Bitcoin ke US$125.000, Fase Bearish Segera Berakhir?

2026-08-27

Bitcoin ke US$125.000, Fase Bearish Segera Berakhir.png

Selama sepuluh hari terakhir, harga Bitcoin melompat 28 persen dari titik terendahnya — kenaikan yang cukup tajam untuk membuat Bernstein, salah satu firma riset Wall Street paling berpengaruh di industri aset digital, angkat bicara. 

Dalam laporan terbarunya yang dilihat Cointelegraph, perusahaan riset milik AllianceBernstein itu memproyeksikan BTC bakal kembali menyentuh US$125.000 pada akhir 2026, sinyal bahwa fase bearish yang menghantam pasar sejak puncak Oktober 2025 mulai mendekati ujungnya.

Prediksi Bitcoin 2026 dari Bernstein ini bukan proyeksi asal tebak. Angkanya disusun berdasarkan kerangka siklus empat tahunan Bitcoin, lengkap dengan target bertahap hingga 2033 dan hitungan matematis yang mengaitkan harga BTC dengan biaya produksi para penambang. 

Artikel ini membedah seluruh isi laporan tersebut, mulai dari angka proyeksinya, alasan di baliknya, sampai dampaknya terhadap Strategy — perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia.

Key Takeaways

  • Bernstein proyeksikan Bitcoin capai US$125.000 akhir 2026, US$150.000 pertengahan 2027, dan puncak siklus sekitar US$300.000 pada 2029 (skenario dasar).
  • Rebound 28% dalam 10 hari dan drawdown yang lebih dangkal dari siklus-siklus sebelumnya jadi alasan utama Bernstein yakin fase bearish segera berakhir.
  • Strategy kini pegang 840.447 BTC, tapi target harga saham MSTR dipangkas Bernstein dari US$450 ke US$350 akibat percepatan dilusi ekuitas.

Bernstein Proyeksikan Bitcoin Tembus US$125.000 Akhir 2026

Menurut laporan yang diterbitkan Rabu dan dilihat Cointelegraph, Bernstein membagi proyeksinya jadi dua skenario. Skenario dasar menempatkan target harga Bitcoin di US$125.000 pada akhir 2026, naik ke US$150.000 pada pertengahan 2027, lalu mencapai puncak siklus sekitar US$300.000 pada 2029. 

Skenario bull case lebih agresif: target BTC US$200.000 pada pertengahan 2027 dan puncak US$500.000 di tahun yang sama. Di kedua skenario, Bernstein tetap mempertahankan target jangka panjang US$1 juta pada 2033.

Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?

Proyeksi ini bersandar pada model siklus empat tahunan Bitcoin yang dikaitkan dengan halving — peristiwa pengurangan jatah BTC baru untuk penambang setiap sekitar empat tahun sekali. 

Bernstein membagi tiap siklus jadi empat fase: breakout, hype, drawdown, dan akumulasi, lalu memperkirakan level harga di tiap fase dengan membandingkan harga pasar Bitcoin terhadap estimasi biaya produksi penambang paling tidak efisien.

Buat yang ingin ikut memanfaatkan momentum ini, sekarang waktu yang tepat menyiapkan akun trading. Registrasi di Bittime supaya kamu siap eksekusi begitu rally BTC benar-benar terkonfirmasi. 

bitcoin.jpeg

Gambar: AI-generated image

Alasan Optimisme Bernstein: Rebound Tajam dan Dukungan Institusi

Dasar keyakinan Bernstein sebenarnya sederhana, tapi berpijak pada data historis. Bitcoin naik 28 persen dalam 10 hari terakhir setelah sebelumnya anjlok sekitar 50 persen dari puncaknya di Oktober 2025 — rebound yang menurut firma ini bisa jadi sinyal BTC bullish menandai berakhirnya siklus bearish saat ini.

Yang membedakan siklus kali ini, menurut Bernstein, adalah komposisi pelaku pasar. Investor institusi dan pembeli korporasi disebut berperan jauh lebih besar dibanding siklus-siklus sebelumnya, memberi dukungan downside yang lebih kuat. 

Hasilnya, penurunan kali ini "hanya" sekitar 50 persen — jauh lebih dangkal dari drawdown 75 sampai 90 persen yang biasa terjadi di siklus-siklus lampau. Bagi investor, ini berarti pola dan kedalaman koreksi Bitcoin bisa jadi tidak akan berulang persis seperti sebelumnya, selama pembeli besar dan persisten tetap bertahan di pasar.

Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli

Bernstein juga menyematkan formula kuantitatif ke dalam proyeksinya lewat konsep price-to-marginal cost multiple — rasio harga Bitcoin terhadap estimasi biaya produksi marjinal penambang. 

Firma ini memperkirakan rasio tersebut menyusut dari 1,4 kali di puncak 2025 (sekitar US$125.000), menjadi sekitar 1,25 kali di puncak proyeksi 2029 (sekitar US$300.000), lalu turun lagi ke sekitar 1,2 kali saat menyentuh US$1 juta di 2033. 

Artinya, target harga Bitcoin yang makin tinggi ini diasumsikan berjalan seiring multiple valuasi yang justru mengetat — bukan makin liar seperti persepsi umum soal siklus bull run.

Tentu saja, asumsi kompresi multiple ini masih sebatas model. Kalau permintaan tumbuh drastis, regulasi berubah, atau struktur biaya penambangan bergeser, akurasi proyeksi ini bisa melenceng jauh dari kenyataan.

Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?

Strategy dan MSTR: Taruhan Besar di Balik Prediksi Bitcoin Bullish

Prediksi bullish Bitcoin dari Bernstein juga berimbas langsung ke Strategy, perusahaan pemegang BTC korporat terbesar di dunia. Menurut laporan itu, Strategy kini menggenggam 840.447 BTC, setara sekitar 4 persen dari total suplai maksimum 21 juta koin. 

Bernstein mempertahankan rating "Outperform" untuk saham Strategy, tapi memangkas target harganya dari US$450 menjadi US$350 — konsekuensi dari percepatan dilusi ekuitas dan revisi pandangan Bernstein soal siklus Bitcoin.

Bernstein menyebut, jika harga Bitcoin terus menguat dan saham preferen Stream (STRC) milik Strategy pulih ke kisaran US$100 (STRC sempat diperdagangkan di US$97,15), perusahaan berpotensi kembali agresif memborong BTC dalam skala besar. Namun laporan ini tidak melulu bicara peluang. 

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Bernstein turut mengutip analisis dari Regime Intelligence yang menyebut ancaman terbesar bagi treasury Bitcoin Strategy bukan crash pasar, melainkan risiko kehilangan akses ke pasar modal dalam waktu lama — kondisi yang bisa mempersulit perusahaan mendanai sekitar US$1,76 miliar kewajiban tahunannya tanpa harus menjual BTC.

Menariknya, target harga Bitcoin dari Bernstein memang tergolong sering direvisi. Sejak Oktober 2024, firma ini sempat memasang target US$200.000 untuk 2025, lalu menurunkannya bertahap jadi US$150.000 pada awal 2026 seiring koreksi tajam pasar, sebagaimana dilaporkan TipRanks dan crypto.news

Pola serupa terlihat pada revisi kali ini: angka jangka pendek dipangkas, tapi tesis siklus jangka panjang tetap dipertahankan. Ini bukan berarti prediksi Bernstein tidak layak diperhatikan, tapi patut jadi pengingat bahwa angka-angka semacam ini bersifat dinamis dan bisa berubah mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia

Kesimpulan

Singkatnya, Bernstein melihat rebound 28 persen dari titik terendah dan drawdown yang lebih dangkal dari siklus-siklus sebelumnya sebagai sinyal bahwa fase bearish Bitcoin mendekati akhir, dengan target harga Bitcoin US$125.000 di akhir 2026, US$150.000 pertengahan 2027, dan puncak siklus hingga US$300.000-US$500.000 pada 2029. 

Proyeksi ini turut menyeret nasib Strategy, yang berpotensi kembali agresif membeli BTC jika harga terus menguat, meski perusahaan juga menghadapi risiko pendanaan jangka panjang. Namun mengingat riwayat Bernstein yang kerap merevisi angkanya, proyeksi ini sebaiknya dilihat sebagai kerangka analisis berbasis data historis siklus Bitcoin — bukan kepastian arah harga BTC ke depan.

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa prediksi harga Bitcoin dari Bernstein untuk 2026? 

Bernstein memproyeksikan harga Bitcoin menyentuh US$125.000 pada akhir 2026 dalam skenario dasarnya. Target ini bagian dari kerangka siklus empat tahunan yang dipakai firma riset tersebut.

Berapa target harga Bitcoin di 2029 menurut Bernstein? 

Dalam skenario dasar, Bernstein memproyeksikan puncak siklus Bitcoin sekitar US$300.000 pada 2029. Skenario bull case menempatkan target lebih tinggi, yakni hingga US$500.000.

Apa alasan utama Bernstein optimistis Bitcoin bakal rebound? 

Bitcoin sempat naik 28 persen dalam 10 hari usai anjlok 50 persen dari puncak Oktober 2025 — drawdown yang lebih dangkal dari siklus sebelumnya. Bernstein mengaitkan ini dengan meningkatnya peran investor institusi dan korporasi di pasar.

Apakah Strategy akan membeli lebih banyak Bitcoin? 

Menurut Bernstein, Strategy berpotensi kembali agresif membeli BTC jika harga Bitcoin terus menguat dan saham preferen STRC pulih ke sekitar US$100. Namun akses pendanaan jangka panjang tetap jadi faktor risiko bagi rencana ini.

Berapa harga Bitcoin hari ini menjelang laporan Bernstein dirilis? 

Menjelang laporan ini dipublikasikan akhir Agustus 2026, harga Bitcoin masih diperdagangkan di bawah US$80.000. Kondisi inilah yang membuat rebound 28 persen dalam 10 hari terakhir dianggap sinyal penting oleh Bernstein.

Apakah proyeksi harga Bitcoin dari Bernstein bisa dijadikan patokan investasi? 

Proyeksi ini adalah hasil riset dan analisis, bukan jaminan pergerakan harga BTC ke depan. Bernstein sendiri sudah beberapa kali merevisi targetnya sepanjang 2025-2026 mengikuti perubahan kondisi pasar.

 

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

ONDO Bisa Tembus US$0,62? Ini Prediksi Harga Ondo September 2026
ONDO Bisa Tembus US$0,62? Ini Prediksi Harga Ondo September 2026

Prediksi harga ONDO September 2026, apakah mampu mencapai US$0,62? Simak analisis tren bullish, level support, resistance, dan peluang sektor RWA.

2026-08-27Baca