Apa Itu Elysium? Layer 2 Hyperliquid Mainnet 9 November
2026-11-04
Apa itu Elysium? Hyperliquid akan kedatangan jaringan Layer 2 baru bernama Elysium pada 9 November 2026. Dikembangkan oleh Kinetiq, jaringan ini dirancang untuk mempercepat pemrosesan transaksi dan memberikan ruang lebih besar bagi aplikasi trading serta decentralized finance (DeFi) yang membutuhkan performa tinggi.
Elysium menarik perhatian karena menargetkan waktu pembuatan blok hanya 100–200 milidetik, jauh lebih cepat dibandingkan HyperEVM. Jaringan ini juga menggunakan HYPE untuk biaya transaksi dan menawarkan infrastruktur yang lebih fleksibel bagi developer. Lantas, bagaimana cara kerjanya, apa yang membedakannya dari HyperEVM, dan fitur apa saja yang disiapkan menjelang mainnet?
Key Takeaways
- Elysium adalah Layer 2 dari Kinetiq yang dikembangkan untuk mendukung aplikasi trading dan DeFi di ekosistem Hyperliquid.
- Jaringan ini menggunakan Arbitrum Orbit, melakukan settlement ke HyperEVM, dan memakai HYPE sebagai gas token.
- Mainnet Elysium dijadwalkan meluncur pada 9 November 2026, sementara integrasi langsung dengan HyperCore akan hadir dalam tahap berikutnya.
Apa Itu Elysium dan Mengapa Hadir di Hyperliquid?
Elysium adalah jaringan blockchain Layer 2 yang dibangun Kinetiq untuk memperluas kemampuan Hyperliquid. Proyek ini berfokus pada kebutuhan aplikasi yang memproses transaksi dalam jumlah besar, terutama decentralized exchange (DEX), platform trading, dan automated market maker (AMM).
Selama ini, Hyperliquid dikenal melalui layanan perdagangan perpetual futures yang menggunakan infrastruktur bernama HyperCore. Ekosistem tersebut juga memiliki HyperEVM, tempat developer menjalankan smart contract dan mengembangkan aplikasi blockchain.
Masalahnya, HyperEVM tidak dirancang untuk menampung seluruh aktivitas komputasi berfrekuensi tinggi. Kapasitas bloknya sengaja dibatasi agar tetap selaras dengan sistem perdagangan HyperCore.
Bagi aplikasi sederhana, batasan tersebut mungkin tidak terlalu terasa. Namun, platform yang harus memperbarui harga berkali-kali dalam satu detik membutuhkan kapasitas lebih besar.
Elysium hadir untuk memenuhi kebutuhan itu. Developer bisa menjalankan aplikasi pada jaringan khusus dengan ruang komputasi lebih luas, sambil tetap mempertahankan hubungan dengan ekosistem Hyperliquid.
Baca juga : Apa Itu Forever (FOREVER)? Konsep AI dan Dana On-Chain
Kapan Elysium Mainnet Diluncurkan?
Kinetiq telah menetapkan 9 November 2026 sebagai jadwal peluncuran mainnet Elysium. Pengumuman ini menyusul pembukaan testnet publik pada September 2026 yang memberi kesempatan kepada developer untuk mencoba jaringan.
Mainnet menjadi tahap penting karena blockchain mulai digunakan dalam lingkungan produksi, termasuk untuk transaksi yang melibatkan aset bernilai nyata.
Sebelumnya, pengujian dilakukan melalui testnet. Di lingkungan tersebut, developer dapat memeriksa smart contract, menguji koneksi aplikasi, dan menemukan masalah teknis tanpa harus menggunakan dana mainnet.
Menjelang peluncuran, sejumlah proyek juga telah mengumumkan rencana dukungan untuk Elysium.
Meski demikian, jadwal mainnet bukan berarti seluruh fitur yang tercantum dalam roadmap akan langsung tersedia pada hari pertama. Beberapa integrasi penting masih membutuhkan pembaruan jaringan setelah peluncuran.

Bagaimana Cara Kerja Elysium Layer 2?
Elysium menggunakan Arbitrum Orbit, teknologi yang memungkinkan developer membangun blockchain dengan konfigurasi sendiri. Untuk menjalankan smart contract dan transaksi, jaringan ini memanfaatkan perangkat lunak Arbitrum Nitro.
Hal yang membedakannya dari banyak Layer 2 lain adalah tempat penyelesaian transaksinya.
