,9%, Strategy Siapkan US$1,59 Miliar
Saham MSTR Naik 4,9%, Strategy Siapkan US$1,59 Miliar

Saham MSTR naik 4,9% setelah Strategy menyiapkan US$1,59 miliar. Simak tujuan dana, strategi Bitcoin, dan dampaknya bagi MSTR.

2026-08-25Baca