11 BTC Raib dari Bisq Protocol Usai Serangan Cyber
2026-05-04
Serangan siber kembali mengguncang industri kripto, kali ini menimpa Bisq Protocol, platform pertukaran Bitcoin berbasis peer-to-peer (P2P) yang dikenal dengan pendekatan desentralisasinya.
Insiden ini menyebabkan hilangnya sekitar 11 BTC atau setara hampir $1 juta USD. Meski jumlahnya tidak sebesar kasus besar lainnya, kejadian ini menyoroti celah keamanan yang masih bisa terjadi bahkan dalam sistem yang dirancang tanpa otoritas pusat.
Poin Penting
Serangan memanfaatkan celah verifikasi pada transaksi multisignature.
Sekitar 11 BTC berhasil dicuri oleh pelaku.
Tim Bisq merespons cepat dengan patch dan rencana kompensasi.
11 BTC Raib dari Bisq Protocol Usai Serangan Siber

Serangan ini bermula dari celah dalam mekanisme verifikasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dalam sistem Bisq, transaksi dilakukan menggunakan metode multi signature (multisig), yaitu membutuhkan lebih dari satu tanda tangan untuk menyetujui transaksi.
Namun, pelaku menemukan kelemahan pada skema ini, khususnya terkait manipulasi biaya penambang (miner fee) yang bernilai negatif.
Celah ini memungkinkan mereka mengelabui sistem sehingga dana dapat dialihkan ke alamat yang mereka kendalikan.
Bagaimana Celah Ini Bisa Terjadi?
Kelemahan utama terletak pada tidak adanya validasi menyeluruh terhadap parameter transaksi tertentu. Dalam konteks ini, transaksi multisig tidak memeriksa secara ketat nilai fee yang tidak wajar.
Akibatnya, pelaku dapat:
Memanipulasi struktur transaksi
Menghindari verifikasi yang seharusnya mencegah anomali
Mengarahkan dana ke wallet mereka sendiri
Untungnya, tim Bisq dengan cepat mengidentifikasi bahwa kerentanan ini bersifat serius namun terbatas, artinya tidak menyebar ke seluruh jaringan atau menyebabkan kerusakan sistemik yang lebih luas.
Baca Juga: Cara Transfer Bitcoin dari Bittime ke Trust Wallet
Respons Cepat Tim Bisq
Setelah insiden terdeteksi, tim pengembang Bisq segera mengambil langkah mitigasi. Mereka merilis patch untuk menutup celah tersebut dan mengumumkan rencana pembaruan perangkat lunak untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Selain itu, pengguna juga diminta untuk sementara waktu mengurangi jumlah Bitcoin yang disimpan dalam wallet Bisq guna meminimalkan risiko tambahan.
Rencana Kompensasi untuk Korban
Salah satu langkah penting yang diambil adalah proposal kompensasi bagi pengguna yang terdampak. Tim Bisq menawarkan dua opsi penggantian:
Dalam bentuk Bitcoin (BTC)
Dalam bentuk token BSQ (token governance Bisq)
Namun, keputusan final akan ditentukan melalui voting DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang dijadwalkan selesai setelah siklus saat ini berakhir pada 25 Mei 2026.
Langkah ini menunjukkan komitmen Bisq terhadap transparansi dan tata kelola berbasis komunitas.
Baca Juga: Apa itu Cybersecurity? Ini Pengertian dan Jenis-Jenisnya!
Dampak dan Pelajaran bagi Industri Kripto
Kasus ini menjadi pengingat bahwa desentralisasi bukan berarti bebas risiko. Bahkan platform yang tidak memiliki otoritas pusat tetap rentan terhadap bug atau kesalahan dalam kode.
Menariknya, insiden ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah serangan kripto secara global. Pada April 2026 saja, tercatat lonjakan signifikan dalam kasus peretasan, menunjukkan bahwa pelaku semakin canggih dalam mengeksploitasi celah teknis.
Baca Juga: Pasar Kripto Alami Bulan Paling Banyak Peretasan di April
Pelajaran Penting untuk Investor dan Pengguna
Beberapa hal yang bisa dipetik dari kejadian ini antara lain:
1. Jangan Menyimpan Aset Terlalu Lama di Platform
Meskipun platform bersifat desentralisasi, tetap ada risiko teknis. Sebaiknya simpan aset dalam wallet pribadi untuk keamanan tambahan.
2. Perhatikan Update dan Pengumuman Resmi
Respons cepat dari tim Bisq menjadi contoh pentingnya mengikuti informasi terbaru agar bisa segera mengambil tindakan.
3. Audit dan Keamanan adalah Kunci
Proyek kripto harus terus melakukan audit kode secara menyeluruh. Bahkan celah kecil bisa berdampak besar jika tidak terdeteksi.
4. Diversifikasi Risiko
Jangan menaruh seluruh aset dalam satu platform. Diversifikasi membantu mengurangi potensi kerugian besar.
Baca Juga: Astroport Kena Serangan Siber, Token ASTRO Turun
Kesimpulan
Insiden hilangnya 11 BTC dari Bisq Protocol menjadi bukti bahwa keamanan tetap menjadi tantangan utama di dunia kripto, bahkan untuk platform desentralisasi sekalipun.
Meski begitu, respons cepat dari tim Bisq dan rencana kompensasi menunjukkan adanya tanggung jawab dan transparansi yang patut diapresiasi.
Bagi investor, kejadian ini menjadi pengingat untuk selalu waspada, memahami risiko, dan menggunakan platform yang memiliki sistem keamanan kuat.
Untuk pengalaman trading kripto yang lebih mudah, aman, dan terpercaya, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan Bittime sebagai platform pilihan Anda.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang diawasi OJK, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Apa itu Bisq Protocol?
Bisq adalah platform pertukaran Bitcoin P2P yang beroperasi secara desentralisasi tanpa perantara.
Berapa jumlah BTC yang hilang dalam serangan ini?
Sekitar 11 BTC, dengan nilai mendekati $1 juta USD.
Apa penyebab utama serangan ini?
Celah pada mekanisme verifikasi transaksi multisig, khususnya terkait manipulasi miner fee.
Apakah semua pengguna Bisq terdampak?
Tidak. Serangan ini terbatas dan tidak memengaruhi seluruh jaringan.
Apakah pengguna akan mendapatkan kompensasi?
Ya, tim Bisq mengusulkan kompensasi dalam BTC atau BSQ, tergantung hasil voting DAO.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