Jika sejumlah jaringan Arbitrum melakukan settlement ke Ethereum atau Arbitrum One, Elysium menggunakan HyperEVM sebagai jaringan induk.
Sederhananya, transaksi dijalankan di Elysium, sedangkan proses pencatatan dan penyelesaiannya terhubung ke HyperEVM.
Berikut gambaran alurnya:
- Pengguna mengirim transaksi melalui wallet atau aplikasi yang mendukung Elysium.
- Sequencer menerima transaksi dan menentukan urutannya.
- Jaringan Elysium memproses transaksi menggunakan Arbitrum Nitro.
- Informasi yang diperlukan diteruskan melalui mekanisme settlement ke HyperEVM.
- Hasil transaksi dapat diperiksa melalui blockchain explorer.
Dengan arsitektur ini, aplikasi tidak harus memproses seluruh aktivitasnya langsung di HyperEVM.
Apa Peran Sequencer?
Sequencer merupakan komponen yang mengatur urutan transaksi sebelum dimasukkan ke blok.
Pada tahap awal, Elysium menggunakan satu sequencer melalui infrastruktur Conduit. Sistem ini membantu jaringan memproses transaksi secara terkoordinasi.
Meski mendukung pemrosesan yang cepat, penggunaan satu sequencer juga berarti jaringan masih bergantung pada operator tertentu.
Desentralisasi sequencer dan mekanisme validasi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan seiring perkembangan Elysium.
Kenapa Elysium Menggunakan HYPE?
Elysium menggunakan HYPE sebagai native gas token, yaitu aset yang dipakai untuk membayar biaya transaksi.
Artinya, pengguna tidak harus membeli token gas baru hanya untuk beraktivitas di jaringan tersebut.
HYPE dirancang dapat dipindahkan dari HyperEVM ke Elysium melalui bridge yang didukung dengan mekanisme nilai 1:1.
Penggunaan aset yang sudah dikenal dalam ekosistem Hyperliquid dapat mempermudah perpindahan aktivitas pengguna. Namun, biaya bridge dan risiko transfer antar jaringan tetap perlu diperhitungkan.
Baca juga : Apakah Project Cortex (XTX) Legit? Cek Risiko dan Keamanan Token
Seberapa Cepat Elysium Dibandingkan HyperEVM?
Salah satu alasan Elysium banyak dibicarakan adalah target performanya.
Kinetiq merancang jaringan ini dengan waktu produksi blok sekitar 100–200 milidetik. Sebagai perbandingan, HyperEVM memiliki interval blok cepat sekitar satu detik.
Dalam pengujian yang dilakukan pada 21 Oktober 2026, waktu blok Elysium tercatat sekitar 129–136 milidetik.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa jaringan mampu mencapai rentang waktu yang ditargetkan pada kondisi testnet saat pengukuran.
Namun, waktu pembuatan blok bukan hal yang sama dengan finalitas transaksi. Sebuah transaksi bisa masuk ke blok dengan cepat, tetapi tetap membutuhkan proses tambahan sebelum penyelesaiannya dianggap final.
Bagaimana dengan Kapasitas Transaksi?
Selain mempercepat pembuatan blok, Elysium menargetkan kapasitas eksekusi sebesar 300 juta gas per detik atau 300 Mgas/s.
Gas dalam konteks ini merupakan ukuran pekerjaan komputasi yang dapat dilakukan blockchain, bukan jumlah transaksi secara langsung.
Semakin besar kapasitas komputasinya, semakin banyak aktivitas smart contract yang berpotensi diproses dalam periode tertentu.
Akan tetapi, target 300 Mgas/s belum sama dengan hasil yang sudah dibuktikan dalam kondisi mainnet.
Pengukuran testnet pada Oktober 2026 mencatat beban aktual sekitar 3,3 Mgas/s. Angka tersebut jauh lebih rendah karena jaringan belum menerima aktivitas yang cukup besar untuk menguji batas kapasitasnya.
Pengujian komunitas yang dibahas menjelang peluncuran juga menunjukkan waktu masuk transaksi ke blok sekitar 0,27 detik, dibandingkan 1,7 detik pada HyperEVM. Biaya transaksinya dilaporkan sekitar 5,8 kali lebih rendah dalam perbandingan tersebut.
Hasil itu memberikan gambaran awal mengenai potensi Elysium, tetapi belum menjadi jaminan performa ketika jaringan digunakan secara luas.
