AI Gantikan Programmer? Bos Zoho Ungkap Risiko dan Solusinya

2026-09-23
AI Gantikan Programmer Bos Zoho Ungkap Risiko dan Solusinya.webp

Apakah AI akan menggantikan programmer? 

Peringatan Sridhar Vembu menyoroti persoalan yang lebih dekat: engineer dapat kehilangan pemahaman atas perangkat lunak ketika seluruh pekerjaan diserahkan kepada AI. 

Kemampuan menghasilkan kode belum menjawab siapa yang memahami, memeriksa, dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Pendiri sekaligus Chief Scientist Zoho itu mengingatkan engineer agar menggunakan AI tanpa menyerahkan pemahaman teknisnya. 

Pernyataannya relevan bagi programmer di era AI yang dituntut bekerja cepat sekaligus menjaga kualitas aplikasi.

Key Takeaways

  • Vembu mendukung penggunaan AI, tetapi memperingatkan hilangnya pemahaman ketika engineer terlalu bergantung pada alat.

  • Kode dan pengujian buatan AI tetap membutuhkan pemeriksaan manusia.

  • Masa depan programmer menuntut kemampuan merumuskan masalah, mengevaluasi solusi, dan mempertanggungjawabkan keputusan.

Peringatan Bos Zoho: Gunakan AI, Pertahankan Pemahaman

AI Gantikan Programmer Bos Zoho Ungkap Risiko dan Solusinya - Sridhar Vembu.webp

Ilustrasi | Sumber : AI

ThePrint pada 22 September 2026 melaporkan tanggapan Vembu terhadap unggahan seorang engineer tentang penggunaan Claude Code hampir di seluruh proses pengembangan. 

Pekerjaan tersebut mencakup spesifikasi, kode, pengujian, dokumen kebutuhan produk, hingga laporan.

Engineer itu mengaku timnya bekerja 12–13 jam sehari dengan tekanan untuk terus mengirimkan hasil, tetapi kekurangan waktu mempelajari kode. 

Pengalaman tersebut merupakan kesaksian individual, bukan penelitian yang mewakili semua perusahaan pengguna AI.

Pesan Vembu dalam pembahasan Zoho AI ini adalah menjaga penguasaan teknis. 

Ia mengkhawatirkan industri mengadopsi alat baru lebih cepat daripada kemampuannya memahami konsekuensi penggunaan alat tersebut.

Bagi pembaca yang mengikuti pendapat CEO teknologi tentang AI, jabatan Vembu perlu diperjelas. Zoho menyatakan ia beralih menjadi Chief Scientist pada 2025, sementara Shailesh Kumar Davey mengambil posisi CEO.

Baca Juga : GPT-5.6 Sol vs Claude Fable 5: Mana yang Terbaik untuk Coding?

AI Menggantikan Developer atau Mengubah Pekerjaannya?

Pemberitaan tersebut tidak membuktikan bahwa AI menggantikan developer secara menyeluruh. 

Yang terlihat adalah otomatisasi semakin banyak bagian pekerjaan, sementara manusia tetap menghadapi persoalan pemahaman dan pengawasan.

Istilah AI programmer sering menggambarkan sistem yang mampu menghasilkan kode. 

Namun, pengembangan perangkat lunak juga melibatkan penentuan kebutuhan, kompromi desain, penanganan kegagalan, dan komunikasi dengan pengguna.

Sebagai ilustrasi, AI dapat membantu membuat fitur pembayaran. 

Engineer tetap perlu memastikan apa yang terjadi ketika transaksi terputus, permintaan terkirim dua kali, atau pengguna mengakses data milik orang lain.

Karena itu, pembahasan software engineer masa depan perlu memperhatikan kemampuan menilai hasil otomatisasi. 

Banyaknya kode yang dihasilkan belum menunjukkan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan sebenarnya.

Baca Juga : Apa Itu GitHub Copilot? Cara Kerja, Harga Langganan, dan Contoh Buat Trading Bot

Risiko Coding dengan AI yang Perlu Diwaspadai

Risiko pertama adalah menerima jawaban yang terlihat meyakinkan tanpa memeriksa implementasinya. 

GitHub mengingatkan bahwa kode hasil Copilot dapat mengandung kesalahan dan masalah keamanan, sehingga perlu ditinjau serta diuji sebelum digunakan.

Risiko berikutnya muncul ketika AI membuat kode sekaligus pengujiannya. 

Pengujian tersebut mungkin belum mencakup seluruh skenario, dokumentasi GitHub meminta pengguna meninjau hasilnya dan menambahkan tes yang diperlukan.

Ada pula persoalan organisasi: waktu yang dihemat melalui AI coding bisa langsung diganti dengan target pengiriman lebih tinggi. 

Dalam kasus yang dilaporkan ThePrint, kurangnya ruang untuk memahami hasil menjadi bagian utama keluhan engineer.

