Mengapa Bitcoin Dump Setelah Pemilu AS? Sejarah dan Penyebabnya

2026-11-06

Mengapa Bitcoin Dump Setelah Pemilu AS Sejarah dan Penyebabnya.png

Reli Bitcoin di atas US $80.000 hanya bertahan sehari. Pada Kamis (5/11/2026), BTC merosot ke kisaran US $75.700 dan memicu likuidasi posisi leverage lebih dari US $1 miliar. 

Bitcoin dump setelah pemilu AS ini memunculkan pertanyaan wajar: apakah hasil pemilu paruh waktu penyebabnya? Sejarah mencatat Bitcoin turun setelah pemilu sela 2018 dan 2022, tetapi naik setelah pilpres 2020 dan 2024. 

Harga Bitcoin setelah pemilu AS ternyata lebih sering mengikuti kondisi pasar saat itu ketimbang hasil pemungutan suaranya.

Key Takeaways

  • Bitcoin turun sekitar 6% ke US$ 75.700 pada 5 November 2026 setelah sempat di atas US$ 80.000, dipicu aksi jual saham teknologi dan AI.
  • Dalam 30 hari setelah pemilu, BTC turun sekitar 45% pada 2018 dan 16% pada 2022, tetapi naik pada 2016, 2020, dan 2024.
  • Leverage tinggi, tekanan makro, dan ketidakpastian Clarity Act ikut menentukan arah harga.

Bagaimana Sejarah Bitcoin Setelah Pemilu AS?

Data CryptoTicker mengukur perubahan harga Bitcoin 30 hari setelah pemilu AS, dihitung dari penutupan sebelum hari pemilihan:

  • Pilpres 2016: +9,6%, awal reli 2017
  • Pemilu sela 2018: −45,2%, saat crypto winter dan Bitcoin Cash terpecah
  • Pilpres 2020: +43,5%, di era pencetakan uang masa pandemi
  • Pemilu sela 2022: −16,4%, saat bursa FTX kolaps di pekan pemilu
  • Pilpres 2024: +42,4%, didorong agenda kripto Trump

Dua penurunan terjadi pada pemilu sela, tetapi pemicunya bukan pemilu itu sendiri. CryptoTicker menyimpulkan bahwa hasil pemungutan suara jarang menggerakkan Bitcoin sebanyak kondisi pasarnya sendiri.

Untuk jangka panjang, Benzinga mengutip data Binance yang mencatat BTC naik 24,5% setahun setelah pemilu sela 2014, 44,9% setelah 2018, dan 92,3% setelah 2022. Namun, tiga sampel belum cukup untuk disebut jaminan.

Ingin memantau pergerakan Bitcoin dan aset kripto lain? Kamu bisa mulai lewat Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi OJK, dengan pembelian mulai dari Rp10.000.

harga Bitcoin.png

Baca Juga: Apakah Pemilu Midterm AS Memengaruhi Harga Bitcoin (BTC)?

Apa Penyebab Bitcoin Dump Setelah Pemilu 2026?

Menurut The Block, BTC sempat naik di atas US$80.000 pada Rabu (4/11) setelah Demokrat menguasai kedua kamar Kongres dan kekhawatiran peretasan Binance mereda. Reli itu tidak bertahan. 

Pada Kamis, aksi jual saham teknologi dan AI di Wall Street menular ke kripto. Pukul 14.00 ET, Nasdaq turun 4,7%, Dow dan S&P 500 sekitar 3%, sedangkan indeks volatilitas VIX melonjak sekitar 60%.

Saham terkait kripto ikut tertekan. Strategy dan Coinbase turun sekitar 10%. Mengutip data CoinMarketCap, Yahoo Finance melaporkan kapitalisasi pasar kripto global menyusut 5%, atau sekitar US$370 miliar.

Leverage memperparah tekanan. Menurut Yahoo Finance, K33 sebelumnya sudah mengingatkan bahwa volume perdagangan yang tipis dan penggunaan leverage yang meningkat membuat Bitcoin rawan ayunan tajam. 

Mengutip data CoinGlass, The Block mencatat likuidasi 24 jam sekitar US1,09 miliar yang menimpa sekitar 211.000 trader.Dalam empat jam saja, US 879,92 juta posisi dilikuidasi, dan US$818,90 juta di antaranya posisi long. Angka ini berasal dari data publik sehingga bisa lebih rendah dari kenyataan.

