ETF Bitcoin Mengalami Peningkatan Dana Masuk Signifikan

2024-06-14
ETF_BTC[1].png

Bittime - Pasar produk keuangan berbasis Bitcoin yang dikenal dengan ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin menunjukkan tanda-tanda positif. Setelah mengalami dua hari berturut-turut aliran dana keluar, ETF Bitcoin justru mengalami lonjakan aliran masuk dana yang cukup besar.

Berdasarkan data dari Farside, pada 12 Juni lalu, tercatat aliran masuk dana ke ETF Bitcoin mencapai $100,8 juta (sekitar Rp 1,4 triliun). Angka ini menjadi angin segar bagi para investor yang memilih instrumen investasi Bitcoin melalui ETF.

Meskipun aliran masuk di atas $100 juta bukanlah hal yang baru bagi ETF Bitcoin jenis spot, namun lonjakan ini menjadi penting karena terjadi setelah aliran keluar yang substansial, yakni $200,4 juta (sekitar Rp 2,8 triliun) pada 11 Juni.

Fidelity's FBTC Mimpin Lonjakan Dana Masuk

Menurut data Farside, Fidelity's FBTC menjadi ETF Bitcoin yang mengalami peningkatan dana masuk terbanyak pada 12 Juni, yakni sebesar $50,6 juta (sekitar Rp 720 miliar). Disusul oleh BlackRock's IBIT dengan $15,6 juta (sekitar Rp 220 miliar) dan Bitwise's BITB ETF dengan $14,5 juta (sekitar Rp 208 miliar).

Menariknya, BITB berhasil membalikkan tren aliran keluar yang mereka alami pada 11 Juni lalu. Saat itu, tercatat $56,5 juta (sekitar Rp 800 miliar) dana investor yang meninggalkan ETF tersebut. Valkyrie's HODL pun tercatat mengalami peningkatan dana masuk sebesar $11,6 juta (sekitar Rp 165 miliar).

Aliran Dana Keluar Sebelumnya Dominasi Pasar

Berbanding terbalik dengan lonjakan pada 12 Juni, dua hari sebelumnya justru terjadi aliran dana keluar yang cukup tinggi, terutama dari Grayscale's GBTC. Pada 11 Juni, GBTC mengalami aliran keluar dana sebesar $121 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dan $39,5 juta (sekitar Rp 560 miliar) pada 10 Juni. ETF lain seperti ARKB dan BITB juga mengalami aliran dana keluar pada hari tersebut, semakin memperkuat sentimen negatif di pasar.

Kenaikan Harga Bitcoin dan Inflasi Dingin Jadi Pemicu?

Lonjakan aliran masuk dana pada 12 Juni mengindikasikan adanya optimisme baru di pasar. Pergeseran momentum ini kemungkinan besar dipicu oleh kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini. Harga Bitcoin sempat melampaui $69.000 (sekitar Rp 990 juta) setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang lebih baik dari perkiraan.

Meskipun kenaikan harga tersebut tidak bertahan lama, namun berhasil membawa angin segar ke pasar. Angka inflasi yang sedikit mendingin tampaknya juga turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar secara keseluruhan.

Cara Beli Crypto di Bittime

Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.

Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.

Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Blog Bittime

Kasus Tether Memanas Penggugat Perbarui Tuduhan Skema USDT.png
Kasus Tether Memanas: Penggugat Perbarui Tuduhan Skema USDT

Penggugat dalam kasus Tether mengajukan keluhan yang diperbarui. Simak artikel berikut untuk informasi lengkapnya!

2024-07-16Baca