Cara Membaca Indikator MACD dalam Trading Kripto untuk Pemula

2026-01-19

Cara Membaca Indikator MACD

Dalam trading kripto, indikator teknikal jadi senjata utama untuk membaca arah harga. Salah satu indikator yang paling sering dipakai trader, baik pemula maupun profesional, adalah MACD. 

Namun, masih banyak yang memakai MACD hanya ikut-ikutan tanpa benar-benar paham cara membacanya. Nah, di artikel ini kita akan bahas cara membaca indikator MACD dalam trading kripto secara lengkap, simpel, dan mudah dipraktikkan. 

Key Takeaways

  • MACD membantu membaca momentum dan arah tren harga kripto.
  • Sinyal crossover dan divergence adalah kunci utama membaca MACD.
  • MACD paling efektif jika dikombinasikan dengan indikator lain.

Apa itu Indikator MACD dalam Trading Kripto?

Cara Membaca Indikator MACD.webp

Sumber Gambar: Vecteezy

MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator ini dibuat oleh Gerald Appel dan digunakan untuk mengukur momentum sekaligus arah tren harga.

Indikator MACD bekerja dengan membandingkan dua Exponential Moving Average (EMA), yaitu EMA periode pendek dan EMA periode panjang. Karena berbasis momentum, MACD sangat cocok untuk pasar kripto yang volatil dan sering berubah arah.

Trader biasanya memakai MACD untuk:

- Mencari sinyal beli dan jual.

- Mengetahui tren sedang kuat atau lemah.

- Mendeteksi potensi pembalikan harga (reversal).

Baca Juga: Prediksi Harga Manta Network (MANTA) 2026: Analisis Terbaru 

Komponen Utama Indikator MACD

Indikator MACD.webp

Sumber Gambar: Stockbit

Sebelum masuk ke cara membaca indikator MACD, kamu wajib paham dulu tiga komponen utamanya.

1. MACD Line

MACD line adalah garis utama (biasanya berwarna biru) yang dihitung dari selisih EMA 12 dan EMA 26.

Jika MACD line naik → momentum bullish

Jika MACD line turun → momentum bearish

2. Signal Line

Signal line biasanya berwarna merah atau oranye. Garis ini adalah EMA 9 dari MACD line, dan berfungsi sebagai pemicu sinyal beli atau jual.

3. Histogram

Histogram berbentuk batang hijau dan merah di sekitar garis nol. Histogram menunjukkan jarak antara MACD line dan signal line.

Histogram makin panjang → momentum makin kuat

Histogram makin pendek → momentum melemah

Baca Juga: Prediksi Harga RAI Token (RAI) 2026: Analisis Chart Terbaru 

Cara Membaca Indikator MACD

Nah, berikut cara membaca indikator MACD dalam trading kripto:

1. Membaca Sinyal Crossover

Crossover adalah sinyal paling dasar dan paling sering digunakan.

Bullish Crossover: Terjadi saat MACD line memotong signal line dari bawah ke atas. Hal ini menandakan momentum mulai menguat ke atas dan sering dianggap sebagai sinyal beli.

Bearish Crossover: Terjadi saat MACD line memotong signal line dari atas ke bawah. Biasanya dianggap sebagai sinyal jual karena momentum mulai melemah.

Agar sinyal lebih valid, perhatikan juga histogram:

Histogram hijau makin besar → sinyal bullish makin kuat

Histogram merah makin besar → tekanan jual makin dominan

Cara Beli NEW.webp

2. Membaca Histogram dan Zero Line

Zero line (garis nol) adalah batas penting dalam MACD.

MACD di atas nol → tren cenderung bullish

MACD di bawah nol → tren cenderung bearish

Jika MACD menembus zero line dari bawah ke atas, itu bisa jadi tanda awal tren naik baru. Sebaliknya, jika turun menembus zero line, ada potensi tren turun berlanjut.

3. Membaca Divergence (Sinyal Paling Akurat)

Divergence adalah kondisi ketika arah harga dan MACD tidak sejalan. Ini sering jadi sinyal awal pembalikan tren.

Bullish Divergence:

- Harga membuat lower low

- MACD justru membuat higher low

Artinya tekanan jual mulai melemah dan ada potensi harga berbalik naik.

Bearish Divergence

- Harga membuat higher high

- MACD membuat lower high

Hal ini menandakan momentum beli melemah dan harga berpotensi turun.

Baca Juga: Prediksi Harga Dolomite (DOLO): Analisis Tren & Sentimen 

Cara Menggunakan Indikator MACD di Chart Kripto

Untuk penggunaan harian, kamu bisa mengikuti langkah sederhana ini:

1. Setting yang Disarankan

- Gunakan parameter default 12, 26, 9

- Timeframe ideal: 4H atau 1D

- Hindari 1H jika belum berpengalaman karena terlalu noisy

2. Konfirmasi Tambahan

MACD sebaiknya tidak dipakai sendirian. Kombinasikan dengan:

- RSI (di atas 50 untuk bullish)

- Support & resistance

- Volume (volume naik = sinyal lebih valid)

Baca Juga: Prediksi Harga Polyhedra Network (ZKJ): Jangka Pendek hingga Panjang 

Kesimpulan

Cara membaca indikator MACD dalam trading kripto sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya ada pada pemahaman crossover, histogram, zero line, dan divergence. 

Indikator MACD sangat berguna untuk membaca momentum dan tren, tapi tetap punya kelemahan jika dipakai sendirian.

Gunakan MACD sebagai alat konfirmasi, bukan satu-satunya acuan. Dengan latihan dan kombinasi indikator lain, MACD bisa jadi senjata yang sangat powerful dalam trading kripto.

Baca Juga: Prediksi Harga Pirate Nation (PIRATE): Prospek Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang 

Cara Beli Crypto di Bittime

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.

Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!

Cek kurs BTC to IDRETH to IDRSOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan tentang kripto. 

FAQ

Apakah MACD cocok untuk pemula?

Ya, MACD cukup ramah untuk pemula karena visualnya jelas dan sinyalnya mudah dikenali.

Timeframe terbaik untuk MACD di kripto?

Timeframe 4 jam dan 1 hari paling ideal karena lebih stabil dan minim noise.

Apakah MACD selalu akurat?

Tidak. MACD bisa memberi sinyal palsu, terutama di market sideways. Karena itu perlu konfirmasi indikator lain.

Apa perbedaan MACD dan RSI?

MACD fokus pada momentum dan tren, sedangkan RSI lebih ke kondisi overbought dan oversold.

Apakah MACD bisa dipakai untuk scalping?

Bisa, tapi risikonya lebih tinggi. Untuk scalping, MACD sebaiknya dikombinasikan dengan indikator cepat dan manajemen risiko ketat.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Crypto vs Binary Option: Memahami Perbedaan yang Sering Disalahartikan
Crypto vs Binary Option: Memahami Perbedaan yang Sering Disalahartikan

Perbincangan tentang perbedaan binary option dan crypto kembali ramai seiring meningkatnya minat masyarakat pada instrumen digital. Di satu sisi, kripto hadir sebagai aset yang diperdagangkan secara global dengan volatilitas tinggi. Di sisi lain, binary option sering dipromosikan sebagai cara cepat meraih keuntungan hanya dengan menebak arah harga. Di sinilah kebingungan muncul. Banyak orang menyamakan keduanya sebagai aktivitas trading digital, padahal karakter, risiko, dan mekanismenya sangat berbeda.

2026-01-19Baca