Wintermute menilai reli Rabu lebih mirip optimisme sesaat. Lega pascaperetasan Binance, euforia hasil pemilu, harapan belanja AI melambat, dan harga minyak turun tidak mengubah tekanan makro yang masih ada. 

Menurut The Block, trader OTC Wintermute, Jasper De Maere, menyebut Trump masih menjabat dua tahun lagi, konflik Timur Tengah memanas, dan inflasi tinggi di tengah ekonomi AS yang kuat.

Pasar juga masih rapuh. 21Shares mencatat Bitcoin ditutup turun 7,3% pada Oktober, dengan peretasan Binance senilai US$6,3 miliar di pengujung bulan sebagai salah satu pemicunya.

Baca Juga: Kronologi Peretasan Binance: Lazarus Group dan Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah

Bagaimana Dampak Pemilu terhadap Regulasi Kripto?

Hasil pemilu tetap berpengaruh pada regulasi. Yahoo Finance melaporkan bahwa Brian Gardner, kepala strategi kebijakan Washington di Stifel, menyebut Clarity Act "off the table" untuk sesi lame duck dan menilai peluang kompromi bipartisan di Kongres berikutnya rendah. 

Gardner juga memperkirakan Elizabeth Warren, yang disebut akan memimpin Senate Banking Committee, akan menyelidiki perusahaan kripto bersama bank Wall Street dan perusahaan ekuitas swasta.

Pandangan lain juga muncul. Yahoo Finance mencatat Sean Farrell dari Fundstrat menilai kemenangan Demokrat bisa memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap defisit federal. 

Menurut The Block, Ryan Kirkley dari Global Settlement Network menilai pemilu dapat menunda legislasi, tetapi tidak mengubah permintaan institusional jangka panjang.

Jika tekanan berlanjut, Wintermute memantau level US73.000danUS68.000. Mereka baru lebih positif bila Bitcoin kembali menembus dan bertahan di atas US$80.000.

Kesimpulan

Bitcoin dump setelah pemilu AS 2026 lebih tepat dibaca sebagai pembalikan reli sesaat. Aksi jual saham teknologi, leverage tinggi, dan tekanan makro bekerja bersamaan, sementara pemilu menambah ketidakpastian regulasi. Sejarah menunjukkan arah harga 30 hari setelah pemilu tidak konsisten, jadi kondisi pasar dan level harga kunci tetap menjadi acuan terbaik.

Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

1. Kenapa Bitcoin turun hari ini?
Pada data terakhir yang dirujuk artikel ini (Kamis, 5/11/2026), BTC turun sekitar 6% karena aksi jual saham teknologi dan AI yang menyeret aset berisiko. Harga bergerak cepat, jadi cek kondisi terbaru di Bittime sebelum mengambil keputusan.

2. Apakah Bitcoin selalu turun setelah pemilu AS?
Tidak. Data CryptoTicker menunjukkan BTC naik dalam 30 hari setelah pemilu 2016, 2020, dan 2024, serta turun setelah pemilu 2018 dan 2022.

3. Apakah peretasan Binance memengaruhi harga Bitcoin?
 The Block mencatat bahwa dari 10 peretasan kripto terbesar, BTC naik dalam 30 hari berikutnya pada lima kasus dan turun pada lima kasus. Penurunan sekitar 4% setelah serangan Binance sejalan dengan aset berisiko lain.

4. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Tidak ada jawaban pasti. Pola kenaikan 12 bulan setelah pemilu sela baru teruji tiga kali, sementara volatilitas sedang tinggi. Sesuaikan dengan profil risiko dan jangan pakai dana darurat. Ini bukan saran keuangan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Data NFP AS: Bitcoin Berpotensi Bergerak, Ini Skenarionya
Data NFP AS: Bitcoin Berpotensi Bergerak, Ini Skenarionya

NFP AS rilis 6 November 2026 pukul 20.30 WIB. Simak konsensus 65.000 pekerjaan dan skenario harga Bitcoin jika hasilnya kuat, lemah, atau sesuai perkiraan.

2026-11-06Baca