Baca juga : Apa Itu Project Cortex (XTX)? Konsep AI dan Risikonya
Apa Keunggulan Elysium untuk Trader dan Developer?
Bagi pengguna crypto, keunggulan jaringan tidak hanya diukur dari angka kecepatan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana performa tersebut membantu aplikasi berjalan.
Ada tiga manfaat utama yang ingin ditawarkan Elysium.
1. Mendukung Trading dengan Aktivitas Tinggi
Aplikasi trading sering membutuhkan pembaruan data dan transaksi dalam waktu singkat.
Contohnya adalah market maker yang harus memperbarui harga beli dan jual mengikuti kondisi pasar.
Dengan kapasitas pemrosesan lebih besar, Elysium berpotensi mendukung aktivitas tersebut tanpa terlalu membebani HyperEVM.
Tentu saja, kecepatan jaringan tidak menjamin order selalu berhasil pada harga yang diinginkan. Likuiditas dan slippage tetap menentukan hasil transaksi.
2. Memberikan Ruang bagi Aplikasi DeFi Baru
Developer dapat membangun DEX, platform peluncuran token, dan aplikasi keuangan lainnya menggunakan smart contract yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM).
Kompatibilitas ini memudahkan penggunaan bahasa pemrograman serta alat pengembangan yang sudah dikenal di ekosistem Ethereum.
Karena itu, tim developer tidak harus memulai seluruh proses pengembangan dari awal.
3. Membuka Peluang Integrasi dengan HyperCore
Elysium juga dirancang agar aplikasi dapat memanfaatkan informasi perdagangan dari HyperCore secara lebih langsung.
Nantinya, smart contract berpotensi membaca data seperti order book, harga, saldo, dan posisi perdagangan melalui fitur khusus jaringan.
Kemampuan tersebut dapat membantu pengembangan strategi trading dan pengelolaan likuiditas yang membutuhkan informasi pasar terbaru.
Namun, integrasi langsung ini masih menjadi bagian dari pengembangan lanjutan setelah mainnet.
Aplikasi Apa Saja yang Disiapkan untuk Elysium?
Menjelang peluncuran mainnet, beberapa proyek telah mengumumkan rencana menghadirkan layanan di Elysium.
Fokusnya cukup beragam, mulai dari perdagangan aset hingga penerbitan token baru.
Beberapa proyek yang diumumkan antara lain:
- Nest: Decentralized exchange yang direncanakan hadir di jaringan Elysium.
- Dawn: Platform DEX yang menjadi bagian dari ekosistem awal.
- Speculate: Aplikasi prediction market.
- Montra: Platform peluncuran token atau launchpad.
- Citadel: Launchpad untuk mendukung aktivitas penerbitan token baru.
Banana Gun juga mengumumkan rencana mendukung aktivitas trading di Elysium sejak peluncuran mainnet.
Kehadiran proyek-proyek tersebut memperlihatkan arah pengembangan jaringan yang berfokus pada perdagangan dan DeFi.
Namun, daftar mitra yang diumumkan tidak otomatis menunjukkan seluruh aplikasinya sudah berjalan dalam versi produksi. Ketersediaan fitur tetap perlu diperiksa ketika mainnet resmi aktif.
Baca juga : Apa Itu IAO Token? Mengenal Initial Agent Offering dari Ptah
Apa Hubungan Elysium dengan Kinetiq dan KNTQ?
Kinetiq merupakan pengembang di balik Elysium. Proyek ini sebelumnya dikenal melalui layanan liquid staking dan produk DeFi dalam ekosistem Hyperliquid.
Selain menggunakan HYPE untuk transaksi, Elysium juga memiliki hubungan ekonomi dengan token KNTQ.
Perbedaannya cukup jelas: HYPE digunakan sebagai gas token jaringan, sedangkan KNTQ merupakan token yang berkaitan dengan ekosistem Kinetiq.
Kinetiq telah mengumumkan rancangan pembagian pendapatan sequencer sebagai berikut:
- 25% untuk builders, yaitu pengembang aplikasi yang menggunakan kapasitas jaringan.
- 25% untuk treasury Kinetiq, guna mendukung kebutuhan operasional.
- 50% untuk mekanisme KNTQ, melalui rencana pembelian token di pasar yang kemudian dialihkan ke Hyperliquid Assistance Fund untuk pengurangan suplai secara permanen.
Skema tersebut dirancang agar pertumbuhan aktivitas jaringan juga memberikan manfaat ekonomi kepada pengembang aplikasi.