Perbandingan berikut menerjemahkan persoalan tersebut menjadi pilihan alur kerja:

Tahap

Ketergantungan berlebihan

Penggunaan AI dengan kendali engineer

Kebutuhan

Menerima spesifikasi otomatis

Memeriksa tujuan dan batasan

Implementasi

Menggabungkan kode tanpa memahami

Meninjau perubahan dan dampaknya

Pengujian

Mengandalkan tes buatan AI saja

Menambah skenario dari kebutuhan

Perbaikan bug

Mengulang prompt tanpa diagnosis

Menelusuri penyebab dan bukti

Rilis

Mengutamakan jumlah fitur

Memeriksa kesiapan dan pemulihan

Baca Juga : Buat Aplikasi 5 Menit Pakai Emergent AI, Ternyata Gini Caranya?

Skill Programmer yang Dibutuhkan di Era AI

Apakah belajar coding masih penting? 

Ya, karena pemahaman kode dibutuhkan untuk mengevaluasi keluaran AI. 

Dasar algoritma, struktur data, basis data, dan alur eksekusi membantu engineer menjelaskan mengapa suatu solusi bekerja atau gagal.

Keterampilan debugging juga perlu dilatih. 

Misalnya, sebelum meminta AI memperbaiki error, programmer dapat mereproduksi masalah, memeriksa log, lalu menyusun dugaan penyebab yang bisa diuji.

Untuk pengembang yang mendalami software engineer AI, kemampuan menyusun evaluasi sama pentingnya dengan membuat instruksi. 

Kriteria keberhasilan harus berasal dari kebutuhan produk, bukan sekadar kesesuaian jawaban dengan prompt.

Komunikasi melengkapi keterampilan teknis. 

Engineer perlu menjelaskan keterbatasan solusi, konsekuensi perubahan, dan alasan suatu fitur belum layak dirilis.

Tertarik berinvestasi di sektor AI crypto? Pantau harga dan mulai trading AI coin populer seperti Bittensor (TAO), NEAR Protocol (NEAR), dan Artificial Superintelligence Alliance (FET) langsung di Bittime

Cara Programmer Menghadapi AI tanpa Kehilangan Kendali

Mulailah coding dengan AI dari tugas yang batasnya jelas. 

Tentukan perilaku yang diharapkan, minta perubahan secukupnya, kemudian periksa hasil melalui pengujian dan pembacaan kode. 

Panduan GitHub menekankan pemeriksaan fungsional, analisis statis, serta pengawasan manusia dalam peninjauan kode otomatis.

Pencarian AI coding tools terbaik sebaiknya mempertimbangkan kemudahan meninjau perubahan, kontrol akses, dan kesesuaian dengan proyek. 

Mengikuti teknologi AI terbaru tetap berguna, tetapi pergantian alat tidak menggantikan kebiasaan memverifikasi hasil.

Masa depan programmer belum dapat dipastikan melalui satu unggahan atau satu kemampuan model. 

Respons praktisnya adalah memanfaatkan otomatisasi sambil menjaga kemampuan bekerja ketika hasil AI salah.

Tertarik mengikuti perkembangan teknologi digital hingga ekosistem kripto? Daftar di Bittime untuk mulai menjelajahi platformnya.

bittime biaya withdrawal murah

Terinspirasi oleh perkembangan teknologi AI? Saatnya pantau pergerakan AI coin seperti Bittensor (TAO), NEAR Protocol (NEAR), Artificial Superintelligence Alliance (FET), dan Render (RENDER) di Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apakah AI akan menggantikan programmer?

AI dapat mengotomatisasi sebagian tugas, tetapi sumber ini tidak membuktikan penggantian seluruh profesi programmer.

Apa pesan Sridhar Vembu tentang AI coding?

Gunakan AI sambil mempertahankan pemahaman teknis atas pekerjaan yang dihasilkan.

Apakah belajar coding masih penting?

Ya. Dasar pemrograman membantu memeriksa, memperbaiki, dan menjelaskan kode hasil AI.

Skill apa yang dibutuhkan programmer di era AI?

Pemecahan masalah, debugging, desain sistem, pengujian, keamanan, dan komunikasi kebutuhan.

Bagaimana cara programmer menghadapi AI?

Gunakan AI untuk tugas terukur, tinjau perubahannya, dan pastikan hasil memenuhi kebutuhan sebelum dirilis.


 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

GPT-6 Sol vs GPT-5: Ini Perbedaan Fitur Terbarunya
GPT-6 Sol vs GPT-5: Ini Perbedaan Fitur Terbarunya

GPT-6 Sol vs GPT-5: bandingkan fitur coding, akurasi, harga API, dan akses terbaru untuk mengetahui apakah perlu beralih.

2026-09-23Baca