Buy Limit vs Buy Stop: Ini Perbedaan yang Sering Menjebak Trader, Jangan Salah Entry!
2026-01-19
Bittime - Saat trading, satu klik bisa menentukan untung atau buntung. Karena itu, memahami buy limit vs buy stop bukan sekadar teori, tapi kebutuhan dasar. Banyak trader, terutama pemula, kerap tertukar antara buy limit adalah perintah beli di harga lebih rendah dan buy stop adalah perintah beli di harga lebih tinggi.
Kesalahan ini sering berujung pada entry yang melawan rencana awal. Dalam praktiknya, dua jenis order ini punya logika yang berbeda, dipakai pada kondisi pasar yang berbeda, dan berfungsi untuk tujuan yang berbeda pula.
Artikel ini membedah apa itu buy stop dan buy limit, lengkap dengan konteks penggunaannya, agar keputusan entry tidak lagi berbasis tebakan, melainkan strategi yang terukur.
Poin Penting
• Buy limit digunakan untuk membeli di harga lebih rendah dari harga pasar
• Buy stop dipakai untuk membeli di atas harga pasar saat tren menguat
• Kesalahan memilih order sering memicu entry yang tidak sesuai rencana
• Buy stop limit menggabungkan pemicu harga dan batas eksekusi
• Pemahaman konteks pasar menentukan efektivitas setiap jenis order
Pengertian Buy Limit dan Buy Stop
Secara sederhana, buy limit adalah perintah beli yang ditempatkan di bawah harga pasar saat ini. Trader menggunakannya ketika memperkirakan harga akan turun terlebih dulu sebelum berbalik naik.
Dalam konteks forex atau kripto, buy limit sering dipasang di area support, dengan harapan harga memantul.
Sebaliknya, buy stop adalah perintah beli yang diletakkan di atas harga pasar. Fungsinya bukan mengejar harga mahal, melainkan menangkap momentum.
Saat harga menembus level resistance tertentu, buy stop akan aktif dan mengeksekusi order, menandakan potensi kelanjutan tren naik. Inilah alasan fungsi buy stop erat kaitannya dengan strategi breakout.
Perbedaan arah logika ini menjadi kunci. Buy limit bermain di area diskon, buy stop bermain di konfirmasi kekuatan pasar.
Baca Juga: Apa Itu Midnight (NIGHT)? The Architecture of Freedom is Rational Privacy
Perbedaan Buy Stop dan Buy Limit dalam Praktik Trading

Perbedaan utama buy stop vs buy limit terletak pada cara trader membaca pasar. Buy limit dipakai saat pasar diperkirakan terkoreksi.
Trader tidak terburu buru masuk, menunggu harga turun ke level yang dianggap ideal. Risiko utamanya adalah order tidak tersentuh jika harga langsung naik.
Buy stop justru kebalikannya. Order ini digunakan saat trader siap masuk setelah sinyal penguatan muncul. Ketika harga menembus level kunci, buy stop aktif dan membawa trader masuk mengikuti arus. Risikonya, jika breakout palsu terjadi, posisi bisa cepat berbalik rugi.
Karena itu, perbedaan buy stop dan buy limit bukan soal mana yang lebih baik, melainkan kapan digunakan. Keduanya alat, bukan jaminan hasil.
Baca Juga: Kasus Timothy Ronald Trending, Ini yang Perlu Diketahui
Buy Stop Limit dan Hubungannya dengan Sell Limit dan Sell Stop
Selain dua order dasar, ada buy stop limit, kombinasi antara buy stop dan buy limit. Order ini memberi kontrol lebih ketat. Trader menentukan harga pemicu dan harga maksimum eksekusi. Jika pasar bergerak terlalu cepat, order bisa saja tidak tereksekusi, tetapi slippage dapat dihindari.
Di sisi jual, konsepnya serupa. Sell limit digunakan untuk menjual di harga lebih tinggi dari pasar, biasanya di area resistance.
Sell stop dipakai untuk menjual di bawah harga pasar, sering digunakan sebagai bagian dari manajemen risiko atau strategi breakout ke bawah. Memahami maksud sell limit dan sell stop membantu trader melihat order secara simetris, baik saat beli maupun jual.
Baca Juga: 5 Meme Coin China Viral di BSC yang Wajib Masuk Radar Trader
Kesimpulan
Memahami apa itu buy limit forex dan buy stop bukan sekadar hafalan definisi. Keduanya mencerminkan cara trader membaca pasar. Buy limit cocok untuk strategi menunggu koreksi, buy stop untuk menangkap momentum.
Kesalahan memilih jenis order sering bukan karena pasar, melainkan karena salah asumsi. Dengan memahami perbedaan dan konteks penggunaannya, trader bisa menyusun entry yang lebih disiplin dan selaras dengan rencana trading.
Baca Juga: Venezuela Punya Cadangan Bitcoin Rp1.000 Triliun: Potensi Dampak ke Pasar Kripto Global
FAQ
Apa itu buy limit?
Buy limit adalah perintah beli di bawah harga pasar saat ini, digunakan untuk masuk di area harga yang lebih rendah.
Buy stop adalah apa?
Buy stop adalah perintah beli di atas harga pasar, biasanya untuk mengikuti momentum setelah breakout.
Kapan sebaiknya menggunakan buy limit?
Buy limit digunakan saat trader memperkirakan harga akan turun ke level tertentu sebelum naik kembali.
Apa perbedaan buy stop dan buy limit?
Buy limit menunggu harga turun, buy stop menunggu harga naik menembus level tertentu.
Apa itu buy stop limit?
Buy stop limit adalah kombinasi order yang memberi batas harga eksekusi setelah harga pemicu tercapai.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