Semakin banyak aktivitas yang menggunakan Elysium, semakin besar pula potensi pendapatan sequencer.
Meski demikian, jumlah pendapatan aktual baru dapat diketahui setelah jaringan beroperasi. Mekanisme pembelian dan pengurangan suplai KNTQ juga tidak menjamin harganya akan meningkat.
Kapan Integrasi Elysium dengan HyperCore Tersedia?
Integrasi langsung dengan HyperCore menjadi salah satu bagian penting dari roadmap Elysium.
Kinetiq merencanakan pembaruan jaringan sekitar empat minggu setelah mainnet melalui peningkatan Arbitrum Operating System atau ArbOS.
Pembaruan tersebut dirancang menghadirkan dua kemampuan utama.
Pertama, smart contract di Elysium dapat membaca data pasar HyperCore secara langsung melalui fitur khusus.
Kedua, aplikasi dapat mengirim instruksi perdagangan ke HyperCore menggunakan mekanisme yang dirancang untuk membatasi izin transaksi.
Kemampuan ini membuka ruang bagi aplikasi yang perlu menggabungkan logika smart contract dengan data perdagangan.
Sebagai contoh, sebuah aplikasi dapat menggunakan informasi order book untuk memperbarui harga secara otomatis.
Meski menarik, hubungan antara transaksi Elysium dan eksekusi order di HyperCore tidak selalu berlangsung sebagai satu proses yang tidak dapat dipisahkan. Developer tetap harus mengantisipasi kondisi ketika satu tahap berhasil tetapi tahap berikutnya gagal.
Karena itu, pengujian aplikasi menjadi penting sebelum fitur tersebut digunakan untuk aktivitas dengan dana nyata.
Cara Mengenal Elysium Sebelum Mainnet
Jika ingin mempelajari jaringan ini sebelum 9 November, kamu bisa mulai dari testnet yang sudah tersedia.
Tidak perlu langsung menggunakan dana sungguhan atau mencoba aplikasi trading yang belum dikenal.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
1. Pelajari Dokumentasi Resmi
Mulailah dengan membaca dokumentasi Elysium untuk memahami cara jaringan memproses transaksi dan terhubung dengan HyperEVM.
Informasi ini membantu membedakan fitur yang sudah tersedia dari rencana pengembangan berikutnya.
2. Periksa Elysium Testnet
Elysium testnet menggunakan Chain ID 99801 dan HYPE sebagai native gas token.
Pastikan informasi jaringan sesuai dengan dokumentasi resmi sebelum mencoba menghubungkan wallet.
Hal ini penting karena terdapat blockchain lain bernama Elysium yang berkaitan dengan Vulcan Forged. Keduanya bukan jaringan yang sama.
3. Gunakan Blockchain Explorer
Explorer memungkinkan kamu melihat blok, riwayat transaksi, dan smart contract yang diterbitkan pada testnet.
Dari sana, kamu bisa memahami aktivitas jaringan tanpa harus melakukan transaksi sendiri.
4. Ikuti Pengumuman Aplikasi
Perhatikan proyek yang telah mengumumkan dukungan untuk Elysium, termasuk status testnet dan kesiapan mainnet masing-masing.
Bagi developer, tahap ini juga berguna untuk memeriksa alat pengembangan, koneksi RPC, serta dokumentasi integrasi.
Baca juga : Apa Itu Duino-Coin (DUCO)? Cara Kerja dan Mining untuk Pemula
Apa Risiko Menggunakan Elysium Layer 2?
Elysium menawarkan teknologi yang menarik, tetapi jaringan baru tetap membawa sejumlah risiko.
Pertama, ketergantungan pada sequencer. Jika sequencer mengalami gangguan, aktivitas transaksi normal dapat terhambat sampai layanan kembali berjalan atau mekanisme alternatif digunakan.
Kedua, model data availability. Elysium menggunakan AnyTrust, yang melibatkan komite untuk menjaga ketersediaan data transaksi. Desain ini lebih efisien, tetapi tetap memiliki asumsi kepercayaan terhadap pihak yang mengelola data.
Ketiga, validasi jaringan. Pada tahap awal, sistem validasi masih bersifat permissioned atau terbatas pada pihak tertentu. Kinetiq merencanakan peningkatan desentralisasi pada pengembangan berikutnya.
Keempat, keamanan bridge dan smart contract. Pengguna tetap menghadapi risiko kesalahan transfer, kontrak bermasalah, atau kerentanan aplikasi yang dibangun di jaringan.
Kelima, likuiditas ekosistem. Kehadiran DEX dan launchpad baru tidak otomatis menjamin pasar memiliki likuiditas yang cukup untuk perdagangan dalam jumlah besar.
Hal-hal tersebut perlu diperhatikan, terutama jika kamu berencana menggunakan aplikasi DeFi dengan aset bernilai nyata.
Apa yang Perlu Dipantau Setelah Mainnet Elysium?
Peluncuran mainnet menjadi titik awal untuk melihat apakah Elysium mampu memenuhi target teknisnya.
Bagi pengguna dan pengembang, ada beberapa indikator yang layak diperhatikan:
- Stabilitas jaringan: Apakah Elysium dapat beroperasi tanpa gangguan besar ketika aktivitas meningkat?
- Kecepatan aktual: Apakah waktu blok tetap berada dalam rentang yang ditargetkan?
- Biaya transaksi: Seberapa besar gas fee saat jaringan menerima lebih banyak aktivitas?
- Pertumbuhan aplikasi: Berapa banyak proyek yang benar-benar aktif dan digunakan?
- Integrasi HyperCore: Apakah fitur akses data dan pengiriman instruksi perdagangan dirilis sesuai roadmap?
Selain performa, pertumbuhan likuiditas dan jumlah pengguna juga penting untuk menilai perkembangan ekosistemnya.
Jika kamu ingin mengikuti perkembangan Hyperliquid, HYPE, dan proyek blockchain lainnya, kamu bisa daftar di Bittime untuk memantau informasi pasar serta membaca berita crypto terbaru.
Kesimpulan
Apa itu Elysium? Elysium adalah Layer 2 dari Kinetiq yang dirancang untuk memperluas kapasitas transaksi dan mendukung aplikasi trading serta DeFi dalam ekosistem Hyperliquid.
Jaringan ini menggunakan Arbitrum Orbit, melakukan settlement ke HyperEVM, dan memanfaatkan HYPE sebagai gas token. Dengan target blok 100–200 milidetik, Elysium menawarkan pendekatan yang menarik bagi aplikasi yang membutuhkan pemrosesan cepat.
Mainnet dijadwalkan meluncur pada 9 November 2026, sementara beberapa kemampuan penting, termasuk integrasi langsung dengan HyperCore, direncanakan hadir setelah peluncuran.
Keberhasilannya nanti tidak hanya bergantung pada kecepatan jaringan, tetapi juga keamanan, stabilitas, pertumbuhan aplikasi, dan aktivitas pengguna.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Elysium dalam ekosistem Hyperliquid?
Elysium adalah jaringan Layer 2 yang dikembangkan Kinetiq untuk mendukung aplikasi trading dan DeFi di Hyperliquid. Jaringan ini menggunakan Arbitrum Orbit dan melakukan settlement ke HyperEVM. Tujuannya adalah menyediakan kapasitas pemrosesan lebih besar bagi aplikasi blockchain.
Kapan Elysium mainnet diluncurkan?
Mainnet Elysium dijadwalkan meluncur pada 9 November 2026. Sebelum peluncuran, developer sudah dapat mencoba jaringan melalui testnet publik. Jadwal tersebut tetap perlu dicocokkan dengan status peluncuran resmi saat tanggalnya tiba.
Apa perbedaan Elysium dan HyperEVM?
HyperEVM adalah lingkungan smart contract milik Hyperliquid, sedangkan Elysium merupakan Layer 2 yang menjalankan transaksi pada jaringan terpisah. Elysium dirancang untuk menyediakan kapasitas komputasi lebih besar, kemudian melakukan settlement ke HyperEVM.
Apakah Elysium menggunakan token HYPE?
Ya, Elysium menggunakan HYPE sebagai native gas token. Aset tersebut digunakan untuk membayar biaya transaksi di jaringan. Karena itu, Elysium tidak membutuhkan token gas baru dalam rancangan yang telah diumumkan.
Apakah Elysium memiliki token crypto sendiri?
Dalam dokumentasi menjelang mainnet, Elysium tidak memperkenalkan token gas tersendiri. HYPE digunakan untuk transaksi, sementara KNTQ berkaitan dengan mekanisme ekonomi Kinetiq. Informasi mengenai token baru atau airdrop Elysium perlu diverifikasi melalui pengumuman resmi.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



